
" Kenapa bisa kamu menyalahkan aku ??? Jelas jelas kamu yang memulainya. " kata Diva sambil mendorong Aksara, namun tak ada sedikitpun pergerakan dari Aksara.
" Diva aku menginginkan mu lagi..... " kata Aksara dengan suara yang sudah sangat parau, wajahnya sudah memerah menahan hasrat yang tak bisa terbendung.
" Aksa... Jangan gila. "kata Diva yang sudah di bawa Aksara ke ranjang kembali.
Diva masih merasakan sakitnya area sensitif nya, dan kini harus di paksa Aksara lagi. Padahal belum ada satu jam mereka melewati pagi yang panas. Diva tak bisa membayangkan akan lebih sakitnya lagi, jika Aksara benar benar melakukan lagi.
Bahkan Aksara seolah lupa dengan urusan bisnisnya, saham nya bisa anjlok sewaktu waktu jika tanpa pemantauan dirinya. Ia sibuk menuntaskan hasratnya yang tadi belum selesai, karena melihat Diva menangis.
" Aku memang sudah gila Diva. Dan itu karena dirimu, yang membuatku gila. " jawab Aksara membuka ikatan jubah mandi Diva dan mulai menciumi dada Diva yang wangi.
" Berhenti menyalahkan aku !!! " ketus Diva sambil mendorong wajah Aksara jauh dari tubuhnya, namun tetap tak bisa akhirnya ia justru berubah kegelian karena Aksara mengendus endus dadanya.
" Kamu yang salah Diva. Kamu membuatku tak bisa jauh darimu, Kamu membuatku panas seperti ini, Kamu membuat hidupku jadi tak beraturan. Dan itu semua salahmu. " kata Aksara, tatapan mereka saling beradu karena Diva menahan kedua pipi Aksara agar berhenti menciumi dirinya.
" Aksara ..... Kata kan padaku, Apa.... Kamu mencintai ku ??? " tanya Diva sekali lagi minta kejelasan.
Pandangan Aksara terus saja menatap bola mata Diva, yang jernih namun penuh selidik
" Apa kamu tak bisa merasakannya?? " Aksara justru kembali mengubah jawaban menjadi pertanyaan kembali, membuat Diva tidak jelas.
Aksara kembali mencium bibir Diva, begitu hangat dan lembut.
Diva yang tadi sempat menolak pun kini ikut terbawa suasana kembali. Aksara sangat pandai membuat Diva mend**ah, Wajah keduanya sudah merah, terkena bara asmara yang menggelora, tak bisa di hindari, penyatuan cinta mereka terjadi kembali, bukan hanya satu permainan saja yang Aksara lakukan, sehingga membuat Diva sudah tak berdaya di atas ranjangnya. Ia sudah enggan untuk membersihkan diri. Ia memilih tidur kembali, karena lelahnya diri, dan ia juga tidak mau di salahkan Aksara karena mandi dan menggoda dirinya kembali.
Sedangkan Aksara yang merasa puas dengan apa yang sudah ia lakukan pada Diva, karena tadi sama sekali tidak mendapat penolakan atau bahkan tangisan lagi dari Diva. Sekarang justru terlihat Diva sudah mulai menikmati permainan nya.
Aksara sempat memeluk tubuh Diva, setelah tahu Diva tertidur tanpa sempat membersihkan diri, Aksaralah yang membersihkan dan menyelimuti Diva kembali tanpa memakai kan pakaian.
__ADS_1
Aksara mengunci kamar Diva, karena takut ada yang masuk sewaktu waktu, Aksara memutuskan kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri kemudian menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan.
Dan selesai membersihkan diri, ternyata benar, Alex sudah berkali kali menghubungi nya ketika ia mengecek ponselnya.
Aksara hampir lupa jika setelah makan siang ia harus memimpin rapat petinggi perusahaan.
Untuk menyingkat waktu, Aksara memimpin rapat hanya dari rumah, melalui sambungan laptopnya. Dan bodohnya ia hanya menggunakan celana pendek, atasan nya saja yang terlihat formal, ia menggunakan jas dan dasi.
Selesai memimpin meeting, Aksara melihat jam dan ternyata sudah menunjukan pukul dua lewat sepuluh. Hampir satu jam ia melakukan pertemuan via online. Ia segera bergegas berganti pakaian dan melihat Diva. Ia takut Diva akan sakit karena melewatkan dua acara makan.
Sebelum membuka pintu kamar Diva, Aksara memilih turun mengambil makanan di nampan, untuk ia bawa masuk agar di makan oleh Diva. Aksara berpikir jika Diva masih tertidur.
Klek.... klek.....
Terdengar suara Aksara membuka kunci pintu. baru akan di buka pintunya, Aksara sudah di kejutkan dengan teriakan Diva yang mengangetkan hatinya.
" Aksara ...... beraninya kamu mengunciku. " maki Diva meletakan ponselnya, ia baru menyadari ternyata sejak kemarin ponselnya mati, dan sekarang baru ia isi baterai.
" Makanlah, supaya tenagamu lebih kuat lagi saat berteriak. " ejek Aksara, membuat Diva bersemu merah karena malu diejek Aksara
Aksara meletakan nampan di atas nakas, kemudian mempersiapkan nasi di piring dan juga lauknya.
" Makanlah, aku tidak mau kamu sakit, yang bisa membahayakan kondisi anak kita di dalam sana. " kata Aksara dengan mengarahkan dagu di perut rata Diva, membuat Diva mengarah kan pandangan nya ke perut ratanya dan mengusap perlahan.
" Anak..... ??? " gumam Diva, tak mengerti
" Cepat makan. Sebelum lauknya dingin. " perintah Aksara lagi, sambil pandangan nya mengarah ke ponsel Diva yang sedang bergetar, karena Diva tak memberi suara pada ponselnya.
" William " mata Aksara menyipit melihat nama itu tertera di ponsel istrinya, sedang memanggil.
__ADS_1
Aksara memutuskan panggilan, dan mematikan ponsel Diva kembali.
" Aksa.... Apa yang kamu lakukan ??? " ucap Diva, dengan menaruh nasi di nakas, dan berusaha mengambil ponsel dari genggaman Aksara.
" Jika sedang di charger, posisikan ponsel mati agar cepat penuh, dan merusak ponsel. " ketus Aksara dengan dingin
" Cepat makanlah. " perintah Aksara kesekian kalinya
Akhirnya Diva pun menuruti Aksara, toh perutnya juga sudah keroncongan sejak tadi, karena seharusnya sudah di isi dua kali.
" Kenapa kamu memberiku banyak sekali sayur ?? mana dagingnya?? " protes Diva
" Kamu harus makan banyak sayur, agar anak perempuan kita tumbuh sehat di dalam sana. " jawab Aksara, entah kenapa Aksara sangat menginginkan anak perempuan yang sangat mirip dengan Diva, sangat cantik dan memberi warna di hidupnya.
Sontak jawaban Aksara membuat Diva tersedak. Bagaimana mungkin hanya dua kali berhubungan, bisa langsung membuatnya hamil, dan lagi pula bagaimana bisa Aksara tahu jika anaknya adalah perempuan, pikir Diva.
" Bagaimana bisa kamu tahu aku hamil ?? Kita baru dua kali saja, dan kenapa kamu juga bisa bicara anak kita perempuan?? " saking penasaran Diva akhirnya berucap pada Aksara
" Jika dua kali belum bisa membuatmu hamil, kita bisa membuatnya sekali lagi, dan jika belum hamil lagi, kita akan membuatnya, sampai kamu benar benar hamil anak perempuan kita. " jawab Aksara serius, membuat Diva melongo dengan jawaban tidak rasional Aksara
Diva kembali mengelus perutnya, " iya kah aku hamil?? " pikir Diva. Berbeda dengan Aksara, Diva justru masih belum siap untuk hamil. Ia tidak mau perut ratanya itu berubah membuncit karena mengandung anak dari Aksara.
" Bagaimana jika aku tidak hamil? " tanya Diva pada Aksara
" Sudah aku katakan. Kita akan membuat sampai hamil. " jawab Aksara.
" Dan jika masih tidak hamil , dan tidak melahirkan anak perempuan, apa kamu akan menceraikan aku?? " tanya Diva minta kejelasan.
Bersambung........
__ADS_1
Seribu Maaf ya para Reader,, karena Author belum sehat,, jadi slow up date dulu.. InsyaaAlloh,,, Sabtu Minggu akan Author penuhi janji untuk Crazy Up....Buat yang sudah Vote... Author doakan rejekinya lancar, berkah, barokah, wa ziadah. Dan juga selalu di beri limpahan keselamatan dan kesehatan. Aminnnn.... 🥰🥰🥰🥰