
Tanpa menjawab pertanyaan dari para wartawan Aksara membawa Diva pergi menjauh dari kerumunan. Karena memang acara juga sudah di penghujung, Aksara membawa Diva memasuki kamar pengantin mereka. Karena waktu juga sudah menunjukan tengah malam. Terlihat rasa lelah dari ke duanya.
Sampai di dalam kamar, Diva segera melepas pelukan tangan yang melingkar di pinggang nya.
" Lepas... !! Berani nya kamu menciumku di depan umum. " ketus Diva dengan mendorong tubuh Aksara agar menjauh dari jangkauan nya.
" Hey... Ada apa dengan mu ??? Bukan kah kamu tadi sangat menikmati ciuman ku, kenapa sekarang marah meledak ledak seperti ini. " ungkap Aksara meremehkan.
" Mana mungkin aku marah di depan media. Itu sama saja, aku mengumumkan kebohongan ku. " ketus Diva
" Aku juga cuma membantumu bersandiwara, harusnya kamu berterima kasih pada ku. " ungkap Aksara santai tak mau meladeni Diva. Setelah melepas jasnya ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Diva jengkel melihat Aksara yang sudah tidak terlihat, kenapa selalu Aksara mengambil kesempatan dalam kesempitan.
" Dasar, Pria menjengkelkan !!! " ketus Diva dengan menghentak kan kaki nya.
Diva mulai duduk di kursi rias. Ia mulai melepas mahkota yang melekat di atas kepalanya, kemudian menghapus make up di wajahnya yang ternyata sangat susah. Hampir satu jam Diva coba menghapus riasan bahkan sampai kapas bekas kotoran di wajahnya mulai berjatuhan ke bawah.
Klekkkkk........
Terdengar pintu terbuka lebar, Diva melihat Aksara yang hanya melilitkan handuk di pinggang nya dari pantulan cermin, membuat Diva tertegun. Aksara datang menghampiri diri nya, dan mulai menyentuh wajah polos Diva dengan senyuman di wajahnya.
Dengan lembut Aksara membisikan sesuatu di telinga Diva. " I LOve YoU " ungkap Arya. Kemudian Aksara menciumi pipi dan turun ke leher jenjang Diva, membuat Diva memejamkan mata nya.
Brukkkkk.....
Aksara melempar handuk basah yang ia kenakan tadi ke wajah Diva yang terpejam.
__ADS_1
" Pergilah Mandi !! Jangan seperti orang gila yang terpejam senyum senyum sendiri. " perintah Aksara.
Sedangkan Diva yang terkejut dari lamunan nya merasa sangat malu. Betapa bodohnya ia, karena saking terpesona dengan tubuh indah juga ketampanan Aksara, ia mulai membayangkan hal hal erotis seperti itu bersama dengan Aksara.
" Kamu yang gila. Handuk basah di lempar ke orang lain. Menyebalkan !!! " jawab Diva dengan ketus, karena untuk menutupi rasa malu yang tertangkap basah sedang menghayal. Tak lupa Diva melempar handuk itu kembali pada Aksara yang sudah memakai pakaian.
Diva pun masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup tak lupa ia juga mengunci dari dalam.
Ia masih berdiri di belakang pintu kamar mandi, dengan memegang dadanya yang berdegup tak beraturan.
" Bodoh !!! Mana mungkin aku bisa terpesona dengan tubuh Pria menyebalkan itu. " ungkap Diva namun hatinya masih membayangkan tubuh Aksara yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya secara nyata. Karena itu adalah pemandangan yang pertama kali ia lihat.
" Tidak bisa !!! Aku tidak boleh jatuh cinta pada manusia menyebalkan itu. Dia bisa besar kepala jika mengetahui aku mengagumi dia. " gumam Diva kemudian mulai membuka pakaian pengantin nya ,dan ternyata tidak bisa untuk membuka resulting belakang nya.
" Sial.... Kenapa susah sekali. " ungkap Diva yang mencoba berulang kali mencoba mencari pengait resulting tapi tidak bisa.
Diva tak ingin menyuruh Aksara, karena Diva tidak mau di katakan modus hanya cari alasan untuk di sentuh, karena kata kata Aksara sangat pedas untuk nya.
Diva mencoba menghubungi Deandra, namun sampai ke lima kalinya masih tidak diangkat. Ia mencoba menghubungi Mama nya, tapi hasil nya masih nihil.
Entah sumpah serapah apa yang di ucapkan Diva, karena bibirnya sudah lancip seperti bibir beo, dan tak hentinya berkomat kamit.
Sesekali Aksara melihat Diva yang sedang berkomat kamit dan tersenyum, karena merasa lucu melihat Diva seperti itu. Namun kemudian ia terlihat serius membaca file kembali saat Diva melihat kearah nya. Aksara berpura pura tidak tahu, dan seolah tidak perduli.
Diva mendekati Aksara, karena terpaksa, Diva menyuruh untuk membantu nya membuka resulting belakang.
Aksara mendongak kan kepalanya, lalu menatap Diva meremehkan.
__ADS_1
" Jika Deandra dan Mama bisa ku hubungi, aku pasti tidak akan minta tolong padamu. " ketus Diva karena seolah di katakan Modus oleh Aksara lewat sorot tatapan mata nya.
Aksara bangun dan berdiri, tanpa bersuara.
Aksara membuka resulting itu berlahan, ia melihat punggung putih mulus Diva. Ada sedikit debaran saat melihat tubuh belakang Diva itu.
Karena Aksara tak kunjung melepaskan beralih, dan seperti sedang memperhatikan tubuh nya, Diva berbalik, dan mendekap gaun nya yang sudah terbuka bagian belakang.
" Jangan macam macam. " ucap Diva sambil menaruh ponselnya di sisi ranjang,, lalu ia berjalan mundur ke kamar mandi. Sedangkan Aksara bersikap biasa saja seolah tidak melihat apa apa.
" Cih..... Hanya punggung seperti tulang begitu aku tak begitu tertarik. " ucap Aksara dengan kembali ke tempat duduk nya semula melanjutkan pekerjaan nya yang masih belum selesai.
Diva masih mendengar penuturan Aksara, ingin rasanya ia meremas mulut lemes laki laki yang sudah berstatus sebagi suaminya itu. Kemudian Diva masuk ke kamar mandi, lalu menutup pintu kamar mandi dengan kencang.
" Beraninya kamu menghinaku Aksara, Baik kita lihat, sampai mana kamu bilang tidak tertarik pada ku.! " kata Diva yang masih melakukan sumpah serapah untuk Aksara
Di luar Aksara menatap pintu yang di tutup kencang oleh Diva tadi. Aksara membuang nafas kasar yang sejak tadi ia tahan. Sebenarnya Aksara merasa panas saat melihat punggung Diva yang polos itu. Bagaimana pun Aksara Pria dewasa, akan timbul rasa tak wajar jika ia di persuguhkan pemandangan seperti tadi.
Klek
Diva membuka pintu kamar mandi, ia keluar dengan handuk sebatas dada menutupi tubuh indahnya, dan juga rambut basah yang terurai. Bukan ia sengaja, namun di kamar mandi tidak ada bath rope yang tergantung, karena ia tadi tidak membawa. Diva pikir Aksara juga sudah tidur
Diva melihat Aksara sudah duduk di sofa, namun ia diam saja melewati nya. Dengan santainya ia berjalan ke walk in closed memilih pakaian. Karena ia memang tidak merasa menaruh pakaian, ia sibuk mencari cari pakaian milik wanita.
Diva melihat gantungan baju satu per satu di lemari pakaian yang menurutnya adalah lemari bagian nya. Diva menatap baju itu satu per satu lagi yang sudah di bawa dengan tangan nya.
" Oh My God !!! dari mana mereka mendapatkan model lingerie sebanyak ini. " gumam Diva yang masih menatap dua lingerie di tangan nya yang masih tergantung. ia berpikir ini pasti rencana Mama, Mama mertua, juga kakak iparnya Ania.
__ADS_1