
" Jangan mengancamku Aksa !! Bagiku, menikah bukanlah permainan. Dulu kamu bersikeras menolak perjodohan ini. Kenapa sekarang kamu justru berubah, sebagai seorang lelaki itu harus berkomitmen Aksa. Sekarang beritahu mereka, jelaskan jika memang ini semua adalah rekayasa. " ucap Diva serius namun tidak dengan emosi.
" Baiklah. Bersihkan dirimu, kita akan bicara baik baik. " ucap Aksara dengan keluar meninggalkan kamar
Entah mengapa semua jawaban Diva, justru membuat Aksara semakin ingin terikat pernikahan dengan Diva. Namun keputusan Diva menolak perjodohan ini, membuat Aksara pun hanya bisa mengikuti kemauan Diva. Lagi pula Aksara sangat gengsi jika harus mengakui terlebih dahulu jika dirinya yang menginginkan pernikahan ini karena cinta.
Aksara keluar dari kamar Diva dan menuju ruang tamu tempat dua keluarga berkumpul.
Semua sedang menatap kearah Aksara dengan tatapan menyelidik.
Aksara duduk diantara orang tuanya, juga orang tua Diva.
" Aksara, sebenarnya apa yang terjadi? Dan apa yang di beritahukan media itu benar? " tanya Leo Arsyad memulai percakapan. Karena sedari tadi Aksara hanya diam saja, tidak ada niatan meluruskan masalah. Karena memang tapi pada dasar nya Aksara menunggu kehadiran Diva.
" Sebelum nya saya minta Maaf Om, semua ini di luar ekspektasi yang saya perkirakan. Aku yang memang di luar batas kendali pada malam itu, ternyata tertangkap oleh paparazi. " ucap Aksara tanpa di tutupi
" Jadi berita tentang foto itu, benar foto kamu dan Diva ?? " tanya Leo sedikit terkejut. Karena Diva menolak pulang kerumah, Leo pikir memang tidak terjadi masalah. Dan awal nya Diva menjelaskan ini semua hanya rekayasa, Leo pikir ciuman bibir ini hanya settingan juga.
" Saya mohon maaf Om. " ucap Aksara tanpa menjawab iya atau tidak.
" Apa dengan kata maaf, bisa mengembalikan nama baik putri ku, sebagai orang tua nya yang sudah membesarkan nya, aku benar benar sangat menyayangkan kejadian ini Aksara. Karena bagaimana pun aku pikir kamu adalah Pria yang tanggung jawab " ungkap Leo panjang lebar
" Lalu bagaimana dengan berita tentang pertunangan kalian, apa semua itu juga benar? " tanya Leo lagi
" Sebenarnya saya juga ingin serius dengan Diva, namun seperti nya niat baik saya tidak di terima Om, Diva menginginkan setelah berita ini surut, Diva menginginkan di batalkan semua, dengan alasan yang akan ia rencanakan " ucap Aksara
__ADS_1
Leo begitu kecewa dengan sikap Diva. Bagaimana pun Leo selalu menganggap Diva masih seperti anak kecil, yang tidak akan melakukan hal hal yang di luar batas seperti itu. Tapi pada akhirnya Leo salah.
" Aku ingin kamu menikahi Diva segera Aksa !! " pinta Leo tegas
" Tapi Diva menolak Om. " sanggah Aksara
" Jadi kamu mau mengambil keuntungan, setelah mengambil sesuatu dari Diva. Kamu pikir Diva hanya mainan yang tak berperasaan? " ucap Leo sedikit meninggi
Diva yang sudah keluar, mendengar apa yang di ucapkan oleh Papanya. Ia tahu, pasti Aksara sudah menjelas kan, tentang masalah mereka. Sehingga Papa nya marah seperti ini.
" Aksara tidak ----------- " ucap Diva yang terpotong
" Diam Diva. Papa kecewa sama kamu. "
Sentak Leo, membuat Diva langsung terkejut. Karena ini adalah pertama kali nya, Diva di bentak oleh Leo. Begitu pun dengan Puni yang langsung memegang lengan Leo, agar tidak lepas kendali dalam menangani putri mereka
" Aku sebagai Papa Diva menerima lamaran ini. Sekarang kalian tentukan tanggal pernikahan ini. Saya mau pernikahan ini di gelar sebelum berita di televisi menyurut. Aku sebagai Papa Diva benar benar sangat kecewa dengan sikap anak saya. " ucap Leo dengan menatap wajah Diva yang seakan syok dengan keputusan Papa nya.
" Bagaimana jika tanggal lima bulan depan? jadi dua Minggu dari Sekarang. Karena jika hanya waktu satu minggu kita sangat kerepotan dalam mempersiapkan acara, karena Diva seorang artis, pasti banyak relasi yang akan di undang. " jawab Surya
Kini, baik Diva maupun Aksara terlihat menunduk. Tidak ada satu jawaban pun mewakili perasaan mereka masing masing. Mereka seolah sudah tidak di perlukan lagi jawaban nya.
" William, aku harap dan aku percayakan semua acara ini pada mu. Nanti akan ada anak buah ku yang akan membantu mempersiapkan acara ini. " ucap Leo yang sudah dengan intonasi yang menurun.
William yang sejak tadi hanya diam dan tidak dianggap mendongak kan kepala nya. Ia tersenyum dan mengangguk kan kepala sekali.
__ADS_1
" Baiklah, karena sudah malam, mari kita kembali. William kamu bisa bersama ku, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan. " ucap Leo pada Wiliam
" Baik. " ucap Wiliam pendek
Wiliam siap, ia akan di salahkan karena bisa kecolongan menjaga putri tersayang Leo. William adalah satu satu nya Orang yang sangat di percaya oleh Leo, dan kenapa bisa ini semua bisa terjadi. Karena selama hampir tujuh tahun menjaga Diva, ini adalah kali pertama Wiliam kecolongan.
Semua pun pamit undur diri. Diva hanya diam mematung tak merespon setiap sapaan dari Puni maupun Andini.
" Deandra mau tidur sini aja Pa. " pinta Deandra
" Tidak. Beri waktu kakak mu sedikit ruang, agar dia bisa berpikir mana jalan yang baik, dan mana jalan yang tak baik. " ucap Leo
Deandra pun hanya bisa cupika cupiki kakak nya. Ia tak berani melawan Papa nya. Karena mereka baru pertama kali melihat Papa nya semarah ini.
Diva melamun, tak ada satu pun yang tinggal di sisi nya saat ini. Dia terdiam mematung memikirkan ke depan nya. Masa muda nya akan hilang sebentar lagi. Apalagi tak pernah terpikirkan jika ia akan hidup dengan Pria yang sama sekali tidak di cintai nya.
Diva masuk ke kamar, ia membaringkan tubuhnya di ranjang. Pandangan nya tertuju pada langit langit kamar. Ia berharap ini adalah mimpi. Karena keputusan Papa nya, benar benar membuatnya sangat syok. Selama ini Papa nya, tidak pernah ikut campur urusan pribadi nya. Segala keputusan selalu Diva sendiri yang tentukan. Tapi malam ini, Diva seolah tidak melihat Leo yang ia kenal. Papa nya benar benar menampakan wajah tak bersahabat
Ting tong........
Diva melihat jam dinding kamar nya menunjukan pukul sebelas malam. Ia penasaran siapa malam malam yang datang ke apartemen milik nya.
" Mungkin Wiliam, ada sesuatu yang akan di sampaikan. Tapi tidak mungkin......" Diva berdialog dengan diri nya sendiri. Karena Wiliam tahu pasword Apartemen milik nya.
" Mungkin Wiliam ingin menyampaikan sesuatu. " ucap Diva pada akhirnya bangun dan beranjak membuka kan pintu.
__ADS_1
Sebelum membuka pintu Diva melihat dari kaca pengintai pintu.
Bersambung.....