Aksara Diva

Aksara Diva
Bab. 32 Minum Obat 2


__ADS_3

" Kenapa kamu seperti menikmati ciuman ini?? Jika kamu tak menyukai nya, harus kau menolak dan mendorong ku. Tapi kenapa diam saja, seolah menginginkan lebih. Jangan munafik Diva, sebenarnya kamu sangat menyukai nya bukan?? " ucap Aksara dengan berdiri dan tanpa berdosa masih mengejek Diva.


Mendengar penuturan Aksara, Diva masih diam mematung tak menjawab, hanya pipi nya saja yang merona mewakili perasaan malu nya.


Setelah memastikan Diva meminum obat, Aksara kembali keluar kamar, memberi ruang untuk Diva agar beristirahat.


Begitu pintu di tutup, barulah Diva sadar. Ia menyentuh bibir nya yang sudah sering kali di kecup oleh Aksara.


" Apa iya, aku mulai menyukai nya. Apa iya, Aku menginginkan lebih. " gumam Diva sendiri


Diva sendiri juga bingung, kenapa setiap kali Aksara mengecupnya, ia seolah merasakan jantung nya berhenti. Ia ingin memberontak, namun setiap kali Aksara hanya mengecup. Jadi tak ada kesempatan untuk mendorong, Aksara sudah mengakhiri ciuman itu.


" Aaaa...... Memalukan sekali diri ku. "


Diva masih merasa sangat malu mendengar ejekan Aksara, dan sangat merutuki kebodohan nya yang hanya diam saja tadi.


Karena jengkel pada dirinya sendiri, ia membungkus tubuhnya bak kepompong dengan selimut tebal. Diva berbalik ke kanan, balik lagi ke kiri, bahkan kini ia berbaring. Namun tidak bisa melupakan ucapan Aksara.


" Tidak boleh. Aku tidak boleh jatuh cinta pada Aksara. Dia akan menceraikan aku setelah satu tahun. " gumam Diva


Diva mengingat kembali, saat dirinya sempat menguping pembicaraan Aksara dan Vania saat di teras, saat dirinya duduk di balkon kamarnya. Karena saat itu masih pagi, dan suara Vania begitu lantang sehingga saat ia di balkon lantai atas pun masih mendengar.


" Ingat Diva, kamu harus bisa jaga jarak. " gumam Diva dengan berbalik badan lagi.


" Aaa..... Aku tidak bisa tidur. "


Akhirnya Diva duduk di ranjang nya. Dia masih gemas dengan diri nya. Ingin rasanya mengulang kembali dan mendorong Aksara.


Karena tak kunjung tidur, juga pikiran nya menerawang terus, Diva memutus untuk turun ke bawah.


Diva melihat Bik Marni sedang merapikan meja bekas makan siang tadi. Dan akan mempersiap untuk makan malam nanti.


Diva melihat jam di dinding dapur menunjukan pukul tiga sore. Ternyata diri nya berguling ke kanan dan ke kiri dalam waktu yang lama.


" Non, Mau kemana ? Kan masih sakit ?? " tanya Bik Marni.


" Aku mau jalan sore sekitar sini Bik. Mungkin bisa sedikit meringankan sakit kepalaku, dengan melihat pemandangan sore. " jawab Diva


" Biar di anter Pak Asep, Non. " kata Bik Marni mau mencari suaminya


" Kalo diantar pake mobil, bukan jalan sore dong Bik. Gak usah Bik. " kata Diva sambil berjalan keluar

__ADS_1


Bik Marni hanya memperhatikan Diva dari jauh, dan semakin menjauh.


" Non Diva sangat cantik. Juga sangat ramah. " gumam Bik Marni, kemudian ia kembali melanjutkan beres beres nya.


Tak berselang lama, Bik Marni melihat Aksara turun dari lantai atas dengan sedikit tergesa gesa.


" Bik, Lihat Diva nggak ?? Di kamarnya tidak ada. " tanya Aksara


" Oh... Non Diva katanya mau jalan jalan sore keliling daerah sini Den. " jawab Bik Marni


" Diantar siapa, Bik ? "


" Tadi mau saya suruh diantar Pak Asep Den. Tapi Non Diva nya nggak mau. Katanya mau jalan sendiri saja. " jawab Bik Marni


" Ckk..... Gadis bodoh. Jika tersesat bagaimana. " gumam Aksara sambil berjalan menuju keluar


" Den Aksara sangat tampan. Mereka berdua pasangan yang sangat serasi. Semoga mereka cepat di karunia banyak anak. " gumam Bik Marni


" Tapi kenapa Den Aksara pindah kamar ya, Apa karena Non Diva sakit jadi takut tidak bisa menahan diri. " imbuh Bik Marni yang bingung dengan tingkah pasutri itu. Akhirnya ia kembali melanjutkan masak lauk untuk nanti.


Pukul Lima Diva sampai rumah. Terlihat keringat mengucur dari wajah nya.


" Eh Non Diva sudah pulang. Sini Non saya buatkan jeruk hangat, supaya hangat di tenggorokan. " kata Bik Marni yang duduk membersihkan bekas piring kotor


,


" Tidak ketemu Den Aksa, Non ?? " tanya Bik Marni


" Hlo,, memang Aksa kemana Bik ?? " tanya Diva


" Tadi keluar Non. Mungkin lari sore kali Non. " jawab Bik Marni menyerahkan segelas air jeruk hangat pada Diva


" Apa Aksa mencari ku ya,,, " batin Diva sedikit senang


" Biasanya Aksa sering lari sore, Bik ?? " tanya Diva memastikan


" Iya Non. Dulu waktu masih di rumah Nyonya dan Tuan, Den Aksa sering olah raga lari sore. Makannya tubuh nya bagus dan sehat ya Non. " ucap Bik Marni


Diva sedikit kecewa karena Aksara memang sering berolah raga, dan bukan untuk mencari diri nya.


" Aku ke atas dulu ya Bik, kepalaku masih sedikit pusing. " Diva beralasan

__ADS_1


" Iya Non. " jawab Bik Marni


Selesai membersihkan diri, Diva duduk di sofa dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Tok....Tok....tok....


" Masuk !!! " perintah Diva


" Non, aku bawakan nasi supaya bisa minum obat. Tadi katanya kepalanya sakit. " kata Bik Marni dengan membawa nampan berisi nasi, lauk dan sebotol air putih dan gelas.


" Bik Marni Baik sekali . Sini Bik.!! " kata Diva yang masih duduk sofa


" Aksa belum pulang, Bik? " tanya Diva sambil menerima nampan, yang di berikan oleh Bik Marni.


" Sudah Non. Mungkin sedang mandi. " jawab Bik Marni


" Non,, Bibik boleh tanya nggak ?? " tanya Bik Marni ragu ragu.


" Boleh Bik. Tanya saja, tidak perlu sungkan. " ucap Diva sambil menyuap nasi dan lauk ke dalam mulut nya. Diva begitu tak sabar untuk makan, karena setelah minum obat Diva merasakan tubuhnya sering sekali kelaparan.


" Emm ..... Masakan Bik Marni enak. " kata Diva lagi dengan terus memasukan nasi ke dalam mulut nya.


" Terima kasih Non. " jawab Bik Marni senang, karena melihat Diva begitu menyukai masakan.


" Eh... Tadi, Bik Marni mau tanya apa ?? " walau mulut nya penuh ia masih berbicara


" Kenapa Den Aksa dan Non Diva pisah kamar, Kalau ada masalah jangan sampai pisah kamar Non, tidak baik. " ucap Bik Marni memperingati


" Uhuk.....hukknn......kkk "


Diva tersedak mendengar pertanyaan dari Bik Marni. Ia juga bingung harus menjawab apa.


" Pelan pelan, Non !! " ucap Bik Marni fengan membantu membuka air minum dalam botol dan menuang nya ke gelas, yang langsung diminum Diva.


" Bik.. bisakah membantu ku !! " pinta Diva, sekaligus ingin mengalihkan pembicaraan.


" Bisa Non. Kenapa ?? " tanya Bik Marni penasaran.


Diva pun menerangkan pada Bik Marni, bagaimana cara membantu dia minum obat. Bagaimana pun, Diva tidak mau lagi di bantu minum obat oleh Aksa. Ia tidak mau di katakan membuat trik lagi, atau hanya beralasan ingin di cium oleh Aksa.


Bersambung.......

__ADS_1


💮💮💮💮


Berharap Para Reader berbaik hati memberikan Like, Gift, dan Vote nya untuk memotivasi Author agar semangat terus berkarya....🥰🥰🥰


__ADS_2