Aksara Diva

Aksara Diva
Bab 19 Kemarahan Diva, Kebencian Aksara.


__ADS_3

Satu Minggu sejak pertengkaran Aksara dan Diva yang saling merendahkan, ketika Aksara berkunjung di Apartemen Diva, mereka sudah sama sekali tidak pernah bertemu kembali.


Namun hari ini, mereka harus kembali bertemu di sebuah butik yang sudah di sepakati oleh kedua keluarga. Mama Diva yang takut Diva kabur, memaksa dan mengikuti kemana pun Diva pergi. Yang pada akhirnya Mau tak mau Diva ikut ke butik untuk fitting baju pengantin.


Satu jam lewat, dari waktu yang di sepakati Diva baru menampakan diri. Senyum tulus Andini terlihat untuk menyambut kehadiran Diva. Tak ada rasa kecewa atau marah mendapati calon menantu nya yang terlambat satu jam.


" Apa kamu tak punya jam, Sampai perjanjian jam satu, sedang kan ini sudah jam setengah tiga. " ketus Aksara yang di paksa mama nya untuk tetap menunggu kedatangan Diva.


" Kamu saja yang terlalu terobsesi ingin menikah dengan ku, sampai pukul dua, kamu bilang setengah tiga. " sinis Diva


" Cih... Aku ??? Terobsesi dengan mu?? Ungkapan konyol macam apa itu? Yang ada aku di jodohkan dengan mu adalah kesialan terbesar dalam hidupku. Jika bisa menghindar, aku lebih bahagia hidup melajang seumur hidup. " ucap Aksara meremehkan


" Lihat saja, jika kamu jatuh cinta padaku, aku akan tertawakan di depan media. " ucap Diva dengan angkuh berjalan meninggalkan Aksara, menghampiri kedua Mama mama cantik.


" Ini sayang, Mama sudah persiapkan baju ini. Sepertinya sangat cocok dengan tubuh mu. " ucap Andini mendekati manekin yang berbalut gaun pengantin nan elegan.


Diva tersenyum kaku menatap gaun pengantin di hadapan nya itu. Pikiran Diva saat ini sangat kalut, bagaimana cara dia bisa kabur dari pernikahan Minggu depan. Dada nya kembali bergemuruh, jika harus mengingat menjalani kehidupan dengan manusia angkuh itu.


" Diva sayang, kenapa melamun?? Ayo Mama bantu . " tawar Andini dengan kelembutan


Diva tersenyum, sebenarnya hatinya tidak tega jika harus membuat kecewa hati wanita paruh baya ini. Terlihat begitu tulus, dan sangat menyayangi Diva.


" Kamu cantik sekali Diva,, Jika Ania ada di sini, pasti dia sangat mengagumi mu. " ucap Andini lagi. Diva kembali tersenyum karena sedari tadi Andini terus memuji nya. Sedangkan Puni hanya diam saja, karena ia tahu anak nya sedang merajuk pada nya.


Aksara berpura pura bermain ponsel. Walau sejujurnya, sedikit sedikit ia mencuri pandang melihat kecantikan calon istri nya yang berbalut gaun pengantin, sangat cantik pikir Aksara tanpa ia sadari


Pukul empat mereka selesai fitting baju. Karena hari ini hanya khusus fitting baju untuk pengantin saja. Untuk busana keluarga baru akan menyusul besok.

__ADS_1


" Aksa.... Kamu antarkan Diva pulang ya !! William akan mengantarkan kami shopping dulu. " ucap Puni, seolah memang di sengaja untuk mendekatkan Diva dan Aksa.


" Ya Tuhan..... Ibu macam apa itu?? Shopping kata nya. Aku yang muda suruh pulang, bagus sekali ibu ibu durhaka ini. " gumam Diva yang bisa di dengar Aksara.


" Jika berani ucap yang keras. Jangan jadi pecundang saja. " ucap Aksara sambil masuk kedalam mobil.


Mau tak mau Diva ikut mobil Aksara. Diva masuk di kursi kebelakang. Membiarkan Aksara mengendarai mobil sendiri.


" Kamu pikir aku sopir??? Maju depan !! " perintah Aksara. Ia baru mengerti akal akalan Mama nya yang melarang Alex ikut dengan alasan harus menggantikan Aksara di kantor selama, Aksara fitting baju.


" Jalan saja. Anggap aku tidak ada. " jawab Diva malas. Diva masih berpikir keras untuk menggagal kan acara pernikahan ini.


Aksara keluar dari mobil, dan membuka pintu mobil di bagian Diva duduk. Tanpa permisi Diva diangkat begitu saja oleh Aksara.


" Hey turunkan aku !!! " sentak Diva yang terkejut melihat kelakuan Aksara yang sesuka hati


Aksara menurunkan Diva di kursi mobil, samping kemudi.


" Oh Ya Tuhan !!! Bagaimana aku bisa hidup dengan manusia yang sangat menyebalkan ini. " gerutu Diva


Aksara diam saja tanpa menjawab. Suasana begitu hening karena Diva juga mulai diam. Tak berselang lama Diva pun terpejam dan mulai tertidur.


Sesekali Aksara menatap wajah wanita di samping nya.


" Cantik juga jika diam. " batin Aksara


" Eh tunggu.... Kenapa bisa aku memuji nya. Wanita menjengkelkan begitu tak layak mendapat pujian dari ku. " batin Aksara lagi. Namun matanya tak berhenti untuk mencuri curi melihat wajah Diva yang begitu tenang jika tidur.

__ADS_1


" Bangun !!! " ucap Aksara. Karena sudah sampai depan gedung namun Diva tak juga membuka mata nya.


Tak ada pergerakan dari tubuh Diva. Aksara pun mendekatkan wajah nya di telinga Diva dan menarik nafas dalam.


" Bangguuuuunnnnn !!!!! " suara Aksara agak di kencangkan


Sontak Diva langsung terbangun, karena gugup bangun tidur, Diva langsung bangun dan duduk tegak, sampai kening Diva menabrak bibir Aksara dengan sangat kencang.


" Aduuuhh !!! " teriak keduanya bersamaan, dengan Aksara mengelus bibir nya, sedang Diva mengelus kening nya.


" Hidup ku selalu sial jika bersama dirimu. Bagaimana aku bisa menjalani rumah tangga dengan wanita macam diri mu kelak. " gumam Aksara yang bisa di dengar Diva.


" Hey... Manusia batu !!! Harus nya aku yang bicara seperti itu. Aku seorang Diva, Aktris papan atas, sebuah kutukan jika aku menikah dengan Pria seperti mu. Bisa bisa hidup ku jadi berantakan setelah menikah dengan mu." ucap Diva tak kalah ketus nya.


" Dasar manusia batu, Manusia Alien, Manusia gila, Manusia Aneh !!! " Maki Diva dengan membuka seat belt.


Diva membuka pintu mobil Aksara dan menutup dengan sekuat tenaga. Bahkan Aksara yang di dalam mobil pun ikut bergetar akibat keras nya Diva menutup mobil.


" Dasar Wanita Gila !!! Kamu yang aneh, harga mobil ku ini lebih mahal dari harga diri mu !!! " ucap Aksara dengan melongokan kepala di jendela pintu mobil


Diva yang sudah benar benar emosi, semakin kalut mendengar penuturan Aksara yang mengatai diri nya lebih murah di banding harga mobil milik Aksara.


Diva mengepalkan tangan, lalu berbalik dan mendekati mobil Aksara. Tanpa banyak kata Diva meninju wajah Aksara. Emosi Diva yang tak terkontrol semakin memuncak saat melihat wajah Aksara yang sangat memuak kan bagi Diva. Sehingga tanpa berpikir panjang Diva meninju begitu saja wajah Aksara.


" Jika hanya mobil rongsokan seperti ini, penghasilan ku seminggu bisa untuk membeli mobil buntut mu. Harga diri ku jauh lebih mahal dari semua harta yang kamu miliki. Dasar Pria Gila !!! " maki Diva dengan berbalik lagi masuk ke apartemen. Sumpah serapah masih keluar dari mulut Diva, saking jengkel nya dengan ulah Aksara membuat mood Diva benar benar buruk hari ini.


Sedangkan Aksara membersihkan sedikit darah yang keluar dari hidung nya yang di sebabkan oleh pukulan Diva tadi.

__ADS_1


" Dasar wanita Gila, haram aku menikah dengan wanita seperti mu. " gumam Aksara penuh amarah.


Semula Aksara yang sudah mau menerima perjodohan ini, menjadi berubah pikiran lagi. Ia benar benar tak sudi jika melanjutkan pernikahan dengan Diva.


__ADS_2