
Berharap Ada yang melayangkan sekuntum bunga,, Atau secangkir kopi untuk semangat.....🥰🥰🥰
" Aksa Aku serius, hik....hik.... " Diva meringis menahan sakit di pergelangan kaki nya. Siapa sangaka, jika Diva termakan otak liciknya sendiri, ia harus terkena batu nya, akibat ulahnya sendiri.
Diva yang semula ingin mengelabuhi Aksara, nyatanya benar benar terkilir sungguhan. Bahkan Kakinya tidak pernah terluka atau tergores sedikitpun terlihat merah sampai diatas betis.
Aksara yang semula tak mendengar kan dan masih berjalan, akhirnya berhenti dan berbalik menatap Diva. Aksara sangat terkejut saat melihat wajah Diva yang sudah merah menahan tangis. Bahkan air matanya keluar begitu saja sambil menunduk memegang pergelangan kaki nya yang memerah.
Aksara segera berlari kecil menghampiri Diva yang tidak jauh dari hadapan nya sekarang.
" Aksa...Kaki ku sakit sekali.... " gumam Diva seakan suaranya tertahan di tenggorokan karena begitu Diva bersuara, air matanya deras mengalir begitu saja.
Aksara melihat kaki Diva dengan pelan. Aksara baru sadar, karena keegoisan nya ingin mengajak Diva jalan, ternyata Diva tidak sempat memakai sepatu, dan hanya menggunakan sendal jepit.
" Aw... Pelan-pelan. Kaki ku benar benar sakit. Jangan meledek ku !! " ketus Diva dengan menampik tangan Aksara yang sedang mengangkat sedikit kakinya untuk di urut pertolongan.
Karena terkejut Aksara menjatuhkan kaki nya Diva, sehingga Diva berteriak keras.
" Awww.... Aksara ...... !!! " bentak Diva, kali ini suaranya memekik sampai di lihat beberapa orang berlalu lalang di taman itu. Tak terkecuali Steven yang masih berada di sana. Ia segera berlari menghampiri Diva dan Aksara, agar tahu apa yang terjadi antara Diva dan Aksara.
" Diva... Kamu kenapa??? " Steven yang melihat Diva terduduk di jalanan segera ikut berjongkok sama seperti yang di lakukan Aksara yang sudah lebih dulu ada di hadapan nya. Tanpa melihat aura kemarahan di wajah Aksara, yang sengaja ia tunjukan pada nya.
" Kaki ku.... " kata Diva dengan sedikit menahan tangis.
Steven yang sering sekali olah raga, juga sering mengalami terkilir, ia tahu cara meredakan nyeri. Steven mencoba ingin mengurut pertolongan pertama, sama seperti yang Aksara tadi lakukan. Namun belum sempat Steven menyentuh kaki Diva, ia sudah jatuh terjengkal karena Aksara mendorongnya.
__ADS_1
" Hey... apa apaan ini. Aku hanya ingin memberikan pertolongan untuk Diva, agar bisa meredakan nyeri. Terkilir itu sakit, apa kamu tidak melihat kaki Diva sudah mulai membengkak !! " protes Steven pada Aksara. Ia tidak terima dengan sikap Aksara yang tidak bisa menghargai orang lain.
" Kamu pikir Aku tidak bisa ??? Aku suaminya !! Dan ingat, hanya aku yang bisa menyentuh Diva, haram untuk mu menyentuh istriku. " protes Aksara tidak mau kalah.
" Jika kamu bisa, kenapa sampai Diva berteriak teriak seperti tadi. Harusnya kamu sebagai Laki laki harus bisa mengayomi dan menjaga istrimu, bukan melukai seperti ini !! " jawab Steven mulai menyalahkan Aksara.
" Kamu pikir kamu siapa?? Berani sekali kamu menyalahkan Aku. " ucap Aksara tersulut emosi entah karena cemburu buta atau Aksara memang sangat benci pada Steven.
Aksara kembali mendorong Steven sampai terjungkal lagi, dan kali ini Steven tidak terima, ia membalas mendorong Aksara, sehingga terjadilah saling dorong dan saling pukul bergantian.
" Hentikan..... Kalian berdua sangat menyebalkan, aku menahan sakit yang menyiksa, tapi kalian malah seperti anak TK !!! " teriak Diva jengkel melihat aksi kegilaan keduanya, yang tak habis pikir, kenapa dua pria tampan itu justru seperti anak kecil berada di hadapan nya. Padahal jika di luaran sana, kedua Pria tampan itu adalah idola bagi kaum hawa yang sangat berkharisma.
Baik Aksara maupun Steven,keduanya menoleh pada diva, barulah mereka teringat jika Diva sedang menahan sakit, sedangkan mereka justru Asyik berkelahi. Aksara mendorong Steven agar menjauh dari hadapan, ia segera berlari mendekati Diva dan menggendongnya di punggung.
Lagi lagi Steven hanya bisa menatap nanar wanita pujaan hatinya di bawa Pria lain, dan yang paling menyedihkan adalah, Pria itu adalah suaminya.
" Kenapa kamu lebih memilih Pria yang tidak bisa menjagamu Diva. Dibandingkan Aku, suami mu sangat jauh. Dia tidak bisa diandalkan " gumam Steven pada dirinya sendiri.
Steven mengingat bayang bayang masa lalu nya, ketika dirinya memberi banyak sekali hadiah pada Diva, memberinya bunga setiap hari, memberikan seluruh perhatian lebih. Tapi semua itu tidak bisa menaklukkan kerasnya hati Diva kala itu.
Tapi yang membuat Steven terkejut, kenapa tiba tiba ia mendapati rumor kedekatan Diva dengan Aksara. Semula Steven pikir, semua itu hanya rekayasa, sehingga ia masih bisa maju. Tapi nyatanya Diva justru benar benar menikah dengan Aksara dan hidup bersama, sehingga memupuskan harapannya untuk mendapatkan Diva.
Steven memilih berbalik badan memunggungi Diva yang sedang di gendong Aksara berlainan arah. Walau Steven sudah ingin move on, tapi hatinya tidak bisa berbohong, jika ia masih merasa sakit saat Diva bersama Pria lain.
Diva menempelkan wajahnya di punggung Aksara, ia sebenarnya malu, di jalan raya ia gendong oleh Aksara layaknya anak kecil, sehingga ia memilih menyembunyikan wajahnya seperti anak kecil.
__ADS_1
" Apa sangat sakit?? " tanya Aksara di sela perjalanan mereka
" Hmmmt... " Diva hanya berdehem
Aksara melepaskan sendal Diva, tak ada penolakan dari Diva, karen ia pikir sendal itu akan di bawakan oleh Aksara.
Pluk......
Riva menoleh mencari sumber suara, dan betapa terkejutnya ia saat mendapati sendal nya di buang begitu saja oleh Aksara.
" Sendal Dior ku... !!! Kenapa kamu membuangnya?? Apa kamu tahu, aku mendapatkan nya saat syuting di Dubai kemarin. " teriak Diva
" Aku akan menggantinya dengan seratus sendal jepit baru. " jawab Aksara
" Benar kah ?? " saking girangnya Diva mengencangkan pelukan tangan nya dan memajukan wajahnya, ingin mencari kebenaran ucapan Aksara.
" Aku tidak suka berbohong. " jawab Aksara singkat
Diva membayangkan jika satu pasang sendalnya seharga sembilan puluh juta, itu tandanya jika Aksara membelikan seratus pasang, ia akan mendapat uang sembilan milyar. Diva membayangkan ia akan panen uang banyak. Sungguh tidak terbayang ia mendapat uang secara cuma cuma, tanpa bekerja keras. Ia senyam senyum membayangkan akan menjual online sendal itu, sehingga ia akan meraup keuntungan besar, dari penjualan nya nanti.
" Berhenti bergerak gerak seperti itu. Apa kamu tidak merasa, Aku seperti menggendong sapi limosin siap di kurbankan. " ucap Aksara berbohong. Karena setiap gerakan tubuhnya menimbulkan tegangan untuk Aksara. Aksara takut tidak bisa menahan diri lagi.
Karena sedang bahagia Diva pun menuruti keinginan Aksara, ia menempelkan wajahnya di punggung Aksara, lalu memejamkan matanya.
Bersambung..........
__ADS_1