
" Benarkah?? Lalu Apa yang Kak Ania lakukan ? Aku tidak percaya, Kak Arya sekejam itu. " kata Diva tak percaya dengan ucapan Calon Kakak Iparnya.
Ania tersenyum, setidak nya Diva mau mendengarkan cerita hidup nya, agar bisa sedikit meluluhkan perasaan Diva yang bersikeras ingin menggagalkan pernikahan nya sendiri.
" Semula Aku juga menangis, ingin pulang saat itu juga. Tapi aku tidak mau membuat Mama sedih, juga malu. Karena itu adalah hari pertama kami menikah. Aku juga berpikir untuk kabur dari rumah Arya, tapi setelah aku berpikir, itu semua pasti hanya akan membuat wanita itu semakin merasa menang dan bahagia. Jadi aku justru merasa kuat, dan menunjukan sisi angkuh ku pada wanita itu, dan ternyata Arya tidak melarang ku memusuhi wanitanya. " ucap Ania
" Jika Aksara pasti akan memarahiku, jika aku berani menyentuh Miss Vania. " ucap Diva sinis
" Kamu tahu, Vania juga pernah memusuhiku. Dia secara terang terangan menyatakan perasaannya pada ku, Vania mengatakan jika dia dan Arya saling dekat. Tapi untung nya aku tak terpengaruh ucapan nya. Aku sudah tahu, sebenarnya Vania bukan wanita baik baik " ucap Ania
Pikiran buruk Diva mulai melayang, tentang gaya hidup Vania. Ia membayangkan jika Arya dan Vania juga pernah melakukan hubungan dewasa.
" Apa Kak Arya dan Miss Vania pernah berpacaran?? " tanya Diva sedikit penasaran.
" Jangan berpikir macam macam tentang Arya dan Vania. Karena Arya sudah menyakinkan jika Dia dan Vania hanya berteman baik. Justru kekasih Arya teman baik Vania, mereka selalu bertiga dulu saat di Italia. " terang Ania, yang mengerti arah bayangan Diva
Diva hanya tersenyum kaku mendengar ucapan Ania.
"Sebenarnya aku sudah memberi tahu Aksara, kalau dia hanya di manfaatkan oleh Miss Vania, tapi dia tidak percaya, justru menjelekan aku lebih buruk dari Miss Vania. Itulah sebab nya aku malas menjalani hidup dengan orang yang tidak menghargai aku. " jawab Diva.
" Diva, sejak aku tahu kalian di jodohkan, aku tahu kamu adalah gadis baik. Karena itu aku selalu mendukung Mama agar kamu bisa menjadi pendamping Aksara. " kata Ania
__ADS_1
" Bukan aku membela Aksara, Diva, tapi aku tahu bagaimana Aksara. Dia tidak pernah neko neko, tidak pernah punya pacar. Aku sebenarnya juga tidak setuju jika Vania berpacaran dengan Aksara. Namun aku nyakin jika orang baik akan berjodoh dengan orang baik. Itulah sebabnya aku nyakin jika kamu adalah jodoh Aksara. " kata Ania memegang tangan Diva
Diva hanya bisa tersenyum kecut mendengarkan penuturan Ania. Walau sebenarnya ia tidak mencintai Aksara, tapi tidak mungkin Diva menjelekan Aksara di depan kakak nya. Diva hanya bisa diam mendengarkan penuturan Ania
Siapa sangka, kedua keluarga itu terlalu rukun mempersiapkan acara pernikahan anak bungsu juga anak sulungnya. Mereka semua mengurus segala sesuatu, bahkan mereka tidur di rumah baru Diva juga Aksara. Membuat Diva tak bisa kabur. Bagaimana bisa kabur, semua Sudut ruangan di jaga oleh security dadakan yang selalu memantau pergerakan Diva. Sedangkan Diva hanya bisa mencibirkan bibirnya ketika beradu mata dengan para security dadakan itu.
Aksara pun juga terlihat acuh tak acuh dengan semua kegiatan yang di lakukan kedua keluarga itu. Dia sibuk sendiri dengan urusan kantor. Dan lebih aneh lagi, Aksara juga ikut pulang ke rumah baru itu. Jadi, mereka belum menikah tapi sudah tinggal satu atap, hanya saja mereka tidur berbeda kamar. Mereka sudah seperti keluarga besar, karena kedua mertua, juga kakak iparnya Diva sudah menganggap Diva bagian dari mereka.
Hari ini adalah hari dimana Diva akan melangsungkan pernikahan. Sejak pagi Diva di rias oleh para Mua tersohor. Deandra yang sejak kemarin tidak ada pun sudah mendampingi kakaknya. Tak henti henti Deandra memuji kecantikan kakak nya.
Tepat pukul sembilan, Acara ijab qobul pun di laksanakan. Ayah Diva sendiri yang memimpin acara ijab qobul dengan di dampingi dan di bimbing penghulu yang sudah di hadirkan.
Di dampingi Arya juga ayahnya, Aksara mulai mengucapkan ijab qobulnya dengan lantang dan hanya dengan satu tarikan nafas.
" Saya terima nikah dan kawin nya, Diva Lea Arysad binti Leo Arysad dengan mas kawin dan seperangkat alat solat di bayar Tunai. "
" Bagaimana para Saksi ? SAH ??? " tanya Penghulu, yang langsung di jawab oleh sekelompok orang yang hadir di sana.
" SAAAAAHHH "
Sang Penghulu pun memimpin doa setelah ijab qobul. Barulah setelah itu, Mempelai wanita di minta di hadirkan.
__ADS_1
Dengan gaun putih, Diva menjelma bak putri peri yang sangat cantik. Bahkan ada rasa sedikit debaran di hati Aksara saat melihat wajah Diva yang dihiasi senyum palsu.
Aksara pun di minta membimbing Diva agar ikut duduk di samping kursi mempelai.
Acara hari pertama ini pun di lakukan dengan acara makan makan dan foto foto dengan pihak keluarga. Walau acara ini di lakukan terpaksa oleh keduanya, namun mereka berdua sangat pandai menutupi sandiwara. Sehingga apa yang pihak keluarga lihat adalah sebuah kebahagiaan yang terpancar.
Baru besok akan di lakukan acara kedua bersama dengan pihak media. Karena memang Diva seorang aktris papan atas, sehingga banyak para wartawan yang memaksa agar ikut di libatkan. Karena itulah acara ini di bagi oleh dua sesi.
Hari yang melelahkan bagi keduanya, Karena kedua pihak keluarga menginap, terpaksa Diva dan Aksara tidur satu kamar. Namun karena rasa lelah dan mengantuk, kedua langsung tertidur begitu saja. Diva tidur di ranjang, sedangkan Aksara tidur di Sofa.
Hari kedua pun di laksanakan, Pernikahan Diva memang terkesan sangat megah. banyak sekali para sahabat, juga para infotainment yang hadir. Bahkan ada beberapa pihak yang lupa tak di undang pun ikut hadir untuk memberi selamat pada Diva.
Terlihat kebahagiaan semu yang di pertontonkan oleh Diva. Ia seolah sangat bahagia dengan pernikahan ini. Aksara pun ikut menyambut sandiwara ini. Ia juga dengan sengaja memperlihatkan keromantisan nya dengan cara mencium tangan Diva. Sengaja Aksara lakukan itu, agar bisa di lihat oleh Vania. Aksara ingin, Vania menyesal telah menduakan dirinya.
Tiba acara sesi jumpa pers para wartawan. Mereka pun melakukan sesi tanya jawab untuk Aksara dan Diva. Diakhir pertanyaan, salah satu wartawan pun bertanya, apakah pernikahan ini hanya settingan dan hanya untuk menaikan popularitas Diva saja.. Mereka masih sedikit janggal dengan pernikahan Diva dan Aksara yang begitu tergesa gesa.
Tanpa menjawab, Aksara berdiri dan meraih tubuh Diva agar ikut berdiri. Lagi lagi Aksara mencium bibir Diva tanpa permisi. Sedangkan Diva hanya bisa pasrah tidak mungkin dirinya marah marah di depan awak media.
" Tanpa jawaban, harusnya kalian tahu, Pernikahan ini rekayasa atau karena sebuah Cinta" jawab Aksara sambil mengajak Diva pergi dari kerumunan.
__ADS_1