
Richard Maurer adalah pembisnis muda yang sukses, tidak di ragukan lagi kemampuan nya. Ia memiliki usaha di berbagai bidang. Dan ia adalah salah satu orang yang berpengaruh di dunia bisnis. Kedudukannya sama sama kuat di dunia bisnis, jika di sandingkan dengan Aksara Widana Pratama.
Richard Maurer tidak selalu hadir dalam setiap pertemuan dengan para pembisnis, biasanya selalu di wakilkan oleh asisten pribadi nya.
Namun ketika pertemuan dengan Diva, Richard mau hadir sendiri, itulah yang menjadi sebab, kenapa Aksara seolah kebakaran jenggot dan tergesa gesa menyusul Diva di kantor nya.
" Sayang sekali Anda tidak bisa hadir, padahal saya sudah mengirimkan undangan kepada Anda waktu itu. " jawab Aksara
" Maafkan saya, waktu itu saya hanya perwakilan. " jawab Richard masih dengan senyuman.
" Tidak apa apa, tidak perlu sungkan."
" Oh mari silahkan di lanjutkan kembali perbincangan kalian. " kata Aksara mempersilahkan duduk kembali.
Diva pun gugup, ia mempersilahkan Tuan Richard untuk duduk kembali, sejak melihat kehadiran Aksara, Richard dan Diva memutuskan berdiri.
Aksara pun memposisikan dirinya duduk di samping Diva. Semula Richard memandang Aksara, namun Aksara memberikan senyum dan sedikit memiringkan kan wajahnya, Richard kembali melanjutkan pembicaraan.
Dan sialnya Richard seperti tidak menganggap Aksara ada.Ia terus berbincang sesekali memberikan gurauan pada Diva membuat Diva tersenyum kaku, takut takut kalau Aksara cemburu.
Aksara terus memperhatikan Richard, ia semakin nyakin, jika Richard memang ada sesuatu dengan Diva. Terlihat dari senyuman yang Richard berikan.
" Sial, kenapa denganmu Diva. Kenapa banyak laki laki tampan di sekitarmu. " batin Aksara sedikit jengkel dengan membayangkan satu persatu Pria di dekat Diva, mulai dari Wiliam, Steven, dan sekarang Richard.
__ADS_1
Jika Wiliam, Aksara masih menganggap enteng. Bukan merendahkan statusnya yang hanya sebagai seorang asisten. Namun jika Wiliam masih bisa di kendalikan, dan di tekan. Bahkan untuk pekerjaan William di luar negeri, sedikit banyaknya Aksara ikut andil campur tangan.
Dan untuk Steven, Aksara sudah mencari informasi sejak pertemuan mereka di taman tempo dulu itu. Di ketahui jika Steven mengejar cinta Diva hampir setahun tak pernah menyerah, banyak kado dan hadiah yang Steven berikan namun diacuhkan oleh Diva.
Aksara masih bisa bernafas lega, karena memang Diva tidak membalas cinta nya. Namun untuk berjaga jaga, jika sewaktu-waktu Diva berubah pikiran, membalas cinta Steven.
Aksara sudah mempersiapkan rumah untuk pindah. Rumahnya yang dekat dengan Steven, membuat Aksara tidak nyaman, jika sewaktu waktu pertemuan seperti di taman terulang kembali. Untuk beberapa minggu ke depan Aksara akan mengajak Diva pindah, karena rumah baru mereka sudah selesai. Namun masih di rahasiakan oleh Aksara.
Belum selesai atau terwujud impian nya untuk pindah rumah, sekarang hadir lagi Richard. Jika untuk bersaing, Aksara sadar, bukanlah hal mudah bersaing dengan Richard. Selain tampan dan mapan, Richard sangat lembut, berbeda dengan dirinya yang mudah emosi dan suka mengatur.
Aksara menatap Diva, ia baru menyadari jika istrinya sangat lah cantik. Ia sangat menyesali kenapa ia pernah menyia nyiakan Diva, karena banyak sekali Pria yang berantri antri memperebutkan cintanya. Ia merasa beruntung dalam hal ini, karena dialah orang pertama yang memiliki Diva, dan ia berjanji akan mempertahankan Diva.
Karena Aksara merasa, Richard memang sengaja melakukan pendekatan. Bahkan seolah tidak mundur dengan status Diva, Aksara memikirkan cara agar Richard tahu, jika Diva hanya akan jadi miliknya selamanya.
Aksara menarik ikatan syal di leher Diva, hingga syal itu terlepas, dan Aksara menarik dan mencium syal itu. Diva begitu terkejut, dan menoleh pada Aksara. Namun Aksara biasa saja, ia hanya menatap wajah Diva dengan senyuman.
Aksara menyadari perubahan sikap dari Richard membuatnya tersenyum menang. Bagaimana pun akan Aksara lakukan agar Richard menjauh dari Diva. Jika perlu, urusan kerja sama ini tidak mencapai mufakat, agar tidak ada lagi pertemuan pertemuan selanjutnya.
Kepergian Richard diantar oleh Aksara juga Diva sampai depan pintu ruangan, karena Richard menolak diantar sampai depan. Begitu Richard menghilang, Diva masuk kembali ke ruangan nya. Kepala masih pusing, bertambah pusing menatap Emyra yang tanpa dosa masih berdiri di tempatnya, namun begitu melihat Aksara masuk ke ruangan nya, tanpa di suruh pun Emyra keluqr ruangan begitu saja.
Bahkan Diva di buat ternganga dengan sikap Emyra, ia sudah menyuruh Emyra untuk ke pantry, namun sama sekali tidak di endahkan, namun begitu melihat Aksara ada diantara mereka, ia sudah keluar sebelum di suruh.
" Katakan, bagaimana bisa kamu berani tidak mengangkat panggilan dariku. " kata Aksara mengintimidasi sampai Diva terduduk di kursi kebesaran nya.
" Karena aku tidak tahu, jika kamu menelpon ku. " jawab Diva jujur
__ADS_1
" Bukanya di sana tertulis namaku. " kata Aksara menunduk sampai wajahnya sejajar dengan Diva
"Itu... Tidak. Menjauh dariku Aksa. Apa yang kamu lakukan. " jawab Diva sedikit gagu, ia merasa berdegup di perhatikan Aksara dengan posisi wajah yang sangat dekat, bahkan hembusan nafas Aksara terasa di wajahnya, membuat Diva merona, dan merasakan jantungnya tak karuan.
Bukan Aksara namanya, jika di suruh langsung menurut. Aksara justru semakin senang melihat perubahan sikap salah tingkah dari Diva. Karena terlihat jelas dari Diva, jika Diva merasa malu.
" Kenapa harus menjauh. Kita bahkan pernah menyatu. " jawab Aksara kembali menundukan kepalanya, dengan senyuman.
" Aksa...ki.. "
" Iya...... " jawab Aksara memotong kata kata Diva
" Aksara... "
" Iya Diva Lea.. " jawab Aksara menjawab, masih memotong pembicaraan Diva yang masih ingin melanjutkan, namun terhenti karena Aksara lagi lagi menjawab.
Aksara semakin mendekat kan wajahnya, dan ingin mengecup bibir Diva, namun sesegera mungkin Diva menutup bibir Aksara dengan telapak tangan nya. Diva nyakin, jika ia membalas ciuman Aksara, ia akan melewatkan beberapa pekerjaan, karena Aksara pasti akan melakukan kewajiban nya tidak perduli itu di kantor.
" Aksara, bedakan antara pekerjaan dan hubungan kita. " pinta Diva
Aksara sedikit panas dengan penolakan Diva. Aksara yang menjadi pencemburu semenjak jatuh cinta pada Diva, mulai sedikit marah. Aksara beranggapan jika ia menolak, karena Diva mulai tertarik dengan Richard. Karena pertemuan Diva dengan Richard baru pertama kali, Aksara beranggapan, Diva juga tertarik dengan Richard.
Aksara berdiri kembali dan merapikan jasnya. Tanpa berbicara lagi, Aksara keluar dari ruangan Diva. Ia benar benar kembali ke Perusahaan nya, tanpa berpamitan lagi pada Diva.
Sedangkan Diva merasa bersalah dengan sikapnya. Ia berpikir, ' apakah terlalu kasar kata katanya dan juga nada bicaranya' sehingga Aksara marah padanya.
__ADS_1
Bersambung......
Vote kalian Semangat buat Author....🥰🥰🥰