
" Aksa ?? Untuk apa dia kemari? " Diva bergumam sendiri. Sampai bel berbunyi lagi,barulah Diva segera membuka pintu nya.
" Kenapa?? " tanya Diva tanpa mempersilahkan Aksara masuk, bahkan oa hanya membuka pintu setengah saja.
" Kamu tidak mempersilahkan calon suami mu masuk?? " ucap Aksara
" Calon suami katamu?? Kita tidak akan ------ "
Belum sempat Diva melanjutkan kata kata nya, Aksara sudah mendorong pintu dan masuk ke dalam apartemen begitu saja.
" Hey berhenti. " ucap Diva sambil merentangkan tangan tanda melarang. Namun siapa sangka justru Aksara memeluk tubuh Diva.
" Lepaskan !!! Dasar Pria mesum. Jika kamu biasa bercinta dengan Vania, cari saja Vania. Jangan sama kan aku dengan dia. Karena jawaban nya kita sangat berbeda jauh !! " ucap Diva benar benar emosi
" Benarkah?? Jika Wiliam saja bebas keluar masuk apartemen sesuka mu, kenapa Aku tidak. Lagi pula apa bedanya kamu dengan Vania?? " ucap Aksara dengan mengurai pelukan.
" Kamu !!!!! " Diva benar benar marah di samakan dengan Vania. Karena Diva mendengar sendiri jika Vania sering main ranjang dengan kekasihnya.
" Aku tahu kamu lebih liar dari Vania. Jika kamu bisa membuatku bahagia, aku bisa memberi popularitas yang lebih. Bahkan kamu bisa menjadi puncak artis terpopuler. " ucap Aksara yang langsung mendapat tamparan dari Diva.
" Kamu ingat baik baik Tuan Aksara Widana Pratama.... Aku tidak seperti wanita mengandalkan permainan ranjang untuk melebarkan sayap bisnis nya. Apa yang aku dapat saat ini, murni hasil jerih payah ku, juga kinerja ku, So...... Jangan macam macam masuk ke rumah gadis perawan. Atau...... "
" Atau Apa ??? " tanya Aksara memotong ucapan Diva
" Atau aku lapor security Apartemen. " Ucap Diva dengan menekan nomor layanan Apartemen.
" Kamu pikir mereka akan perduli ?? " ucap Aksara sudah duduk di sofa
" Siapa yang menyuruh duduk?? " tanya Diva yang semakin marah, melihat kelakuan Aksara yang tidak tahu malu, juga sesuka hati
" Diva..... Jangan seperti anak kecil, di sini aku hanya akan membahas apa yang kita bahas tadi. " ucap Aksara serius menatap Diva yang berdiri di hadapan nya.
Akhirnya Diva ikut duduk di sofa, lalu menghadap Aksara
__ADS_1
" Katakan, Apa yang mau kamu sampaikan. " tanya Diva
" Aku hanya ingin menawarkan perjanjian. " ucap Aksara membawa sebuah kertas hvs yang berisi tulisan sejumlah peraturan.
Diva menerima surat perjanjian itu lalu membacanya.
" Pihak pertama Aksara Widana Pratama. Pihak kedua Diva Lea Arysad. Pihak kedua harus meminta persetujuan pihak pertama jika akan melakukan sesuatu. Tidak Mau !!! Kesepakatan macam apa ini?? Ini semua hanya menguntungkan dirimu. Aku tidak setuju. " ucap Diva dengan merobek kertas itu
" Intinya aku tidak setuju aku menikah dengan Pria macam dirimu. Bossy, Angkuh, pokok nya tidak ada satu pun di diri mu, yang masuk dalam daftar kriteria pria idaman ku. " ucap Diva menatap tajam ke arah Aksara
" Kamu pikir aku juga mau. Jika tidak terpaksa karena Mama ku yang sangat menginginkan kamu sebagai menantu nya, aku juga tidak sudi. " elak Aksara
" Aha.... Aku punya ide. " ucap Diva tersenyum penuh arti pada Aksara.
" Bagaimana jika aku pura pura punya kekasih. Nanti kamu ajak Mama kamu ke hotel dan kamu memergoki aku dengan Pria bayaran ku. Bagaimana?? Pasti Mama syok dan membenci aku. " ucap Diva
" Iya. Lalu bagaimana dengan nama baik Papa mu?? Bagaimana jika Tuan Arsyad terserang penyakit jantung dan meninggal?? Kamu mau kehilangan Papa ?? " ujar Aksara menakut nakuti
" Tidak !!! Aku mau Papa baik baik saja. Aku tidak mau Papa semakin kecewa pada ku. Lalu bagaimana kita bisa batalkan pernikahan ini?? " tanya Diva pasrah, karena ide nya di patahkan oleh Aksara
Diva menatap Aksara dengan merengut, karena seolah Aksara memang menginginkan pernikahan ini terlaksana
" Aksa..... !! " panggil Diva yang melihat Aksara menutup mata nya, dan kepala menyandar di sofa
" Hmmmmt .... " jawab Aksara singkat tanpa membuka mata
" Bagaimana menurut mu ?? " tanya Diva
" Kamu pikir saja. Aku lelah Diva. " ucap Aksara
Diva menatap wajah tampan Pria dihadapan nya yang terpejam.
" Tampan juga jika sedang terpejam. Begitu teduh, tenang. " batin Diva
__ADS_1
" Berhenti menatap ku !! Atau kamu akan benar benar jatuh cinta nanti nya. " ucap Aksara
" Heh... ??! "
" Dari mana Dia tahu aku sedang melihat nya. " batin Diva
" Percaya diri sekali kamu. Kamu pikir aku akan tertarik dengan Pria macam diri mu. Jika mau tidur, pulang lah. Apartemen ku bukan penampungan. " ketus Diva
" Aku malas menyetir. " jawab Aksara masih dengan terpejam
" Ah sudahlah. Aku juga malas meladeni Pria aneh macam diri mu. " gerutu Diva yang akan beranjak bangun
" Siapa yang aneh?? Kamu itu yang aneh. " ucap Aksara dengan membuka mata nya.
" Kamu bilang kamu tidak aneh?? Sekarang kamu tiba tiba datang ke apartemen ku malam malam, lalu dengan percaya diri tidur begitu saja. Apa itu tidak termasuk aneh?? " ucap Diva kembali duduk menjelaskan ucapan nya dengan intonasi sedikit meninggi
" Jika aku datang ke apartemen mu dengan mencium mu. Itu baru aneh. Aku ke sini mengantarkan kesepakatan, lalu kamu merobek nya begitu saja. Apa kamu pikir membuat isi perjanjian itu tidak capek, tanpa perasaan kamu merobek nya begitu saja. " jawab Aksara kembali menyandarkan kepala nya di sofa kembali.
" Kesepakatan macam apa itu ?? Jika kesepakatan itu menguntungkan kedua belah pihak. Perjanjian itu hanya menguntungkan diri mu saja, Apa itu bisa di sebut kesepakatan?? " ucap Diva membantah
" Siapa bilang itu hanya menguntungkan aku saja. Kamu baca kesepakatan nomor lima belas. " ucap Aksara dengan terpejam kembali
" Alloh... Alloh.... Alloh Maha sempurna !!! Lihat lah dirimu?? kamu sangat hafal isi dari bagian kesepakatan. Jangan bilang kamu mulai mencintai ku maka nya kamu jadi posesif. " ucap Diva dengan memungut kertas yang tersobek tadi dan coba menyatukan kembali. Karena tadi Diva hanya menyobek menjadi lima bagian saja.
" Anda terlalu percaya diri Nona !! Aku hanya sangat malu, seorang Nyonya dari Aksara Widana Pratama melakukan hal hal bodoh. Bagaimana pun, setelah kamu menikah dengan ku, kamu akan menyandang sebagai Nyonya Pratama, jadi segala tingkah mu, akan menjadi sorotan para pembisnis. Kecuali jika kamu memang menemukan cara untuk membatalkan pernikahan ini, aku tak perduli dengan tingkah juga laku mu. " ucap Aksara
Setelah semua terkumpul, sobekan kertas itu. Diva mulai membaca isi dari kesepakatan.
" Pihak kedua akan mendapat tunjangan bulanan dari pihak pertama selama menjalani sebagai status seorang istri. Dan akan mendapatkan saham dua puluh persen dari perusahaan Pratama jika terjadi perceraian. " Diva membaca isi perjanjian itu
" Menarik juga. Tapi sayang aku tidak semiskin itu. Kekayaan ku berlimpah ruah sampai tujuh keturunan ku, jadi aku rasa saham dua puluh persen sangat sedikit sebagai kompensasi. " sindir Diva sinis
Bersambung.......
__ADS_1
Author minta dukungan Like, Vote, Gift dan Komen kalian untuk menambah Popularitas,♥️♥️♥️ Kalo naik popular....Author tambah semangat buat Up date Crazy Up 😂😂😘😘😘 Love You My Reader.... Semoga hari kalian menyenangkan 🥰🥰🥰