
" Jqdi kamu mencintaiku setelah aku menyentuhmu?? " tanya Aksara dengan senyuman menggoda
" Bukan itu maksudku. " kata Diva gugup
" Laluuu " Aksara mengejar maksud perkataan Diva
" Maksudku aku terpaksa mencintaimu, karena kamu sudah merenggut paksa kesucian itu dariku. Jadi kamu harus bertanggung jawab atas itu. " lanjut Diva
" Jika seandainya yang merebut kesucianmu bukan aku, apa kamu juga akan mencoba mencintai pria itu? " tanya Aksara lagi
" Mungkin. " jawab Diva asal
" Kamu..... " Aksara agak jengkel dengan jawaban Diva dan ingin menggigit bibir Diva lagi, namun Diva segera menahan dada Aksara agar menjauh darinya.
" Kamu pikir kamu tidak ?? Jika seandainya kamu mendapatkan aku, ketika aku sudah tidak suci lagi, apa kamu bisa mencintai aku ?? " ucap Diva membalik perkataan Aksara.
Aksara tersenyum mendapati pernyataan Diva, yangemang benar adanya. Mungkin jika Diva sudah tidak suci, Aksara mungkin tidak akan mencintai Diva. Karena pemikiran Aksara yang sangat sempit tentang sebuah arti kesucian.
Aksara selalu menghormati wanita dan tidak pernah menyentuh wanita sebelum nya. Itulah sebabnya, Aksara tidak ingin mendapatkan wanitanya pun juga bekas dari pria lain.
" Mungkin ... " jawab Aksara mengucap balik perkataan Diva tadi.
" Kamu sudah merusak riasanku. " kata Diva yang kembali berkaca, melihat bibirnya yang sudah tanpa lipstik lagi, karena di gigit Aksara.
Diva mengeluarkan lipstik nya yang berwarna merah menyala, dan bersiap untuk memakai lipstik itu, namun di tahan oleh Aksara.
Aksara kembali memiringkan wajahnya untuk mencium Diva, namun terhenti karena suara gedoran kaca pintu mobil yang sangat keras, membuat baik Diva maupun Aksara tidak nyaman.
" Lihatlah, kekasihmu tidak terima kamu bersama ku. " kata Diva manyun
__ADS_1
Aksara tersenyum melihat perubahan wajah Diva yang memperlihatkan raut wajah cemburu.
" Perlihatkan seberapa besar cintamu, dalam mempertahankan aku. " kata Aksara merapikan jasnya dan membenarkan posisi duduknya.
Diva menatap Aksara tak mengerti.
" Aku selalu berusaha memperlihatkan pada Richard, jika kamu adalah milik ku, dan hanya akan jadi milikku. Jadi sekarang giliran mu, perlihatkan jika aku adalah milikmu, dan hanya akan jadi milikmu. " kata Aksara menatap Diva dengan senyuman penuh arti.
Diva pun berpikir, memang selama ini Aksara selalu berusaha menggagalkan pertemuan dengan Richard. Ia selalu saja menganggu di setiap pertemuan nya.
Diva pun tersenyum membalas senyuman Aksara. Kemudian ia bergeser duduk di pangkuan Aksara membuat Aksara terkejut, karena Diva menyentuh wajah Aksara dengan lembut. Namun Aksara kembali tersenyum bahagia, ketika Diva membisikkan sesuatu di telinganya.
" Kamu lihatlah, angsa cantikmu, akan menyingkirkan bango serakah dengan mudah. " kata Diva, kemudian Diva membuka pintu mobil dengan sedikit kencang, sehingga Vania yang tadinya menggedor gedor pintu mobil kemudi, bisa jatuh terjerembab. Sedangkan Aksara masih pada posisinya dengan tangan yang sempat ia naikan keatas, karena Diva berada di pangkuan nya.
Perlahan Diva turun dengan sedikit angkuh.
Vania pun mencoba bangun, ia yang semula sudah menahan emosi, kini semakin bertambah emosi ketika melihat Divalah yang melakukan itu semua.
" Beraninya kamu !!! " kata Vania penuh emosi mendorong Diva penuh semangat, sehingga Diva ikut jatuh gantian.
" Aduh....... " Diva meringis kesakitan, dan ingin menangis.
Aksara yang melihat itu semua langsung turun dan menolong Diva bangun untuk berdiri. Begitu pun dengan Alex dan Emyra yang melihat dari kejauhan berlari ingin menolong Diva.
Vania yang melihat kejadian itu merasa iri, selama menjadi kekasih Aksara, ia tidak pernah mendapat perhatian yang berlebihan seperti itu dari Aksara, atau bahkan dari para asisten nya. Vania pun menatap tajam Emyra, siapa gerangan wanita itu, kenapa ia juga sangat terlihat panik ketika melihat Diva terjatuh.
" Aksa.... pantatku sakit sekali. Sepertinya aku mengalami pendarahan. " kata Diva sambil menangis, ia tidak berusaha bangun namun justru mengalungkan kedua tangan nya di leher Aksara, minta di gendong. Aksara pun menatap Diva mencari selidik, apa benar sakit atau hanya berakting.
" Apa sesakit itu?? " tanya Aksara memastikan.
__ADS_1
" Aku sakit Aksa. Aku benar benar merasa pendarahan. " jawab Diva menahan tangis, membuat Aksara tersulut emosi pada Vania.
" Vania, bukankah sudah aku jelaskan sejak tadi. Antara kita tidak ada yang perlu di perbaiki. Kamu akan berubah setia, atau mau berbaikan dengan kekasih lamamu, itu tidak ada urusannya denganku. Jadi jangan pernah mengangguku, apalagi orang yang terpenting dalam hidupku. " kata Aksara dingin pada Vania.
" Aksara... Aku masih tidak ingin putus. Aku masih ingin memperbaiki semua. Aku tidak rela jika kamu mendapatkan wanita serigala macam dia. " kata Vania membela diri
" Semua sudah selesai Vania. Bagiku tidak ada kesempatan kedua untuk wanita yang sudah menghianati ku. " kata Aksara sambil membopong tubuh Diva dan berjalan memutari mobil.
Terlihat wajah Diva di pundak Aksara, ia tersenyum mengejek dan menjulurkan lidah, tak lupa melambaikan tangan seolah memperlihatkan kemenangan.
Alex yang semula panik dengan ucapan Diva pun kini bisa bernafas lega, karena Diva hanya usil dan sengaja membalas kelakuan Vania.
" Aksa.. Kamu kamu tidak tahu jika wanitamu juga berhianat padamu. Aku akan buktikan jika dia berselingkuh di belakangmu. " teriak Vania
" Buktikan saja. Jika memang Diva berselingkuh, itu juga tidak akan merubah keputusan ku untuk kembali padamu. " jawab Aksara kemudian ia menurunkan Diva di kursi mobil kemudian Aksara kembali mengintari depan mobil, dan akan masuk di kursi kemudi. Namun siapa sangka jika Fiva sudah berada di kursi kemudi yang sejak tadi masih terbuka, karena Aksara tergesa gesa menolong Diva jatuh tadi.
" Aku adalah wanita setia Miss, ingat dosa ya kalau mau memfitnah orang. Memfitnah lebih kejam dari pembantaian. " kata Diva seperti anak kecil yang mengejek teman nya.
Aksara pun memasukan kepala Diva yang melongok ke luar, kemudian ia ikut masuk ke dalam duduk di kursi kemudi. Siapa sangka jika Diva masih tak kekurangan ide memanasi Vania, dengan mengalungkan kedua tangan nya ke pinggang Aksara ketika Aksara sudah duduk di kursinya tanpa malu.
Vania menatap geram kelakuan Diva yang benar benar tak tahu malu menurutnya. Karena selama ini Vania tidak pernah melakukan itu pada Aksara, sehingga ia merasa di ejek oleh anak kecil macam Diva.
Aksara menutup pintu mobilnya membiarkan Vania berdiri di tempatnya dengan keadaan yang masih emosi, namun tidak bisa berbuat apa apa karena Alex sudah bersiaga menghadang nya.
" Sialan...... " kata Vania dengan melempar tasnya,mengarah ke mobil yang di naiki Aksara dan Diva, namun beberapa menit kemudian ia mengambil tas itu kembali, karena memang tasnya berisi dompet dan barang berharga lain nya.
Bersambung........
Gift nya mana cuy........😍😍😍😍
__ADS_1