
Sia sia sudah Vania berusaha merebut Aksara. Padahal pagi ini ia sudah merencanakan sesuatu agar Aksara bisa luluh dan kembali padanya.
Kepulangan Vania yang baru saja tadi malam, tidak menyurutkan niatnya untuk menemui Aksara segera. Tak ia hiraukan tubuh lelahnya, yang ia rasakan saat ini adalah ingin segera bertemu dengan Aksara dan memperlihatkan keseriusannya. Semenjak ia dikhianati kekasih lamanya, barulah ia sadar jika Pria setia itu jauh lebih berarti dalam hidupnya kini, dan Pria itu adalah Aksara.
Selama ini Aksara selalu menghargai setiap keputusan nya, dan mendukung setiap rencananya. Bahkan tidak sedikit pengorbanan Aksara untuk Vania selama enam bulan menjadi kekasihnya. Memang sebelumnya Vania hanya menganggap Aksara hanya sebagai tameng usahanya, dan penopang jaringan bisnisnya, karena ia masih mempunyai kekasih.
Namun siapa sangka, semenjak Vania menjalin kedekatan dengan Aksara, kekasihnya pun ikut sedikit berubah. Walau diawal perjanjian Vania dan kekasihnya, jika Vania menerima cinta Aksara, sudah mendapat persetujuan dari kekasih lamanya.
Semula Vania hanya menganggap kekasihnya masih sibuk dengan pekerjaan, karena ia masih menunjukan sedikit kecemburuan dan juga masih menunjukan perhatian untuk Vania. Hanya saja pertemuan mereka yang jarang, membuat keduanya semakin renggang.
Suatu hari setelah mendengar Aksara akan menikah, Vania pun jengkel dan ingin melaporkan pada kekasihnya, jika Aksara sudah akan menikah, semula Vania pun ingin mengutarakan jika dirinya pun sudah lelah dan ingin segera menikah saja dengan kekasihnya itu, sebelum acara pernikahan Aksara dan Diva berlangsung. Supaya terkesan Vania tidak tercampakan.
Namun siapa sangka, Vania justru mendapati kekasihnya sedang bercumbu dengan kekasih barunya. Karena Vania memang mengetahui sandi akses masuk apartemen kekasihnya itu, sehingga ia tidak perlu mengetuk pintu.
Jantung Vania bergetar saat ia mendapati sebuah tas wanita di sofa, ia berjalan pelan memastikan. Walau hatinya sudah sakit, dan jantung nya berdebar, takut apa yang ia takutkan benar adanya, namun tidak menyurutkan niat Vania untuk mengetahui yang sebenarnya.
__ADS_1
Benar saja, ketika Vania membuka pintu kamar kekasihnya, ia mendapati kekasihnya sudah dalam keadaan setengah telanjang. Sedangkan wanitanya sudah tidak berpakaian.
Hancur sudah perasaan Vania saat itu. Orang yang sangat ia cintai, ternyata bisa melakukan hal serendah itu pada wanita lain. Padahal dulu kekasihnya sudah berjanji, akan hanya menyentuh satu wanita saja, yaitu dirinya saja, ketika pertama kali merenggut kesucian Vania.
Bahkan ketika alasan Vania menerima cinta Aksara, itu juga atas saran kekasihnya, agar kekasihnya juga bisa masuk dunia pasaran bisnis. Walau benar, setelah Vania menjadi kekasih Aksara, kekasihnya ini bisa masuk dunia pasaran bisnis dan mendapat sedikit nama, berkat pengaruh Vania yang mempromosikan pada Aksara.
Vania menutup mulutnya, agar suara tangisnya tidak terdengar. Vania berlari keluar, walau kekasihnya sempat mengejar dan meminta maaf namun hati Vania terlanjur sakit. Ia memukul kekasihnya dengan tasnya dan memaki kekasihnya itu. Tak ada perlawanan memang, kekasihnya saat itu juga sangat terlihat ketakutan, ia ketakutan entah takut di putuskan oleh Vania, atau ia hanya takut jika bisnisnya akan anjlok, jika Vania memprovokasi pada Aksara.
Semenjak kejadian itu,Vania masih merenung saja di apartemen nya. Bahkan ia tidak menghiraukan acara pernikahan Aksara yang tersiar di beberapa media. Karena saat itu ia masih belum stabil jiwanya. Ia masih sedikit terguncang tekanan jiwanya. Sehingga acara pernikahan Aksara dan Diva bisa berjalan mulus, tanpa ada gangguan dari Vania.
Vania tahu, jika Aksara tidak mencintai Diva. Karena Aksara sudah pernah memberitahunya. Jika orang tuanya menjodohkan dia dengan Diva. Itulah sebabnya, Vania masih berupaya keras untuk memisahkan Diva dengan Aksara.
Vania meminta kesempatan lagi pada Aksara kala itu, namun Aksara tidak memberitahukan, apakah ia menerima permintaan nya, atau tidak kala itu. Ia hanya memberitahukan jika ia perlu waktu satu tahun untuk menyakinkan hatinya. Dan selama itu ia tidak ingin di ganggu.
Vania pun beranggapan jika pernikahan Aksara hanya satu tahun, hanya untuk memenuhi keinginan orang tuanya. Dan setelah itu mereka akan bercerai. Maka dari itu, ketika Aksara mengajukan waktu satu tahun itu, Vania pun menyanggupi, Vania ingin memperlihatkan keseriusannya pada Aksara. Tanpa Vania pikirkan, jika waktu satu tahun itu, bukan waktu yang sebentar sedangkan Aksara dan Diva terus bersama dan dalam satu atap.
__ADS_1
Vania hanya menyakinkan perasaan dan menunjukan keseriusannya dalam mempertahankan cintanya itu, pada Arya sang kakak ipar Aksara. Karena menurut Vania, Aksara lebih menurut pada kakak iparnya di bandingkan orang tuanya. Seperti yang di lakukan Aksara dahulu ketika menghindari perjodohan dengan Diva untuk pertama kalinya. Aksara lebih memilih melanjutkan kuliah di Italia atas saran Arya.
Dan Vania juga tahu jika Aksara mau menikah dengan Diva, namun hanya satu tahun juga atas saran dari Arya, karena Arya bercerita pada Vania. Karena memang Vania dan Arya berteman baik sejak dahulu sehingga Vania percaya diri bisa mendapatkan Aksara kembali nantinya.
Satu tahun berlalu, Vania pun pulan kembali ke Indonesia. Pagi pagi sekali Vania mendatangi kantor Aksara, karena ia tahu jika Aksara selalu datang pagi pagi ke kantor.
Benar saja, pukul enam Aksara sudah sampai dengan diantar oleh Alex. Namun ia sedikit kecewa karena Aksara mengacuhkannya. Vania tidak berhenti begitu saja, ia mengikuti Aksara masuk ke ruangannya, berharap Aksara berubah setelah tidak ada anak buahnya yang melihat.
Namun semua ekspektasi Vania berlainan seratus sembilan puluh derajat. Karena pada kenyataannya Aksara justru menyuruhnya keluar dari ruanganya.
Vania tidak kehilangan akal, ia berpura pura pusing dan sempoyongan, ia menyakinkan jika dirinya kelelahan, karena baru semalam sampai dari luar negeri, namun pagi ini, ia justru ingin segera menemui Aksara.
Kesempatan ini Vania guna untuk menjelaskan semua keinginannya. Vania sangat berharap untuk menikah dengan Aksara. Jika memang Aksara dan Diva sudah pernah terjadi sesuatu pun Vania akan menerima Aksara dengan lapang dada, sebagai bentuk rasa cintanya yang tidak bersyarat pada Aksara. Namun sayang, Aksara sama sekali tidak mengindahkan. Bahkan Vania di minta keluar dari ruangan Aksara, setelah Aksara menegaskan dirinya dan Diva tidak akan pernah bercerai, karena Aksara sudah sangat mencintai Diva. Namun Vania tak tahu malu sekali, ia masih tidak mau keluar.
Karena Aksara tidak ingin terdapat pembicaraan yang tidak baik di kantor. Aksara memutuskan untuk menghadiri acara kunjungan industri, sebagai alasan untuk menghindari Vania. Itulah kenapa ketika Diva datang, Vania mengandeng tangan Aksara, karena ia berpura pura lemah dan tidak mau jalan. Walau Aksara sudah berkali kali melepas, namun Vania kembali menggandengkan lagi, dan lagi.
__ADS_1
* To be Continue.