Aksara Diva

Aksara Diva
Bab. 25 Trik Diva 2


__ADS_3

Diva tersenyum jahat pada dirinya sendiri. Ia ingin membuktikan ucapan Aksara yang sama sekali tidak tertarik dengan tubuh penuh tulang nya itu.


" Kita Lihat Aksara... Sejauh mana kamu bisa meremehkan Pesona seorang Diva. " ucap Diva dengan angkuh di depan cermin, setelah memakai salah satu lingerie berwarna putih yang ia ambil tadi.


Diva keluar dari ruang ganti, ia berjalan lenggak lenggok dengan pelan, kemudian duduk di kursi rias untuk mengeringkan rambutnya.


Diva menyalakan hairdryer, lalu mengibas kibas kan rambut panjang nya, sehingga terurai bagai tertiup angin. Sehingga tercium aroma shampo menyeruak sampai ke hidung Aksara.


Aksara yang semula sudah sempat melihat Diva keluar ruangan pun, mencoba mencuri curi pandangan. Dia sudah melihat tubuh Diva yang hanya menggunakan lingerie warna putih, dengan dalaman warna hitam, sehingga sangat terlihat kontras perbedaan warna yang sangat mencolok.


Aksara hanya bisa menelan ludah dengan susah melihat pemandangan indah tubuh Diva. Bahkan tubuhnya ikut merasa panas, juga sesak di dada.


Jauh dari ekspektasi nya, Aksara berpikir, jika hidup dengan Diva selama satu tahun, tanpa menyentuh nya adalah hal mudah. Tapi nyatanya, belum genap satu minggu ia bersama, Aksara sudah kesulitan untuk bernafas.


Apalagi harum tubuh Diva yang menyeruak ke seluruh isi kamar, membuat denyut jantung Aksara berdetak tak berirama.


Setelah kering, Diva mematikan hairdryer, dan mulai menyisiri rambutnya, tangan nya naik ke atas, seirama dengan dada nya yang ikut terpampang menantang.

__ADS_1


Setelah rambut nya terlihat rapi, barulah kemudian ia bangun dan duduk di sisi ranjang, bersiap untuk tidur.


" Apa Kamu tidak ke dingin nan, tidur memakai pakaian seperti itu?? Kamu menggoda ku dengan tidak berpakaian pun, aku tidak akan tertarik. Tubuh rata mu, tidak bisa menggugah hasratku." ucap Aksara tanpa melihat Diva. Ia sibuk memegang dokumen seakan sedang membaca.


Diva diam saja tidak menjawab ucapan Aksara, ia hanya tersenyum, Diva nyakin, kata kata Aksara hanya untuk menutupi hasratnya. Aksara tidak melihat, namun bisa komplain. Bukan kah itu tanda nya, ia melihat dengan mencuri curi pikir diva.


Diva masih tak kurang akal, ia masih ingin mengetes sejauh mana ke angkuhan Aksara, dalam meremehkan tubuh indahnya. Karena tubuh Diva tidak serata apa yang di ucapkan Aksara. Tubuh ramping tinggi, dengan dada yang tidak terlalu besar juga tidak kecil. Sangat pas untuk ukuran tubuhnya. Ia sengaja tidur tanpa selimut di sisi ranjang.


" Aku tahu kamu sangat murah mempertontonkan tubuh mu, bahkan saking sering nya kamu menjajakan nya. Tapi sayang... aku tidak tertarik mencicipi wanita yang sudah tidak bersegel seperti mu. Sudah aku katakan, aku menikahi mu karena Mama ku. Setelah kiranya pantas, waktu kita untuk bercerai, kita bisa bercerai. " tambah Aksara meremehkan Diva


Sebenarnya telinga Diva panas mendengar penuturan Aksara. Namun ia coba tahan, malas rasanya berdebat dengan Pria menyebalkan di tengah malam, bahkan hampir sepertiga malam. Diva memilih memiringkan tubuhnya membelakangi Aksara.


Berbeda dengan Aksara, ia yang semula ingin tidur di sofa, kini merasa gelisah melihat pemandangan tubuh Diva yang tidur tanpa selimut. Walau badan Diva membelakangi Aksara, namun tetap saja ia masih merasa tergoda. Bahkan sebagian lingerie yang sangat tipis juga pendek itu menyingkap ke atas, sehingga terlihatlah paha mulus Diva. Walau tidak terlalu nyata, karena posisi Aksara di sofa agak jauh. Aksara membalik kepalanya sehingga ia tidak bisa melihat pemandangan tubuh Diva. Tapi setiap memejamkan mata, Aksara justru membayangkan tubuh indah juga wangi tubuh Diva.


Karena jengkel, Aksara bangun dan ingin membungkus tubuh Diva dengan selimut. Namun begitu ia mendekat, Aksara melihat dengan sangat nyata, belahan dada Diva yang sedang tertidur terlentang. Karena Diva yang sudah benar benar terlelap, membalik kan tubuh telentang.


Mata Aksara mulai turun ke bawah, di perut rata Diva, bahkan pusar Diva terpampang jelas, saking tipisnya lingerie yang ia gunakan.

__ADS_1


Perlahan tangan Aksara mulai turun ingin menyentuh Diva, namun ucapan Arya terngiang di kepala nya, menyadarkan ingatan Aksara. Ia pun segera membungkus tubuh Diva dengan selimut tebal. Dan Aksara mulai menyalakan ac di ruangan dengan mode yang sangat dingin, sehingga Diva tidak bangun dan membuka selimut itu.


Malam ini Aksara tidur di sofa dengan tersiksa, karena ruang kamarnya sangat dingin, sedangkan dia hanya berselimut kain tipis. Walaupun ia sudah menggunakan piyama panjang juga jaket dobel tidak membuatnya merasa hangat. Berbeda dengan Diva, ia seperti mendapat surga nya dunia. Ia tidur di ranjang empuk, selimut tebal. Membuat tidur tengah malam nya terasa sangat indah.


Pagi ini Baik Diva maupun Aksara terkejut dengan suara gedoran pintu kamar. Diva terhenyak dari tidur nya, dan berdiri dengan mengucek kedua mata nya, dengan rambut tak beraturan. Sedangkan Aksara bangun dengan jaket juga celana panjang dengan mata panda nya.


Aksara bangun dan segera meraih tubuh Diva hingga dada Diva bersentuhan dengan dada Aksara, saat diva terlebih dahulu akan membuka pintu. Kejadian ini membuat Diva melototkan mata, menandakan aura pertarungan.


" Hey.... Biarkan aku merapikan selimut ini dulu. Cepat bantu aku, atau mereka akan tahu jika kita tidur terpisah. " ucap Aksara pelan pelan, namun seperti sedang menyalahkan Diva, karena gegabah ingin segera membuka pintu.


Diva pun menganggukan kepala kemudian duduk di sisi ranjang, dengan mengantuk ngantuk. Sedangkan Aksara jengkel, karena Diva tidak mau membantu diri nya.


Begitu Aksara selesai melipat selimut dan menaruh dilemari, ia segera melepas pakaian dobel yang ia kenakan ke tempat ganti.


" Apa kamu akan keluar memakai pakaian seperti itu ?? " tanya Aksara dengan membuang jubah ke wajah Diva


Diva melihat ke bawah tubuhnya, ia baru teringat jika pakai an yang ia gunakan semalam, adalah kain tipis yang sudah tersedia di lemari pakaian. Ada rasa malu di hati Diva, karena ia bisa melakukan hal senekat ini, hanya karena rasa tidak terima nya di katai tubuh rata oleh Aksara semalam.

__ADS_1


Diva memakai baju jubah yang di lempar Aksara tadi, sedangkan Aksara membuka pintu, karena ketukan pintu makin terdengar sangat keras juga tidak beraturan.


Saat pintu di buka, Diva masih belum selesai memakai jubah itu. Sehingga masih terlihat sebagian lingerie, sebelum pada akhirnya di ikat oleh Diva agar tidak terlihat.


__ADS_2