Aksara Diva

Aksara Diva
Bab. 8 Diva Berhijab


__ADS_3

Bagi Yang belum masukan dalam daftar Favorit, silahkan pencet ya... Biar Author tambah Semangat....🥰🥰🥰


Diva yang terlalu lelah dalam perjalanan, segera tidur. Namun belum ia puas istirahat sudah di buru buru untuk Take film. Alhasil Diva yang super ribet dalam fashion, kekurangan waktu. Buru buru ia turun ke bawah menuju tempat lokasi yang sudah di beritahukan sebelumnya.


" Diva...... !!! "


Seseorang memanggil namanya, ia pun yang terburu buru otomatis menghentikan langkahnya. Diva memejamkan matanya dengan mengedumel


" Siapa lagi sih ?? mengacaukan hidupku saja. " gumam Diva dengan raut jengkel.


Namun saat ia sudah berbalik, ia dapat memberikan senyum palsu full. Layaknya aktris senior, ia memperlihatkan kepalsuan yang tak terlihat.


" Hey... Mr. Kenji How are you ? "


" Hey... Tuan Kenji Apa kabar Anda? "


sapa Diva sok ramah, padahal batin nya kenapa harus menganggu hidupku sih.


" I'm Fine. And you ?? "


" Aku baik. Bagaimana denganmu? "


" I think not you, because you is very beautiful to day. "


" Saya pikir bukan kamu, karena kamu hari ini sangat cantik. " ucap Mr Kenji dengan menunjuk hijab yang menempel di kepala Diva



" Harusnya memang kamu tidak usah mengenaliku, karena aku sudah memakai hijab ini. " batin Diva


" I'm Fine. Thank you for your compliment "


" Aku baik. Terima kasih untuk Pujian Anda. " jawab Diva.


Diva pun menerangkan jika, jika selama syuting ia ada scene harus memakai hijab. Jadi ia mencoba untuk memakai, lagi pula ini di negeri arab, jadi dia ikut menghormati dengan berpakaian secara tertutup.

__ADS_1


Setelah saling bertukar kabar. Mereka berbincang tentang kerja sama, yang sudah di setujui William, tanpa sepengetahuan Diva. Wiliam menerima tawaran Kenji tentang peluncuran parfum terbaru miliknya, yang masih selalu percayakan Diva sebagai Ambasador brand nya.


Diva di buat jengkel, karena Wiliam sama sekali belum mengabari akan hal ini. Apalagi ini berurusan dengan Aksa.


Mr Kenji menerangkan jika untuk taken kontrak semuanya, sudah di limpahkan kepada Aksa. Kedepannya segala pertemuan atau ketentuan akan melalui Aksa.


Otomatis hal itu membuat darah Diva mendidih. Hanya satu orang saat ini yang ingin di temui Diva. " William". Bisa di cakar habis, jika saat ini Wiliam menampakan wajah di depan Diva.


Dengan tersenyum palsu Diva, mohon ijin jika harus terburu buru untuk syuting. Mereka pun berjabat tangan. Sedangkan Aksa hanya jadi penonton, tanpa sedikit pun perasaan untuk ikut menyapa Diva. Walau sejujurnya, Aksa sangat terpesona dengan kecantikan Diva yang sedang memakai hijab. Hati merasa sejuk menatap kecantikan Diva yang hakiki.


Mr Kenji pun tak henti memuji kecantikan Diva. Mr Kenji sangat mengidolakan Diva sebagai aktris kebanggaan nya. Karena Diva berbeda dengan aktris lain nya. Ia tidak mau cipika cipiki dengan alasan, karena menjunjung adat ketimuran.


" Anda belum tahu saja Mr kenji, sebenarnya Diva terlalu munafik. " batin Aksa. Namun Aksa memilih membungkam mulut, dari pada terjadi perdebatan yang menimbulkan pembatalan kerja sama mereka.


Diva sampai di lokasi syuting, ia langsung ambil take, selama dua jam ia ada jeda. Waktunya tidak ia sia siakan untuk melanjutkan emosinya pada Wiliam.


" Kenapa Diva ?? " tanya Wiliam dari sambungan telepon


" Kenapa katamu ??? Sejak kapan kamu ambil kerja sama dengan Mr Kenji?? Dan kenapa kamu tidak memberitahukan kepada ku??! " suara cempreng Diva memekak kan gendang telinga Wiliam, sampai ia menjauhkan ponsel nya dari telinga nya.


" Tapi tidak juga harus bekerja sama dengan Aksa?? Kamu sudah tahukan sekarang Mr Kenji bekerja sama dengan Aksa?? " tanya Diva


" Ya aku tahu. Sudahlah Diva, mungkin kalian memang berjodoh, nyatanya kalian di Dubai pun juga bersama. " ujar Wiliam santai


" William !!! Kamu mau aku pecat. Kita tidak berjodoh. Itu hanya kebetulan saja. " elak Diva


" Pecat saja. Aku juga tidak sabar untuk mengejar cinta Deandra. " jawab Wiliam santai


" Aku tidak akan merestui mu !! " ketus Diva


" Aku tidak butuh restu mu, aku hanya butuh restu dari Tuan Leo Arysad dan Nyonya Puni Arsyad. " ejek Wiliam


" Wiliam.... !!! " saking jengkelnya Diva mematikan ponselnya sepihak.


" Dasar adik ipar tidak berguna. " gerutu Diva.

__ADS_1


Satu minggu sudah Diva menjalani Syuting, kali ini ia sudah berpindah ke Madinah untuk melanjutkan syuting. Kedekatan Diva dengan Steven pun juga sangat akrab. Sering mereka melakukan makan siang bersama atau makan malam bersama selama di Madina ini. Sampai banyak infotainment yang memberitakan mereka sedang berpacaran. Karena kekompakan mereka di tambah infotainment yang membumbui, menjadi lebih sedap lagi sebagai gosip terdepan.


Tak ayal itu semua membuat Andini semakin bersedih. Entah mengapa ia sangat menginginkan Diva sebagai menantu nya. Sampai ia memohon pada Puni agar menjodohkan mereka secara paksa, yang otomatis di bantah Puni tidak setuju. Jika untuk melakukan pendekatan silahkan, tapi jika langsung perjodohan, orang tua Diva tidak setuju. Seperti saat ini, atas perintah Andini, Puni meminta Diva agar mau menengok calon mertua nya.


" Aku nggak bisa ma. Diva sedang syuting di Madina. Masih tiga Minggu lagi, rencana nya syuting ini akan selesai. Bilang saja pada Bu Andini, salam dari Diva. " jawab Diva menolak untuk bertemu dengan Andini.


" Tapi Diva, Andini sangat ingin bertemu dengan mu?? Apa tidak bisa kamu menyempatkan sebentar jika sudah ada waktu. " kejar Andini


" Ma... Papa aja gak maksa, Diva harus dekat dengan keluarga Aksa. Kenapa justru Mama yang ngotot sih?? Mama gak lihat, Aksa sudah menggandeng Miss Vanya saat Dinner kemarin. " protes Diva


" Tapi kata Surya Vanya bukan wanita baik baik. " bela Puni


" Baik tidaknya, itu semua sudah pilihan Aksa. Mereka yang menjalani. Emang Mama mau, Diva tersiksa dalam pernikahan nya?? Hidup dalam rumah tangga tanpa di cintai suami, karena Aksa mencintai Miss Vanya. " tegas Diva


" Tapi sayang..... "


" Sudah Ma, Diva ada Take. " putus Diva


Diva melamunkan Mama nya. Ia juga menyesal sudah jengkel pada Mama nya.


" Aku telpon lagi aja deh. " batin Diva dengan menelpon ulang Puni


" Iya sayang... " jawab Mama nya dari sambungan telepon


" Mama gak marah kan sama Diva ?? " tanya Diva


" Nggak dong sayang. " jawab Puni halus


" Ya udah. I Love you Mom. " ucap Diva


" I Love You Too My Girl. " balas Puni yang kemudian mereka memutuskan panggilan


Diva tersenyum lega karena Mama nya yidak memaksa, untuk dia harus dekat dengan keluarga Aksa. Karena bagaimana pun Aksa sudah memilih Vanya. Urusan dia hanya dimanfaatkan oleh Vanya, itu sudah jadi masalah Aksa, Diva tak mau ikut campur. Toh Diva sudah berusaha menjelaskan, salah sendiri Aksa tak pernah percaya.


Bantu dukung Karya aku dengan Like, Gift, Favorit dan Vote ya....♥️♥️♥️. Komentar kalian juga sangat aku nantikan 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2