
Minggu Baru Vote Baru dong...... Plissss tekan untuk Author ya....... ♥️♥️♥️♥️
Setelah melihat Diva yang putus asa, justru kemudian Aksara mengalah mau menggunakan cincin couple dari Glory Company. Karena pada dasar nya, Aksara hanya ingin memancing emosi Diva saja.
Diva menarik nafas panjang dan mengeluarkan perlahan. Bagaimana tidak menahan emosi, ia bersikeras menolak memakai Produk dari Grace, dan akan memakai Produk cincin milik nya. Namun Aksara penuh penekanan akan memakai Cincin milik dari perusahaan yang baru saja ia akuisisi, yaitu Grace.
Diva sudah tidak mampu berkata kata lagi. Diva memilih bungkam, dari pada berdebat dengan Aksara, membuatnya menjadi benar benar gila.
Akhirnya Wiliam mengatur semua nya, ia menyuruh anak buah nya untuk mengirimkan sebuah Cincin couple yang di Desain sendiri oleh Diva. Cincin Ini adalah desain pertama dari Diva, dan ternyata dia sendiri yang akan memakai
Jangan tanya harga nya, karena ini adalah emas murni putih, yang di padukan dengan batu berlian asli pilihan. Sedangkan harga batu berlian nya saja bernilai ratusan juta.
Setelah sepakat dengan cincin yang di pilih Diva, Alex menemui para wartawan di bawah. Alex memberi tahukan jika, Aksara menyetujui memberikan klarifikasi pada awak media, nanti setelah selesai istirahat perusahaan yaitu pukul satu siang. Namun Alex belum memberitahukan jika Diva juga akan turut bersama.
Mereka sengaja tidak akan memberitahukan jika Diva berada di sini, karena Aksara tidak mau, para karyawan nya terganggu dengan para wartawan itu, yang nanti nya pasti akan membuat keributan.
" William apa kamu akan membuatku mati. Bangun tidur kamu langsung menyeretku kemari tanpa memberiku sarapan terlebih dahulu. Aku rasa Pratama Group akan bangkrut, sampai tidak mampu memberi kuta jamuan. " oceh Diva yang sudah kelaparan.
Ternyata hanya sebatas berdebat itu menguras tenaga, dan itu di rasakan oleh Diva. Ia sangat lelah juga lapar, saat ini.
Wiliam tidak bisa menjawab, dia sangat malu dengan kelakuan Diva saat ini.
Aksara yang merasa di permalukan pun memanggil Alex.
" Alleexx !!!! "
" Maaf Nona Diva. Saya sangat menyesal atas kejadian ini. Kami sebenarnya sudah menyiapkan jamuan, di ruang sebelah. Karena ada sedikit kendala tadi, jadi kami belum bisa menawarkan pada Anda. Mari Nona saya antarkan. " ucap Alex
Tanpa rasa malu sedikit pun Diva berdiri mengikuti Alex.
Wiliam hanya bisa bergumam melihat tingkah memalukan Diva
" Dasar Bango. "
__ADS_1
" Aku mendengarnya William. " ucap Diva tanpa menoleh.
Aksara yang berada di depan Diva pun hanya tersenyum membayangkan kelakuan Diva yang tidak tahu malu.
Sampai di tempat yang di maksud, Diva segera duduk dan melihat begitu banyak hidangan yang tersedia di meja.
Air liur Diva ingin keluar rasa nya melihat makanan sebanyak ini di meja.
" Oh ya Ampun Tuan Allex.... !!! Dari mana Anda tahu saya sangat menyukai nasi Briyani. Karena Anda sudah bersusah payah menghidangkan, aku tak akan sungkan lagi untuk menyantapnya. " ucap Diva yang sudah duduk punmenyiapkan piring tanpa menunggu di persilahkan oleh Aksara.
" Hey Bango Serakah, Biarkan Tuan rumah mempersilahkan dahulu. " ucap William mengingat kan
" Apa kamu tidak dengar tadi Tuan Alex sudah menyuruh kita makan kemari. " jawab Diva
Wiliam hanya bisa menatap Aksara dan menundukkan kepala tanda minta maaf. Sedangkan Aksara mengedipkan mata perlahan, tanda memaklumi.
" Tuan Alex, kenapa Anda tidak makan? " tanya Diva
" Oh Nona Diva, jangan menyebut nama ku lagi. Aku bisa mati berdiri jika kamu terus seperti ini. " batin Alex
Aksara yang benar benar panas, sama sekali tidak di indahkan oleh Diva memilih berdiri, yang membuat jantung Alex semakin tak beraturan karena ketakutan.
' Kamu temani Makan Nona Diva sepuasnya Tuan Alex. Saya masih banyak urusan. " ucap Aksara
" Lupakan gaji mu bulan ini, karena aku rasa, masih banyak yang lebih membutuhkan dari pada kamu. " ucap Aksara pelan, tepat di telinga Alex
Alex hanya bisa menahan nafas nya, dan mengelap wajah nya yang semakin banjir keringat.
Akhirnya Diva makan sendiri, karena Wiliam juga Alex menyiapkan tempat yang akan di gunakan untuk menggelar acar konferensi pers dadakan di Kantor Aksara ini.
Sedang Aksara memilih berada di ruangan nya. Entah apa yang ia pikirkan saat ini, karena Aura nya tidak dapat di tebak. Seperti nya, ia sedang merencanakan sesuatu untuk Diva.
William memasuki ruang makan, ia terkejut karena Diva menghabiskan hampir setengah dari porsi yang di sediakan.
__ADS_1
" Diva..... !!! Bagaimana bisa kamu memakan segitu banyak nya hidangan ini? " ucap Wiliam meninggi seperti sedang memarahi anak nya.
" Itu yang aku sesalkan sekarang ini. Kamu tidak menemani dan mengontrol ku. Kan sekarang aku jadi khilaf. " ucap Diva mengelap bibir nya dengan tisu tanpa ada rasa penyesalan pun terlihat dari wajah nya, membuat Wiliam jengkel. Apa yang di ucap, tidak sesuai dengan fakta nya.
" Sebagai hukuman nya, kamu harus berenang sepuluh putaran nanti malam. " ucap Wiliam
" Yaya... ya. Kita akan berenang nanti malam. " ucap Diva enteng. Karena ia tahu, hukuman itu tidak akan terlaksana, pasti Wiliam tidak akan mau berenang di rumah, karena ada Deandra di sana.
Aksara yang mendengar dari pintu luar pun, semakin penasaran. Kenapa bisa Diva sangat patuh pada Wiliam, apapun yang jadi ucapan Wiliam akan di iyakan oleh Diva. Berbeda sekali jika dengan nya. Ia pasti akan berdebat.
" Tuan Aksara !?? " ucap William, saat melihat Aksara berada di ambang pintu melamun.
" Acara segera di mulai. Ini sudah jam setengah satu, suruh artis mu mempersiapkan diri di ruangan ku. " ucap Aksara dengan merapikan jas, untuk menutupi kegugupan nya karena tertangkap sedang menguping pembicaraan mereka.
" Baik Tuan, sebentar lagi Diva selesai. " jawab Wiliam
Sampai di ruangan Aksara, Diva mengambil cincin yang di persiapkan oleh William.
Diva mengambil memakai cincin wanita, sedangkan punya Pria, ia menyodorkan pada Aksara.
" Pakai kan !! " ucap Aksara memberikan tangan kehadapan Diva.
Karena Diva malas berdebat, ia memakaikan cincin itu pada Aksara. Tanpa sepengetahuan mereka, Alex memotret saat Diva memasang cincin pada Aksara.
" Pose yang sangat bagus dan serasi. " batin Alex dengan tersenyum.
" Aksa... Apa tidak sebaik nya kamu bicara terlebih dahulu pada Vania. Aku takut dia jadi salah paham lalu membenciku. " ucap Diva mengingat kan.
" Apa perduli ku jika Vania membencimu. Itu lebih baik bagiku, jika Vania tidak bergaul dengan wanita urakan seperti dirimu. " jawab Aksara enteng
" Jika di benci Vania aku tak masalah. Tapi jika ia melabrak ku nanti, bukan kah itu jadi masalah. Itu akan menjatuhkan nama baik ku. " jawab Diva kembali emosi
Bersambung......
Author Minta dukungan Like, komen, Gift, juga Vote kalian ya...🥰🥰🥰. Bagi yang belum masukan di daftar Favorit bisa di tekan tanda Love nya ya.... Semoga hari kalian menyenangkan ♥️♥️♥️
__ADS_1