
Satu bulan sudah Diva menjalani prosesi Syuting di Madina. Itu artinya, ini juga hari terakhir nya ia menjalani syuting.
Semuanya nampak merayakan kesuksesan karena berhasil menyelesaikan. Nampak Steven selalu menunjukan perhatian pada Diva, perhatian itu lebih mencolok di bandingkan perhatian Steven pada teman teman satu set nya dalam syuting film ini.
Seperti sekarang ini, dengan setia Steven menarikan koper Diva, padahal Diva sudah melarang namun Steven memaksa mau membawakan. Dari pada debat di lihat teman yang lain, Diva pun mengijinkan.
Sampai Di Indonesia Diva sudah di jemput oleh Wiliam.
" Sebenarnya aku pengen kamu ada urusan, supaya dapat nganter Diva tadi. " ucap Steven saat melihat Wiliam ada di hadapan nya.
" Coba kamu bilang dari kemarin Bro, kan bisa diatur. " jawab Wiliam tertawa
Sedangkan Diva hanya tersenyum, melihat canda keduanya.
Mereka pun berpisah di Bandara, Diva berencana akan pulang ke rumah nya, karena besok adalah ulang tahun Deandra. Orang tuanya ingin Diva pulang ke rumah.
Nampak terpancar kebahagiaan Wiliam karena bisa bertemu sang belahan jiwa nya.
" Apa habis hujan sih Will ? " tanya Diva
" Panas begini di bilang hujan, kamu ngigo ya " jawab Wiliam yang melihat teriknya panas matahari, bahkan di luaran banyak yang mengeluarkan keringat saking terik nya.
" Kok aku melihat ada pelangi ya di hati mu . " goda Diva sontak membuat Wiliam salah tingkah.
" Nggak usah rese deh !! " ucap Wiliam
" Ntar aku bilangin deh ma Deandra, kalo kamu adalah hadiah terindah dari ku. " kata Diva
" Divaaa . " Wiliam jadi dingin auranya. Dia paling takut namanya di tolak, jadi sampai sekarang pun Deandra tidak pernah tahu perasaan Wiliam pada nya. Dan William selalu menyuruh Diva untuk tutup mulut. Jika tidak Wiliam akan pergi jauh dari kehidupan mereka.
" Oke...Fine. Aku akan tutup mulut kok. Sampai kamu bisa terbuka sama Deandra dengan sendirinya. Ya walaupun itu agak mustahil sih. Besar cakap di depan orang, di depan Deandra udah seperti cacing tersiram air garam. " ejek Diva
Wiliam hanya diam saja, mengakui jika yang di sampaikan Diva benar. Karena selama ini, Wiliam selalu dingin pada Deandra. Jika hari itu tidak tertangkap basah oleh Diva, ketika Wiliam memandangi wajah Deandra di ponsel nya, mungkin juga Diva selamanya tidak akan tahu. Karena tak ada gerak gerik Wiliam yang menunjukan perasaan suka pada Deandra.
Sampai di rumah, seperti biasa biang rusuh Deandra yang bawel sudah menyambut kedatangan kakak nya. Cupika cupiki di lakukan, karena hampir dua bulan mereka tidak bertemu. Diva yang sibuk dengan pekerjaan memilih pulang ke apartemen milik nya sendiri.
Seperti biasa Wiliam memilih berbincang bincang dengan Leo ayah Diva, dari pada ikut gabung dua wanita cantik itu.
__ADS_1
" De.. Kamu jadi pesen gaun ke miss Vania? " tanya Diva saat berada di kamar adik nya
" Nggak kak. " jawab Deandra
" Kenapa?? " tanya Diva
" Kata Mama, Miss Vania saingan kak Diva ya? " tanya Deandra
" Saingan dari mana? Aku bisnis di jewelry, Miss Van di bidang Fashion. Aku seorang aktris Miss Van Desainer. Tidak ada persaingan diantara kami. " jawab Diva yang tidak pernah merasa jika Vania adalah saingan nya.
" Saingan mendapatkan Aksa. " jawab Deandra enteng
Diva langsung melotot, karena adik nya ikut ikutan seperti mama nya.
" Aku tidak mau ya berjodoh dengan Aksa. Mending di jodohkan dengan kamu saja, kalo kamu mau. " ucap Diva
" Eh, tapi jangan. Mending kamu sama Wiliam aja. " imbuh Diva
" Wiliam ?? " Deandra mengerut kening nya.
Keduanya menoleh ke pintu, melihat ibunya masuk kamar. Diva langsung membulatkan mata nya, saat ia juga melihat Wiliam ada di belakang Mama.
" Wiliam !! " panggil Diva
Mama Diva, juga Deandra pun ikut melihat kearah William, Puni merasa tidak enak dengan Wiliam.
Diva pun mendekati Wiliam, ia tahu pasti Wiliam sedang patah semangat.
" Aku cuma mau ingetin besok ada Nobar lanjut Meet and Greet, Aku akan jemput pukul delapan. " kata Wiliam
" Wil.... " Diva mengikuti langkah Wiliam namun tidak di dengar sama sekali.
Sampai di halaman rumah nya, Wiliam akan membuka pintu mobil namun di tutup kembali oleh Diva.
Aksa yang sedang mengantar Mama nya, dengan alasan ingin membantu acara Puni sahabatnya, melihat Adegan Diva dan William, seperti sepasang kekasih, yang sedang berselisih.
Aksa terus memperhatikan, tanpa ia sadari Mama nya sudah turun duluan.
__ADS_1
Andini menghampiri Diva dan bercipika cipiki. Kemudian mengajak Diva masuk, terlihat jika Diva seperti tidak merelakan kepergian Wiliam.
Aksa terus memperhatikan Wiliam, ia seperti memang sedang kecewa. Entah karena apa, Aksa hanya mengerutkan kening nya.
Selama di rumah, Andini selalu mengajak bicara Diva, dan berupaya agar Aksa mau mendekati Diva.
Sesekali Diva melihat ponselnya, ia sedang memikirkan Wiliam. Diva merasa tak enak dengan jawaban Mama nya. Diva takut, Wiliam beranggapan jika orang tua nya memandang status sosial.
Berbeda dengan Aksa, ia justru berpikiran jika memang ada sesuatu dengan Diva dan Wiliam. Karena sering Andini Mama nya Aksa mengajak berbicara, namun Diva hilang konsentrasi, membuat Andini perlu mengulang lagi pembicaraan nya.
Sampai pukul sebelas, Andini berada di rumah Diva. Namun tidak ada tanda tanda kedekatan Aksa dan Diva, membuat Andini sedikit kecewa.
" Aksa, apa kamu benar benar tidak ada perasaan dengan Diva ? " tanya Andini
" Ma... sudah aku bilang, aku sudah menjalin hubungan dengan Vania, dan kami serius. " jawab Aksa
Andini memilih diam, ia akhirnya hanya bisa pasrah, dan tidak mau memaksakan kehendak, karena terlihat juga jika Diva tidak mempunyai perasaan pada Aksa.
Pagi hari Wiliam menjemput Diva di halaman saja. Ia tidak ikut masuk, saat Art menawarkan sarapan bersama. Wiliam memang seperti sudah benar benar menjaga jarak.
Diva masuk ke dalam mobil, tapi kali ini Diva naik di depan. Biasanya Diva duduk di belakang dan bersiap tidur, tapi ia ingin menjelaskan pada Wiliam, makan nya ia duduk di depan.
" Will.... "
" Sudahlah Diva. Jangan membahas kemarin, aku baik baik saja. " ucap Wiliam
" Tapi -----"
" Diva, jika kamu ingin aku tetap bekerja dengan mu, jangan membahas masalah kemarin. " kata Wiliam
Entah mengapa, Wiliam sudah benar benar berbeda. Ia lebih sensitif dan dingin. Sama seperti saat mereka belum terlalu dekat.
Diva diantar sampai di bioskop. Wiliam menunggu Diva di mobil saja, membiarkan Diva beraktivitas dengan pekerjaan nya. William masih merenungi takdirnya, haruskah berjuang atau berhenti dan mengubur cinta nya yang belum ia ungkapkan.
Bantu dukung Author dengan cara Like, Favorit, komen, Gift juga Vote kalian ya.... ♥️♥️♥️
__ADS_1