
Sudah tiga hari Diva di kurung di dalam kamar. Diva yang semula masih berteriak teriak minta di bukakan pintu, Sekarang sudah lemas tak berdaya, dan mulai berdamai dengan keadaan.
Diva melamun di balkon rumah nya, ingin rasanya ia melompat turun, tapi takut. Lagi pula rumah nya sudah di jaga oleh beberapa pengawal dadakan.
Kini Diva hanya bisa pasrah. Semua orang terdekat nya sudah dialihkan pekerjaan oleh Tuan Arysad. Wiliam sudah bekerja di Perusahaan Diva sebagai direktur Keuangan sekaligus pemasaran. Sedangkan adik nya Deandra di sibukan dengan kuliah baru nya. Ia tidak di ijinkan oleh Ayahnya untuk bertemu kakak nya sebelum Kakak nya menikah. Hanya Mama nya yang setiap malam mendatangi Diva. Hanya saja sang Mama tidak mau menuruti keinginan nya, agar memundurkan acara pernikahan ini.
Malam ini Mama Diva menemui Diva di kamarnya, ia memberitahukan jika besok ia bersama Ayahnya akan membawa Diva ke suatu tempat. Tak ada jawaban dari mulut Diva. Karena sudah tiap malam ia memohon pada Mamanya agar membantu nya kabur, namun mama nya tidak mengijinkan. justru Mama nya mengancam akan mempercepat prosesi pernikahan jika Diva berani kabur.
Pagi ini, Semua sudah siap. Ini adalah hari pertama Diva keluar kamar setelah tiga hari tiga malam di kurung, bagai burung dalam sangkar, yang kemudian terlepas. Diva sangat bergembira bisa keluar.
Sampailah Diva di sebuah tempat, Diva melihat sebuah bangunan megah berdiri kokoh, banyak tanaman bunga di sekitar halaman membuat rumah itu terlihat sangat asri.
" Rumah siapa ini Ma, bagus sekali. " tanya Diva
" Nanti kamu juga akan tahu. " jawab Mama Diva sambil menarik tangan Diva agar segera ikut masuk, karena terlihat Diva sangat mengagumi rumah ini, tanpa ada pergerakan jalan.
Senyum Diva berlahan memudar ketika melihat satu keluarga sudah berada lebih dahulu di dalam rumah duduk di ruang tamu yang sangat besar
Andini Mama Aksa datang menghampiri Diva dan memeluk nya. Benar keluarga Aksara semua ada di sini. Mulai dari Mama Andini, Papa Surya, juga Ania dan Arya, tak ketinggalan kedua anak Ania, Arran dan Amoora
" Sayang, kamu sekarang kurus sekali. " ucap Andini, yang melihat Diva terlihat lebih kurus. Diva hanya tersenyum kecut.
" Selamat datang di rumah barumu Diva. " sambut Ania kakak dari Aksara.
" Rumah Baru??? " tanya Diva bengong tak mengerti.
__ADS_1
" Ya,, karena semua berdebat ingin memberi hadiah pada pernikahan kalian sebuah rumah, akhirnya Kami semua sepakat membuatkan rumah baru untuk kalian sebagai hadiah. Bagaimana apa kamu menyukainya?? " tanya Ania
Diva memandang Mama juga Papa nya, ada seribu kata yang ingin Diva ungkap, namun apa pantas di depan keluarga Aksara langsung.
" Aku punya apartemen sendiri Ma, kita akan tinggal di apartemen milik ku nanti. " jawab Aksara, yang ternyata juga baru mengetahui niatan mereka.
" Tidak, Kami akan tinggal di Apartemen milik ku. Aku bahkan sudah menyiapkan semuanya. " jawab Diva juga. Ia tidak mau tinggal di Apartemen milik Aksara. Diva tahu, pasti nantinya Aksara akan memperbudak dirinya jika di Apartemen milik Aksara. Seperti di kebanyakan Novel yang ia baca.
" Itulah kenapa, kalian harus tinggal di rumah ini. Kami sudah menjual apartemen milik kalian berdua, untuk membuat rumah ini. Lagi pula biaya Pernikahan kalian sangat mahal, jadi tidak cukup untuk membiayai, terpaksa aku menjual apartemen milik mu Diva. Bukan kah kamu ingin pernikahan yang sangat mewah, seperti impian impianmu? " ungkap Arysad
" Pa....... Kamu punya perusahan di tujuh negara. Hanya untuk membiayai pernikahan ku, Papa tidak mampu ??? Memang Papa menggelar pernikahan di atas awan? " protes Diva
" Lagi pula kenapa Papa tidak tanya pendapat ku. Aku membeli Apartemen itu dari hasil keringatku sendiri. " gumam Diva yang masih bisa di dengar oleh semua keluarga.
" Acara pernikahan kalian akan di gelar di sini, selama tujuh hari tujuh malam disini. Sebagai syukuran atas jadinya rumah ini, juga untuk perayaan pernikahan kalian" terang Ania.
Pada akhirnya semua sepakat, acara di gelar dua hari dua malam saja.
" Aksara, kenapa kamu diam saja. Bukankah kamu menolak menikah dengan ku. Tapi kenapa kamu diam saja seolah pasrah? " ketus Diva saat mendapati mereka hanya berdua, Karena para orang tua mereka sedang membahas, tata letak dekorasi rumah nantinya saat pesta. Diva tidak tahu, jika di sana ada Ania di belakang yang mendengar.
" Memang aku harus bagaimana?? Harus berteriak teriak tak jelas seperti dirimu?? Membuang tenaga tak berguna saja. " jawab Aksara pergi meninggalkan Diva begitu saja.
Diva semakin jengkel dengan Aksara seolah memang menghendaki pernikahan ini. Yang pada dasar nya memang Aksara menghendaki, sesuai permintaan Arya, ia akan menjalani rumah tangga dengan Diva selama satu tahun.
Diva mengepalkan tangan erat, kemudian ia terkejut karena Ania memegang lengan nya dari belakang.
__ADS_1
" Kak Ania ?? " ucap Diva tak enak hati. Bagaimana pun ia tidak mau terlihat sangat mencolok jika tidak menginginkan pernikahan ini.
" Aku akan mengantar ke kamarmu sementara. Ayo ikut aku." ucap Ania, karena kedua anak nya ikut Arya, membuat Ania ingin berbicara dari hati ke hati dengan Diva.
Diva menurut mengikuti Ania di belakang nya. Sampai pada sebuah kamar di lantai dua, sebelah tangga Ania membuka pintu nya.
Diva melihat kamar itu sangat luas, dan sangat bagus. Tata letak ruangan yang sangat rapi, bahkan sebuah walk in closed pun ada di dalam kamar tersebut.
Tak ayal Papa nya memberitahukan jika membuat rumah ini dengan menjual apartemen milik nya juga milik Aksara, karena kemewahan rumah ini tidak sebanding dengan apartemen milik kedua nya.
Ania duduk di sisi ranjang berukuran size King. Sedangkan Diva masih berdiri .
" Jika aku melihatmu, aku seperti melihat diriku sewaktu muda Diva. " terang Ania membuka percakapan.
Diva ikut duduk di samping Ania, dan menghadap ke arah Ania.
" Benarkah? Aku tidak sebanding dengan Kak Ania. Kak Ania sangat cantik, dan juga sangat beruntung mempunyai suami yang sangat mencintai kak Ania. " jawab Diva
" Hahaha...... "
Ania justru tertawa mendengar penuturan Diva.
" Kenapa Kak Ania tertawa?? Apa ada yang lucu ?? " tanya Diva tak mengerti
" Kamu juga sangat cantik Diva, lebih cantik dari ku, karena kamu terawat. Sedangkan Arya ?? Kami menikah juga atas dasar perjodohan Diva. " ungkap Ania
__ADS_1
" Benarkah?? Tapi pasti Kak Arya sudah jatuh cinta pada Kak Ania dulu. Dan tidak searogant ------ Ups !!! " Diva keceplosan menjelekan Aksara di depan Ania, yang nota bene adalah kakak kandung Aksara.
" Sama persis Diva !!! Arya juga sangat Arogant. Bahkan ia juga pernah membawa wanita, mantan kekasihnya terdahulu ke rumah kami, tepat setelah kami menikah. " ucap Ania memberitahukan kisah hidup nya dahulu.