Aksara Diva

Aksara Diva
Bab. 40 Emosi Diva 2


__ADS_3

" Aksara........."


Diva berteriak seraya menangis tersedu sedu, tak lupa ia melemparkan satu per satu sendal jepit itu kepada Aksara, dan Aksara berusaha menghindari setiap lemparan dari Diva.


" Sembilan puluh juta ku melayang di jalan, dan di ganti barang rongsokan seperti ini... Huuuuhuuu " Diva terus saja melempar sendal itu satu persatu, sembari menangis seperti anak kecil.


Diva tidak menyangka, jika Aksara mempermainkan nya.


" Dan kau.....Asisten sialan.... !!Beraninya kamu membawa sendal banyak seperti ini ke kamar ku, sampai mengotori kamarku. Kamu pikir aku pengoleksi sendal jepit. " kata Diva dengan mengalihkan pandangan dan lemparan sendal itu pada Alex. Yang langsung di hindari oleh Alex.


" Kau itu seharusnya bersyukur....satu sendalmu ku buang, namun aku berbaik hati membelikan seratus pasang ganti sendal. " ucap Aksara


" Bersyukur katamu !!! Apa kau gila. Satu sendalku seharga sembilan puluh juta. Sedangkan sendalmu hanya sembilan ribu perpasangnya. Jika dikalikan seratus, itu hanya bernilai sembilan ratus ribu. Jadi berapa puluh juta uang ku yang melayang. " ucap Diva kembali memberi lemparan sendal pada Aksara.


Diva membuang satu persatu sendal itu pada Aksara dan Alex secara bergantian. Sampai sendal itu berserakan di lantai, tak beraturan . Ia begitu syok, karena Aksara membelikan sendal swalow, yang tertera di bandrolnya seharga sembilan ribu rupiah.


" Lagi pula, kenapa hanya untuk sendal yang kegunaan nya di injak injak saja, sampai harus mengocek uang senilai puluhan juta." ucap Aksara membela diri.


" Kamu pikir aku tidak tahu harga sepatu Air Jordanmu itu senilai berapa?? Jaket Hoodie dari Gucci mu seharga berapa?? Jangan kira aku bodoh, tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang kw ya !! " Diva semakin tersulut emosi.


Sedangkan Aksara hanya bisa diam, karena ia sendiri juga memakai pakaian yang harganya senilai ratusan juta. Jika di bandingkan dengan Diva, itu tidak ada seperempat nya. Aksara juga tidak menyangka jika diam diam Diva memperhatikan penampilan nya. Bahkan sampai Diva tahu merk apa yang ia kenakan.


" Dan Kau Asisten sialan, kamu harus bertanggung jawab terhadap Tuan mu. Cepat carikan kembali sendal milik ku, sebelum aku mengulitimu hidup hidup." ucap Diva dengan pandangan tajam,tak lupa memberi lemparan sendal jepit lagi pada Diva.


" Tapi Nona.... "


Alex yang semula ingin mengelak, kini harus menuruti keinginan Diva, karena ternyata Aksara pun sependapat dengan Diva, meminta dia kembali ke taman untuk mencari sendal Diva.

__ADS_1


" Alex.... " panggil Diva, saat melihat Alex sudah membuka pintu kamar milik Diva, dan alex pun berbalik, berharap Diva berubah pikiran dan membiarkan dirinya untuk pulang menikmati liburan.


" Jangan kembali dengan tidak membawa sendalku. Jika sampai tidak ketemu, maka kamu yang harus mengganti uangku sembilan puluh juta. Ingat Alex.... Sembilan puluh juta !!! " ucap Diva


Alex menelan ludah dengan susah, ia merasa tenggorakan nya sangat kering, sehingga air liur nya tidak bisa tertelan dan seperti tertahan di tenggorokan, mendengar penekanan dari Diva yang menginginkan dirinya, bertanggung jawab atas kesalahan Tuan nya.


Alex segera memilih pergi, setelah Diva mengibaskan jemari tangannya, agar Alex segera keluar.


" Kenapa kamu melihatku seperti itu?? " ketus Diva pada Aksara, karena Aksara melihatnya dengan pandangan yang sulit diartikan, ketika Alex sudah keluar kamar.


" Aku hanya heran saja. Seorang Diva, Putri dari Tuan Arysad, yang katanya Artis papan atas. Hanya sebuah sendal saja, jadi permasalahan yang sangat besar. " ucap Aksara meremehkan.


" Kamu kira uang sembilan puluh juta itu sedikit. Walau aku bisa membeli lagi, tapi alangkah sayangnya, jika uang sebesar itu harus terbuang sia sia. Bagaimana pun aku selalu menghargai setiap jerih payah uang yang aku gunakan. Karena aku mencarinya dengan tenaga dan pemikiran yang berat. " ucap Diva tegas


" Bilang saja kamu pelit. " ejek Aksara


" Jadi kamu menagih janji nafkah dari ku?? " ucap Aksara yang memajukan wajahnya mendekati wajah Diva,membuat Diva kikuk.


Diva segera meraih bantal, dan mendorongnya ke wajah Aksara agar menjauh sejauh mungkin dari hadapan nya.


" Bukan nafkah seperti itu yang ku minta. Dasar Pria mesum !! kata Diva masih dengan mengatur perasaan tak menentu nya.


Aksara menautkan alisnya, secara berucap seolah meremehkan.


" Memangnya aku menyentuh apamu, sampai mengatakan aku Pria mesum, Kamu saja yang berpikiran kotor mengarah memikirkan itu. Jangan berharap lebih, karena aku tidak tertarik menyentuh tubuh kurus mu " ucap Aksara


" Aku juga tidak sudi kau sentuh. Pergi...... " ucap Diva sakit hati dengan ucapan Aksara yang mengatakan tidak tertarik menyentuh tubuh Diva. Entah mengapa Diva merasa panas saat Aksara mengatakan tidak tertarik dengan dirinya, saat itu pula Diva teringat ucapan Aksara pada Vania, jika Aksara akan menceraikan Diva dalam waktu satu tahun.

__ADS_1


" Pergi.... !!! " ucap Diva seraya melemparkan bantal yang ia pegang tadi, karena sendal seratus pasangnya sudah habis berserakan di lantai kamar.


Aksara memilih pergi dari pada meladeni Diva yang sedang emosi. Lagi pula tubuhnya merasa lengket karena berkeringat habis olah raga.


Setelah pintu kamarnya tertutup, Diva berancang ancang ingin berbaring, dan menetralkan pikiran nya yang emosi. Diva bingung dengan sikap Aksara yang berubah ubah. Sejak tadi Diva di perlakuan lembut oleh Aksara, saat kakinya Kesleo. Namun di menit berikutnya Aksara sudah merubah sikapnya dengan sikap meremehkan dan tak menginginkan dirinya. Diva ada merasa kecewa dengan sikap Aksara yang tak menginginkan dirinya.


" Tunggu..... Kenapa aku kecewa?? "


"Jangan bilang..... "


" Tidak..... tidak. Ini salah. "


" Ini tidak boleh terjadi. Ingat Diva kalian akan bercerai, jadi jangan mencoba membuka hati untuk Pria menyebalkan itu. " ucap Diva yang sejak tadi berbicara sendiri.


Disaat Diva perang dengan perasaan nya sendiri, ia melihat panggilan ponselnya, disana tertera nama Wiliam.


" Apa ???? Apa kamu juga akan memarahiku dan meremehkan aku juga?? " tanpa salam,Diva membentak Wiliam dari sambungan telepon. Amarahnya ia luapkan pada seseorang yang seharusnya marah terhadapnya. Tapi kini dunia terbalik, jadi yang bersalah lah yang menang dan berhak marah.


" Kenapa dengan mu Diva? Seharusnya akulah yang memarahi mu. Bukan dirimu. " kata Wiliam


" Kamu Tahu.... Bla.....bla....bla.... "


Diva pun menceritakan a sampai z semua pertengkaran dengan Aksara, sampai ia menceritakan kakinya yang kesleo dan sendal kesayangan nya di buang Aksara.


" Lalu bagaimana dengan kakimu sekarang? " tanya Wiliam


" Kakiku sangat sakit Wiliam. Bisakah kamu kemari dan membantu Alex mencarikan sendal kesayangan ku. " kata Diva seperti anak kecil yang merayu meminta permen pada ibunya.

__ADS_1


__ADS_2