Aksara Diva

Aksara Diva
Bab 12 Jalan keluar


__ADS_3

Terlihat api kemarahan dari wajah Diva mendengar penuturan dari Aksara.


" Dia pikir dia siapa, berani menghinaku di depan orang ku. " batin Diva dengan tatapan sadis.


" Sudahlah Diva, apa yang dikatakan Tuan Alex ada benar nya. Jika kamu mengaku itu tidak sengaja, justru akan bernilai buruk tentang diri mu. " ucap Wiliam.


" Tapi tidak seperti -------- "


" Ada penolakan. " potong Aksara yang membuat ketiga orang itu menatap Aksara dengan tatapan penuh tanya, tapi berbeda dengan Diva, dia semakin panas mendengar setiap jawaban Aksara, Diva melihat Aksara penuh kebencian.


" Memang benar bukan?? Di foto itu tidak terlihat seperti ada penolakan dari Diva. Dia seperti sedang menikmati ciuman itu. " jawab Aksara melihat enteng, membuat Alex semakin tak mengenal Aksara lagi.


Sikap Aksara sangat berbeda dengan sebelum nya. Selama ini, Aksara selalu dingin pada Wanita, ia akan rame jika bersama dua wanita saja. " Ania kakak nya juga Andini Mama nya." Selain dua wanita itu, Aksara akan terlihat lain, sekalipun bersama Vania.


Alex merasa, Aksara memperlakukan Vania sama pada wanita lain. Walau Aksara selalu menyangkal jika ia tulus mencintai Vania, namun Aksara tidak menunjukan hal yang romantis. Seperti berciuman atau bahkan berpegangan tangan pun tidak. Mereka sering sekali jalan berdua, namun selalu membahas bisnis, layak nya bersama seorang klient.


Alex pikir, kejadian ini semua adalah rekayasa saja. Jika adegan ciuman itu hanya di buat settingan, agar menaikan popularitas Diva. Sehingga dalam peluncuran iklan Parfume kerja sama mereka, akan membuming dan berhasil.


Tapi sekarang Alex mendengar sendiri jika Aksara benar benar mengakui mencium Diva. Jauh dari ekspektasi Alex selama ini, Aksara melakukan tindakan di luar nalar menurut nya.


" Tak salah lagi, Tuan Aksara mulai bisa jatuh cinta. " batin Alex


William menatap Diva, sedangkan Diva di buat panik. Bukan panik, lebih tepat nya malu mengakui jika ia tidak menolak ciuman Aksara.


Tapi lain dengan pemikiran Aksara, ia melihat Diva ketakutan karena terbongkar di depan Wiliam, jika mereka benar ciuman dan tanpa ada penolakan dari Diva.


" Bagus, sekarang bagaimana kamu menjelaskan pada kekasihmu, jika kamu tertangkap berciuman dengan ku, bahkan kamu tidak menolaknya. " batin Aksara dengan tersenyum melihat Diva terpojokan. Karena pada dasarnya Aksara senang jika melihat Diva kesusahan.


" Wiliam, Aksara menciumku tanpa permisi. Dan semua itu berjalan begitu cepat tanpa aku bisa berpikir jernih. bagaimana aku bisa menolak, jika serangan itu begitu mendadak. " jawab Diva membela diri


" Jadi, kamu mengharap ciuman itu berlangsung lama?? " potong Aksara sontak membuat Diva semakin tersulut emosi.

__ADS_1


" Kamu ---------- "


Tok .....Tok......Tok !!!!


Belum sempat Diva melanjutkan pembicaraan, ia di hentikan karena terdengar pintu ruangan yang di ketuk dari luar.


" Maaf Tuan, ada banyak wartawan yang menunggu di bawah, menganggu ketenangan. Mereka ingin kejelasan, dan meminta waktu Anda sebentar untuk konfirmasi. Mereka mengatakan, ingin minta konfirmasi dari aktris Diva, namun tidak di temukan keberadaan nya. " ucap Riana sekretaris Aksara.


Alex menganggukan kepala dan menyuruh Riana untuk kembali di tempat, masalah ini akan ia selesaikan secepatnya.


" Bagaimana mereka menemukan ku, jika aku saja di sini. " ucap Diva


Wiliam menatap Diva, seolah mencari jawaban.


" Kenapa?? " Diva yang di tatap pun seolah di cecar, membuat emosi Diva semakin meningkat.


" Bagaimana ?? kamu bisa kan, menyetujui saran dari Tuan Alex. " tanya Wiliam


" Terserah kau saja lah, aku sudah cukup pusing, tak sanggup jika untuk berpikir. " jawab Diva mulai frustasi karena di kejar para awak Media.


" Biar kami siapkan. Ada keluaran terbaru dari brand Glory kami. " jawab Wiliam


" Tidak !! Aku mau memakai cincin dari Grace Group. " ucap Aksara


" Tidak bisa !!! Aku hanya akan memakai cincin dari brand milik ku. Jika kamu tidak setuju, aku akan bilang pada Vania, jika kamu bersikap mesum padaku. " ucap Diva meninggi, dengan berdiri di ikuti ketiga Pria itu yang ikut berdiri.


" Mesum... ??? " gumam Alex juga William bersamaan.


Wiliam menatap Diva tak mengerti, baru semalam ia lepas dari pengawasan nya, seolah sudah banyak kejadian yang tidak ia ketahui.


Sedangkan Alex merasa semakin heran, bagaimana bisa seorang Aksara berbuat mesum pada Diva, karena pada kenyataan nya, Aksara selalu dingin pada wanita mana saja.

__ADS_1


Saat kedua Pria itu saling berpikir apa yang terjadi diantara Aksara dan Diva, Aksara mengeluarkan suara nya.


" Aku berbuat Mesum pada mu?? Jelas jelas kamu yang menghampiri ku, dan memperlihat kan --------- "


Dengan cepat Diva menghampiri Aksara, dan membungkam layak nya Aksara, membungkam mulut nya semalam.


Diva sangat ketakutan, jika seandainya Aksara memberitahukan pada kedua Pria di hadapan nya. Jika sesungguhnya dia juga yang bersalah. Karena Diva yang malas untuk menaiki tangga, ke kamar nya yang berada di lantai dua, tanpa berpikir panjang Diva hanya mencari tempat yang gelap dan sepi untuk membenarkan gaun nya yang agak merosot ke bawah, dan bra nya yang ikut turun.


Deg......


Ada sebuah debaran yang Aksara rasakan, saat Diva menempelkan tubuh nya pada dada bidang nya karena berusaha membungkam mulut nya.


Aksara pun membalas menggigit telapak tangan Diva, layak nya ia di gigit semalam.


" Aw....... Apa kamu seekor Anjing? Mengapa menggigitku !! " Diva melepaskan tangan dan mengibaskan nya.


" Berarti kamu semalam juga Anjing jadi jadian. Kenapa kamu juga menggigit ku, sekarang aku hanya membalas nya pada mu. " ucap Aksara enteng.


" Menggigit ??? " gumam Alex juga William semakin tak mengerti apa yang terjadi dengan atasan mereka masing masing. Semakin mereka mendengarkan perdebatan kedua atasan nya, mereka di buat semakin tak mengerti dan seperti orang bodoh.


Sedangkan Diva di buat ternganga, Diva tak menyangka Aksara dengan tidak tahu malu nya, mengumbar aib mereka semalam. Ia akhirnya duduk kembali dan memijat pelipis kepala nya.


Diva benar benar merasa aliran darah nya ikut mendidih setiap melihat wajah Aksara yang seolah meremehkan.


" Terserah kamu saja. Aku akan diam saja. " jawab Diva akhirnya mengalah. Berdebat dengan Aksara percuma, tidak akan pernah menang pikir Diva.


Aksara menyunggingkan senyum nya. Ia benar benar puas bisa mengalahkan Diva, dan mau tunduk terhadap nya.


" Diva.... ??? " panggil Wiliam, namun dengan nada seolah sedang bertanya, ' Ada apa sebenarnya' . Diva tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari nya sebelum nya.


" Sudah lah Will, kamu jangan ikut mencecarku juga. Aku sudah cukup merasa gila berdekatan dengan Aksara. Kamu jangan ikut ikutan membuat ku benar benar menjadi gila sungguhan. " jawab Diva masih memijat pelipis kepala nya.

__ADS_1


Bersambung..........


Author Minta dukungan Like, komen, Gift, juga Vote kalian ya...🥰🥰🥰. Bagi yang belum masukan di daftar Favorit bisa di tekan tanda Love nya ya.... Semoga hari kalian menyenangkan ♥️♥️♥️


__ADS_2