Aksara Diva

Aksara Diva
Bab. 14 Sandiwara Cinta


__ADS_3

" Vania tidak akan melabrak sembarang orang. Vania adalah wanita yang dewasa. Tidak seperti dirimu, yang selalu marah meledak ledak tanpa tahu malu. " ucap Aksara


Diva kali ini memilih bungkam, dari pada bertambah runyam, karena sebentar lagi acara konferensi pers akan segera di mulai.


Pukul satu tepat, mereka memasuki ruangan yang sudah di persiapkan. Banyak wartawan yang kaget karena mereka akan mendapatkan berita ganda. Dari Diva sekaligus dari Aksara


Diva di pegang pinggangnya oleh Aksara, layak nya sepasang kekasih. Diva hanya bisa pasrah, tidak mungkin ia marah di depan para awak media. Sedangkan Aksara memang sudah berencana akan mengambil kesempatan ini, tanpa ia tahu masalah apa yang akan terjadi setelah ini.


" Diva, bisakah kamu menjelaskan tentang berita yang beredar. Dan apa hubungan mu dengan Tuan Aksara Widana Pratama? " tanya salah satu wartawan setelah proses acara di mulai.


Diva dengan tersenyum semanis mungkin pada Aksara, yang membuat jantung Aksara tiba tiba berhenti berdetak.


Deg......


" Manis juga ternyata gadis ini. " batin Aksara, baru pertama kali ia mendapat senyum langsung dari Diva, walaupun itu hanya sebatas sandiwara.


" Aksara adalah Tunangan ku. Maaf sebelumnya, jika saya tidak memberitahukan pada teman teman. " ucap Diva dengan sedikit malu malu yang di buat buat.


" Bagaimana awal bertemu kalian? " tanya wartawan lain


" Kami bertemu karena pertemuan keluarga, kebetulan orang Tua Aksara, adalah teman orang tua saya. Jadi Aksara langsung mengutarakan niatnya untuk mengikat saya. " jawab Diva melirik Aksara dan ternyata Aksara hanya tersenyum


Setelah menjawab beberapa banyak pertanyaan, acara pun di sudahi.


" Aku sedari tadi melihat Tuan Aksara diam saja, apa ini semua hanya settingan saja. " celetuk salah satu wartawan.


" Ini adalah cincin pertunangan kami, saya desain khusus, satu bulan yang lalu saat saya mengambil alih Glory Company. Jadi tidak mungkin saya main main dalam hal ini. " ucap Diva sambil menunjukan jari nya di ikuti Aksara yang mengangkat tangan di samping tangan Diva.

__ADS_1


" Bisakah kalian berpose, kami akan mengambil gambar, untuk penutup acara ini. " ucap Wartawan


Diva pun melingkarkan tangan nya di pundak Aksara, membuat Aksara terkejut, ternyata Diva begitu berani. Aksara pun akhirnya ikut tersenyum renyah karena menutupi kegugupan nya. Senyum yang dibuat Aksara murni dari luapan perasaan nya. Berbeda dengan Diva, senyum nya palsu karena terpaksa. Ia merangkul pundak Aksara hanya untuk memperlihatkan Cincin pertunangan mereka, agar terlihat nampak bukan rekayasa.



Proses acara pun selesai, Diva diajak kembali ke ruangan Aksara. Diva masih memijat pelipis kepalanya. Ia masih berpikir apa jalan yang ia tempuh adalah jalan benar. Banyak sekali telepon panggilan yang masuk di ponsel William, membuatnya sibuk menjawab setiap pertanyaan dari Management yang mencari tahu kejelasan mereka.


" Diva ... Ini baru acara pertunangan mu. Bagaimana jika acara pernikahan mu?? Pasti akan lebih menyiksaku. " ucap Wiliam yang menggerutu karena di sibukan dengan telepon para Management juga rekan kerja Diva.


Diva tak menjawab, ia masih memikirkan cara untuk memutuskan pertunangan ini.


Sedangkan Aksara mengerutkan keningnya, menangkap jika Wiliam tersiksa dengan acara pertunangan mereka, karena dalam pikiran Aksara, Wiliam sangat mencintai Diva.


" Sudahlah Will, kamu terima saja dulu. Bukankah tadi juga kamu yang menyetujui nya, tinggal kamu atur bagaimana cara memutuskan pertunangan ini nanti nya. " jawab Diva merapikan diri. Ia akan pergi karena di rasa para wartawan sudah tidak berkeliaran.


Ada rasa tidak terima dalam diri Aksa, karena Diva dengan segera akan memutuskan pertunangan mereka.


Sebuah pintu ruangan Aksara terbuka dengan paksa begitu saja.


Dan tiba tiba........


" Awuwwwww........ Tolong Aku William !!!! " ucap Diva merintih kesakitan, karena Vania begitu melihat Diva di ruangan Aksara, segera datang menghampiri lalu menjambak rambutnya begitu saja setelah masuk.


" Dasar wanita murahan... !!! Apa kamu tidak terima juga tidak bisa melihat saat di pertemuan makan malam kita. Aksara itu kekasihku, bagaimana bisa kamu merebut nya begitu saja. " ucap Vania emosi.


William segera menghentikan dan melindungi Diva di bawah pelukan nya, begitu juga dengan Alex, ia memeluk Vania dari belakang, agar tangan nya berhenti melukai Diva.

__ADS_1


Sedangkan Aksara??


Ia justru hanya jadi penonton dengan pandangan dingin. Ia merasa tidak terima, kenapa Diva di saat genting selalu memerlukan perlindungan dari Wiliam, kenapa Wiliam orang yang pertama diva panggil.


Setelah beberapa saat pertengkaran kedua wanita cantik itu berlangsung. Alex berhasil menduduk kan Diva di sofa. Sedangkan Diva masih berlindung di bawah pelukan Wiliam, belum berani menampakan wajah nya yang berantakan karena ulah Vania. Bahkan terdengar isak tangis dari Diva didalam pelukan Wiliam.


" Maaf Nona Vania, ini hanya salah paham. " ucap Alex setelah beberapa saat, setelah melewati proses penenangan diri Vania.


" Salah Paham Bagaimana Maksutmu?? Jelas jelas di semua tivi sedang memberitahukan pertunangan ini. Bahkan aku sebagai kekasih tidak di beritahu sama sekali acara ini. " jawab Vania dengan nada menyolot


Diva tak bisa menjawab, ia masih syok dengan serangan Vania tiba tiba yang langsung mencakar juga menjambak diri nya begitu saja.


Aksara mulai mendekati Vania. Ia sendiri juga bingung dengan perasaannya. Di saat seperti ini, ia justru lebih memikirkan Diva yang terisak menangis di banding menenangkan Vania kekasih nya. Orang yang sudah ia perjuangkan dengan mengejarnya selama berbulan bulan. Sedangkan Diva adalah wanita yang sudah ia tolak dari beberapa tahun lalu, kenapa justru yang ingin ia peluk dan tenangkan saat ini.


" Aksa... Kenapa kamu diam saja?? Apa yang ingin kamu jelaskan? Dari kemarin kamu tidak menemuiku, tapi justru membuat berita seperti ini. Katakan jika dalam foto itu hanya settingan kalian kan?? " cecar Vania, ia sangat tidak percaya jika Aksara bisa melakukan ciuman bibir dengan Diva, sedangkan dia saja, tidak pernah ia sentuh atau sekedar bergandengan.


" Itu semua tidak sengaja. Itu karena Diva -------- " Aksara mencoba menjelaskan dengan menyalahkan Diva namun siapa sangka Diva berbalik dan memotong pembicaraan Aksara.


" Iya, ini semua settingan. Ini hanya dalam rangka menaikan popularitas ku, agar saat peluncuran parfum dari perusahaan Aksa bisa di terima masyarakat, dan meningkatkan nilai jual di pasaran. " ucap Diva dengan tenang, dan dengan melirik Aksara.


" Dasar Pengecut, beraninya akan menjelekan ku di depan kekasih mu. Kamu pikir kamu bisa menurunkn harga diriku. " batin Diva menatap tajam pada Aksara


Vania menatap Aksara lalu menatap Diva.


" Aku rasa Alex yang akan menjelaskan semua ini, karena dia lah sumber dari ide ini. Dan jangan lupa Tuan Alex, Anda harus membayar kerugian yang di sebabkan oleh ide mu. Baru kemarin aku creambath, tapi sekarang jadi kusut, terpaksa harus creambath lagi. Jadi tagihan nya akan masuk di tagihan Anda. " jawab Diva kembali angkuh namun tidak dengan nada emosi.


Alex hanya bisa menelan ludah dengan sangat susah, atas pemberitahuan Diva.

__ADS_1


Bersambung..........


Author Minta dukungan Like, komen, Gift, juga Vote kalian ya...🥰🥰🥰. Bagi yang belum masukan di daftar Favorit bisa di tekan tanda Love nya ya.... Semoga hari kalian menyenangkan ♥️♥️♥️


__ADS_2