
Hay..... Reader..... lanjut lagi Episode Aksara Diva♥️♥️♥️ setelah dapat surat cinta Dari Mimin, karena hampir sebulan tidak up date 🙈🙈🙈
Minta Dukungan kalian Semua, agar karya Aksara Diva masuk rekomendasi di Lapak Ntoon ya....😘😘😘
Diva membanting keras pintu apartemen nya. Sekuat tenaga ia berteriak menyalurkan emosi yang ia redam dari bawah tadi.
' Aaaarrrhhhhhhhh............!!!!! '
Diva jongkok dengan menjerit, kepalanya hampir pecah memikirkan orang seangkuh Aksa.
Diva berjalan mondar mandir dengan menggigiti ujung kuku nya. Ia sibuk memikirkan kemana ia akan kabur dari perjodohan ini. Padahal waktunya sudah sangat mepet. Bahkan Undangan juga sudah di sebar oleh pihak keluarga.
Capek mondar mandir, akhirnya Diva duduk di sisi ranjang. Ia berpikir lagi, alangkah malu nya keluarganya, jika ia kabur.
Namun jika ia tidak kabur, ia pasti akan jadi gila hidup bersama dengan Aksara. Tidak ada satu hari mereka bersama saja, sudah membuat ubun ubun Diva mendidih, apalagi setiap hari, ia satu atap dengan Pria Arogant itu, Diva bergidik ngeri membayangkan setiap hari mendapat kata kata pedas dari Aksa.
Diva bulat ingin pergi kabur, perkara ia akan di musuhi pihak keluarga Aksara, sudah tidak ia hiraukan lagi. Siapa suruh dulu Aksara juga kabur saat pertama di jodohkan dengan dirinya.
Sudah beres semua barang barang yang akan di bawa oleh Diva. Kemudian Diva membersihkan kan diri. Ia tidak mau melibatkan siapa pun, termasuk William pun tidak ia beri tahu.
Namun siapa sangka saat Diva membuka pintu, sudah ada orang kepercayaan Ayah nya yang sudah menunggu di depan pintu, seolah sudah menunggu Diva, dan mengetahui jika Diva akan kabur.
" Pak Robert?? Sedang apa di sini ?? "
Diva yang begitu terkejut, menanyakan keberadaan orang kepercayaan ayah nya, untuk apa di depan pintu apartemen nya.
" Tuan meminta saya menjemput Non Diva. Mari saya bantu membawa tas nya. " ucap Robert sambil mengambil tas pakaian Diva
" Tapi......... "
__ADS_1
Baru Diva mau membohongi Robert, ayah Diva pun menghubungi nomor nya.
" Silahkan di angkat Non. Tuan bilang, Non Diva harus mengangkat. " ucap Robert
" Dasar Pak Tua. Bagaimana aku mengelabuhi orang ini. Pak Robert orang yang sangat di percaya Ayah. " batin Diva sambil melihat Pria paruh baya yang umurnya sudah sekitar setengah abad lebih ini. Namun tubuh nya masih terlihat sehat dan gagah.
" Iya Pah...... " jawab Diva lemes
" Sayang... Pak Robert datang menjemput mu. Ingat tidak ada alasan untuk kata tidak. Kamu harus ikut. Jika tidak ikut, atau bahkan kamu berani kabur, Papa akan memberimu hukuman karena berani membuat malu keluarga. Papa janji akan langsung menikah kan kamu dengan Duda rekan kerja Papa yang sudah punya anak dua. Supaya kamu langsung jadi ibu dan bisa lebih dewasa. " ungkap Ayah Diva
" Tapi Paaa...... "
" No Tapi tapi.... Ini keputusan Papa Diva, karena undangan sudah terlanjur di sebar. Kamu harus menanggung konsekuensi, atas apa yang kamu buat. "
Papa Diva pun memutuskan panggilan secara sepihak.
Sampai di rumah, Diva langsung masuk, karena ia tidak bertemu dengan Mama juga Deandra di luar ruangan, Diva langsung menuju kamar.
Berbicara dengan Mama nya pun, Diva rasa percuma. Karena Mama nya pasti akan bersekutu dengan Papa nya, apalagi orang tua Aksara adalah teman baik Mama nya.
Diva langsung merebahkan tubuh nya di ranjang, ia telentang dan memandang langit langit. Ia membayangkan kejadian tadi siang, saat Aksara mengatakan ia tidak berharga. Diva kembali berteriak karena jengkel.
" Argggh......."
" Dia pikir dia siapa. Apa dia pikir aku sama dengan wanita wanita di luar sana. Mau menikah karena hartanya gitu. Aku Diva Lea Arsyad akan membalas mempermalukan mu Aksara. " gumam Diva sambil meremas sprei saking jengkelnya
" Aku akan membalasmu Aksa...... Kamu akan bertekuk lutut, bahkan bersujud mengemis cinta padaku Aksa. Lihat saja.... !!!! " Diva kembali berteriak teriak sambil ******* ***** sprei
" Aduh anak mami kenapa?? Kok teriak teriak. Jangan bilang kamu kesurupan. Div ..... Diva.... !!"
__ADS_1
Panggil Mama Diva berhambur mendekati Diva. Mamanya yang mendapat kabar dari suami tercinta nya, jika anak sulung nya pulang, segera mencari ke kamar Diva.
" Aku tidak kesurupan Ma. Tapi gilaaa...... Huhu... " Diva seperti anak kecil yang mainan boneka nya di rebut teman nya.
Diva kemudian duduk di sisi ranjang, di ikuti Mama nya, ikut duduk di sebelah nya. Keduanya duduk saling berhadapan.
" Diva, kamu sudah besar. Sebentar lagi kamu akan menjadi istri orang. Kamu harus bersikap lebih dewasa dong, jangan seperti anak kecil yang manja gini. " tutur Mama Diva membelai rambut panjang anak gadis nya.
" Ma... Apa tidak bisa pernikahan ini di undur? Diva belum siap Ma. " jelas Diva. Jika Diva mengatakan menolak pernikahan ini, pasti Mama nya akan tidak setuju.
" Sayang, Kamu sendiri ya mulai semua ini. Kalau kamu tidak buat skandal, juga tidak mengumumkan pertunangan, Papa pasti juga tidak akan sekeras ini. Kamu tahu Diva, sebenarnya Papa malu, kamu dan Aksara terlibat skandal itu. Banyak rekan bisnis nya yang menanyakan tentang kejadian yang sesungguhnya. Ini di Indo sayang, bukan di California tempat mu kuliah dulu. " jawab Mama Diva
" Di California pun aku tak pernah ciuman Ma. Suer !!! " ucap Diva sambil memperlihatkan dua jari nya keatas.
" I know. But Media tidak mau tahu sayang. Mereka pasti berasumsi jika kamu memang sudah biasa seperti itu. "
" So.... Kamu harus belajar dewasa. Kamu cantik Diva, dan Aksa juga tampan. Kalian sangat serasi sayang. Tidak ada salahnya menjalin hubungan yang halal dengan Aksara. Dia juga Pria yang tanggung jawab dan tegas sayang. Mama nyakin dia bisa membahagiakan kamu." ucap Mama Diva
" Tapi kami tidak saling mencintai Ma... !! Kami saling membenci. " terang Diva ngotot, menjelaskan ia akan sedih jika menikah dengan Aksara.
" Ingat Sayang, Benci dan Cinta itu Beda tipis. Siapa tahu kamu bilang benci, padahal hati kamu merasa hampa jika tidak bertemu dengan Aksara. Begitu juga Aksara, siapa tahu dia hanya malu mengakui, karena berani sempat menolak kamu dulu. Mama Diva justru menggoda anak nya.
" Ma... Diva serius. Plisss Ma, Mama ngerti Diva dong, kali ini aja. " Diva mengatup kan kedua tangan nya memohon Mama nya mau membantu merubah keputusan Papa nya.
" Diva.... Jika undangan belum tersebar. Dan tidak ada berita mungkin Mama mau membantu. Tapi ini semua demi nama baik mu. Kamu anak gadis, jika kamu tidak menikah dengan Aksara, Mama takut, jika ada yang mencintai mu, dia hanya akan mempermainkan kamu. Karena kamu begitu mudah ciuman dengan Pria seperti itu. " terang Mama Diva.
" Oke .. Fine. " ucap Diva kemudian kembali tidur telentang.
" Ingat sayang, Benci dan Cinta itu beda tipis. Percaya sama Mama. Kalian bisa saling mencintai, seperti Mama dulu sama Papa. " terang Mama Diva. Karena orang tua nya ternyata dulu menikah karena perjodohan juga. Namun mereka tidak saling menolak, mereka saling setuju setelah pertemuan diadakan.
__ADS_1