Aksara Diva

Aksara Diva
Bb. 64 Kecewa 3


__ADS_3

Diva menatap nanar kepergian Aksara, ia begitu kecewa dengan sikap Aksara. Di depan matanya, Aksara lebih memilih menarik tangan kekasihnya di banding dirinya yang statusnya lebih tinggi, yaitu seorang istri sah.


Mata Diva berkaca kaca penuh dengan luka, apa yang ia takutkan terjadi, jika Vania kembali maka Aksara akan menceraikan diri nya. Seperti sekarang, Aksara lebih memilih meninggalakn dirinya begitu saja di kerumunan orang kantor miliknya.


Begitu juga dengan Alex, ia lebih terkejut lagi. Selama ini ia sangat tahu jika selama ini Aksara lebih mencintai Diva, tapi pada kenyataannya justru Vanialah yang Aksara selamatkan. Alex masih di tempatnya dengan memegang jas yang belum sempat ia tukarkan ke dalam. Pandangan nya menatap Diva yang terlihat sangat terpukul. Alex sangat sakit melihat kesedihan Riva, walau ia sering di maki atau di kerjai Diva, namun ia tahu, jika Diva jauh lebih baik di banding dengan Vania.


" Alex.... " panggil Diva


" Iya Nona. " jawab Alex segera mendekat pada Diva, ia sigap menunggu perintah apapun yang Diva perintahkan.


" Jika kamu jadi aku, apa pantas Pria seperti aksa di perjuangkan ?? " tanya Diva masih dengan berkaca kaca


" Non Diva, Tuan Aksara sangat mencintai Anda. Percayalah pada saya. " kata Alex mencoba mendinginkan suasana.


" Bodoh !!! Jawaban bodoh macam apa itu. Jelas jelas dia pergi bersama kekasih nya, kamu bilang mencintaiku. " jawab Diva sekarang tidak lagi sedih, namun berubah menjadi sebuah emosi.


" Tapi Nona, saya sangat memahami Tuan. " kata Alex menyakinkan, walau dirinya sendiri sebenarnya juga ragu dengan keputusan Aksara pagi ini.


" Jika kamu sangat memahami, kenapa tidak kamu peristri saja Tuan mu yang bre**sek itu. Ingat Alex, Aku akan membuat Tuan mu merasakan sesak, melebihi rasa sesak yang aku rasakan saat ini. Jangan panggil aku Diva, jika aku tidak bisa membuktikan ucapan ku ini. " kata Diva


" Bango tua mau bersaing dengan angsa muda. " tambah Diva dengan membalik badan

__ADS_1


Diva menatap Emyra yang juga sedang menatap dirinya, entah kenapa emosinya bertambah naik ketika melihat wajah Emyra.


" Dan Kamu.... " kata Diva dengan mendekat pada Emyra


" Lihatlah Tuan yang kamu banggakan, sangat tidak perduli denganku. Dia lebih perduli dengan kekasihnya, jadi mulai sekarang kamu sopiri dan ikuti kekasihnya, jangan saya. " kata Diva dengan mendorong tubuh Emyra.


Karena tubuh Emyra yang tak seimbang, atau tenaga Diva yang penuh amarah, hanya dengan sedikit dorongan saja tubuh Emyra terjungkal ke bawah, tanpa menolong Diva pergi berlari begitu cepat dan masuk ke mobil lalu menutupnya dengan kencang, di ikuti Alex dan Emyra yang mengejarnya. Karena Alex menolong Emyra yang jatuh terlebih dahulu, membuat Alex tidak bisa menahan Diva yang masuk ke mobil.


Alex menggedor pintu mobil Diva agar di buka, namun bukannya di buka, Diva justru menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat Alex semakin ketakutan. Ia takut terjadi sesuatu dengan Diva. Begitu juga dengan Emyra ia begitu panik, ketika Diva mengendarai mobil sendiri.


Alex segera mengambil salah satu kendaraan milik teman nya yang baru saja datang, ia bahkan langsung mendorong teman nya itu dan ia segera naik menyusul Diva di ikuti Emyra yang ikut masuk ke mobil.


Diva merogoh ponselnya yang sejak tadi berbunyi, ternyata dari Sekretaris nya yang memberitahukan, jika Tuan Richard ingin bertemu di salah satu Coffe shop XX yang kebetulan tempatnya tidak terlalu jauh dari lokasi Perusahaan Aksara.


Alex yang sedang mengendarai mobil, merogoh jas nya dan mencoba menghubungi Aksara.


" Kenapa Alex ?? " jawab Aksara dari sambungan telepon


" Tuan, Nona Diva mengendarai mobil sendiri dengan kecepatan tinggi. Seperti nya Nona sangat emosi. " kata Alex sambari m eengemudi


Ckitttttttt.......

__ADS_1


Aksara mengerem mobilnya mendadak, di tatap wanita sebelahnya, barulah ia sadar jika yang duduk di sampingnya sejak tadi adalah Vania. Aksara mengusap wajah nya kasar. Ingin rasanya ia mendorong tubuh Vania keluar dari mobil sekarang, namun ia lebih mementingkan keadaan Diva sekarang.


" Bagaimana bisa. Kemana Emyra ?? " tanya Aksara mulai menyalahkan Emyra karena lalai pada tugasnya. Padahal dia sendiri saja menarik tangan istrinya sampai tertukar tidak menyadari, namun anak buahnya tidak boleh melakukan kesalahan, egoise memang.


" Emyra tadi di dorong Nona, sampai terjungkal Tuan. " jawab Alex


" Oh wanita ku. " Aksara pun menyadari jika Diva sangatlah kuat, bahkan dirinya pun sempat terkena pukulan sampai hidungnya sedikit berdarah, lalu kenapa tadi Aksara sangat ketakutan, Aksara sangat takut jika Diva terluka karena kalah dari Vania .


" Katakan posisimu dimana sekarang ?? " tanya Aksara, kemudian ia memutar balik mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan lebih tinggi dari yang Diva kemudikan, beruntung jalanan lengang karena pagi ini, sudah jam masuk kantor. Terlihat raut ketakutan di wajah Vania, dia bahkan sampai berpegangan pintu, namun tidak berani untuk berteriak minta tolong.


Sedangkan Diva mulai mengurangi kecepatan dan masuk ke sebuah parkiran coffe shop. Alex mengernyitkan dahi, melihat Diva berjalan biasa saja dan seolah tidak terjadi apa apa. Bahkan, rambutnya yang tadi sempat acak acakan karena terkena tarikan Vania pun kini sudah rapi kembali.


Alex ikut turun dari mobil, ia mengikuti masuk,di lihat Diva sedang bertemu dengan seorang Pria.


" Tuan Richard ??? " gumam Alex terkejut. Ia pun segera mengambil gambar ketika Diva berjabat tangan dengan Richard. Seulas senyum terlihat jelas di wajah keduanya.


Alex mengirim foto tersebut ke nomor Aksara, Alex berharap dengan Aksara melihat sebuah foto itu, akan mempercepat kedatangan Aksara di Coffe shop tersebut.


Benar saja dugaan Alex, tak menunggu lama Aksara sudah sampai, Aksara memarkirkan mobilnya sembarang. Ia berjalan tegak namun cepat ke arah meja Diva. Terlihat Diva sedang mengaduk coffe yang baru saja ia pesan. Namun seketika terhenti, karena Aksara menarik lengan Diva. Sehingga mau tidak mau Diva berdiri, karena tarikan Aksara sangat kuat.


Aksara membawa tubuh Diva ke sebuah wastafel.

__ADS_1


" Kamu tahu Diva, jika kamu makan, maka kamu harus mencuci tanganmu sampai bersih dan tuntas " kata Aksara.dengan mengguyurkan dua telapak tangan Diva ke dalam wastafel tersebut, dan lagi tak hanya di guyur air, Aksara juga menaruh sabun yang banyak kedalam telapak tangan Diva. Kalau boleh jujur, Aksara sangatlah cemburu saat ini, melihat Diva yang sedang berjabat tangan dan di tambah senyuman manis pada Richard, ya walau pan Aksa tahu hanya dari sebuah foto, namun tetap saja, itu semua tidak ada ampun.


Beruntung Aksa masih bisa mencoba mengontrol kadar marahnya, karena bagaimana pun ini adalah tempat umum, tidak mungkin ia membuka aibmya sendiri dikeramaian.


__ADS_2