
" Dasar Artis gadungan, Wanita murahan !!!! Berani nya kamu mempengaruhi Aksa untuk menikahi mu. Kamu kira dengan merayu nya memperlihatkan tubuh mu, Aksa akan mau ??? " ucap Vania begitu Aksara membuka pintu kamar nya, dan melihat Diva yang masih membenarkan memakai jubah yang di berikan Aksara. Vania langsung menjambak habis rambut Diva. Entah kenapa Vania suka sekali menjambak Diva.
" Aduh..... Aduh....... "
" Aksara... Berani nya kamu membawa singa kelaparan ke rumah ku !! " ungkap Diva sambil menyelamatkan rambutnya.
" Rumah mu. Aku bahkan ikut menjual Apartemen ku untuk membangun rumah ini. " ucap Aksara berusaha menarik Vania. Namun karena sangat emosi, tenaga Vania jauh lebih besar dari nya, sehingga ia kalah.
" Demi Tuhan, jika kamu tidak membawanya pergi dari hadapanku, aku akan mengikat nya di pohon mangga depan rumah." kata Diva masih memegang rambut dalam genggaman Vania.
Karena kebetulan memang ada pohon mangga besar di halaman rumah.
" Coba saja jika kau bisa. " ungkap Aksara, yang berhasil menyulut emosi Diva.
Diva menengadahkan kepala menatap Aksara, namun kembali meringis karena Vania melanjutkan menjambak rambut Diva, seolah belum puas melihat Diva sangat kesakitan tadi.
" Aduh...... "
Diva memukul tangan Vania sekerasnya, bahkan ada bekas merah di tangan Vania. Begitu tangan Vania di tarik karena kesakitan, Diva mendorong Vania dengan kencang, sampai terjerembab jatuh ke lantai.
Aksara membantu Vania untuk bangun, karena tak tega melihat Vania kesakitan.
" Berhenti memanggil ku artis gadungan, semua orang sudah tahu kemampuan aktingku. Berapa banyak penghargaan yang aku dapat, Dan harus kamu ingat,, jangan memanggilku wanita murahan. Karena aku tidak seperti dirimu, yang memberikan tubuhmu cuma cuma pada Pria mu. " ucap Diva tak terima dengan ucapan Vania
" Alaah Kamu bisa mendapat penghargaan juga karena kamu menaiki ranjang para sutradara. Aku pikir aku juga tidak tahu tentang skandal mu dengan Managermu sendiri. " ucap Vania sambil membuka tas nya dan mengambil sebuah amplop coklat, kemudian melempar nya pada Diva.
Diva membuka foto foto kebersamaan dengan William, terlihat begitu intim, karena Diva sering makan di resto Private dengan William yang sebenarnya bukan untuk kencan, tapi untuk menghindari kebisingan dari para fans Diva.
__ADS_1
" O..... Jadi kamu yang menguak hubungan ku dengan William. " ucap Diva yang membuat Aksara terkejut, dan menyalah artikan ucapan Diva.
" Pantas saja Papa menaruh William di Perusahaan, dan mengganti kan Aksara sebagai Manager baruku. " gumam Diva yang bisa di dengar Aksara, membuat Aksara semakin terkejut, karena Tuan Arsyad belum memberitahu nya.
" Kamu dengar sendiri Aksa, Wanita murahan ini mempunyai skandal dengan Manager nya. " ucap Vania yang mendengar Diva bergumam
" Jika ia memang kenapa?? Apa kamu merasa tidak punya skandal dengan Kekasih gelap mu. Sesama Wanita murahan jangan saling menghina. Jika kamu kemari hanya ingin mengajak ku bersaing memperebutkan Aksara....... Ambilah !!!! Aku tidak begitu tertarik dengan Pria dingin seperti itu. " ucap Diva sambil berbalik badan meninggalkan Vania
" Tunggu..... Urusan kita belum selesai !!! " kata Vania dengan mencekal lengan Diva.
" Singkirkan tangan mu. Ingat Miss Vania,aku sudah menjaga hubungan baik dengan mu. Tapi jika kamu terus menyulut emosiku seperti ini, jangan salahkan aku, jika mengimbangi dirimu. Aku tidak segan menampakan sisi liarku. Karena aku lebih seram dari kemarahan mu. " ucap Diva masih tenang dan menurunkan Tangan Vania dari lengan nya.
Vania tidak mereda justru semakin menjadi mendengar penuturan Diva.
" Kamu pikir kamu siapa, kamu hanya gadis kemarin sore, Gadis penjilat, gadis murahan. " ungkap Vania
" Berhenti mengataiku wanita murahan, apa kamu tuli.... " Diva kembali emosi Vania terus mengatai Diva wanita murahan.
" Kamu..... "
Vania bersiap akan menjambak Diva namun seperti dah di tarik Aksara keluar kamar, hanya teriakan nya yang masih terdengar menggelegar. Sedangkan Diva hanya melihat depan pintu kamar saat Aksara membawa nya menuruni tangga, karena kamar Diva juga Aksara ada di kamar atas.
" Maafkan Saya Non... Saya sudah berusaha melarang Nona tadi masuk, namun dia memaksa dan justru bergegas menaiki tangga. " ucap pembantu yang datang tergopoh gopoh mendekati Diva
" Tidak apa Mbak. Memang Mama Papa sudah tidak di sini Mbak? " jawab Diva lalu menanyakan keberadaan Keluarga nya, karena rumah terlihat sepi.
" Semua sudah pulang dari semalam Non. rumah juga sudah di bereskan oleh Mang Sanin. " jawab pembantu itu
__ADS_1
Diva menganggukan kepala, kemudian meminta pembantu itu menyiapkan sarapan, sebentar lagi dia akan turun untuk sarapan.
##################
Di bawah, Aksara membawa Vania ke teras.
" Aksa.... Apa kamu mau mengusirku?? " tanya Vania, menatap tak percaya pada Aksara.
" Vania, bukankah hubungan kita juga sudah selesai. Jadi aku harap apa pun yang aku lakukan kamu tidak perlu ikut campur. " jawab Aksara tenang
" Selesai kata mu, kamu bahkan menikah tanpa membicarakan sepatah kata pun padaku. Dan setelah kamu menikah, kamu bilang hubungan kita selesai. Kamu pikir aku hanya mainan yang bisa kamu ambil dan kamu buang sesuka hati mu. " jawab Vania merasa tidak terima dengan pemutusan hubungan mereka secara sepihak oleh Aksara.
" Vania, aku tidak keberatan kamu bermain api di belakang ku, jadi aku harap.... kamu juga tidak keberatan dengan keputusan sepihak ku. Jangan menganggu atau bahkan kembali menemui aku lagi, karena aku menganggap semuanya sudah selesai. " kata Aksara masih berdiri di hadapan Vania dan menatap nya.
" Aksa.... Aku tidak mau putus. Aku nggak mau hubungan kita berakhir. Aku sudah memutuskan akan hidup dengan mu. " Vania segera menghambur memeluk Aksa
" Aksa, jika kamu menikah dengan ku, aku berjanji akan menjadi ibu dari anak anakmu yang baik. Aku setuju untuk tidak berkarir lagi setelah menikah. " ucap Vania
Aksara melepas pelukan itu, dan memundurkan tubuh Vania dari hadapan nya.
" Biarkan semua seperti ini dulu. Aku akan mempertimbangkan hubungan kita setelah satu tahun nanti, tepat setelah aku menceraikan Diva. " jawab Aksara
Vania tersenyum, kini ia tahu jika pernikahan ini, pasti hanya sandiwara atau hanya sebuah kontrak.
" Aksa.... Aku mencintaimu. " ucap Vania kembali memeluk Aksara.
Setelah mendengar penuturan Aksara seperti itu, Vania memutuskan untuk pulang. Dia bisa bernafas sedikit lega, karena ia tahu jika pernikahan ini hanya sandiwara dan hanya setahun. Itu tandanya ia masih bisa memperbaiki diri dan menunjukan semua kebaikan dan penyesalan nya karena telah mengecewakan Aksara.
__ADS_1
Selesai Mandi Diva turun untuk sarapan, Ia gaun menggunakan sangat pendek diatas paha, dan juga tanpa lengan, belahan dada sampai bawah, menunjukan dua aset berharganya yang begitu padat dan berisi, dengan berjalan lenggak lenggok ia menuruni tangga, sedangkan Aksara yang akan menaiki tangga tertegun. Aksara berhenti di tangga bawah, memandang Diva yang berjalan ke bawah menuruni tangga.