Aksara Diva

Aksara Diva
Bab. 44 Kagum


__ADS_3

Berharap Ada yang berbaik hati memberikan Vote untuk Karya Recehanku.. Agar Shanyu semangat buat Update tanpa bolong bolong.....🥰🥰😄😄😄


Happy Reading.....💮💮💮


Satu minggu sejak pertengkaran mereka di meja makan, Diva sama sekali tidak berbicara dengan Aksara, baik Aksara pun juga tidak mencoba untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu, sehingga hari hari mereka lalui dengan jarak yang semakin renggang.


Pagi ini, entah memang sudah di rencanakan atau diatur, William di tarik Tuan Arsyad untuk menjalankan usahanya di Singapura kembali. Perlu penanganan dari Wiliam untuk bisa meninggikan rating perusahaan lagi. Sehingga Wiliam di tugaskan Tuan Arsyad untuk terbang pagi ini secara mendadak.


Diva yang semula sarapan di meja makan dengan Aksara, mulai terjeda karena bunyi ponsel miliknya yang berdering, memecahkan keheningan pagi ini.


" Kenapa Wil?? " tanya Diva begitu panggilan di jawab oleh nya.


" Diva, pagi ini Aku di tugaskan Tuan Arsyad untuk memegang kendali di Singapura, ada beberapa masalah, sehingga menurunkan angka pasaran Perusahaan. Jadi mulai pagi ini, Kamu bisa diantar Tuan Aksara. " Wiliam menerangkan agenda kerja menurut permintaan Tuan Arsyad


" Kenapa mendadak sih Wil,, Aku bahkan pagi ini sudah membuatkan nasi goreng untuk kau cicipi. " kata Diva kecewa, karena selama ini Diva yang mulai tertarik dengan memasak, mulai belajar sedikit sedikit di bantu Bik Marni. Dan yang jadi korban nya adalah Wiliam, ia yang harus di paksa memakan hasil buatan Diva yang rasanya bikin orang trauma. Maklum saja, Diva sejak dulu paling tidak pernah masuk dapur, kecuali hanya mengambil sesuatu.


" Berarti Pagi ini Aku beruntung ya, bisa selamat dari hasil penyiksaan mu. " William terdengar sangat bahagia bisa lepas dari paksaan Diva.


" Kau tidak tahu saja, pagi ini aku masak nasi goreng yang sudah pas dengan perutmu. Aku jamin kamu pasti menyukainya. " dengan bangganya Diva memamerkan prestasi nya.


" Itu yang selalu Kau ucap setiap pagi pada ku, Nona Divaa.. " potong Wiliam


" Tapi. -------- "


" Jika sedang makan, jangan berbicara. Tidak sopan dan menganggu ketenangan. Merusak nafsu makan saja. " Aksara mulai mengelap bibirnya dan berdiri pergi meninggalkan Diva yang masih menempelkan ponsel di telinga nya.


Aksara merasa kepanasan, mendengar penuturan Diva, yang memberitahukan jika selama ini ia membuatkan sarapan untuk Wiliam setiap pagi. Ya walaupun Aksara jika tahu rasa masakan yang di buat oleh Diva memilih tidak berikan. Namun ia begitu marah, apalagi setelah ia tahu jika bekal yang setiap hari ia lihat ternyata bukan untuk Diva sendiri, melainkan. untuk Wiliam.

__ADS_1


" Aku rasa Tuan Aksara cemburu. Kamu bisa memberikan nasi goreng itu pada Dia. " saran William


" Cemburu dari hongkong !! Dia bahkan sangat muak melihat wajahku. Sudah jangan di bahas,, Apa Deandra tahu kamu akan pergi. " tanya Diva sembari makan sarapannya, dengan mengalihkan pembicaraan.


" Tidak!! " jawab Wiliam


" Lalu apa rencanamu. Apa kamu akan menyerah." tanya Diva.


" Aku akan mengejarnya setelah aku kembali. " jawab Wiliam mantap


" Memangnya berapa lama kamu akan di sana?" tanya Diva


" Rencana nya satu tahun. Tapi itu juga belum pasti." jawab Wiliam


" Lama sekali !! Adik ku sangat cantik,aku tidak nyakin jika satu tahun ini tidak ada yang mendekatinya. " ucap Diva memanasi


Bisakah kamu menjaga Deandra agar tidak di dekati Pria. " pinta Wiliam


" Aku tidak janji. Kecuali jika tiap minggu kamu mengirimiku makanan ringan dari Singapura yang tidak ada di sini. " pinta Diva


" Aku akan mempertimbakan nya. " jawab Wiliam


Diva melihat Alex masuk ke dapur, seperti sedang ada keperluan dengan Diva.


" Baik lah Diva, aku harus berkemas. " ucap Wiliam mengakhiri percakapan.


" Ya hati hati dan jaga dirimu. " pesan Diva pada Wiliam. Diva memang sudah benar benar menganggap Wiliam adalah adiknya sendiri. Walau umur mereka lebih tua Wiliam, namun karena Wiliam menyukai Deandra, Diva selalu menganggap Wiliam lebih muda dari nya.

__ADS_1


" Kenapa Alex?? " tanya Diva, karena Alex hanya berdiri tanpa mengutarakan maksud dan tujuanya ke dapur.


" Tuan Aksara sudah menunggu, Nona. Bisakah kita berangkat sekarang. " tanya Alex hati hati. Ia takut jika salah berucap akan menimbulkan masalah yang berkibat merugikan dirinya, seperti yang di lakukan Diva sebelum nya.


" Bisa... tentu saja bisa... " jawab Diva segera bergegas, agar tidak membuat keributan dengan Aksara.


" Alex... Aku membuat nasi goreng spesial hari ini. Sebenarnya ini untuk Wiliam, tapi ternyata William kembali ke Singapura, jadi kamu beruntung hari ini, nasi goreng istimewa ini untuk mu. " kata Diva dengan berdiri dan menyodorkan kotak bekal dalam paper bag.


" Kenapa ??? Apa kamu menolak pemberianku?? " kata Diva sedikit menggertak. Karena Alex merasa ragu untuk menerima pemberian bekal dari Diva


" Tidak Nona. Terima kasih. " jawab Alex takut takut kemudian mengambil kotak bekal itu. Walau Alex sadar, jika dengan menerima pemberian bekal ini, Tuan Aksara akan marah padanya. Namun Alex juga tidak berani menentang Diva, karena pasti Diva akan menyulitkan dirinya.


" Sama sama Alex. Jangan lupa untuk di habiskan ya. " kata Diva dengan berjalan lebih dahulu ke halaman, di ikuti Alex di belakangnya mengikutinya


Terlihat Aksara sudah menunggu di dalam mobil sebelah kiri, Diva pun membuka pintu sebelah kanan, dan ikut duduk di sebelah Aksara. Sedangkan Alex langsung masuk di kursi kemudi, hanya fokus mengemudi, ia sama sekali tidak berani menoleh kebelakang atau hanya sekedar melihat spion belakang pun Alex ketakutan.


Hanya sesekali Aksara melirik apa yang di kerjakan Diva, Aksara semakin merasakan sesak di dada karena Diva sama sekali tidak memperhatikan nya, dan justru hanya sibuk bermain ponsel.


Tiba di depan kantor Diva, Alex memberhentikan mobilnya. Diva melihat sekeliling, barulah ia sadar jika sampai di tempat kerjanya.


" Terima kasih Lex... !! Jangan lupa di habiskan nasi goreng buatan ku ya. " kata Diva dengan membuka pintu mobil.


Diva membuka pintu mobil dengan satu tangan kanan nya, namun tangan kirinya di cekal Aksara, sehingga ia melihat tangan kirinya yang sedang di pegang Aksara, barulah kemudian berlahan menatap Aksara. Diva baru menyadari jika pagi ini Aksara sangat tampan.


Aksara sendiri juga reflek begitu saja menyentuh tangan Diva, seolah tidak rela jika Diva pergi meninggalkan nya, dan mereka harus berpisah untuk beberapa jam ke depan.


Setelah lama di tatap oleh Diva sekian lama tanpa bicara, barulah Aksara sadar dengan apa yang di lakukan nya. Karena jujur, Aksara sendiri diam diam tak bisa memungkiri jika pagi ini Diva sangat lah cantik. Dengan rok pendek diatas lutut, dan dipadukan dengan kemeja putih pendek, di balut dengan blezer warna army senada dengan roknya Diva pagi ini sangat lah cantik. Dan jangan lupakan kaki putih mulusnya, tanpa noda sedikit pun terekpos begitu sangat nyata, membuat Aksara menelan ludah dengan susah.

__ADS_1


__ADS_2