Aksara Diva

Aksara Diva
Bab. 45 Aksara Cemburu


__ADS_3

Aksara yang sadar dengan tatapan menelisik Diva, mulai melepaskan pegangan tangan dengan perlahan.


" ehemm.... " Aksara mulai berdehem mengusai suasana,agar tidak terlihat perasaan yang sesungguhnya.


" Berhati hatilah dengan orang dalam Perusahaan mu, Aku rasa dia sangat berbahaya. " kata Aksara mengingat kan.


Diva belum menjawab, hanya raut wajah bingungnya mengisyaratkan sebuah pertanyaan pada Aksara.


" Bagaimana pun kamu adalah tanggung jawab ku. Aku tidak mau kamu mengalami kerugian yang mengakibatkan kebangkrutan. Banyak tenaga kerja yang bergantung padamu. " kata Aksara menerangkan.


" Jika butuh bantuan sesuatu, kamu bisa bicara padaku. " tambah Aksara lagi.


Diva mengangguk dan tersenyum pada perhatian yang Aksara berikan.


" Terima kasih. " jawab Diva singkat


Semula tatapan Aksara menghangat, namun begitu melihat senyum Diva, Aksara mulai dingin kembali.


" Jangan salah sangka, aku melakukan ini semua, karena banyak tenaga yang bergantung hidup padamu. " ucap Aksara membenarkan jas nya.


Sedangkan Diva kembali di buat bingung dengan sikap Aksara lagi. Satu menit yang lalu, Aksara bersikap lembut dan tatapan teduh. Namun begitu ia membalas dengan senyuman, dan jawaban lembut, Aksara justru kembali dingin dan kaku lagi padanya.


Diva pun keluar dari mobil, dan menuju kantornya. Masih terngiang ucapan Aksara tentang orang dalam nya yang berkhianat. Tak bisa di pungkiri, jika Diva pun sebenarnya menaruh curiga pada orang dalam nya, sayangnya ia tidak mempunyai bukti kuat untuk menjerat orang tersebut.


Sudah dua Minggu ini Perusahaan nya mengalami penurunan angka penjualan. Bahkan desain desain yang ia buat pun diambil logo oleh perusahaan lain, sehingga Diva di nilai plagiat.


Siang ini Diva masih terus melamun memikirkan siapa gerangan yang berani menikamnya dari dalam. Apalagi Wiliam tidak ada membuat Diva harus memikirkan cara agar bisa mengusut sendiri.


Lain halnya dengan Aksara pagi ini di kantor. Ia mengadakan rapat petinggi Perusahaan. Semua yang hadir mendapat api kemarahan dari Aksara. Bahkan ada dari direktur pemasaran yang jadi korban sasaran kemarahan Aksara, harus mengulang beberapa iklan yang ia rancang. Semua tidak ada satu pun yang menurut Aksara cocok.

__ADS_1


Bahkan Alex pun juga menjadi sasaran utama kemarahan Aksara. Apalagi setiap Aksara mengingat paper bag yang berisi bekal makanan ada di meja Alex, Aksara langsung memberikan pekerjaan yang berat untuk Alex.


Sebenarnya Alex juga tidak berani memakan bekal itu, namun karena kelelahan Alex pun tak ada pilihan selain memakan bekal pemberian bos nya.


Namun baru menyendok satu suapan, ia tersedak dan memuntahkan nasi goreng dalam mulutnya. Semula Aksara yang melihat ingin membuat masalah pada Alex, namun niatnya ia hentikan melihat sang asisten dalam keadaan tidak baik baik saja.


Aksara mengerutkan keningnya, dan menilisik mencari jawaban apa yang terjadi pada Alex.


" Kenapa denganmu Alex ?? Apa kamu terlalu bahagia karena merasa bangga mendapat bekal dari istriku?? " ucap Aksara duduk di kursi


Begitu melihat Alex menyentuh bekal makanan, Aksara memperhatikan dengan seksama, reaksi apa yang terlihat dari wajah Alex.


Aksara masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu, ketika Alex berbalik ke tong sampah untuk memuntahkan nasi di mulutnya.


Alex begitu terkejut mendengar penuturan Aksara yang sudah berada di ruangan nya. Ia mengelap bibirnya dengan tisu sembari memikirkan cara agar ia tidak semakin tersudut kan.


" Sebenarnya ini semua demi Anda, Tuan. " jawab Alex


" Apa Maksudmu?? "


" Begini Tuan, sebenarnya tadi pagi Nona berpesan pada saya untuk mengoreksi hasil masakan nya. Jika sudah terasa enak, ia akan membuatkan nasi bekal untuk Anda Tuan. Nona sangat berusaha keras agar bisa memasak, untuk membuatkan bekal untuk Anda nantinya. Nona Muda sangat ingin, merasa berguna menjadi istri Anda Tuan. " jawab Alex berbohong


" Benarkah?? " ada raut bahagia dari wajah Aksara


" Benar Tuan. Tapi sayangnya,, masakan ini belum pas dengan selera Anda. " jawab Alex berbohong lagi


Aksara tak bisa menutupi perasaannya, seulas senyum mengembang di bibirnya. Wajah yang sejak pagi begitu mendung, kini mulai berhias pelangi. Wajah tampan Aksara semakin bersinar dengan tersungging nya sebuah senyuman. Para direktur yang sejak tadi bolak balik ke ruangan Presdir untuk mengganti gagasan mereka, merasa ikut berbahagia, selain gagasan mereka di setujui, mereka juga mendapatkan sebuah senyuman mahal dari Aksara.


Sore ini Aksara harus ke perusahaan Diva terlebih dahulu untuk menjemputnya ikut pulang. Karena Tuan Arsyad sudah menarik William ke Perusahaan nya di Singapura, maka Diva harus ikut pulang pergi bersama Aksara.

__ADS_1


Terlihat wajah Lelah di wajah Diva, rambutnya yang tadi begitu tertata rapi, kini sudah berantakan, walau sebenarnya tidak mengurangi kecantikan yang terpancar dari nya.


" Bagaimana pekerjaan mu hari ini?? Apa terlalu melelahkan? " tanya Aksara, karena sejak ia mendengar penjelasan Alex, Aksara mulai luluh kembali


Diva menatap Aksara, ia merasa aneh lagi dengan tatapan Aksara yang begitu teduh dan hangat.


" Hmmmt "


Diva hanya berdehem saja. Ia takut salah berucap lagi, yang nantinya hanya akan membuatnya malu.


" Bagaimana, apa kamu sudah mendapatkan satu tersangka untuk kau curigai?? " tanya Aksara lagi membuka pembicaraan kembali.


" Aksara, bisakah kamu membantuku. Sampai sekarang tidak ada satu pun yang menunjukan gelagat mencurigakan. " jawab Diva mulai menghadap Aksara


" Aku bisa saja membantu, hanya saja...... "


" Katakan, syarat apa yang harus aku lakukan, agar bisa mengusut masalah ini. " ucap Diva


" Begini Diva, jika untuk mencari siapa, aku sendiri belum bisa memastikan, jika tidak melihat kinerja seseorang tersebut. Kecuali, jika kamu setuju Aku mengakuisisi perusahaan mu untuk sementara. Agar aku bisa leluasa memantau perkembangan Perusahaan mu. Itu pun jika kamu setuju... " jawab Aksara dengan melirik ke wajah Diva.


Diva terlihat menimang ucapan Aksara, walau sebelumnya ia begitu tidak setuju dengan penjelasan dari Aksara. Namun jika di pikir secara rasional, apa yang diucapkan Aksara memang ada benarnya juga.


Sebenarnya Aksara bisa saja menaruh orang untuk mamantau karyawan Diva, hanya saja Aksara ingin bisa satu kantor dengan Diva, sehingga ia ingin mengakuisisi agar bisa leluasa senantiasa bersama dengan Diva.


" Semua tergantung padamu. Aku rasa orang dalam mu itu adalah orang yang cukup handal, sehingga ia bisa dengan mudah mengelabuhi mu. Tapi ingat Diva, orang ini sangat berbahaya, karna bisa sewaktu waktu menjatuhkan Perusahaan mu. " ucap Aksara memanasi manasi Diva.


" Bagaimana?? " imbuh Aksara, karena Diva tak kunjung memberi jawaban, atas permintaan nya.


" Aku akan bertanya pada Wiliam terlebih dahulu. " jawab Diva singkat

__ADS_1


" William ??? " Aksara lagi lagi memanas mendengar satu nama itu.


Seharusnya Diva bertanya pada Ayahnya yang sesama pembisnis, namun kenapa ia justru bertanya pada Wiliam yang notabene hanya seorang asisten dan tidak ada hubungan darah atau kerabat dengan nya.


__ADS_2