
Diva mendekati sofa yang di duduki Vania. Dengan segera Aksara menduduki kursi sofa kosong samping Vania, ia takut Diva membalas mencakar Vania.
Dan bodohnya, dalam pemikiran Aksa, bukan takut Diva menyakiti Vania. Ia justru takut Diva semakin terluka banyak, karena kalah tenaga dengan Vania. Karena yang Aksara tahu, Diva hanya gadis yang besar mulut saja, tapi untuk tenaga dia gadis yang lemah.
Diva mengerutkan keningnya karena tiba tiba Aksara duduk di sofa, tempat tas nya di letak kan. Karena pada dasar nya, Diva mendekati sofa untuk mengambil tas nya. Tapi Diva justru senang, ia ada kesempatan untuk mengejek Aksara.
" Jadi ini yang kamu sebut wanita dewasa? Tidak mudah marah meledak ledak dengan tak tahu malu. Dia bahkan langsung menerkam ku bak singa kelaparan, langsung mencakar dan menjambak sesuka hati sendiri. Memalukan !!! " ejek Diva tepat di telinga Aksara sangat pelan, dengan posisi Diva pura pura agak menunduk mengambil tas nya. Saking pelan nya hanya mereka berdua yang mendengar.
Setelah berhasil mengambil tas jinjing nya, Diva berdiri tegak lalu berpamitan.
" Miss Vanya, sekali lagi saya minta maaf atas salah paham ini. Anda bicarakan saja pelan pelan dengan Aksara, karena tadi saya sudah mengingatkan, tapi dia mengindahkan peringatan saya. " ucap Diva menatap Aksara, dan Aksara sudah melihat Diva dengan tatapan memangsa.
Diva berjalan tak menghiraukan Vania yang masih sinis terhadap nya. Di ikuti William yang ikut berpamit pada mereka bertiga.
Diva berbalik lagi sebelum benar benar keluar dari pintu.
" Tuan Alex.... !! Jangan lupa tagihan nya akan saya kirim ke Nota Anda. Bye.... " ucap Diva dengan menggoda Alex dengan senyum memikat
Lagi lagi Alex menelan ludah susah, ia sudah melihat aura dingin dari Aksara.
" Aku mohon Nona Diva, jangan mempersulit hidupku yang sudah di persulit oleh Tuan Aksara. " batin Alex
" Katakan pada ku Aksa, apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana kamu tidak memberitahukan ini semua di awal padaku. Kamu pikir aku wanita yang mudah kamu bohongi. " Vanya meluapkan segala kekesalan nya pada Aksara.
" Sudahlah Vania. Ini semua hanya settingan, seperti yang Diva katakan. Kami sedang bekerja sama dengan Diva untuk peluncuran Parfume La Belle. " ucap Aksara pindah tempat duduk, ke kursi kebesarannya.
" Kenapa aku merasa kamu berubah Aksa. Jangan bilang kamu mulai mempermainkan aku?? Jangan bilang kamu mulai menyukai wanita artis bawahan itu. " ucap Vania ketus
Aksara mendekati Vania, ia sendiri juga bingung dengan perasaannya sendiri. Karena ia mulai merasa ketidak nyamanan saat bersama dengan Vania.
" Bukan aku berubah Vania, aku hanya merasa kamu tidak pernah ada waktu untuk aku. Kamu hanya datang padaku, disaat kamu membutuhkan sesuatu dari aku. Jika kamu tidak membutuhkan, kamu selalu mengacuhkan aku. Kita jauh, karena kamu juga menjauh dari ku, Vania. " jawab Aksara
Vania menyadari jika selama ini, waktu Vania untuk kekasihnya. Sedangkan Aksara hanya di ingat saat akan di butuhkan saja.
__ADS_1
" Baiklah, mari kita rubah semua. Kita perbaiki semua yang sudah lewat, dan aku akan meluangkan waktu untuk kamu. " Vania mencoba untuk mengalah. Karena bagaimana pun Aksa sangat berpengaruh dalam kemajuan karir nya.
Aksara hanya memberikan senyuman tanpa menjawab. Mereka pun akhirnya pergi keluar untuk makan bersama.
*****************
Diva menyandarkan tubuhnya di dalam mobil. Ia merasa pusing dengan masalah hari ini.
" Will ... Panggilkan aku home care beauty salon and spa ke Apartemen. Aku males ke salon. " ucap Diva kemudian memejamkan mata nya.
William diam saja tanpa menjawab, ia tahu mood Diva sedang buruk, terdengar William sedang melakukan panggilan salon untuk Diva.
Tak berapa lama mereka terdiam, Diva membuka tas nya dan mencari keberadaan ponsel yang berbunyi nyaring, minta untuk di angkat panggilan nya.
" Oh My God !!!! William, Mama telpon. Bagaimana ini, aku bahkan sampai lupa memberitahu mereka, jika ini semua hanya rekayasa. Ini semua gara gara kamu....Kenapa harus mengikuti saran Alex. " gerutu Diva
Wiliam diam saja tanpa menjawab, dia fokus menyetir mobil.
" Jawab sejujur nya saja. " kata William pendek
" Halo Ma.... " sapa Diva
" Sayang... Kenapa kabar sebahagia itu, harus mama dengar dari orang lain sih. Malam ini pulang ya, kita makan malam bersama. " ucap Puni dari sambungan telepon
" Ma... Itu semua hanya settingan, gak bener kok. " jawab Diva
" Gak bener gimana?? Pokoknya jelasin nanti di rumah. Titik. " kata Puni dengan mematikan ponsel sepihak
" Aduh Will.... Kenapa sih kamu pake nurutin kemauan Allex tadi !!! Sekarang aku harus gimana nih?? " Diva mulai panas lagi pikiran nya. Diva bingung sendiri jelasin ke orang tuanya.
William masih diam saja, menjawab pun jika belum punya ide, percuma. Hanya akan membuat Diva semakin marah.
" Masa iya aku harus jujur di cium Aksara...., terus aku diam aja ....., terus untuk nutupin, aku pura pura tunangan. " cerocoz Diva
__ADS_1
William memberhentikan mobil nya di bahu jalan.
" Jadi kamu beneran di cium Aksara?? " tanya William ingin tahu
Diva menutup bibir nya, sambil merutuki kebodohan nya. Bagaimana bisa dia keceplosan.
" Divaa ??? "
" Aku tak bisa bantu, kalau kamu tidak jujur padaku. Sekarang kamu cerita ke aku, bagaimana kejadian sebenarnya. " kata Wiliam
Terlihat Diva menatap Wiliam, sempat diam sebentar, kemudian Diva memutuskan mendekat, maju ke jok depan.
Kebetulan Aksara lewat jalan yang sama, dia sempat melihat mobil Diva parkir sembarangan. Ia menajamkan penglihatan, dan mulai melihat Diva maju ke jok depan.
" Ada apa mereka? Sebenarnya hubungan seperti apa yang mereka jalani? " batin Aksara bertanya pada diri nya sendiri.
" Aksa.... Ada dengan mu?? " ucap Vania, yang kemudian Aksara melanjutkan kemudinya meninggalkan mobil Diva semakin jauh
" Jadi selepas kita berpisah di dekat kolam, aku masuk dan menemui teman teman Deandra. Teman Deandra semua ingin berfoto dengan ku, dan karena mereka semua tak terkontrol, bajuku yang memang tanpa lengan agak merosot ke bawah, laluuu--- " Diva tak meneruskan kata kata nya, hanya menatap Wiliam.
"Laluuu ??? Kamu membenarkan di depan Aksara?? " tanya Wiliam yang langsung diangguki Diva
Wiliam menyandarkan kepala nya, merutuki kebodohan satu artis nya ini.
" Aku tidak tahu jika Aksara di sana !!! Aku hanya mendekat di dekat pintu karena di sana tempat nya gelap. Mana tahu aku, jika Aksara di sana. " sanggah Diva membela diri
" Terus kenapa kamu bisa di cium Aksara?? " tanya William kemudian
" Itu...... Itu karena Aksara membekap mulutku. Terus aku marah marah dan seketika Aksara tanpa permisi menarik dan mencium ku begitu saja. Karena aku terkejut, aku diam saja. " jelas Diva
Bersambung......
Author Minta dukungan Like, komen, Gift, juga Vote kalian ya...🥰🥰🥰. Bagi yang belum masukan di daftar Favorit bisa di tekan tanda Love nya ya....Terima Kasih 😘😘 Semoga hari kalian menyenangkan ♥️♥️♥️
__ADS_1