Aksara Diva

Aksara Diva
Bab 41 Mengunjungi Diva


__ADS_3

" Sebenarnya Kakimu yang kesleo, seharusnya yang bergeser syaraf kaki. Tapi kenapa yang bergeser syaraf otakmu. " kata Wiliam yang memang selalu berani menentang Diva


" Apa maksudmu ??? " jawab Diva mulai emosi.


" Kenapa kamu marah. Seharusnya jika kaki yang sakit, kamu mengharap aku datang dengan membawa obat pereda nyeri. Tapi kenapa kamu ingin aku kesana menemani Alex. " jawab Wiliam santai


" Kalo hanya salep, Alex sudah bawa satu kantong plastik, dengan banyak merk. Yang jadi masalah, kaki ku tidak akan sembuh jika sendalku tidak ketemu. " jawab Diva ngotot.


" Apa hubungannya Diva, anak tk pun tahu jika kamu sedang berbohong, apalagi Aku?? " tanya Wiliam


" Pokoknya kamu kemari, dan temani Alex. Titik. " perintah Diva ketus.


Tanpa menunggu jawaban dari Wiliam, Diva sudah mematikan ponsel nya. Bibirnya bak dukun, yang tak berhenti berkomat kamit. Terlihat raut emosi di wajah nya.


Diva mainkan ponselnya. Tak berselang lama ia melihat pintu kamarnya yang terbuka.


" Pergi....... "


Teriak Diva, saat ia melihat Aksaralah yang masuk. Emosinya semakin buruk ketika melihat Aksara, yang terlihat sangat tampan setelah mandi. karena masih terlihat rambut basahnya, sehingga terlihat wajah yang masih segar.


Namun bukan nya berbalik, Aksara justru menutup pintu dan mendekati Diva, sedangkan Diva berancang ancang akan melempar bantal namun Aksara mengelak, sehingga bantal itu jatuh ke lantai. Menambah berantakan nya kamar Diva yang semakin semrawut.


Aksara duduk begitu saja di ranjang, dan mengambil salah satu salep yang di bawa oleh Alex lagi.


Aksara mengangkat kaki Diva Diva dan menaruhnya di pahanya, tanpa berucap. Sedangkan Diva mulai di buat bingung lagi dengan sikap Aksara yang berubah kembali.


" Kamu bilang tidak tertarik untuk menyentuh ku. " ejek Diva


Aksara masih menunduk diam saja, tidak ada pergerakan untuk menjawab atau merespon ucapan Diva. Ia sibuk mengoles salep ke pergelangan kaki Diva dengan lembut. Sedangkan Diva merasa risi, setiap sentuhan Aksara, membuat getaran bagi Diva.


Diva berusaha menetralkan perasaan nya. Ia tidak mau terbawa perasaan dengan Aksara, karena sikap Aksara saja sering berubah ubah.

__ADS_1


" Awww..... "


Diva berteriak, serta menarik kakinya dari pangkuan Aksara, karena tiba tiba saja Aksara menekan kaki Diva dengan agak keras.


" Apa yang kau lakukan. " teriak Diva seraya berusaha ingin mencubit lengan Aksara untuk balas dendam. Sekuat tenaga ia menarik lengan Aksara, agar cubitannya berasa sakit. Namun Aksara justru ikut terpanting, dan posisi Aksara yang menjatuhi Diva dan keduanya terdiam.


Diva yang bisa kembali terduduk bersandar di sandaran ranjang, sedangkan Aksara berada di depan Diva tepat, tubuh mereka saling berimpit berhadapan tanpa penghalang pun. Kedua badannya melekat, sehingga Aksara bisa merasakan lekukan tubuh dada Diva.


Klek....


Terdengar pintu terbuka, Alex terkejut dengan sebuah pemandangan, seperti kedua atasan nya sedang berciuman mesra.


" Maaf. " ucap Alex seraya berbalik dan ingin kembali keluar.


Diva yang semula terkejut dan bengong, kini mulai bisa berpikir jernih kembali. Diva segera mendorong tubuh Aksara sejauh mungkin, dan membenarkan posisi duduknya.


" Alexx..... Kembali !!! Kembalikan sendalku. " ucap Diva


Selama Alex bersama dengan Aksara, baru kali ini, ia melihat Aksara melakukan hal seintim itu. Walau Alex sudah menyadari jika Aksara menyukai Diva. Namun ia tidak menyangka jika Diva pun juga membalas cinta Aksara.


" Jangan berpikiran macam macam. Apa yang kamu lihat hari ini, tidak seperti yang kamu bayangkan. " ketus Diva dengan merebut sendal dari tangan Alex, ketika Alex sudah mendekat dengan membawa sendal milik Diva.


Diva tidak menyangka, jika Alex bisa juga untuk diandalkan,sama seperti Wiliam. Hanya bedanya, Alex lebih penurut di banding dengan Wiliam . William lebih suka menentang perintah Diva, walau pada akhirnya ia juga menuruti keinginan Diva, namun harus perlu penekan dari Diva terlebih dahulu.


" Lain kali jika masuk kamar, tunggu mendapat jawaban terlebih dahulu. Jika tidak ingin aku patahkan tanganmu. " ucap Aksara dingin


Sedangkan Alex yang tahu jika keberadaan nya menganggu, ia segera pamit undur diri. Lagi pula ia ingin menikmati liburan di akhir pekan. Karena selama ini, ia tidak pernah mendapat liburan, karena sebelumnya, Walau pun akhir pekan untuk berlibur, ia tidak libur. Ia masih sibuk bersama dengan Aksara mengurus ini dan itu.


Tapi entah angin apa yang membawa Aksara memberikan hari libur pada Alex hari ini, walau pada akhirnya tidak jadi libur karena Aksara menghubungi nya untuk mencarikan obat dan juga Diva menambah pekerjaan nya untuk mencari sendal.


" Saya minta maaf Tuan. Kalo begitu saya pamit pulang. " ucap Alex undur diri.

__ADS_1


" Tunggu !!! " ucap Diva memanggil Alex kembali, yang kemudian Alex pun kembali berbalik menatap Diva.


" Kak Divaaa...... " Deandra yang baru saja datang langsung masuk, pandangannya lurus pada Diva, sehingga ia melewati Alex begitu saja.


" Bagaimana keadaanmu?? " tanya Deandra sambil meneliti wajah Diva dengan menolehkan wajah Diva ke kanan dan ke kiri.


Diva pun menampik tangan Deandra karena ia memegang dagunya dengan keras.


" Sakit De... !! " protes Diva


" Lagi pula yang sakit kaki ku, kenapa kamu memeriksa wajahku. " protes Diva pada Deandra dengan raut wajah jengkel.


" Tapi Kak Wiliam bilang, otakmu bermasalah, dan syaraf nya bergeser. " terang Deandra polos


" Pftt..... " Aksara tak bisa menahan tawa begitu juga Alex, ia menyimpulkan senyum mendengar Deandra berbincang dengan Diva.


" Alexxxx ..... sejak kapan kamu berani menertawakan aku. " pandangan tajam Diva mengarah pada Alex yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Deandra pun melihat arah pandangan kakaknya, barulah ia melihat wajah Alex seksama. Karena tadi Deandra hanya fokus melihat Diva, tidak memperhatikan Alex.


" Kak Diva...... "


" Kamu beruntung sekali. Hidupmu selalu di kelilingi lelaki tampan. Kakak ini juga sangat tampan. " kata Deandra polos.


Sedangkan Wiliam mulai menampakan wajah dingin, saat Deandra memuji ketampanan Pria lain di hadapan nya. Namun Wiliam hanya diam saja, karena memang Wiliam belum berani menyatakan perasaannya pada Deandra.


Sedangkan Diva ingin membalas sakit hatinya pada Wiliam, Ia mempunyai cara untuk membuat Wiliam emosi.


" Alex..... Kemari lah. Ini Deandra adik ku,cantik bukan? Ya.... walaupun dia sedikit bodoh. Namun aku rasa kalian cocok. Akan jadi cerita cinta yang unik, ketika cinta kalian di satukan. Kisah cinta Asisten Dingin dengan gadis tulalit. " terang Diva sambil melirik pada Wiliam, yang ternyata Wiliam bisa menahan diri dengan tidak menampakan wajah cemburu sama sekali.


Alex tidak melakukan pergerakan dari tempatnya, ia hanya menganggukan kepala, dan senyuman pada Deandra untuk menghormati.Sedangkan Diva tidak puas, karena Wiliam sama sekali tidak menampakan wajah cemburu.

__ADS_1


__ADS_2