
Sore ini Diva tak menggubris perkataan orang tuanya, untuk datang ke rumah. Ia justru sedang menikmati Spa di rumah, yang sengaja di panggil William tadi. Sedangkan William setelah selesai membersihkan diri di apartemen nya sendiri, masuk ke Apartemen milik Diva.
William sudah menganggap Diva adalah saudaranya sendiri, dan memperlakukan Diva layak nya adik nya sendiri. Tak ada rasa canggung di diri William, karena pada dasarnya ia hanya menganggap Diva sebagai adiknya, dan ia hanya menambatkan hati pada Deandra.
William membuka laptop dan memeriksa beberapa email tentang kerja sama Diva dan para Vendor.
Ting tong......Ting tong......
Terdengar bel bunyi pintu Apartemen milik Diva berbunyi berurutan tanpa henti, membuat William bergegas melihat, karena memang Apartemen milik Diva jarang ada yang mengunjungi, selain orang tua dan Deandra.
Deg......
Tepat di hadapan William ada Deandra, di ikuti oleh kedua orang tua Diva, juga Aksa dan kedua orang tua nya. Namun pandang William hanya tertuju pada Deandra.
" Kak Diva kemana? Kenapa dia sama sekali tak merespon chat ku. " Deandra jengkel karena di paksa ikut ke apartemen kakak nya, padahal dia sedang sibuk dengan tugas kuliah nya.
" Ada di kamar. " jawab William santa
Berbeda dengan Aksa juga Mama nya, ia heran kenapa Diva di kamar, sedangkan William di Apartemen juga. Namun berbeda dengan kedua orang tua Diva. Ia sudah biasa mendengar, karena ia sudah percaya dengan William.
Mama Diva segera masuk nyelonong ke kamar di ikuti dengan Andini, juga Aksa yang penasaran dengan apa yang di lakukan Diva di dalam kamar, karena memang Aksa curiga dengan hubungan Diva dan William.
Puni melihat putri nya sedang mendengarkan lagu melalui ponselnya yang di sambungkan dengan headset. Dan sedang di pijat oleh tenaga klinik ahli.
Puni mendekati putrinya dan melepas headset di telinga Diva, membuat yang punya telinga mendongak kan kepala nya.
" Mama..... " sontak Diva terkejut, dan lebih terkejut lagi ketika melihat Aksa juga Mamanya.
Diva segera melihat dada nya, yang memang ia hanya memakai handuk yang di longgarkan, sehingga saat ia mendongak, terlihat separuh dada nya.
Diva segera mengencangkan Handuk nya dan segera berteriak .
" Dasar Pria mesum... !!!! Berani nya kamu masuk kamar ku, keluar.... ! " teriak Diva sambil melempar bantak ke Aksara
Andini menyuruh Aksa untuk keluar terlebih dahulu, agar Diva bisa segera membersihkan diri dulu.
" Bagus ya Diva... Kamu mengabaikan telepon dari Mama. " ucap Puni
__ADS_1
Diva hanya tersenyum kaku, bingung harus menjawab apa
" Kan Diva udah bilang gak bisa. Diva udah terlanjur pesen spa ke Apartemen Ma. " sanggah Diva
" Sekarang bersihkan dirimu. Dan cepat keluar, Mama ma Tante Andini mau bicara. " ucap Puni sambil keluar meninggalkan Diva
Diva menyuruh para tenaga Klinik untuk berkemas, karen ia rasa udah cukup. Namun Diva menjanjikan akan tetap membayar full sebagai kompensasi.
" William.... !!! " panggil Diva, agar Wiliam membayar tagihan ke rekening mereka.
Di luar ruangan, semua menatap Wiliam. Sedangkan Wiliam yang merasa tak enak hati, segera berdiri. Namun Aksa menahan William agar duduk kembali, dan dia yang akan masuk.
Aksa merasa jengkel pada Diva, kenapa dia selalu mengandalkan William dalam hal apa pun.
Sampai di kamar, Aksa melihat Diva sudah memakai bathrope, Ia sedikit bernafas lega, setidak nya Diva sudah menutup tubuhnya, saat memanggil Wiliam ke kamar.
" Kenapa kamu yang masuk?? Apa kamu William?? " ucap Diva ketus
" Mama yang menyuruhku. " bohong Aksa
" Ya sudah berarti kau saja yang bayar tagihan untuk mereka. Dokter, berikan nomor rekening Anda, Tuan Aksa yang akan membayar tagihan ku !! " ucap Diva
Setelah Menyelesaikan pembayaran Via transfer, Tenaga ahli itu pun segera pulang.
" Aksa, tolong kamu jelaskan pada orang tua kita, jika hubungan kita tadi siang, hanya settingan untuk kemajuan bisnis kita yang akan mendekati masa peluncuran. " ucap Diva menatap Aksa mencari jawaban atas kemauannya.
" Kenapa harus bohong?? " tanya Aksa menelisik jawab Diva
" Ckkk........Sudah jelas kita tidak akan menikah. Ini semua adalah ide gila Asisten mu, jadi kamu harus bertanggung jawab !! " ketus Diva
" Kita menikah saja bagaimana?? " ucap Aksa santai.
" Menikah ???? Jangan gila. " jawab Diva
" Aku serius. " jawab Aksa
" Aksa..... Kamu tahu aku hampir mati di terkam singa betina yang super ganas, dan sekarang kamu mengajak Menikah??? Kamu pikir nyawaku dobel untuk ku berikan cuma cuma pada singa betina mu?? " ucap Diva panjang lebar
__ADS_1
Aksara membayangkan kejadian siang ini bersama Vania.
🔽🔽🔽 Flash back ON 🔽🔽🔽
" Jadi karena Pria ingusan ini, kamu meninggalkan ku begitu saja siang ini. Kamu bahkan tidak membangunkan aku. " ucap seorang Pria yang mendekati meja Aksa dan Vania memesan makanan di kafe
Sedangkan Vania terkejut dengan kehadiran Pria itu.
" Demon ??? " gumam Vania
" Aku capek Van, jika kamu terus seperti ini, mending jangan temui aku lagi. " ucap Pria itu, kemudian meninggalkan Meja Vania dan Aksara.
Sedangkan Vania, ia merasa bingung haruskah mengejar Demon, atau bertahan pura pura tidak mengerti ucapan Pria di hadapan nya tadi
Terlihat Aksara berdiri, merapikan jas nya.
" Kamu selesai masalah kalian baik baik. Aku akan pergi, karena aku tidak suka arti dari kebohongan. " ucap Aksara meninggalkan Vania sendiri
Sedangkan Vania ikut berdiri, namun dia tidak mengejar Aksara, ia memilih pulang, atau Mengejar laki laki itu, Aksara tidak perduli. Karena begitu meninggalkan Vania, ia mendapat telepon dari Mama Aksara agar segera pulang, karena Mama Aksa minta penjelasan dari sebuah berita gosip yang ia dengar dari televisi.
▶️▶️▶️▶️ Flashback OFF ◀️◀️◀️◀️
" Aku bisa menjelaskan pada Vania nanti. " ucap Aksa
" Nanti.... nanti. Gak bisa !! Aku gak mau menuruti ide gila mu. " ketus Diva
" Kenapa ??? Jangan bilang kamu takut terlibat cinta dengan ku, setelah menikah?? " ucap Aksara memanas manasi Diva. Karena Aksara tahu, Diva pantang untuk katakan takut
" Siapa bilang aku takut?? Aku sudah banyak membintangi film, namun tidak pernah sekalipun terlibat cinta lokasi. " ucap Diva angkuh
" Jangan jangan justru diri mu yang sudah jatuh cinta padaku, kamu sudah terpesona dengan aura inner beauty, juga kecantikan naturalku. " sombong Diva
" Percaya diri sekali dirimu. Jika bukan karena Mama ku, aku juga tidak sudi menikah dengan mu. " elak Aksara
" Ya sudah, kita tidak saling mencintai, dan juga menikah adalah hal yang sakral, kamu terus terang saja, jika kita tidak bisa bersatu. Seperti dulu. Kamu hubungi saja Vania agar ke sini. " perintah Diva
" Apa kamu mau, menjadi penyebab Mama ku sakit??? " tanya Aksara
__ADS_1
Plisss Vote, like dan komen tiap episode nya ya..... 🥰🥰🥰 Semoga hari kalian menyenangkan. ♥️♥️♥️