
Aksara melihat obat di nakas samping tempat tidur Diva, ternyata masih utuh.
" Jangan besar kepala, Aku menjagamu karena Aku tidak mau ikut di salahkan tidak bisa menjagamu. " ucap Aksara dingin. Sambil mendekat ke srah ranjang Divs.
" Aku hanya mengucapkan terima kasih. Kenapa di bilang besar kepala??? "
" Jika kamu keberatan Aku mengucapkan terima kasih, ya sudah. Aku tarik kembali saja ucapan ku. Anggap saja Aku tidak pernah berucap. " jawab Diva
" Jangan banyak bicara. Kenapa obat mu tidak Kau minum. Apa Kamu berharap, Aku merawat mu terus sepanjang hari. " ucap Aksara menyentuh obat di nakas yang sudah terpisah pisah.
" Aku....... Aku tidak bisa meminum obat. " jawab Diva. Karena selama ini, ia tidak pernah bisa meminum obat dalam bentuk pil. Apalagi obat ini dalam bentuk yang lumayan besar.
" Aku akan membantumu. " ucap Aksara membuka obat itu.
" Aku tidak bisa menelan obat. " jawab Diva masih ngeyel.
" Sudah Ku bilang, Aku akan membantumu. " jawab Aksara
Aksara memberikan air putih dalam gelas terlebih dahulu.
" Minumlah !! " perintah Aksara
Diva menerima gelas, lalu meminumnya.
" Jangan Kau telan dulu air minum nya. " kata Aksara saat melihat Diva meminum air putih itu,dan menelan nya.
Diva pun menuruti, tidak menelan sebagian air putih itu. Kemudian Aksara memberikan tiga obat itu pada Diva, tapi Diva menggeleng.
" Ee....em.... " Diva mengisyaratkan tidak bisa.
Aksara memaksa meminumkan, sampai obat itu akhirnya masuk ke dalam mulut Diva. Tanpa aba aba Aksara mengecup bibir Diva lagi tanpa permisi.
" Glekkkk...... "
Karena Diva terkejut, air minum beserta obat itu tertelan begitu saja.
" Aksa..... Kenapa Kau suka sekali mencium bibir ku tanpa permisi!!. " ucap Diva tidak terima. Bahkan dia memukul lengan Aksara dengan jengkel nya pakai tangan kiri, karena tangan kanan nya memegang gelas. kemudian ia mengelap bibirnya.
" Bukankah Aku sudah bilang tadi, Aku akan membantu mu, meminum obat. " jawab Aksara santai seperti tidak terjadi apa apa.
__ADS_1
"Sudah lah, Aku mau tidur pergilah. " ucap Diva tak mau bertengkar lagi, karena bagi Diva, sangat percuma melawan Aksara pasti kalah dalam berdebat toh kepala nya masih terasa pusing.
Diva menaruh gelas di nakas kemudian menarik selimut dan membungkus tubuh nya dengan selimut sampai tidak terlihat wajahnya. Sedangkan Aksara memilih keluar kamar lagi, ia membiarkan Diva untuk beristirahat setelah meminum obat.
" Aksara,,, Kamu keterlaluan !!! " gerutu Diva saat Aksara Sudah keluar.
Hampir pukul satu siang Diva tidak keluar kamar. Setelah makan siang Aksara berniat untuk melihat keadaan Diva, apakah sudah mendingan atau belum.
Aksara membuka pintu kamar Diva pelan, Ia masuk kemudian menutup kembali pintu kamar itu. Aksara menaruh nasi yang ia bawa ke nakas samping ranjang. Di tempelkan telapak tangan kanan Aksara ke kening Diva. Walau masih hangat, namun tidak sepanas semalam.
" Diva bangun lah. Makan siang dulu, kemudian minum obat mu. " perintah Aksara.
Diva membuka mata nya berlahan, ia melihat Aksara sedang menurunkan suhu dingin pada ac.
Aksara kembali menatap Diva yang juga sedang menatapnya.
" Makan lah, kemudian minum obatmu. " Aksara kembali menyuruh Diva
" Biarkan aku ke kamar mandi dulu. " ucap Diva
" Aku bantu. "
" Masuklah, dan biasakan mengunci pintu kamar mandi. " Aksara mengingat Diva
" Heem " jawab Diva singkat.
Kemudian Diva masuk kamar mandi, terdengar pintu kamar mandi sedang di kunci.
Aksara menunggu Diva di balik tembok,dengan menyandarkan tubuh nya di tembok
Tak berselang lama, Diva keluar. Aksara hanya mengikuti di belakang Diva, tanpa membimbing jalan seperti tadi.
Diva duduk di ranjang, kemudian akan berbaring namun Aksara menahan pundak nya.
" Apa kamu lupa, makanlah dulu dan minum obat mu. " ucap Aksara
" Ya Aku akan memakan nya nanti. Kamu pergilah. " jawwb Diva
Akhirnya Aksara keluar ruangan, karena ia seharus nya meeting namun tidak masuk, ia terpaksa menggunakan laptop untuk memimpin rapat tersebut. Ia memilih ke kamarnya menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu.
__ADS_1
Satu jam berlalu, Aksara sudah selesai. Ia ingin melihat keadaan Diva, apakah sudah sembuh dan minum obatnya atau belum.
Aksara membuka pintu, terlihat Diva memejamkan mata nya. Aksara berjalan mendekat ke samping ranjang. Ia melihat nasi nya sebagian sudah di makan. Ia juga melihat obat nya sudah tidak ada yang untuk siang. Namun ia heran kenapa hanya bungkus tadi pagi saja yang ada di tempat sampah.
Aksara meraba tangan nya ke bawah bantal Diva.
" A....aa... Apa yang kamu lakukan. " ternyata Diva tidak tidur hanya berpura pura saja.
Aksara memperlihatkan obat untuk siang ini, karena benar dugaan Aksara, Diva tidak meminum obat itu namun menyembunyikan nya di bawah bantal tidur nya.
" Aku... aku akan meminum nya nanti. " jawab Diva dengan meraih obat itu dari tangan Aksara, namun Aksara mengelakkan.
" Apa Kamu mau, semua keluarga mu tahu, jika kamu sakit karena minum alkohol. Jika kamu berani tidak minum obatmu, jangan salahkan aku Tuan Arsad akan datang kemari untuk memberimu tausiyah, seperti apa menjadi wanita yang baik. " kata Aksara
" Ya .... Ya...ya. Aku akan meminum obatku. Kamu bisa keluar sekarang. " pinta Diva dengan duduk
" Aku akan melihat nya. " jawab Aksara
" Tidak perlu. Kamu tidak usah memperdulikan aku. " pinta Diva
Tanpa menjawab, Aksara membukakan tiga obat tersebut dan menyodorkan pada Diva.
Diva melihat obat itu dengan muka ketakutan. Di sisi lain ia pasti tidak akan bisa menelan. Sisi yang lain ia bisa tertelan jika di cium Aksara.
Aksara memberikan air putih kepada Diva, dan Diva menerima gelas itu dengan was was. Bisa terlihat raut ketakutan Diva jika minum obat.
" Kenapa dengan diri mu. Dimana Diva yang galak, tidak takut pada siapa pun. Kenapa hanya menelan pil saja kamu seperti, siput bersembunyi dalam cangkang nya . Memalukan. " ejek Aksara.
" Kamu menghinaku seperti itu, apa kamu bisa?? " elak Diva
Aksara meraih gelas dalam genggaman Diva, kemudian meminum nya hampir setengah gelas, dan memasukan obat ke dalam mulut nya. Namun siapa sangka jika ia meraih tengkuk Diva mencium bibir tipis Diva dan sedikit mengigitnya, Diva membuka bibirnya dan obat dari mulut Aksara berpindah ke mulut Diva. Kemudian Aksara mengecup bibir itu berkali kali sampai Diva menelan obat tersebut.
" Aksara, Kau itu jorok sekali. Menjijikan !!! " ucap Diva mengelap bibir nya.
" Kamu jangan munafik Diva, bukankah minum obat seperti ini yang kamu ingin kan. Kamu hanya membuat trik, agar aku membantumu minum obat bukan. " ejek Aksara.
" Kamu keterlaluan Aksa !! Kamu pikir aku juga sudi untuk kau cium. " jawab Diva
Cup........
__ADS_1
Aksara kembali mengecup bibir Diva kembali, dan Diva terdiam mematung.