AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 102


__ADS_3

“Apa? Siapa Ben?” tanya oma Hara.


“Oma belum tahu ya, waktu itu memang undangannya tidak aku sampaikan, dia calon suami Shine, yang seharusnya waktu pernikahannya setelah acara pernikahanku dengan Sarah, karena dia tahu Shine mencintaiku, akhirnya dia mundur” jelas Sand.


“Sebentar, oma tidak paham dengan penjelasan kalian, apakah kalian saling menghancurkan pernikahan agar bisa bersama?” tanya oma Hara memastikan.


“Betul sekali oma, mungkin memang kita ditakdirkan untuk bersama, jadi secepatnya kami akan menikah setelah mendapatkan restu dari oma” jawab Sand.


Oma Hara terdiam memikirkan betapa rumitnya kisah cinta cucunya itu.


“Baik, oma minta segera pertemukan orangtuamu padaku, kita akan membahas pernikahan kalian, jika dibiarkan lebih lama lagi, oma khawatir akan lahir seorang cicit lebih dulu dibanding dokumen pernikahan kalian” kata oma geleng-geleng kepala menghadapi anak muda yang sangat dimabuk asmara.


*****


Sand dan Shine pulang memberitahukan pada papa Drake dan Danira rencana pernikahan yang telah direstui oma Hara.


Di dalam mobil, “Saat kita menikah nanti, kamu mau konsep seperti apa? Saat aku bersama Rara atau Sarah?” tanya Sand yang menyinggung Shine agar merasa cemburu terhadap mantannya.


“Minimalis tapi elegan, lebih baik jika outdoor” jawab Shine santai.


Sand berharap umpannya termakan Shine, namun ia sama sekali tidak tersinggung.


“Semua pernikahan ku kan kamu yang membantu merancangnya, desain yang megah dan mewah, kenapa tidak mengusung itu? agar seluruh dunia tahu istri seorang Sandyan Alaska” tambah Sand.


“Aku menginginkan sakralnya pernikahan sangat terasa, tidak banyak tamu yang diundang hanya kita dan keluarga besar saja” jawab Shine berbeda selera dengan Rara dan juga Sarah.


“Tidak, aku akan mengundang seluruh teman dan kolegaku, ini akan menjadi pernikahan termegah yang pernah ada di kota ini” sahut Sand yang berbeda pendapat dengan Shine.


“Kamu bertanya, tapi tidak sependapat denganku, percuma aku menjawabnya” jawab Shine menjadi tidak peduli dengan konsep pernikahan yang akan dipakai.


“Kamu kesal denganku? Karena tidak sependapat? Yang menikah itu bukan kamu saja, aku juga” tambah Sand.

__ADS_1


“Kenapa kamu jadi sewot gitu, dan mempermasalahkannya, kamu yang mulai duluan” ucap Shine merasa tidak terima.


“Kamu tidak terima dengan pendapatku? Yaudah gitu aja jadi dibesarkan-besarkan” ucap Sand menjadi emosi.


“Bukan aku ya, justru itu kamu yang membesar-besarkannya” Ujar Shine mulai saling menyalahkan.


“Jangan mengajakku untuk bertengkar ya Shine” cakap Sand hendak menahan emosinya.


“Aku tidak!” bentak Shine.


Sand menghentikan mobilnya sebelum sampai di rumah Shine. Tanpa berpikir panjang, Shine langsung turun dari mobil dan mencari kendaraan umum untuk pulang sendiri.


Sand tidak mencegahnya, karena merasa kesal sesaat dengan Shine.


“Sana pulang saja sendiri, dasar semua wanita sama saja” guman Sand sendirian di dalam mobil yang menepi.


Di dalam taxi, “Siapa yang memulai, siapa juga yang marah, dasar laki-laki tidak punya perasaan” gumam Shine.


*****


“Aku pulang!” teriak Shine saat sampai di rumah.


“Kamu sendirian Shine? Sand tidak mengantarmu?” tanya Danira yang menyambutnya.


Tanpa menjawab pertanyaan Danira ia langsung pergi menemui adik laki-lakinya yang super menggemaskan.


“DD, kakak pulang, utu utu utu, pipi kamu tembem sekali sih, gemes banget” timang Shine.


“Pasti ada masalah kan dengan kalian berdua, jujur aja sama mommy, aku juga pernah mengalaminya saat menuju pernikahan, kalian tidak mendapatkan restunya?” tanya Danira.


“Kita bersama tadi mau kesini memberitahukan untuk membicarakan pernikahan kami, pas di tengah jalan malah berdebat tentang konsep pernikahan apa yang akan digunakan, dia dulu yang mulai jadi aku turun dan kemari sendirian” jelas Shine.

__ADS_1


“Selamat ya, untuk kalian berdua, akhirnya restu sudah di tangan, aku senang mendengarnya, kapan rencananya kalian akan melangsungkan pernikahan?” tanya Danira balik.


“Aku jadi ragu untuk menikah dengannya setelah mendapatkan restu” jawab Shine.


“Hus! Jangan begitu Shine, tidak boleh sembarang bicara, ada yang mau aku ceritakan, kisahku dengan papamu sebelum menikah, walaupun papamu melarangku menceritakannya, tapi demi kebaikanmu akan kau ceritakan” ungkap Danira.


Shine bersiap mendengarkan kisah cinta papa Drake dan Danira yang belum ia ketahui selama ini.


“Kamu tahukan, kalau papamu seorang duda dengan seorang putri, dan usia kami terpaut sangat jauh, pastilah orang tuaku tidak menyetujuinya? Tapi mereka akhirnya luluh karena sikap dan tanggung jawab papamu yang akan setia menjagaku dan


mencintaiku, lama kelamaan mereka luluh dan merestui pernikahan kami, satu masalah terselesaikan ada masalah yang baru muncul, dari hatiku yang paling dalam menjadi ragu, apakah aku bisa menjalin hubungan dengan seorang duda yang memiliki anak, sedangkan ada banyak lelaki yang masih perjaka di luar sana yang bisa saja melamar dan menikah denganku, untuk sesaat keraguan itu terus menghantui ku, pernikahan semakin dekat, tapi keraguan itu hilang, saat sepupuku yang ditinggal pergi oleh kekasihnya yang sama-sama berstatus perjaka dan perawan, kekasihnya tidak mau menikahinya padahal sudah empat tahun berpacaran, dari kisahnya itu aku menjadi yakin, tidak memandang siapa, dan berstatus apa lelaki yang akan menikahiku selagi ia bersikap baik, bertanggung jawab, dan yang terpenting mencintaiku dan tidak menduakanku selama sisa hidupku kelak, aku menjadi yakin kalau itu yang disebut dengan ujian sebelum menikah, jadi kamu harus meyakinkan dirimu kalau kalian saling mencintai dan akan menghabiskan hidup bersama, yang terpeting bisa mengesampingkan masing-masing kekurangan” jelas Danira.


Shine memikirkan dalam-dalam cerita Danira, mungkin memang benar ujian itu akan datang pada pasangan yang akan menikah, apakah dia akan tergoda untuk membatalkan hal yang baik.


*****


Setelah memiliki waktu sebentar untuk menyendiri, Sand membuat keputusan untuk menyusul Shine, setelah perjuangan panjang yang telah ia lewati dengan tidak mudah, ia akan terus melangkah untuk mempersunting kekasih pujaannya.


Menyalakan mesin, menginjak gas mobilnya bergegas ke rumah Shine.


Rumahnya terlihat sepi dan gelap, mungkin karena sudah malam. Walaupun ada sedikit keraguan untuk mengetuk pintu rumah Shine, Sand memberanikan diri.


“Shine! Shine! Shine! Aku yang salah, maafkan aku, hanya karena perdebatan kecil tidak akan bisa membatalkan pernikahan kita, Shine! Shine! keluarlah!” teriak Sand membuat gaduh.


“Kenapa teriak-teriak seperti itu, tekan saja belnya pasti akan dibukakan pintu, membuat keributan seperti remaja tawur saja” kata papa Drake yang membukakan pintu dan belum sadar jika yang datang adalah calon menantunya.


Sand hanya memasang muka senyum setelah dimarahi oleh papa Drake.


“Ada apa malam-malam begini bertamu, bisa besok kan agak pagian dikit” ucap papa Drake yang masih belum mengenali Sand karena tidak memakai kacamata dan penerangan yang gelap.


“Siapa pa?” tanya Danira yang menyusul suaminya memberikan kacamata.

__ADS_1


“Gak tahu nih, wajahnya buram” jawab papa Drake.


__ADS_2