
Mereka sampai di pinggir danau, di bawah pepohohan rindang, tempat yang tepat, untuk mendukung pembicaraan yang serius.
“Kita bicara disini saja”, ucap Big One.
“Saya akan mulai sekarang, saya minta dengarkan pembicaraan saya tanpa memotongnya !”, ucap Shine pada Big Team.
Sedangkan Laning dan pak Londo melihat dari agak jauh, bersembunyi dibelakang pohon besar.
“Silahkan…apa yang anda mau dari kami”, kata Big One.
“Saya sudah mengetahui semua latar belakang kalian, bukannya saya memberikan ancaman atau sesuatu yang menekan kalian, tapi di sini saya juga memiliki tujuan untuk menyembuhkan tuan muda Sand, kalian memang benar-benar setia pada tuan muda, tapi dia sekarang sedang depresi dan harus disembuhkan, dia tidak boleh terus-terusan membenci wanita apalagi omanya, dia juga tidak bisa terus hidup dalam kesendirian, dan hanya ditemani oleh kalian yang tidak bisa diajak komunikasi. Saya harap kalian tahu maksud saya. Saya hanya ingin bekerjasama dengan kalian untuk menyembuhkan tuan muda, sudah itu saja. Jika kalian tetap ingin memisahkan saya dengan tuan muda, penyakitnya tidak akan sembuh, saya jamin itu”, Shine menjelaskan panjang lebar.
“Apakah penyakit yang diderita tuan muda sungguh sangat parah ?”, cletukan Big Two.
“Kalian memangnya tidak merasakannya ?, kaliankan selama 24 jam menjaganya ?”, tanya Shine pada Big Team.
“Kami memang menjaganya 24 jam, tapi hanya menjaga di luar kamarnya, tidak pernah tahu apa yang dialami tuan muda selama ini”, ucap Big Three.
Big One yang masih terdiam, memikirkan ucapan Shine tadi, dia bingung, apa yang harus dia lakukan, jika bekerjasama dengan Shine, dia merasa kalau dia menghianati kesetiaannya m pada tuan muda, tapi di sisi lain, jika tuan muda tidak diobati, juga kasian, hidup tuan muda akan selamanya seperti itu.
“Saya bertanya satu poin penting untuk kalian semua, mengapa kalian semua sangat setia pada tuan muda ?”, tanya Shine pada Big Team.
Shine tahu jika, Big Team sangat setia dengan tuan muda Sand, bukan hanya karena bayaran semata, tapi alasan lain yang tidak bisa mereka bayar selain dengan kesetiaan pada tuan muda.
Akhirnya Big One bicara, menjawab pertanyaan Shine, mengapa dia sangat setia pada tuan muda.
*****
__ADS_1
Cerita Big Team sangat setia pada tuan muda Sand, adalah hutang budi nyawa anak Big One pada tuan muda. Awal mulanya tuan muda ingin mencari seorang bodyguard untuk kekasihnya dokter Rara.
Tuan muda Sand tidak ingin, kekasihnya dilukai orang setelah mereka menikah nanti, oleh karena itu, dia mencari seorang bodyguard yang bisa, selalu menjaganya kemanapun kekasihnya pergi, saat Sand tidak bisa mendampinginya karena sibuk mengurus pekerjaannya sebagai direktur di perusahaan.
Saat itu Sand masih menjalin hubungan dengan dokter Rara, dia selalu pergi kerumah sakit untuk menjemput dokter Rara. Di lobi rumah sakit Sand melihat seorang laki-laki berbadan besar, namun sedang menangis meminta keringanan di bagian administrasi.
Laki-laki itu adalah Big One, karena saat itu rumah sakit sangat sepi hanya ada Sand yang menunggu kekasihnya pulang dan Big One di bagian administrasi yang sedang menangis.
Sand merasa tidak tega melihatnya yang menagis tersedu-sedu, karena itu dia menghampirinya dan bertanya apa yang membuatnya menangis. Big One menceritakan, kalau anaknya sedang sakit kanker hati dan membutuhkan pendonor, namun saat itu belum juga mendapatkannya.
Sand menawarkan bantuan pada Big One, mencarikan pendonor dan membiayai semua perwatan, asalkan dia mau menjadi bodyguard kekasihnya nanti. Big One menyanggupinya, dia akan melakukan apapun demi putri semata wayangnya.
Selama putri Big One mendapatkan penanganan, dia dilatih secara khusus oleh Sand, agar kemampuannya sebagai bodyguard meningkat. Sand juga menjanjikan akan menyekolahkan putri Big One setelah sembuh nanti, jadi Big One tidak usah mengkhawatirkan kehidupan putrinya selama dia, nanti bekerja untuk Sand, karena Sand juga tahu kalau ibu putrinya Big One sudah meninggal dunia, putri Big One disekolahkan di sekolah asrama yayasan milik Sand dan oma Hara. Karena hal itulah Big One hanya bisa membayar dengan nyawa dan kesetiannya pada tuan muda Sand.
Takdir telah menentukan, Sand yang batal menikah malah jadi depresi untuk kedua kalinya, oleh karena itu Big One bekerja menjaga tuan muda Sand selama 24 jam. Big One juga mengajak teman-temanya dulu di kampung sesuai permintaan tuan muda Sand, dan mereka adalah anggota Big Team.
Semua anggota Big Team juga patuh pada Big One, karena hidup mereka diselamatkan olehnya, mereka diberikan pekerjaan dengan bayaran tinggi, yang sebelumnya hanya preman pasar yang tidak mendapatkan pemasukan yang pasti.
*****
“Saya sudah menceritakan semuanya, dan saya memikirkan dengan sangat matang, saya menyetujui permintaan anda !”, kata Big One.
Big One sudah menyetujui permintaan Shine, sekarang mereka berdiskusi apa yang harus dilakukan untuk mendukung kesembuhan dari tuan muda Sand.
“Karena kalian sudah sepakat berdamai dengan saya, saya akan menjabarkan rencananya, pak Londo…Laning kemari !”, Shine memanggil pak Londo dan Laning yang sedang bersembunyi di belakang pohon.
“Ternyata kalian menguping pembicaraan kami !”, teriak Big Four yang tidak tahu jika sedang diawasi.
__ADS_1
“Sudahlah…, mereka juga anggota penghuni villa bukan ?”, ujar Shine menenangkan.
Shine, Big Team, Laning dan Pak Londo berdiskusi demi kesembuhan tuan muda.
“Eh…sebentar !, gimana kalau kita buat jargon untuk misi penyembuhan tuan muda, dan juga menandai kalau Star dan tuan-tuan besar ini sudah berdamai ?”, kata Laning berbahagia.
“Saya kira kamu melihat ada tuan muda di sini, saya jadi deg-degan nih…”, kata Shine kaget.
“Gimana rencanya ?”, tanya Big One yang sudah tidak sabaran.
Perdamaian Big Team dengan Shine akan lebih mempermudahnya, mendekati tuan muda Sand. Shine menjelaskan rencana awal untuk kesembuhan tuan muda Sand.
“Big Team, kalian tetap pada tempat kalian, penjagaan selama 24 jam seperti biasa agar tuan muda tidak curiga !”, penjelasan Shine pada Big Team.
“Laning dan pak Londo juga menjalankan kegiatan kalian seperti biasa !”, kata Shine menjelaskan pada Laning dan pak Londo.
“Lah…terus kita ngapain kalau berkegiatan seperti biasanya, rencananya apa dong kalau gitu…?”, cletukan Big Five yang kritis.
“Ehehehe, belum terpikirkan untuk saat ini…!”, ucap Shine malu.
“Kamu bagaimana sih Star…?”, kata Laning.
“Aduh…capek deh !”, ucap Big Two, Big Three, Big Four dan Big Five.
“Maaf ya, soalnya saya baru fokus pada perdamaian diantara kita…”, ucap Shine dengan menyenggol Big One yang terdiam.
Mereka semua sudah menyepakati satu hal, yaitu berkegiatan seperti biasanya.
__ADS_1
“Untuk rencana selanjutnya, akan saya kabari secepatnya, tunggu aba-aba dari saya…OKE !”, tanya Shine pada semuanya.
“Oke…!”, jawab Laning dan anggota Big Team.