AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 88


__ADS_3

Karena permintaan agar segera menemui oma Hara, Shine bergegas bertemu dengannya. Selama perjalanan menuju ruangan oma Hara, Shine terlihat sangat gugup, keringat dingin hampir membasahi seluruh wajahnya. Big Two yang berjalan bersamanya, melihat gelagat Shine tidak seperti biasanya ketika hendak bertemu dengan oma Hara.


“Shine, kamu sakit? Wajahmu terlihat agak pucat dan keringatmu banyak sekali” cletuk Big Two yang memperhatikan Shine diam saja selama perjalanan.


“Nggak, tadi belum makan aja, biasa kok, memang kayak gini kalau belum makan” jawab Shine beralasan.


“Tapi wajahmu ini seperti mau bertemu calon mertua, persis, pucet, gelisah, dan gak fokus” cakap Big Two hanya bercanda.


Dalam hati Shine, “Kenapa dia bisa tahu, apakah wajahku terlihat dengan sangat jelas ya” sambil mengusap keringat.


Saat hendak masuk ke kamar oma Hara, dia berhenti sejenak, menenangkan diri dan berdoa agar tidak sesuai dengan yang ada di pikirannya.


“Kenapa nggak langsung masuk Shine?” tanya Big Three.


“Sepertinya dia mau bertemu dengan calon mertuanya” bisik Big Two pada Big Three bernada candaan.


“Kalo dia menikah dengan tuan muda, kita harus memanggilnya nyonya muda, tidak boleh


Shine lagi dong” jawab Big Three menganggap candaan Big Two suatu keseriusan.


“Kenapa kamu menganggapnya serius sih, aku tadi Cuma bercanda tau” kata Big Two.


“Kamu tidak lihat waktu itu tuan muda menggandeng Shine saat mengumumkan pembatalan pernikahannya? Pasti mereka sudah menjalin hubungan” jelas Big Three.


“Benar katamu, wah gawat” sahut Big Two.


“Kenapa gawat, bagus dong, nyonya muda kita nanti, seseorang yang kita kenal dan baik


seperti Shine, aku sangat mendukung hubungan mereka” cakap Big Three dengan


raut wajah bahagia.


“Aku juga mendukung mereka, tapi tadi aku asal nyeplos kalau dia mau menemui calon mertua, gimana kalau Shine melakukan sesuatu padaku setelah menjadi nyonya


muda” sahut Big Two yang khawatir.


*****


“Oma mencariku?” tanya Shine pada oma Hara yang sudah duduk di sofa sedang membaca


majalah.


“Duduk Shine” perintah oma Hara tanpa memperhatikannya.


“Bagaimana keadaan Oma? Anda terlihat sudah sangat membaik dari sebelumnya” kata Shine


basa-basi.


“Aku kecewa denganmu Shine” ucap oma Hara langsung ke intinya.


DEG


Dalam hati Shine, “Apakah oma sudah tahu kalau aku sudah resmi berhubungan dengan


Sand?”

__ADS_1


“Kenapa kamu nggak bilang kalau Sand juga berada di rumah sakit ini?” kata oma Hara


yang terlihat kecewa pada Shine.


FIUH


Shine bernapas lega setelah mendengar pertanyaan oma Hara tentang keadaan Shine,


bukan hubungannya dengan Sand.


“Maafkan saya oma, melihat keadaan oma waktu itu, saya tidak tega memberitahukan yang sebenarnya, jadi saya yang merawat tuan muda selama ini” jelas Shine.


“Tapi kamu tahu, aku mencari Sand waktu itu, seharusnya kamu bilang saja kalau dia


ada di dekatku, jadi aku tidak akan banyak memikirkannya” marah oma Hara.


“Kalau melihat oma sudah marah-marah begini, berarti kondisi oma sudah sangat membaik,


aku sangat bersyukur untuk itu” ungkap Shine.


“Aku ingin menemui Sand, antarkan aku padanya sekarang!” perintah oma Hara.


“Oma kan belum pulih sepenuhnya, jika sudah benar-benar sehat kembali, pasti saya akan antarkan oma menemui tuan muda” bujuk Shine.


Waktunya sangat tepat saat dokter dan suster menjalankan medical check up pada oma Hara.


“Pas banget timingnya, silahkan dokter” kata Shine mempersilahkan dokter dan suster.


“Dok, saya ingin check out sekarang, tolong urus untuk saya” minta oma Hara pada


“Diperiksa dulu ya Oma, jika hasilnya memungkinkan untuk pulang, pasti saya akan segera mengurusnya” jawab dokter dengan santai.


Suster mulai memeriksa tekanan darah dan juga detak jantung oma Hara, check up itu


dilakukan dengan singkat dan menunjukkan kalau oma Hara diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit.


“Semuanya good, akan segera saya uruskan kepulangan Oma” ucap dokter setelah memeriksa oma Hara.


“Shine antarkan aku segera menemui Sand!” perintah oma Hara yang sudah tidak sabaran.


Terpaksa Shine mengantarkan Oma Hara bertemu dengan Sand.


Pintu kamar Sand terbuka, menandakan Shine telah kembali dari membeli makanan dan dia


sangat gembira, namun perkiraan Sand berbeda, oma Hara yang muncul di balik pintu.


“Sand!” teriak oma Hara yang begitu mengkhawatirkan keadaan Sand setelah pernikahannya batal.


“Oma, kenapa oma memakai baju pasien?” tanya Sand yang fokus pada baju oma Hara yang seperti kepunyaannya.


Oma Hara tidak mengindahkan pertanyaan Sand, dia justru memastikan luka yang ada di


tubuh Sand.


“Kenapa dia seperti ini?” tanya oma Hara pada Shine yang menyembunyikan kondisi Sand.

__ADS_1


Sand menatap Shine bertanya, mengapa omanya memakai baju pasien yang sama sepertinya.


Shine malah memberikan kode kalau jangan memberitahukan pada oma kalau mereka


berhubungan secara resmi.


Shine terus saja melambaikan tangannya, dan melarang Sand tanpa suara.


“Shine!, kamu belum menjawab pertanyaanku?” bentak oma Hara.


“Setelah oma di bawa kerumah sakit, Sand terlibat pertengkaran dengan teman Sarah yang


tidak terima pernikahannya dibatalkan secara sepihak, kemudian mereka kabur begitu saja setelah Sand tidak berdaya” jawab Shine berbohong.


“Siapapun yang berani melukai cucuku, aku pastikan mereka tidak akan lepas” ancam oma


Hara.


Sand mencoba menenangkan oma Hara, sesuai yang diminta Shine bermimik di belakang oma Hara.


“Oma jangan khawatir, pasti Sand akan menemukan mereka, oma tidak perlu repot


menanganinya sendiri, aku janji akan memprosesnya secara hukum” minta Sand mendukung kebohongan Shine.


“Aku percayakan padamu kalau begitu, kamu harus banyak istirahat, oma tidak mau melihat cucu oma terus-terusan berbaring di rumah sakit” ucap oma Hara yang memegangi tangan Sand.


“Oma pulanglah, istirahat, ada Shine yang menjagaku di sini” minta Sand mengusir


omanya agar bisa berduaan dengan Shine.


“Baiklah, oma juga sudah memproses kepulangan oma dari sini, Shine jaga cucuku” perintah oma Hara yang masih mempercayai Shine.


Akhirnya oma Hara pulang atas permintaan Sand, cucu kesayangannya. Sand sangat senang bisa kembali berduaan dengan Shine lagi.


“Oma hati-hati! Sand tidak bisa mengantar oma” teriak Sand pada oma yang diantar Big One.


Sand turun dari ranjang dan menarik Shine yang masih di depan pintu. Dia menyuruh


Shine berbaring di sampingnya, dan memeluknya dari belakang.


“Bagaimana jika oma nanti kembali lagi? apa yang akan aku jelaskan padanya?” ucap Shine


yang merasa tidak nyaman, karena penuh dengan kekhawatiran.


“Kita bilang saja yang sesungguhnya, oma sudah sangat mempercayaimu semenjak aku


depresi dua tahun yang lalu karena kamu dapat menyembuhkanku, pasti oma menyetujui hubungan kita” jelas Sand sangat yakin.


“Bagaimana jika oma tidak menyetujuinya, pakah kita harus berpisah lagi?” tanya Shine


dengan serius.


“Tidak akan ada seorang pun yang mampu memisahkan kita, sekarang dan nanti” ucap Sand yakin dengan pemikirannya.


“Tapi, oma mencarikan seorang istri untukmu itu berdasarkan bibit bebet dan bobot …” ucapan Shine terhenti.

__ADS_1


“Sudahlah jangan dipikirkan, itu masalah belakangan yang pasti bisa kita hadapi, sekarang nikmati waktu bersama kita” bisik Sand mengeratkan pelukannya.


__ADS_2