AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 72


__ADS_3

Sand sudah tidak bisa bersabar, dia melakukan saran Reihan. Saat akan masuk kantor Shine, diculik oleh Sand sendiri, naik ke mobilnya. Karena Shine masih tidak ingin bicara pada Sand dia tidak memberontak sedikitpun.


Ternyata Shine di bawa Sand ke villa, tempat Sand di rawat oleh Shine. Di sana ada Laning dan pak Londo yang sudah menyambut Shine.


Ini jalan, arah villa, kenapa dia membawaku ke sana, tanya Shine dalam hati.


“Benar, kita akan ke villa” ucap Sand, membaca pikiran Shine.


Terlihat Laning dengan raut wajah bahagia ditemani pak Londo berdiri di depan villa.


“Star!” teriak Laning saat melihat Shine turun dari mobil.


Laning memeluk Shine karena sangat rindu padanya.


“Star, aku sangat senang saat tuan muda memberitahukan kalau kamu akan ke villa, sudah 2 tahun kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu? Sekarang kamu kerja di mana, masih dengan nyonya Hara atau dengan tuan muda?” tanya Laning bertubi-tubi.


“Laning, aku akan menjawab pertanyaanmu satu persatu, kita cari tempat yang nyaman untuk ngobrol” ajak Shine.


“Aku sudah menyiapkan makanan untukmu, masuklah, aku juga sudah membersihkan villa ini luar dalam hingga bersih, tak ada debu sedikitpun, aku akan menjamu tamuku dengan istimewa” ucap Laning super excited.


“Kami akan menginap di sini hingga weekend” ucap Sand pada pak Londo.


“Baik tuan muda, saya akan melayani anda selama di sini” jawab pak Londo.


Shine bersama Laning melepas kangen, Sand menikmati udara dan juga pemadangan dari balkon kamarnya di lantai atas.


Sand sudah menyiapkan liburan bersama, selama 3 hari dua malam di villa itu.


*****


Sand menyiapkan liburan ini untuk memperbaiki hubungannya dengan Shine, dia benar-benar ingin mengungkapkan perasaannya pada Shine. kepergian mereka ke villa, tanpa di ketahui keluarga Shine maupun oma Hara.


Shine dan Laning berada di dekat danau, mereka mengobrol hingga waktu makan malam.


“Laning, sudah sore, sebetar lagi gelap, ayo kita kembali, nanti pak Londo mencari kita” ajak Shine.


Sand sudah menunggu Shine di depan villa, dia menyiapkan acara barbeque bersama pak Londo.


“Malam ini kita makan sate dan juga jagung bakar” ucap pak Londo menerangkan.


Shine duduk menjauhi Sand, dan tidak meresponnya sama sekali.


Shine asik dengan Laning, setiap kali Sand ingin mendekat, pasti terdahului oleh Laning.

__ADS_1


“Pak, boleh saya minta tolong? Ajak Laning pulang, aku ingin berduaan dengan Shine” minta Sand pada pak Londo lirih.


Pak Londo mengerti dengan permintaan Sand yang menyuruhnya pulang terlebih dahulu.


“Nak, Laning, ayo pulang sudah malam, kamu juga sudah kenyang kan?” ajak pak Londo pada Laning.


“Kenapa pulang pak, kita bisa mneginap di sini kan, ya kan Star?” tanya Laning pada Shine.


“Iya pak, bermalam di sini saja, rame-rame kan lebih enak” jawab Shine yang setuju dengan Laning.


“Tapi pak Londo ada urusan yang mendadak harus pulang sekarang, ya kan pak?” sahut Sand yang mendesak pak Londo.


“Besok kita ke sini lagi, tapi kita harus pulang dulu, ayo Ning” ajak pak Londo.


Terpaksa Laning mengikuti keinginan bapaknya, dan ikut pulang padahal sudah gelap.


Tersisa Sand dan Shine yang diam tanpa mengeluarkan sekecap suara pun.


“Kamu hubungi keluargamu, ada bisnis keluar kota, kita akan pulang hari minggu” ucap Sand memecah keheningan.


“Oke” hanya satu kata yang keluar dari mulut Shine.


“Kamu masih marah padaku atas kejadian itu?” tanya Sand tanpa berpikir tentang perasaan Shine.


“Sekarang hanya kita berdua di sini, aku ingin mengungkapkan semuanya padamu, tidak akan ada orang yang mendengar kita” kata Sand ingin menarik perhatian Shine.


Masih tidak ada respon untuk Sand.


“Oke, kalau kamu masih mau terus diam, yang pasti kamu belum memberikan jawaban pada Ben, berarti masih ada kesempatan untukku” ucap Sand memancing respon Shine.


“Itu urusanku, aku akan menikmati liburanku di sini sampai hari minggu” ucap Shine terlihat santai dan pergi meninggalkan Sand.


Shine masuk ke kamar yang telah di siapkan Laning, “Kenapa dia bisa tahu tentang lamaran Ben, aku tidak boleh membahasnya, aku akan tetap menghindar darinya, kamu pasti bisa Shine, tenanglah, oke, sampai hari minggu, kamu pasti bisa” ucap Shine menyemangati dirinya sendiri.


Shine tidak memperdulikan Sand yang di tinggalnya, dia mengunci pintu kamar dan langsung tidur hingga esok pagi sampai Laning dan pak Londo datang.


*****


Pak Londo dan Laning datang lebih pagi, tanpa diketahui Shine yang masih di dalam kamar. Kedatangan mereka sudah di tunggu Sand sejak malam, dia tidak bisa tidur memikirkan rencana agar mereka berdua tidak mengganggu waktunya dengan Shine.


“Laning, namamu Laning kan?” tanya Sand.


“Iya tuan muda, ada apa?” tanya Laning balik.

__ADS_1


“Saat aku berada di dekat Shine, kamu jangan menggangguku, kalau bisa menjauhlah!” minta Sand pada Laning.


“Maaf tuan muda, saya tidak mengerti apa yang anda maksud” tanggapan Laning yang polos.


“Kamu menjauhlah dari Shine” perintah Sand singkat padat berisi.


“Memangnya kenapa? Kita sudah lama tidak berjumpa, rasa kangennya masih banyak, ayolah tuan muda, belum tentu kita bisa bertemu lagi dan memiliki kesempatan seperti ini” rengek Laning pada Sand.


“Kamu mau sering bertemu dengan Shine kan, seperti ini ?” tanya Sand dengan ekspresi licik.


Laning mengangguk.


“Syaratnya kamu harus mengorbankan waktumu dengan Shine hingga hari minggu, jika kesempatan ini berhasil, aku akan mengajak Shine sering ke sini ‘sebagai istriku’” jawab Sand.


Laning yang polos, mudah saja untuk di bohongi, dia menuruti permintaan Sand, agar menjauhi Shine hingga hari minggu.


“Laning, kemarin kamu mau mengajakku ke tempat baru, ayo sekarang aja” ajak Shine yang melihat Laning di dapur.


“Maaf Star, gak jadi, tempatnya tutup, lain kali aja ya, aku mau ke belakang dulu, ada yang harus aku kerjakan” ucap Laning menahan kangennya pada Shine, demi bisa melihatnya sesering mungkin.


Ketika Shine mendekati Laning, selalu saja dia menghindar, karena terus di awasi Sand dari kejauhan.


“Kamu mau kemana? Aku antar, rugi sudah sampai di sini tidak keman-mana” ajak Sand.


“Tidak usah tuan muda, aku menikmati di villa saja” jawab Shine pergi menghindari Sand.


Shine mendekati Laning, dia menghindar, dan Sand terus saja mendekatinya, membuatnya tidak nyaman berada di villa itu, apalagi Laning dan pak Londo saat malam pulang kerumah mereka. Sedangkan saat Shine hendak ikut mereka pulang selalu saja di larang oleh Sand.


“Besok minggu, aku harap malam ini akan berlau dengan cepat” doa Shine sebelum tidur sambil mendengarkan tetesan air hujan.


Saat dia memejamkan matanya, kilat menyambar dengan terang, suara guruh dengan keras setelahnya. Sontak saja sangat mengagetkan Shine yang hendak tidur.


“Gelap sekali, pasti listriknya padam” ucap Shine meneruskan tidurnya.


“Shine, Shine, Shine!” teriak Sand dari lantai atas mencari Shine.


Shine tidak meresponnya dan tetap melanjutkan tidurnya, dengan menutup telingnya dengan bantal dan juga selimut.


“Shine, Shine, Shine!” teriak sand dengan nada ketakutan.


Shine membiarkan teriakan itu, hingga Sand berhenti berteriak membuat Shine khawatir.


Shine bangkit dari ranjangya, meraih HP menyalakan senter, berjalan membuka pintu, mulai mencari Sand yang berteriak tadi.

__ADS_1


__ADS_2