AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 79


__ADS_3

“Menjauhlah dariku, kamu sudah berjanji akan menikah dengan wanita yang dipilihkan Oma, jadi jangan coba-coba merayuku lagi” ucap Shine marah.


“Aku bercanda Shine, aku suka melihatmu marah, sangat menggemaskan” ucap Sand bercanda lagi.


Tanpa bicara langsung saja Shine keluar tempat souvenir dan tanpa sengaja seperti melihat Big Two dan Big Three.


“Kalian …, Big “ teriakan Shine dihentikan Sand yang mengikutinya.


“Kamu tidak boleh pergi sebelum urusan souvenir ini selesai” Sand menarik Shine masuk ke dalam.


“Peranku di sini hanya membantu, seharusnya yang bersangkutanlah yang harus menentukan” ucap Shine keberatan atas kehadiran Sand yang merusak suasana.


“Maafkan aku, segera akan ku perjelas dengan Sarah” kata Sand menenangkan Shine.


*****


“Sand aku pinjam Shine lagi ya, ada urusan soal wanita, manicure dan pedicure, untuk fitting gaun ternyata lusa, desainernya masih sangat sibuk, bye-bye sayang, nanti kita makan malam bersama Oma di restoran biasanya, jangan lupa ya sayang” Sarah menarik Shine lagi.


“Kamu urus lagi seperti biasa, aku pergi dulu” pamit Sarah.


“Kemana sih sebenarnya dia, bukannya dia yang menginginkan pernikahan ini, seharusnya dia sangat bersemangat, kenapa selalu aku yang repot sih” tanya Shine mulai curiga pada Sarah.


Shine diam-diam mengikuti kemana perginya Sarah, dia dijemput oleh laki-laki dan melakukan cipika-cipiki sebelum masuk mobil. Saat orang lain melihat tanpa mengenal keduanya, pasti berasumsi kalau mereka memiliki hubungan yang dekat.


Shine nekat mengikuti mobil mereka, diikuti pula oleh Big Two dan Big Three yang selalu siaga.


Sarah dan teman laki-lakinya pergi ke mal, mereka berbelanja di salah satu department store, kemudian pergi ke restoran untuk makan. Terlihat mereka sangat dekat dan romantis bagai sepasang kekasih. Setelah makan mereka ke jewel store, mencoba beberapa perhiasan. Hingga malam, sampai di restoran tempat Sand dan oma Hara janjian untuk dinner.


Shine sangat kaget saat melihat mereka berciuman saat berpisah.


“Ternyata kelakuanmu seperti ini di belakang Sand, aku harus memberitahunya sebelum terlambat” kata Shine bersembunyi di dalam mobil.


Shine mencoba beberapa kali menghubungi Sand, namun tidak satupun panggilan diangkatnya.


Tidak lama kemudian dia melihat Sand ke restoran tempat Sarah menunggu.


“Waktunya tepat sekali, aku harus bilang sekarang”


Membuka pintu mobil, melangkahkan kaki keluar, Shine melihat ada oma Hara juga, dia baru ingat kalau mereka ada janji dinner, jika ingin mengungkapkan kebenaran, Shine belum memiliki bukti, tapi jika menangkap basah Sarah, ada oma Hara.


Shine memilih menyimpan dulu kebenarannya, dia akan membicarakan pada Sand esok hari.


*****


“Lama sekali datangnya, saat dibutuhkan begini tidak datang-datang, saat menghindarinya malah selalu bertemu” ucap Shine gelisah.


Shine melihat Reihan datang duluan, padahal selalu Sand yang lebih dulu datang.


“Rei, kemana ya pak Direktur?, sampai jam segini kok belum datang ya?” tanya Shine pada Reihan.

__ADS_1


“Pasti dia lupa memberitahumu, ada urusan di luar kota selama tiga hari, ada hal apa ?


sepertinya sangat mendesak?” tanya Reihan balik.


“Nggak ada kok, tumben aja, biasanya pak Direktur sangat tepat waktu” kata Shine menutupi.


Karena Sand ada keperluan di luar kota selama tiga hari, Shine tidak bisa membongkar kelakuan Sarah yang sebenarnya.


“Shine, kemarin aku dihubungi pihak spa, kamu kok nggak datang, padahal sudah di tunggu, kamu kemana saja?” tanya Sarah bernada bagaikan bos, duduk di kursi Sand.


“Aku mengikutimu” jawab Shine dengan pedenya.


Sarah langsung berdiri, karena sangat kaget.


“Kamu mengikutiku?” ekspresi Sarah berubah seketika.


“Hm Hm, setiap sentuhan, setiap kecupan, keromantisan yang kalian ciptakan semua


terlihat olehku” sambil memperagakan.


“Kamu tidak boleh memberitahukannya pada Sand, jika kamu berani, aku juga akan mengungkapkan hubunganmu dengan Sand pada Oma” ancam Sarah.


“Silahkan saja, apa mau aku panggilkan Oma sekarang juga, ataukah aku saja yang mengungkapkannya?” ucap Shine mengajangi.


“Sand tugas keluar kota selama tiga hari, kamu tidak akan punya kesempatan untuk membongkarnya pada Sand” kata Sarah menutupi rasa takutnya.


“Sarah, Sarah, terlihat sekali jika kamu sangat ketakutan, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?” tanya Shine menawarkan.


“Aku tidak akan membongkarnya pada Sand, asalkan kamu tidak meninggalkanku seperti


kemarin, mengurusi sendirian persiapan pernikahanmu, sedangkan kamu enak-enak pacaran, kamu sendiri yang akan mengurusi persiapan pernikahanmu, bagaimana?” tawaran Shine pada Sarah.


“Itu kecil, tapi kamu harus menepati kesepakatan ini” respon Sarah.


“Ok, deal” jawab Shine.


Mereka berdua membuat kesepakatan, untuk tidak membongkar kelakuan Sarah di belakang Sand.


Tanpa diketahui mereka berdua, Sand sudah memiliki bukti perselingkuhan Sarah melalui Big Two dan Big Three.


“Sekarang lakukan sendiri persiapan pernikahanmu, aku banyak kerjaan hari ini” ucap Shine membereskan dokumen di mejanya.


Sarah pergi dengan perasaan sebal, karena tidak bisa memanfaatkan Shine. Dia tidak bisa melawan, karena kartu AS nya sudah dipegang oleh Shine.


Hari ini Shine sangat menikmati waktu bersantainya, karena Sand di luar kota dan


terbebas dari Sarah.


“Pulang jam berapa hari ini? Bolehkah aku yang menjemputmu?” pesan dari Ben melalui HP.

__ADS_1


“Ada apa Ben?” jawab Shine.


“Orang tuaku ingin bertemu denganmu hari ini, jika kamu belum siap aku akan menjelaskan pada mereka” balas Ben.


“Berikan aku waktu untuk berpikir, nanti kuhubungi lagi” minta Shine merasa tidak enak pada Ben.


Shine masih belum bisa menemukan bagaimana cara mengobati penyakit hatinya, perasaannya pada Ben pun juga tidak jelas, Shine benar-benar butuh pencerahan.


Dia mencari Reihan untuk mencurahkan isi hatinya, namun terlambat karena dia pergi meeting dengan klien sebagai pengganti Sand.


Karena tidak ada siapapun di kantor, Shine melakukan pelanggaran untuk pulang terlebih dahulu sebelum waktunya.


“Mom!” panggil Shine di rumah mencari Danira tergesa-gesa.


“Di dapur Shine” jawab Danira sedang memasak bersama mbok Janem.


“Mom, aku butuh kamu sekarang, ini sangat penting!” Shine berjalan ke dapur langsung


berbicara.


Danira menyerahkan masakan pada mbok Janem dan menemani Shine bicara di meja makan.


“Ada apa Shine, kamu sakit? Atau terluka?” tanya Danira khawatir.


“Mom, Ben tadi mengirim pesan kalau orang tuanya mau bertemu denganku, aku harus


gimana?” tanya Shine gelisah.


“Shine tenang dulu, minum dulu”, Danira memberikan segelas air putih pada Shine, dan


Shine meminumnya, “Ternyata itu yang membuatmu gelisah seperti ini” ucap Danira


tenang.


Shine mengangguk masih dengan gelas, menempel di bibirnya.


“Aku tanya satu hal padamu dulu, apakah kamu sudah memberikan jawaban atas lamaran


Ben waktu itu?” tanya Danira serius.


Shine menggelengkan kepalanya.


“Sekarang, tanya pada dirimu sendiri, apakah kamu mau dan bisa menerima Ben sebagai


suamimu kelak?” tanya Danira lagi.


Shine mengangkat kedua bahunya, menandakan kalau dia tidak tahu.


“Orang tua Ben sangat menantikan calon menantunya, itu hal yang wajar, tapi yang akan

__ADS_1


menjalani pernikahan itu kamu, jadi tugasmu sekarang, pikirkan dengan matang, jawaban atas lamaran Ben itu” perintah Danira sambil berjalan ke dapur lagi.


Shine tertunduk lesu, pergi melihat adiknya yang tertidur pulas.


__ADS_2