
“Kamu yang harus membantuku!” teriak Sand.
Shine berbalik dan bicara keras pada Sand, “Kenapa aku lagi? hidupku tidak tenang karena ini!”
“Kamu yang menyarankan aku untuk membuka hatiku kembali, jadi kamu harus selalu mendampingiku untuk bisa menerima perjodohan ini kan?” kata Sand dengan senyum nakal.
“AAAArrrrrgggghhhh!” geram Shine sambil mengepal-ngepal tangannya di depan wajah Sand.
“Jangan lupa dengan hukuman tadi, yaitu kamu harus selalu menemaniku kemanapun saat aku pergi dan saat aku minta” kata Sand pergi meninggalkan Shine dengan senyum nakal, kedua tangannya di dalam saku celana.
Shine sangat kesal, omongannya menjadi senjata untuknya, dia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.
“Cepatlah!, kita harus kembali ke kantor!” teriak Sand tanpa menengok ke belakang.
“Kembali saja sendiri!” jawaban Shine yang masih kesal.
Hari-hari Shine dipenuhi dengan kejailan dan kenakalan Sand. Disuruh ini lah, itu lah, diminta ke sana ke mari, hidup Shine super sibuk.
“Apa lagi? selagi aku belum duduk nih!” tanya Shine yang membawakan berkas yang diminta Sand.
“Udah, baru itu, duduklah dulu” jawab Sand yang fokus pada dokumen di tangannya.
Awas aja, pas aku udah duduk kamu suruh lagi, ucap Shine tak bersuara.
“Sand! aku bawakan makan siang untukmu!” teriak Sarah di pintu membawa bekal makanan.
“Kalau gitu aku pergi dulu ya! Silahkan gunakan waktunya dengan baik” kata Shine hendak kabur.
“Berikan makanannya pada Shine, aku masih sibuk” ucap Sand pada Sarah yang menghampirinya.
“Pak direktur anda harus makan, tidak baik untuk kesahatanmu, walaupun sangat sibuk tapi harus makan” kata Shine menahan emosi.
“Suapi!” ucap Sand masih fokus pada dokumen di tangannya.
“Bagus, Sarah kamu harus menyuapinya, pastikan semua makannya habis ya, biar pak Direktur berenergi” kata Shine pada Sarah dengan nada menyindir Sand.
“Kamu yang menyuapi, jika tidak aku tidak akan makan makanannya Sarah, aku bisa menyuruh OB untuk membelikanku makanan” Sand menunjuk Shine dan mengancamnya.
“Gak papa Shine, aku sudah membuatnya dengan bersusah payah, yang penting makananku dimakan oleh Sand” kata Sarah berpura-pura mengalah.
Jika bukan karena perjodohan mereka, aku akan lompat dari jendela sekarang juga, ucap Shine dalam hati.
Saat Shine membuka kotak makan dari Sarah dia terkagum-kagum melihat bento box yang membuatnya menelan ludah.
“Wah, sepertinya enak sekali, kamu pandai masak ya Sarah” pujian dari Shine untuk Sarah.
__ADS_1
“Lihatlah pak Direktur, ini sangat menggoda, anda makan sendiri ya, pasti ini enak” minta Shine dengan lembut sambil menahan emosi.
“Kamu tidak lihat aku sedang sibuk, mana makanannya, Aaa” kata Sand membuka mulutnya.
Makanan yang di bawa Sarah, disuapi oleh Shine masuk ke dalam mulut lalu Sand mengunyahnya.
“Uek, du du du” Sand melepehkan makanan Sarah.
“Kenapa Sand? tidak enak ya?” tanya Sarah panik.
“Sebentar biar aku coba dulu, mm mm mm” Shine mencicipi makanan Sarah.
Sarah dan Sand menunggu komentar dari Shine yang mencoba makanan Sarah.
“Sarah, kamu baru belajar masak ya?” tanya Shine.
“Iya, apakah separah itu ya?” tanya Sarah balik.
“Kamu harus belajar lagi, ini sedikit keasinan” jawab Shine.
“Bukan keasinan lagi, tapi semua makananmu itu rasanya hanya garam, kalian harus belajar memasak!” komentar Sand.
“Kalian? Maksudnya?” tanya Shine.
“Kalian berdua, jika nanti aku menikahi salah satu dari kalian, akan menguntungkan untukku mendapatkan istri yang pandai memasak” ucap Sand kepedean.
“Bagus, pergilah, belajar masak sampai handal, aku akan menunggu hasil masakanmu” ucap Sand berpura-pura mendukung Sarah.
“Lihatlah, aku bisa mengatasinya sekarang, aku pastikan kamu tetap disampingku, selamanya!” kata Sand pada Shine.
“Tidak, tidak akan mungkin, sekarang aku sangat membencimu pak Direktur” Ungkap Shine.
Shine meninggalkan Sand sendirian.
Sand benar-benar suka saat Shine di sampingnya. Melihat marahnya, cemberutnya, ketawanya hingga kecantikannya. Sand merasa nyaman di samping Shine.
*****
“Shine, kamu berhutang penjelasan padaku, mungkin sekarang waktunya untuk menjabarkan semuanya” Ucap Reihan yang berpapasan di depan ruangan Sand.
“Oke, kita bicara dimana?” Tanya Shine pada Reihan.
Reihan mengajak Shine ke atap gedung, di sana tempat paling aman untuk menceritakan semuanya.
“Kita ke atap saja!” jawab Reihan.
__ADS_1
Shine menjelaskan awal mula bisa bertemu dengan Sand dan oma Hara. dia juga menjelaskan pada Reihan kenapa Sand bisa membenci wanita dan sekarang tidak ingin membuka hatinya untuk wanita manapun sehingga banyak wanita yang dijodohkan untuknya di tolak mentah-mentah. Dan sekarang ada lagi wanita yang jodohkan dengannya dan tidak akan menyerah sampai mendapatkannya yaitu Sarah. Shine juga menceritakan bahwa dirinya lah yang harus membantu Sand lagi, untuk mau dijodohkan dengan wanita pilihan oma Hara.
“Teryata begitu, maafkan sikapku yang merasa cemburu padamu akan merebut Sand dariku” ucap Reihan mengakui kesalahan.
“Oke, gak papa, sekarang kamu sudah tahu semuanya, aku berharap kamu bisa sedikit membantuku saat aku membutuhkan bantuanmu” minta Shine.
Brak, suara pintu terbuka,
“Maaf, maaf saya tidak sengaja, silahkan diteruskan lagi” Ucap OB yang hendak meletakkan barang di atap gedung.
“Apakah tidak papa, dia melihat kita di sini?” tanya Shine sedikit khawatir.
“Kita tidak melakukan apa-apa di sini, kenapa kamu takut” jawab Reihan santai.
Mulut ke mulut, gosip Shine berduaan dengan Reihan di atap gedung menyebar dengan cepat, hingga terdengar di telinga Sand.
“Apakah kamu gosip terpanas hari ini?” tanya karyawan yang sedang bergosip di dekat ruangan Sand.
“Apa? Apa? Cepatlah, udah gak tahan nih” sahut karyawan lain.
“Asisten pribadi direktur itu, ternyata tidak hanya memanfaatkan direktur tapi juga skrestarisnya, pak Reihan”
“Kenapa dia juga sih, direktur sudah diambil, masak sekretarisnya juga sih, stok pria tampan di kantor makin menipis”
“Itu harus di khawatirkan, tapi yang harus diperhatikan lagi, wanita itu adalah wanita penggoda, siapa aja pasti di dekatinya, kita harus waspada dengannya”
Gosip yang menyebar itu, tidak hanya merusak image Shine, tapi juga dicap sebagai wanita penggoda.
Sand yang mendengar ada sedikit keramaian, mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan menguping dari dalam ruangan.
“Berani beraninya dia mendekati Reihan, belum cukup satu pria, dia juga mencobanya pada Reihan, ini tidak bisa dibiarkan” kata Sand termakan gosip dari karyawan.
Pria yang di maksud Sand adalah Ben.
Sand merasa harus saingan juga dengan Reihan, satu saja belum di kalahkan ada lagi pria yang mencoba di dekati Shine lagi.
*****
“Kita turun sekarang, takut Sand mencari kita lagi” Ajak Reihan.
Saat Shine dan Reihan melewati ruang karyawan, mereka mendapatkan tatapan yang meyeramkan, terutama pada Shine.
“Rei, apakah kamu merasa mereka melihat kita dengan aneh ya?” Tanya Shine merasa curiga.
“Tidak, mereka melihatku biasa saja, tidak ada yang aneh” Jawab Reihan terus berjalan.
__ADS_1
Okelah, mungkin aku saja yang sedikit baper, dalam pikiran Shine.