AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 28


__ADS_3

Shine dan tuan muda Sand, duduk berdua menunggu makanan di pinggir agak jauh dari kolam, di awasi Big One dari belakang.


“Tuan muda tidak mau makan ?”, tanya Shine.


Sand hanya duduk diam, tapi raut wajahnya sangat menikmati pemandangan.


“Kalau tuan muda diam saja, kalau begitu saya yang bicara, saya mau curhat sedikit pada tuan muda, mama saya sudah meninggal saat saya masih kecil, saya hanya dibesarkan oleh papa saya, sejak saat itu papa saya tidak mau bicara dengan saya lagi, terus kemarin saya dapat berita kalau papa saya mau menikah lagi, apa yang harus saya lakukan ?, mendukungknya atau menolaknya ?, tapi calonnya sangat cemburuan, pemarah lagi, saya sangat sebel banget padanya, apalagi kalau papa saya tidak menenangkannya, sebelnya dua kali lipat, anda tahu kenapa ? dia malah marah sama saya. saya ingin memukulnya terus meremasnya saya buang ke laut, tapi apa dayaku, dia calon istri papaku, kenapa ada orang seperti itu ya tuan muda, apakah ada lagi orang seperti itu di sini ya ?”, curhat Shine menyindir Sand yang sama seperti calon istri papanya.


Sand merasa tersindir dari curhatan Shine.


“Kamu mau memukul, meremas dan membuangku ke laut ?”, ucap Sand sewot.


“Saya tidak bilang seperti itu, saya hanya bercerita tentang calon istri papaku, kenapa anda sewot ?”, tanya Shine.


“Tadi kamu bilang begitu”, kata Sand marah


“Ndak, saya ndak bilang begitu, saya bilangnya calon istri papaku, berarti anda merasa kalau anda selalu marah-marah seperti calon istri papaku, dan selalu melampiaskannya sama saya begitukan ?”, tanya Shine memancing pertengkaran.


“Siapa yang selalu marah sama kamu ?”, ucap Sand membantah.


“Berarti sudah tidak mau marah sama saya lagikan ?”, ucap Shine memastikan.


“Siapa yang bilang begitu ?”


“Milih marah apa ndak marah, yang jelas dong tuan muda”


“Pilihan apa itu, tidak jelas”


“Jangan marah lagi dong tuan muda, cepet tua loh”


“Apasih, dasar tidak jelas”


“Tuan muda mau kemana ?, ini makanannya, anda tidak lapar ?”, Shine berteriak memanggil tuan muda Sand yang beranjak pergi meninggalkan Shine.


“Hahahah….”, Shine menertawai sikap lucu tuan muda.


Big One mengikuti tuan muda yang menjauh dari tempat Shine duduk.


“Tuan muda, perintahkan saja, apa yang harus saya lakukan pada tikus kecil itu”, minta Big One karena jengkel pada Shine.


“Tidak usah, ayo kita kesana, sepertinya memang enak untuk merendam kaki”, kata Sand pada Big One.


Mereka semua menikmati liburan kali ini, tidak hanya pendekatan pada tuan muda, tapi semuanya ikut senang.


Ternyata dia juga kehilangan ibu saat masih kecil, tapi dia bisa bangkit, hanya papanya yang kurang peduli, kenapa aku memikirkannya ?, dalam pikiran Sand.


“Big ajak semuanya pulang, aku ingin istirahat”, minta Sand pada Big One.


“Semuanya, kita pulang sekarang, perintah dari tuan muda !”, teriak Big One pada semuanya.

__ADS_1


“Siap Bos !”, ucap anggota Big Team langsung beranjak menuju ke tempat tuan muda berada.


“Yah, padahal aku masih ingin di sini, kenapa pulang sekarang sih, jarang banget tempat ini sesepi ini, belum puas rasanya”, keluh Laning.


“Sudahlah, tuan muda yang minta, kita kesini lagi kapan-kapan ya”, Shine menenangkan.


“Kalo gitu, besok ke kebun strawberry aja Star, ngiler banget pengen makan”, ucap Laning mengajak.


“Oke, kita susun rencananya”, kata Shine menyetujui.


*****


“Semuanya sudah masuk ?”, tanya Shine mengabsen.


“Sudah !”, jawab Big Two bersemangat seperti anak kecil yang gembira berekreasi.


“Hei”, Big Three menyenggol Big Two, mengingatkan jangan seperti anak kecil.


“Terbawa suasana, heheheh”, jawab Big Two berbisik.


*****


“Tuan muda anda tidak turun ?”, tanya Big One.


“Cari ularnya dulu sampai dapat baru aku turun”, kata Sand yang takut ular.


“Jadi, tadi kamu berbohong padaku ?”, ucap Sand marah.


“Iya…kenapa memangnya ?, anda mau marah ?” silahkan saya akan senang hati mendegarnya”, kata Shine menantang.


“Dasar wanita….”, Sand hendak memarahi Shine tapi tidak jadi, karena teringat cerita masa kecil Shine, dia memilih untuk langsung masuk ke villa.


Sand masuk ke dalam kamar, masih memikirkan masa cerita masa kecil Shine, yang hampir sama dengannya. Sampai malam hari, mengganggu tidurnya.


Kenapa aku masih memikirkan ceritanya, dalam hati Sand, sambil membolak-balikkan badan.


Sampai akhirnya tertidur juga. “Hei kau, jangan pergi…tunggu aku…”, ucap Sand, “aku mencintaimu Sand”, dalam mimpi Sand wanita yang sama terlihat lebih jelas.


“huh..huh..huh, cuma mimpi, kenapa aku mimpi seperti ini berulang kali ?, siapa dia sebenarnya ?”, ucap Sand yang terbangun.


Dari mimpi itu Sand terjaga sampai pagi. Mimpi itu lebih sering datang akhir-akhir ini, membuat Sand terlihat lesu, karena sering bermimpi yang sama.


*****


“Tuan muda, bangun, kita akan sarapan di kebun strawberry, anda pasti akan suka”, ucap Shine membangunkan Sand.


Sand berbalik secara tiba-tiba, memandang Shine dengan tatapan seram.


“Astaga…tuan muda, anda sudah bangun ternyata, anda mengagetkan saya”, ucap Shine terkejut.

__ADS_1


Sand terus saja memandang Shine dengan tatapan anehnya.


“Tu.an, mu.da, anda mendengar saya ?”, tanya Shine pelan sambil melambaikan tangan ke wajah Sand.


Sand tetap saja, seperti tadi.


“Tuan muda !”, Shine berteriak di wajah Sand.


Sand memeluk Shine yang mendekat padanya. Rasanya sangat nyaman, seperti merasakan wanita yang di mimpinya keluar menemuinya.


“Tuan muda, lepaskan !”, Shine meronta.”


“SSsssstt, diam !”, ucap tuan muda Sand aneh.


Shine hanya menuruti perintah Sand.


“Mungkin seperti ini rasanya jika kamu datang dari mimpiku, kamu berkata kamu mencintai aku”, ucap Sand melantur, pelukannya semakin erat.


“Tuan muda, saya Big One, ijin masuk ke dalam !”, ucap Big One berteriak.


Teriakan Big One menyadarkan Sand, lalu melepaskan pelukannya.


“Boleh aku konsultasi denganmu ?”, kata Sand pada Shine.


Tidak ada angin tidak ada hujan, Sand membuka hatinya, untuk meluapkan emosi yang selama ini dia pendam.


“Benarkah tuan muda, serius, duarius, tigarius”, ucap Shine yang tidak percaya.


“Sekarang atau aku akan berubah pikiran”, sahut Sand.


“Big kamu tunggu dulu jangan masuk, sebelum saya minta”, kata Sand.


*****


Sesi berkonsultasi seorang pasien yang mengalami depresi sudah dimulai.


“Silahkan tuan muda berbaring senyaman mungkin, saya akan mendengarkan perkataan anda”, ucap Shine sebagai psikolog yang sebenarnya.


“Aku sangat ingat dulu saat bangun ada di rumah sakit, melihat oma berdiri di hadapanku, ada dokter juga yang menanganiku, dan ada satu wanita yang menangis bahagia di sampingku“


“Lanjutkan tuan muda tidak usah terburu-buru saya mendengarnya”


“Aku tidak tahu siapa wanita itu, dan mengapa dia menangis untukku, sejak saat itu aku membenci oma dan semua wanita”


“Baik, teruskan tuan muda”


“Di dalam hatiku yang paling dalam, merasakan kesakitan yang amat sangat sakit, jika melihat seorang wanita yang usianya seperti wanita yang di rumah sakit itu”


“Oke, tarik nafas dulu, baru lanjutkan”

__ADS_1


__ADS_2