
Big Two mengrimkan balasan pesan kepada Shine, kalau Big One dan yang lain berhasil dicegah untuk tidak mengikuti kemanapun perginya Sand dan Shine hari ini.
“Berhenti di sini” minta Sand secara mendadak.
“Kenapa Sand, mau ke toilet? Atau ada yang sakit lagi?” tanya Shine khawatir.
“Kamu.turun” perintah Sand.
Sand hendak mengambil alih kemudi, tapi Shine tidak bisa menerimanya karena Sand masih belum pulih seluruhnya.
“Nggak, kamu belum sembuh, jadi aku saja yang menyetir, kamu duduk yang manis di sampingku dan bilang saja kita mau kemana” kata Shine melarang Sand.
Tetap.saja Sand masih berusaha untuk menyetir.
“Aku masih sabar ya Sand, jika tetap tidak menurut kamu akan aku tinggal di sini” ancam Shine.
Shine menarik Sand dan membukakan pintu mobil, mempersilahkan untuk duduk dan mengaitkan seatbelt nya.
Sand.memandangi Shine sambil senyam-senyum tidak jelas. Lalu ia menarik Shine hingga duduk di pangkuannya. Tangannya merangkul pinggang Shine, dan Shine juga merangkulkan tangannya ke bahu Sand.
“Kamu mau kemana? Ini kan kencan pertama kita” tanya Sand.
“Emmm … bagaimana kalau kita ke pantai dan menikmati sun set?” tanya Shine balik.
“Pantainya jauh, gimana dengan Mimma Park?” tanya Sand kembali.
“Sepertinya tempat itu terlalu ramai, gimana kalau ada yang mengetahui kita, kita ke Atalanta Zoo aja, bisa lihat beruang yang menggemaskan” jawab Shine.
“Di sana juga ramai, sama sajalah” ucap Sand.
“Lalu kemana kita?” tanya Shine juga bingung tempat mana yang dikunjungi, tidak ramai dan nyaman untuk berduaan.
Selang beberapa waktu, secara bersamaan, “Villa!” teriak Shine dan Sand. mereka tertawa karena bisa menyebutkannya secara bersamaan.
“Oke, kita berangkat” kata Shine bersemangat.
Shine juga mengirim pesan pada Big Two untuk mengikutinya ke villa. Mereka tidak tahu jika oma Hara juga ada di sana.
Sepanjang perjalanan mereka memutar lagu dan menyanyi bersama. Mereka sangat bahagia seakan dunia milik berdua. Tidak tahu jika mereka menuju kenyataan yang harus di hadapi.
__ADS_1
“Sudah sampai” ucap Shine memarkirkan mobilnya, tidak lama disusul oleh mobil Big Two dan Big Three.
“Tuan muda, nyonya, kita akan menjaga kalian dari sini hingga nanti pukul delapan harus sudah sampai di rumah” kata Big Two mengingatkan Sand dan Shine.
“Kalian memanggilnya apa? Ha ha ha” Sand tertawa terpingkal-pingkal.
“Sand kenapa kamu tertawa, mereka yang memiliki ide itu bukan aku yang menyuruhnya” jelas Shine terlihat malu dan salah tingkah.
“Aku tidak meyalahkanmu sayang” ucap Sand menenangkan dan merangkul Shine mengajak ke dalam villa.
Dibelakang Shine, Sand menurunkan jempolnya untuk Big Two yang bicara ngawur di depannya.
“Dasar mulutmu nggak bisa di jaga, rasakan nanti apa yang akan diberikan oleh tuan muda” kata Big Three menakut-nakuti Big Two.
Setelah itu, Sand langsung mengacungkan jempolnya, tandanya kalau Big Two melakukan hal yang benar.
“Lihat kan sekarang, aku malah dipuji oleh tuan muda” kata Big Two merasa bangga.
Ketika Sand dan Shine membuka pintu, itu terbuka dengan sendirinya, berdiri oma Hara di hadapan mereka masih saling merangkul dengan mesra.
DEG
DEG
DEG
“Sand, cucu oma, kamu sudah sembuh, padahal oma tidak mengijinkan One untuk memberitahukan padamu, tapi kamu menyusul Oma kesini, Oma sangat senang” ucap oma Hara yang belum paham betapa mesranya rangkulan itu.
Oma Hara langsung memeluk Sand, otomatis Shine melepaskan rangkulannya begitu juga Sand.
Demi amannya status hubungan, Shine mengikuti alur pembicaraan oma Hara, yang ternyata tidak berpikiran sama dengan kebanyakan orang.
“Kita sengaja menyusul oma kemari, pasti oma selama ini sangat khawatir dengan tuan muda, memang di sini tempat yang baik untuk pemulihan” sahut Shine bersandiwara.
Sand hendak mengungkapkan kebenarannya pada oma saat itu juga namun di halangi oleh Shine.
“Oma ada sesuatu yang ingin aku sampaikan, ini sangat penting dalam hidup ku, sebenarnya aku dan Shine …” perkataan Sand dihentikan oleh Shine.
“Saya dan tuan muda kemari untuk pemulihan, saya bekerja kembali sebagai psikolognya sangat bertanggung jawab untuk ini” lanjut Shine agar Sand tidak mengungkapkan kebenaran tentang hubungannya, ia merasa jika waktunya kurang tepat.
__ADS_1
“Benar, keputusanmu untuk menyusul oma kemari suatu tindakan yang patut di hargai, aku merasa energiku sudah pulih kembali, dan kurasa aku sanggup untuk jogging besok pagi” candaan oma Hara dalam mengungkapkan kebahagiaannya yang tiada tara.
Oma Hara menggandeng Sand masuk ke dalam villa dan mengantarkan ke kamarnya, sedangkan Shine masih di luar untuk membicarakan dengan Big Two dan Big Three.
“Shine kamu tidak papa? Wajahmu tegang sekali” tanya Big Two yang juga merasa kaget karena baru tahu jika oma Hara pergi pemulihan di villa.
Karena oma Hara tidak bilang pada siapapun kalau pergi ke villa, yang diketahui semua pengurus di rumahnya adalah pergi pemulihan.
Oma Hara dengan sengaja meninggalkan permasalahan di kantor dan juga di rumah setelah merasa menyakiti Sand, semua telekomunikasi ia matikan agar fokus pemulihan selama di villa. Oleh karena itu oma Hara tidak tahu tentang artikel yang memuat gosip cucunya.
“Lebih baik aku tinggal di rumah Laning, merasa tidak nyaman di sini jika ada oma Hara” ungkap Shine.
“Shine kenapa kamu di sana bersama Big Team, ayo masuk, masih ada kamar kosong di sini, kamu tahulah, ayo masuk, aku tidak mau kamu jauh dari cucuku” teriak oma Hara memanggil Shine.
“Sudah sana, mungkin ini jalan yang telah ditunjukkan dari kelanjutan hubunganmu dengan tuan muda” saran Big Two dengan bijak.
“Iya oma, aku datang” jawab Shine menuruti permintaan oma Hara sambil memikirkan perkataan Big Two yang tidak salah.
“Aku senang kamu menyusul ke sini, jadi aku tidak sendirian” curhat oma Hara.
“Kan ada Laning dan pak Londo di sini, suruh mereka tinggal di sini juga oma” saran Shine.
“Mana mau anak muda seperti Laning menemani nenek tua yang cerewet ini” canda oma Hara.
“Bagaimana keadaan oma setelah ke sini?” tanya Shine.
“Oma menjadi lebih baik, apalagi melihat Sand yang terlihat bahagia, setelah apa yang terjadi pada pernikahannya kemarin” ungkap oma Hara.
“Oma juga istirahatlah, memang harus banyak bersantai dan menenangkan pikiran, apalagi cuaca hari ini sangat baik untuk meditasi” jelas Shine.
“Kamu tahu caranya meditasi? Bolehlah ajarkan pada oma” minta oma Hara.
“Sekarang?” tanya Shine memastikan.
“Katamu cuacanya bagus untuk meditasi, ya sekaranglah” perintah oma Hara.
Shine diajak ke kamar oma Hara untuk meditasi yang dibilang sebelumnya.
Ternyata Sand menguping dari dalam kamarnya. Dia merasa kesal karena kencan pertamanya terganggu oleh oma Hara. Padahal ia sudah menyusun daftar kegiatan yang akan dilakukan di villa berdua dengan Shine.
__ADS_1
Meditasi yang dilakukan Shine sangat lama sekali, Sand merasa bosan terus menunggu kesempatan agar bisa bersama Shine. Dia terus berjalan, berputar-putar memikirkan cara agar oma tidak mengganggu kencannya dengan Shine.