
Suami Rara mengumpulkan kesaksian semua anggota keluarga dan kerabat dekat serta tetangga dalam bentuk video. Namun, belum sepenuhnya terkumpul, dan waktu yang tersisa hingga pernikahan Sand, tinggal 4 hari lagi.
Shine tidak mau, hanya mengandalkan bukti dari suami Rara, dia melakukan hal lain untuk membuat bukti. Shine memberikan undangan pernikahan pada teman dekat Rara, yang juga kakak tingkatnya di perguruan tinggi dulu.
Shine meminta mereka datang saat pernikahan Rara sebagai saksi kalau Rara sudah menikah dan memiliki seorang anak.
Tiga hari menuju pernikahan, semua saksi telah di percaya bisa memberikan kesaksiannya.
Dua hari menuju pernikahan, semua bukti yang dibutuhkan telah terkumpul.
Satu hari menjelang pernikahan, Sand dan Rara meminta doa restu kepada oma Hara, agar besok hari pernikahannya berjalan dengan lancar.
Semua anggota keluarga oma Hara berangkat ke hotel untuk melakukan persiapan gladi bersih.
Sand membagikan kunci hotel, “Semuanya sudah pegang kunci hotel?”
“Untuk sementara kalian satu kamar, setelah pernikahan Rara akan pindah ke kamarku” ucap Sand di hadapan Shine dan Rara.
“Iya Sand gak papa kok, nanti Shine bisa membantuku kalau aku butuh pertolongan” ucap Rara senang bisa mengawasi Shine.
Gawat !, aku tidak bisa kemana-kemana, kalau satu kamar dengannya, batin Shine.
“Ehm, tuan muda, saya ikut di kamar oma Hara saja, kasian kalau oma sendirian kan?” ucap Shine.
“Begitu juga tidak papa” kata Sand.
“Jangan dong sayang, aku membutuhkan Shine menemaniku, biasalah kalau perempuan akan melepas status lajangnya, aku juga bisa mengadakan bridal shower dengan Shine, ya kan Shine ?” kata Rara sambil merangkul Shine.
“Terserah kamu aja, enaknya gimana” ucap Sand pergi meninggalkan mereka berdua.
“Shine, Shine, Shine, jangan sampai aku tahu kamu menggagalkan pernikahanku besok, ingat!, demi Sand” ucap Rara masuk ke dalam kamar.
Rara masih sempat mengancam Shine, agar tidak mengacaukan pernikahan yang sudah dipersiapkannya dengan baik.
Shine pergi ke kamar oma Hara, karena dia tidak mau sekamar dengan Rara.
Mengetuk pintu, “Oma, oma, ini Shine” ucap Shine lirih.
Oma Hara membuka pintu, “Oma boleh saya di kamar ini?, tadi tuan muda menyuruhku untuk sekamar dengan Rara, lebih baik aku di sini bersama oma.”
“Masuklah!” ucap oma Hara.
“Persiapan sudah semuanya oma, tinggal eksekusi besok” kata Shine melapor.
__ADS_1
Hari-H pernikahan Sand dan Rara. Sejak pagi mereka semua sibuk untuk berias. Pelaminan siap, makanan sudah di tata, tinggal menunggu tamu undangan datang.
“Oma aku pergi dulu, doaka semua lancar hari ini” ucap Shine pergi beraksi.
“Shine, jangan sampai melukai Sand” kata oma Hara mewanti-wanti.
“Siap oma” kata Shine pergi diam-diam.
Shine sudah membuat janji dengan suami Rara di salah satu kamar hotel,
“Mana buktinya, aku lihat dulu” kata Shine
Shine melihat keseluruhan bukti yang berisi kesaksian anggota keluarga Rara, bahwa dia sudah menikah dan memiliki anak. Video itu akan diputar Shine saat mempelai akan mengucapkan janji pernikahan.
“Oke, bagus, sisa uangnya akan ditransfer setelah video ini tayang dia pesta nanti” kata Shine.
“Apakah tidak apa-apa melakukan hal seperti ini?” tanya suami Rara.
“Tenanglah, aku yang bertanggung jawab.” Jawab Shine.
“Siapa yang mengetuk pintu ?” tanya suami Rara.
“Bukalah, pasti itu mereka, teman Rara, aku yang mengundang mereka untuk memberikan kesaksian, jika video ini tidak berhasil” kata Shine.
“Masuklah, saya yang mengundang kalian, saat pengucapan janji akan dimulai, mintalah pada MC ingin memberikan hadiah pada Rara, kemudian katakan kalau dia sudah menikah dan memiliki anak, dan dia adalah suami sah-nya” ucap Shine menjelaskan tugas.
“Acaranya dimulai jam berapa ?” tanya Teman Rara.
“Sebentar lagi, jam 10 tepat adalah upacara pengucapan janji, kita bersiap di sana sekarang” kata Shine sambil melihat jam yang menunjukkan pukul 09.00 am.
*****
Tamu yang diundang tidak sampai memenuhi gedung dengan kapasitas 5000 orang. Tidak sampai seperempat kapasitas yang terisi, itu pun, sudah termasuk pegawai catering dan panitia penyelenggara. Oma Hara dengan sengaja menyembunyikan acara pernikahan Sand dan Rara. Hanya kerabat paling dekat yang hadir.
Oma Hara sudah berada di tempat yang disediakan sebagi wali pengantin. Sand masuk ke altar pengucapan janjin, menunggu kedatangan Rara.
“Kita sambut pengantin laki-laki, beri tepuk tangan yang meriah!” kata pembawa acara mempersilahkan Sand masuk.
“Prok prok prok” suara gemuruh tepuk tangan dari undangan yang datang.
“Inilah dia pengantin wanita yang kita tunggu-tunggu, silahkan masuk!” kata pembawa acara.
Teng teng teng, teng teng teng teng, alunan musik saat pengantin memasuki tempat pengucapan janji pernikahan.
__ADS_1
Saat itu Shine memberikan video untuk diputar.
“Mohon maaf mengganggu acara ini sebentar, ada yang ingin memberikan hadiah spesial untuk pegantin perempuan” kata pembawa acara.
Video yang berisi kesaksian beberapa orang, diputar dan diperlihatkan pada semua tamu undangan.
“Wah itu wajahku”
“Itu ada aku juga”
“Tidak menyangka ya, ternyata dia sudah memiliki suami, berani sekali
menikahi orang lain”
“Beraninya dia mempermalukan pewaris perusahaan media terbesar”
“Wah kacau”
Banyak respon yang keluar dari tamu undangan. Begitu juga Sand, dia malah terdiam membeku.
“Sand, ini fitnah, kamu tahu sendirikan kalau aku sudah pisah dengan suamiku, kamu harus mempercayaiku” ucap Rara pada Sand.
“Semua ini fitnah! Siapa yang melakukan ini, ayo keluar kamu !” kata Rara berteriak pada seluruh tamu undangan.
“Aku, aku adalah orangnya, aku punya sesuatu lagi untukmu, sekarang!” Shine memberi kode.
“Kami adalah teman Girara, memang benar kalau dia sudah menikah, dan memiliki seorang anak” kata teman Rara.
“Bohong, semua ini bohong, aku akan menuntut kalian atas perusakan nama baik” kata Rara berteriak.
“Sand, semua ini adalah kebohongan besar, kamu tahu kalau aku pernah menikah, tapi anak, aku tidak memilikinya Sand, percayalah padaku, kamu mencintaiku kan, sekarang ayo lakukan janji pernikahan, Sand jangan diam saja dong, Sand !” teriak Rara pada Sand, menangis tersedu.
Sand diam membeku, seakan ucapan semua orang hanya dengungan yang membuatnya bingung. Dia berjalan tidak stabil, hingga hampir jatuh, dengan sigap Shine memapahnya.
Saat melihat wajah Shine, terdengar suara Shine yang menyebutkan bahwa dia, dalang dibalik kehancuran pernikahannya.
Sand menjadi marah, dan berdiri tegak, menyeret Shine pergi keluar gedung pernikahan.
“Kenapa!” teriak Sand di hadapan Shine.
“Kenapa kamu melakukannya? Hah kenapa?, aku sangat menginginkan pernikahan ini sejak lama, karena dia, aku merasakan indahnya cinta”, ucap Sand menangis histeris.
“Tuan muda, dia tidak baik untuk anda, dia telah membohongi anda, dia sudah kembali pada suaminya dan kini memiliki seorang anak, mereka adalah keluarga yang sempurna!” jelas Shine berteriak pada Sand.
__ADS_1
“Memangnya kenapa kalau dia tidak baik untukku, kenapa kalau dia sudah kembali pada suaminya, kenapa kalau dia sudah memiliki anak, ini hidupku, kenapa kamu ikut campur!” kata Sand bersuara tinggi.