AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 75


__ADS_3

“Ini semua ku lakukan demi kamu, aku mau menerima Sarah hanya untukmu, aku melamarnya di depanmu agar kamu percaya aku akan menerima Sarah sebagai istriku, tapi kamu tidak mendukungnya sama sekali,” jelas Sand.


“Aku sangat mendukung untuk pernikahan kalian, jika perlu dan bisa membuktikan, aku bisa mendampingi kalian untuk menyusun rencana pernikahan kalin” ucapan Shine nantinya akan menjadi boomerang untuknya sendiri.


“Oke, jika kamu sangat mendukungku, kamu harus selalu mendampingi kami untuk pernikahan yang kamu inginkan” ucap Sand kesal meninggalkan Shine kembali ke meja makan.


“Kenapa, kenapa, kenapa aku harus melakukan itu lagi, dasar mulut yang tidak bisa di kontrol” ucap Shine frustasi di dalam mobil.


Shine mengulangi kesalahannya pada Sand untuk mendampinginya menuju pernikahan yang tidak diinginkan Sand.


“Maaf ya aku lama, selamat Sarah atas lamarannya” ucap Shine yang baru datang.


“Shine yang akan membantu kita mempersiapkan segala urusan pernikahan, karena dia sangat berpengalaman” sahut Sand menyindir.


“Benarkah itu Shine, kamu juga yang akan membantu persiapan pernikahan kami? Wah aku sangat senang mendengarnya, aku akan segera memberitahukan pada oma” reaksi Sarah yang sangat bahagia.


“Jangan Sarah,” teriak Shine spontan.


“Kenapa Shine?, ini kan berita baik, tentunya oma harus tahu” jawab Sarah.


“Eee, … Karena oma sudah tahu, jadi kamu tidak usah repot-repot memberitahunya” sahut Shine.


“Baguslah kalau begitu, bagaimana kalau habis ini kita karaoke?” tanya Sarah ingin double date sampai malam.


“Boleh juga idenya, aku mau” sahut Ben super excited.


“Setelah ini, aku yang akan bayar tagihannya” sambung Sand.


Karena Ben memutuskan untuk ikut, terpaksa Shine juga ikut.


Sarah selalu menggandeng Sand saat perjalanan menuju tempat karaoke, dan Sand juga selalu menganggapinya.


Sedangkan Shine hanya berjalan beriringan di dekat Ben, melihat Sarah dan Sand di depannya selalu bergandengan.


“Shine apakah kamu tidak mau seperti mereka” tanya Ben memberanikan diri.


“Ben bisa nggak kamu tidak menyinggung hal itu, aku ingin menjadi temanmu malam ini” minta Shine sedikit sensi.


“Maaf maaf, aku tidak lagi melakukannya” permintaan maaf Ben.


Mereka berempat sampai di tempat karaoke yang di sewa Sand.


“Aku yang mulai duluan!” teriak Sarah sangat bahagia.


Saat Shine duduk, Sand dengan sengaja mendekati Shine, “Ini yang kamu inginkan bukan, sekarang nikmatilah” ucap Sand seperti mengancam.


“Sand ayo ikutlah bernyanyi berdua denganku!” ucap Sarah setelah menyelesaikan sebuah lagu, menarik Sand yang duduk di samping Shine.


Ben sangat menikmati lagu yang di nyanyikan Sand dan juga Sarah, sedangkan Shine hanya diam melamun, memikirkan ucapan Sand tadi.


“Bolehkah aku gantian yang bernyanyi?” tanya Ben mengangkat tangannya.


“Silahkan, anda mau menyanyikan lagu apa untuk wanita yang sedang duduk di sana?” Sarah berlagak seperti MC.


“Tolong putarkan lagu Marry You dari Bruno Mars” bisik Ben di telinga Sarah.

__ADS_1


It's a beautiful night


We're looking for something dumb to do


Hey baby


I think I wanna marry you


Lirik lagu yang dinyanyikan Ben masih belum diperhatikan oleh Shine, karena dia masih dalam lamunan.


Is it the look in your eyes


Or is it this dancing juice?


Who cares baby


I think i wanna marry you


Well i know this little chapel on the


boulevard we can go


No one will know


Come on girl


Who cares if we're trashed got a pocket


full of cash we can blow


And it's on girl


Shine mulai mendengarkan dan menikmati alunan lagu, dia ikut bertepuk tangan seperti Sarah yang hanyut dalam lagu, tapi Shine belum sadar lagu yang dinyanyikan  Ben adalah tentang pernikahan.


Don't say no, no, no, no-no


Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah


And we'll go, go, go, go-go


If you're ready, like i'm ready


Saat menyayikan lirik itu Ben mendekati Shine, seakan mengisyratkan kalau ia sangat menginginkan jawaban dari Shine atas lamarannya.


Saat itu juga Sand merebut mic dari tangan Ben.


“Sekarang gantian, aku mau menyanyikannya, aku sangat suka lagu ini”


It's a beautiful night


We're looking for something dumb to do


Hey baby


I think I wanna marry …

__ADS_1


Lagu dihentikan Ben dengan cepat karena merebut mic darinya.


“Apa mau lo, mendadak mengentikan lagunya” bentak Sand.


“Aku hanya ingin mengganti lagunya memang tidak boleh?” dengan berani Ben menjawab Sand.


“Aku yang membayar sewanya, aku bebas menggunakan semauku” ucap Sand memulai perdebatan.


“Gimana kalau kita tanding, skor yang lebih banyak akan sepuasnya menggunakan tempat ini, dan yang kalah tidak boleh bernyanyi sama sekali, gimana?” tantang Ben.


“Oke, siapa takut, aku yang pilih lagunya!” jawab Sand.


“Tidak bisa, jika kamu yang pilih, pasti lagunya yang mudah, biarkan nona Sarah yang memilihnya” kata Ben.


“Suatu kehormatan untukku memilihkan lagu untuk kalian” Sarah dengan sengaja memilihkan lagu dengan nada tinggi, pasti akan lucu saat mereka bernyanyi nanti.


Lagu sudah dipilihkan Sarah, pertandingan karaoke di mulai dari Sand, dia menjadi penentu kemenangan dan kekakalahan kompetisi, jika Ben mendapatakan skor lebih kecil darinya, maka dia menjadi pemenang.


Skor yang didapatkan Sand 76 dari 100. Kini Ben bergantian bernyayi, dan Sand tidak ingin kalah dari Ben.


Beruntungnya Ben, dia mendapat skor 77 selisih satu poin dari Sand.


“Baru satu lagu, kita bernyanyi dua lagu lagi, jika aku kalah dua kali, maka kamu pemenangnya” bela Sand tidak mau kalah.


“Oke, aku yang akan bernyanyi dulu” minta Ben.


“Silahkan” ucap Sand.


Ben sudah menyelesaikan kedua lagunya, yang pertama dia mendapat skor 56 dan lagu yang kedua dia mendapat skor 80.


Sekarang babak penentuan pemenang dari kompetisi karaoke antar pria dewasa yang saling tidak mau kalah.


Saat Sand menyanyikan lagu yang pertama, dia mendapatkan skor 78, skor sementara seri, satu banding satu. Saat hendak menyanyikan lagu yang kedua ada petugas karaoke yang mengatakan kalau waktu mereka sudah habis.


“Bisakah di perpanjang, nanti masukkan ke tagihan” minta Ben tidak mau kalah dari Sand.


“Maaf tuan, ruangan ini akan segera digunakan tamu VIP kami” ucap pelayan karaoke.


“Aku akan bayar lebih dari tamu VIP di sini” tantang Sand.


“Maaf tuan tidak bisa, ruangan ini adalah yang terbaik”


“Kalau begitu carikan tempat yang lain, kita akan menyewanya” minta Sand.


“Maaf tuan, ruangan lain sudah penuh”


“Kita akan segera pergi, berikan kami waktu sebentar” ucap Shine menengahi.


“Terimakasih nyonya” ucap pelayan.


“Aku akan pergi, jika kalian tetap di sini silahkan” ucap Shine tegas.


Alasan Sand dan Ben melakukan kompetisi itu karena Shine, akhirnya mereka memutuskan untuk ikut Shine pergi.


Di luar tempat karaoke, “Kompetisi ini belum selesai, kita minum di sini, aku dengar bar nya lumayan oke, jika kamu tidak mau aku yang menjadi pemenangnya” ucap Sand memulai lagi.

__ADS_1


“Oke, siapa takut!” ucap Ben menerima tantangan Sand.


__ADS_2