
Demi mengamankan rencana sandiwara, oma Hara menyiapkan sebuah kontrak perjanjian, yang isinya, ketika dokter Rara berhasil menyampaikan kalau dirinya sudah berkeluarga kembali tanpa menyakiti Sand, dia akan mendapatkan sejumlah uang yang diinginkannya.
Kedua belah pihak telah sepakat dan menandatangani kontrak itu, dan sah dimata hukum. Apabila dokter Rara tidak berhasil dalam tugasnya, maka uang yang dijanjikan tidak akan diberikan.
Sandiwara dimulai dari, mempertemukan Sand dengan dokter Rara.
“Tuan muda hari ini anda tidak boleh pergi ke mana-mana” ucap Shine melarang.
“Kenapa kamu melarangku, siapa kamu ?” tanya Sand.
“Hari ini ada surprise untuk anda, makanya saya melarang anda pergi, nanti anda pasti tidak akan kecewa saya jamin” ucap Shine memastikan.
Shine menyiapkan meja makan di halaman belakang yang didekor sangat cantik untuk pertemuan perdana dokter Rara dengan Sand.
Dokter Rara berdandan cantik menunggu di tempat yang disediakan Shine. Dengan mata tertutup Sand dipandu Shine dan didampingi oma Hara, menuju halaman belakang.
“Tuan muda anda siap ?” tanya Shine menutup mata Sand.
Mereka berjalan perlahan-lahan menghampiri dokter Rara yang sudah menunggu.
Membuka penutup mata Sand “Silahkan buka mata anda tuan muda” ucap Shine berharap dia sangat menyukai surprise yang diberikan.
Tatapan mata tuan muda Sand langsung tertuju pada wanita yang sangat cantik dihadapannya. Tak terasa air mata menetes bahagia, seakan tidak percaya dia benar-benar ada di depannya sekarang.
“Sand ?” ucap dokter Rara pertama kali yang didengar oleh Sand.
Masih tidak percaya, Sand memeluk wanita cantik di hadapannya sangat erat. Dia menghirup aroma tubuh Rara, ternyata benar, dia kekasih hati yang selama ini ia rindukan.
Dokter Rara memeluk Sand balik, mereka saling berpelukan. Oma Hara dan Shine ikut terharu melihat Sand sebahagia itu.
“Kita tidak akan berpisah lagi, restu oma sudah menyertai kita” ucap Sand melepas rindu.
“Ya, I Love you” bisikan cinta Rara pada Sand.
“I LOVE YOU TOOOOO!!!!” teriakan Sand hingga burung pun malu.
Shine dan oma Hara meninggalkan mereka, agar lebih leluasa. Dibalik kebahagiaan Sand, ada sedikit luka di hati Shine, entah mengapa dia harus merasakannya.
“Oma…” panggil Shine menggantung.
__ADS_1
“Kenapa Shine ?” tanya oma Hara.
“Tidak jadi oma” jawab Shine masih melihat kebahagiaan Sand dari jauh.
Rasa sakit di hatinya, muncul secara tiba-tiba, Shine tidak tahu alasannya, apakah ada perasaan sayang pada tuan muda Sand, ataukah perasaan tidak enak pada dokter Rara yang diminta bersandiwara.
Dokter Rara diminta oleh Sand tinggal bersamanya, karena dia tidak ingin jauh darinya.
“Ra, kamu harus tinggal di sini bersamaku, kita juga akan menikah pasti oma mengijinkan” ucap Sand meminta.
“Jangan bilang seperti itu, kita minta ijin dulu baru tahu hasilnya” kata dokter Rara yang masih sama dengan, kelembutan hatinya.
Sand menjalin hubungan seperti, awal mereka bertemu, sebagai sepasang kekasih yang di mabuk asmara. Dokter Rara bersandiwara dengan baik, hingga tidak bisa dibedakan mana yang berpura-pura dan mana yang sebenarnya.
Tidak ada ekspresi canggung sedikitpun saat bersama Sand, terlihat natural sebagai sepasang kekasih.
Shine yang mengawasi mereka saat berduaan, sempat curiga jika dokter Rara memanfaatkan situasi, dengan benar-benar menjalin cinta lagi dengan Sand.
Tapi Shine belum menemukan bukti, sehingga dia hanya berspekulasi dan tidak menceritakan pada oma Hara.
Melihat kebahagiaan Sand, oma Hara lupa kalau mereka hanya bersandiwara, dia menjadi ikhlas menerima dokter Rara menjadi cucu menantunya.
“Oma kita tidak mau menunda pernikahan lagi, kita akan segera mengurusnya” minta Sand pada oma Hara.
Shine merasa tidak rela mereka menikah, padahal dia tahu kalau itu hanya sandiwara. Shine merasa jika pernikahan mereka seperti ada yang salah, karena dokter Rara mendukung untuk mengadakan pernikahan secepatnya.
“Hei kamu Tikus Kecil, temani Rara mengurus gaun pernikahan !” kata Sand terburu-buru ke kantor.
Oma Hara sudah mempercayai Sand lagi untuk mengelola perusahaan. Dia tidak bisa menemani dokter Rara untuk menyiapkan pernikahan mereka. Semua urusan diserahkan pada Shine sebagai asisten pribadi oma Hara.
“Tuan muda, jangan panggil dengan nama itu, panggil Shine lah, atau Star juga boleh” minta Shine.
“SHINE !, Rara aku berangkat dulu, nanti aku menyusl kalian” ucap Sand pergi.
Kesempatan bagus saat Sand kembali bekerja, mereka bisa membicarakan bagaimana sandiwaranya berjalan seperti sungguhan.
“Apakah oma punya kenalan seorang desainer gaun pernikahan ?, kita bisa mengajaknya kerjasama melancarkan sandiwara ini” tanya Shine.
“Kenapa harus kong-kalikong dengan desainer baju, fitting aja beneran, nanti kalau Sand curiga gimana ?” dokter Rara menghasut oma Hara.
__ADS_1
“Setuju dengan Rara, kita pilih baju sekarang ada desainer yang aku kenal” kata oma Hara menuruti permintaan dokter Rara.
“Baik kalau memang oma menyetujui, kita kesana sekarang” ucap Shine mengalah.
Dari perkataan dokter Rara yang terus berlagak sandiwara, tapi melakukannya seperti sungguhan, Shine merasa, tambah ada yang tidak beres, namun terhalang oleh oma Hara yang tidak peka.
Shine hanya menunggu waktu, dia hanya bisa bersabar, menerima semua permintaan dokter Rara sesuai syarat perjanjian.
Bersama-sama menuju wedding boutique, di kawal Big Team sesuai permintaan Sand.
“Oma Hara, selamat datang, saya sangat senang mendengar kabar kalau Sand mau menikah, silahkan duduk dulu, mau minum apa ?” ucap sang Desainer mempersilahkan.
“Zara !, ambilkan minum untuk tamu spesial kita hari ini !” kata sang Desainer pada karyawannya.
“Terimakasih atas waktunya, mau menyempatkan melayani kami sendiri, kamu pasti sangat sibuk” ucap oma Hara.
“Ngomong-ngomomg yang mana calon pengantin kita, ada 2 wanita di sini” tanya sang Desainer sedikit melambai.
“Pasti kamu ya, tapi terlihat agak tomboy ya ?” sang Desainer menunjuk Shine.
“Bukan….bukan, ini calonnya” ucap Shine menarik dokter Rara.
“Oh, yang ini, seperti ibu-ibu ya !, eh…tapi cantik, sangat cantik” pujian palsu sang Desainer pada dokter Rara, yang terlihat sedikit berisi.
“Zara !, mana minumannya lama sekali !” teriak sang Desainer sedikit kesal.
“Maaf..maaf, air panasnya habis” jawab karyawan boutique.
“Tolong nona ini ditemani mencari gaun yang dia inginkan, memang kamu ini sedikit lemot, tapi aku suka, hahahaha” ucap sang Desainer sambil mengibaskan kipas di tangannya.
“Mari nona saya antar melihat gaunnya” ucap karyawan boutique pada Rara.
“Apakah saya boleh ikut membantu ?” tanya Shine.
“Kamu di sini saja, menemani oma Hara, ya Shine !” ucap dokter Rara mencegah Shine.
Dokter Rara leluasa memilih-milih gaun, memang ini kesempatan yang seharusnya ia miliki, sebelum Sand hilang ingatan.
“Sand !” teriak oma Hara pada Sand yang menyusul.
__ADS_1
“Perkenalkan ini cucu saya Sand, dan Sand ini desainer yang akan membuat gaun pernikahan kalian” ucap oma Hara saling memperkenalkan.
“Cucok deh, badannyan bagus, kulitnya mulus, ganteng banget, biar saya yang mengukur bajunya, sebentar ya oma” ucap sang Desainer membawa Sand untuk fitting setelan jas.