
“Ada apa mbok ?”, tanya Shine.
“Kamarnya sudah siap non, istirahat dulu”, jawab mbok Janem.
Shine beristirahat di kamarnya, dia belum memberitahu papanya kalau pulang ke rumah. Sampai terdengar suara mobil yang masuk ke garasi.
Shine mempersiapkan diri menemui papanya. Dia akan mencoba menerima semua perkataan papanya nanti, saat beretemu.
Pasti itu papa, aku harus siap-siap, batin Shine.
“Mas D, kamu sudah pulang ?, pasti kamu capek, aku ambilin minum ya ?”, ucap Danira yang mendahului Shine.
Perkataan Danira terdengar oleh Shine, dia memberanikan diri untuk ikut keluar menyambut papanya. Saat papanya melewati kamar tamu, Shine keluar dengan cepat, dan terlihat oleh Danira.
“Hei, kamu sini, ambilkan tuan minum !”, memerintah Shine yang berdiri di depan kamar tamu.
Papanya diam saja tidak membela Shine, yang disuruh mengambilkan minum oleh Danira.
Shine melanggati ucapan Danira, dan mengambilkan minum.
“Baik nyonya, saya akan ambilkan, saya juga akan menyiapkan makan untuk tuan”, kata Shine meladeni perintah Danira.
Papa Drake tetap saja cuek pada Shine, menganggapnya benar-benar seperti asisten rumah tangga.
Papa Drake, Danira dan Shine makan malam bersama di meja makan, tetapi Shine sebagai pelayannya
“Non, kenapa non ndak bilang terus terang ke nyonya ?”, tanya mbok Janem membantu Shine menyiapkan makanan.
“Ndak papa mbok, saya hanya ingin membuat papa senang, bila ini jalannya gak papa kok mbok”, jawab Shine dengan hati tersayat.
“Tuan dan nyonya silahkan menikmati hidangannya”, ucap Shine lantas pergi ke dapur lagi.
Perang dingin Shine, dengan papanya masih berlanjut, karena Shine belum berhasil menyembuhkan cucu oma Hara, yang otomatis, kedudukan papa Drake sebagai rektor juga belum dipastikan.
Pak Kodir memberikan jam tangan yang tertinggal di mobil.
“Tuan jam tangan anda, tadi tertinggal di mobil, ini ditaruh mana ya ?”, tanya pak Kodir.
“Sini berikan padaku”, jawab papa Drake.
Pak Kodir yang seperti melihat Shine di dapur, dengan sengaja memanggilnya.
“Non Shine, anda pulang ?”, kata pak Kodir berteriak di hadapan Danira dan papa Drake.
__ADS_1
“Pak Kodir kamu manggil siapa ?”, tanya Danira.
“Saya memanggil nona Shine di dapur itu nyonya”, jawab pak Kodir.
“Kamu memanggilnya apa, nona ?, dia itu asisten baru di sini”, kata Danira sok tahu.
Pak Kodir hanya menerima perkataan Danira, mungkin dia memang salah lihat.
*****
“Pak Kodir, saya kangen banget sama bapak, sudah berapa bulan ya kita gak bertemu ?”, tanya Shine menghampiri pak Kodir yang pergi ke garasi.
“Benar, saya gak pernah salah kalo lihat non Shine, non apa kabar ?, kenapa non berubah seperti ini, tadi saya hampir percaya kalau anda asisten baru di rumah ini”, ucap pak Kodir senang.
“Ini karena pekerjaan pak Kodir, tapi karena saya kangen pak Kodir, jadi saya pulang”, kata Shine membalas kangen pak Kodir.
“Tadi nyonya yang di dalam, kenapa menganggap non asisten ?, memangnya dia tidak tahu putri paling cantik anak pak Kodir ini ?”, kata pak Kodir bercanda.
“Saya mau papa yang memperkenalkan saya ke nyonya, aku sangat berharap ini bisa sedikit menghangatkan hubungan kita pak Kodir, bila keputusan papa yang ingin menikah lagi, ya saya pasti merestuinya, kebahagiaan papa, kebahagiaan Shine juga”, kata Shine curhat ke pak Kodir.
“Non sangat baik, semoga ini jalannya non bisa baikan sama tuan”, doa pak Kodir untuk Shine.
“Aammiinn, semoga ya pak Kodir, bapak udah makan ?, ayo makan sama Shine dan mbok Janem !”, minta Shine pada pak Kodir yang sudah dianggapnya ayah.
*****
Saat tidur, tuan muda Sand bermimpi melihat bayangan wanita itu lagi, hingga terbangun. Dia sungguh bertanya-tanya siapa wanita itu. Dia terjaga sampai pagi. Wajahnya terlihat sangat lelah, ada lingkaran hitam di matanya.
“Tuan muda, sarapan anda”, kata Big One.
“Masuk”, ucap Sand.
“Tuan muda apakah anda tidak enak badan, anda terlihat sangat lelah”, tanya Big One.
“Tidak, hanya tidak bisa tidur, letakkan di meja saja, nanti kumakan”, perintah Sand pada Big One.
Big One merasa cemas terhadap tuan muda Sand. Dia memutuskan untuk menghubungi Shine.
“Hei kamu, suruh si tikus kembali ke villa”, ucap Big One pada Laning yang membersihkan ruang makan.
“Saya punya nama tahu, L-A-N-I-N-G”, kata Laning pada Big One.
“Ya itulah pokoknya, segera suruh dia kembali ke villa”, ucap Big One lantas pergi.
__ADS_1
Dasar botak tak berotak, batin Laning.
Menekan tombol di smartphone,”tik…tik…tik, tuut….tuut….tuut, “Halo…Star, kamu disuruh balik sama botak”, kata Laning mengejek Big One.
“Ada apa Laning, tuan muda mencariku ya ?”, tanya Shine sambil bercanda.
“Iiiihhhh…pede banget kamu ya Star, botak nggak bilang apa-apa, dia cuma pesan, menyuruhmu cepat balik ke villa”, kata Laning yang masih kesal pada Big One.
“Iya, aku akan segera kembali ke villa, bilang pada Big One”, ucap Shine menutup telepon.
“Di tutup lagi, padahal aku yang ingin menutup telponnya”, gumam Laning sendirian.
*****
Shine diminta Big One segera kembali ke villa, dia siap-siap untuk pergi pagi ini juga.
“Shine, aku ingin membicara sesuatu denganmu”, papa Drake ke kamar tamu menemui Shine.
“Papa…, ada apa pa ?”, Shine terkejut karena papa Drake menemuinya.
“Shine, mungkin kamu sudah tahu wanita yang kemarin, dia calon mama kamu”, ucap papa Drake langsung ke intinya.
Shine terdiam, tidak berkata apapun pada papa Drake, hanya air mata yang mengalir.
“Aku akan menikahinya, persiapan sudah 70 %, aku minta kamu nanti hadir di pernikahan papa”, ucap papa Drake.
Shine memeluk papa Drake yang ada didepannya dengan kuat. Papa Drake memeluk Shine balik.
Pintu kamar yang terbuka, menjelaskan kepada siapapun yang lewat di rumah itu, kalau mereka memiliki hubungan awal yang hangat lagi, tak terkecuali Danira.
“Mas D, apa yang kamu lakukan ?, kenapa kamu memeluknya terang-terangan di depanku ?”, kata Danira cemburu.
“Dan, aku bisa jelaskan, tahan emosimu dulu”, kata papa Drake, mengejar Danira yang lari keluar rumah.
Danira yang cemburu buta, melarikan diri dan langsung naik taksi yang lewat di depannya.
Shine turut mengejar papanya yang lari.
“Pa, aku minta maaf karena kesalahpahaman ini membuat Danira jadi cemburu”, ucap Shine pada papa Drake.
Papa Drake tidak menanggapi ucapan Shine dan memilih mengejar Danira mengendarai mobil.
“Pak Kodir, keluarkan mobilnya !, cepat antar aku kejar Danira !”, perintah papa Drake yang terburu-buru pada pak Kodir.
__ADS_1
Shine yang merasa sangat bahagia bisa memeluk papanya lagi, kini berubah menjadi kesedihan karena ada orang ketiga merusak momen itu.