AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 78


__ADS_3

“Shine lakukan tugasmu, aku ada urusan lain, nanti antarkan ke alamat ini” ucap Sarah pergi begitu saja, menganggap Shine sebagai pembantunya.


Sarah memberikan daftar belanjaan yang cukup banyak, dan untuk keperluan pernikahan, hanya dua diantaranya.


Shine hanya bisa menjalankan tugasnya sambil mengingat betapa bahagianya oma Hara dengan pernikahan Sand, oleh karena itu dia bisa menahan amarahnya.


Sand tidak tinggal diam menunggu di kantor saja, dia menyuruh orang mengikuti Shine


dan Sarah untuk mengawasi mereka lalu melaporkan pada nya. Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah Big Two dan Big Three yang dapat diandalkan.


Setelah selesai menjalankan tugas dari Sarah ia mengantarkan ke rumahnya, tentunya masih diikuti orang suruhan Sand.


“Benar ini alamat yang diberikan Sarah tadi” Shine bertanya-tanya karena alamat yang diberikan Sarah tadi bukan alamat rumah saat menjemput Sarah bersama Sand waktu itu.


Alamat itu terdapat rumah yang megah dan mewah, dengan halaman luas nan asri.


Saat hendak mengetuk pintu, terbuka dengan sendirinya.


“Nona silahkan masuk, saya akan mengambil barang yang ada dalam daftar belanjaan nona Sarah” kata seorang perempuan berpakaian rapi.


Shine mengagumi isi rumah itu, “Memang oma Hara benar-benar tidak asal memilihkan calon istri untuk Sand” guman Shine lirih.


Perasaan kesal, marah, sakit campur aduk pada Sand, itu hilang seketika menjadi insecure saat melihat kriteria wanita pilihan oma Hara untuk Sand. Shine merasa sama sekali tidak sebanding. Karena itu dia tidak berani menanggapi perasaan Sand yang ia kira, pasti hanya sesaat saja.


“Nona Sarah belum kembali, anda mau minum apa?” tanya perempuan yang menyambut Shine tadi.


“Tidak usah, saya akan segera pergi, sampaikan pesan pada nona Sarah kalau semua yang ia minta sudah saya kerjakan” jawab Shine langsung pergi tanpa perkenalan dengan perempuan di rumah Sarah itu.


Sand terus menggali informasi tentang Sarah, mencari sebanyak mungkin kelemahannya agar mundur dalam pernikahan ini.


*****


Saat Shine kembali ke kantor untuk mengambil note nya yang ketinggalan, dia berpapasan dengan Sand.


“Shine, bisa kita bicara sebentar, sebagai teman?” tanya Sand beralasan.


“Aku tidak mau jika hanya berdua, ajaklah Reihan atau siapapun yang penting tidak berdua” tawar Shine.


“Reihan sudah pulang, dan tidak ada siapapun di sini” jawab Sand.


“Kita bicara di sini saja kalau begitu, 10 menit!” ucap Shine.

__ADS_1


“Aku harap kamu melakukan tugasmu dengan baik, aku tidak mau kejadian yang lalu terulang


kembali” kata Sand.


Perkataan Sand tidak sesuai ekspektasi nya, Shine mengira dia akan meminta-minta untuk menerima cintanya lagi.


Shine merasa lega jika Sand sudah benar-benar move on darinya dan merasa sakit saat Sand tidak mengejarnya lagi.


Shine menjadi sangat bingung merasakan perasaanya, jika menanggapi perasaan Sand, dia tidak tega dengan oma Hara, jika tidak menanggapi dia merasakan sakit, saat Sand sudah tidak mengejarnya makin sakit lagi, Shine tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan.


“Oke, baik, pasti itu tidak akan terjadi lagi, jika kejadian itu terulang, aku yang pusing” ucap Shine langsung pergi.


Kebahagiaan Sand bertambah setelah melihat respon Shine yang terlihat kesal.


“Shine sampai kapan kamu akan terus menyembunyikan perasaanmu itu, sekarang sudah sangat terlihat kalau kamu cemburu pada Sarah” ucap Sand sendirian sambil tertawa bahagia mengingat ekspresi kesal Shine tadi.


“Tenang saja Shine, cintaku hanya untukmu, tidak ada wanita lain di hatiku, sudah kudapatkan bukti kelemahan Sarah, walaupun baru 30%, sampai waktunya pernikahan nanti kupastikan semuanya akan berhasil” sambung Sand masih sendirian di ruangannya.


*****


Keesokan harinya, Sarah kembali lagi untuk meminjam Shine pada Sand, tapi kali ini Sand ikut mereka, karena berdasarkan laporan Big Two dan Big Three, Shine belanja kebutuhan pernikahan sendirian tanpa Sarah.


“Pagi sayang, aku pinjam Shine lagi ya, sekarang aku mau mencari souvenir, aku percaya pada pilihannya” minta Sarah yang baru datang.


Jika Sand ikut, Sarah tidak bisa menyerahkan tugas itu pada Shine sendirian, maka dari itu Sarah beralasan agar Sand tidak ikut.


“Sayang, kamu pimpinan di sini, jika kamu ikut kami, bagaimana kalau ada karyawanmu yang mendadak membutuhkanmu?” tanya Sarah beralasan.


“Ada Reihan, dia menjadi penggantiku selama pergi, sekarang saja, tidak baik mengulur- ngulur waktu!” jawab Sand tenang.


“Hari ini kan cuma memilih souvenir, nanti Oma juga akan menyusul, bagaimana kalau besok saja, waktu fitting gaun dan setelan jas?” ucap Sarah berdalih.


“Souvenir juga bagian dari pernikahan dan itu penting” kata Sand sambil berjalan menuju parkiran.


“Sayang, tunggu dulu, tidak usah banyak orang untuk memilih souvenir ini, kita pasti bisa menghandle nya apalagi ada Shine, ya kan Shine?” ujar Sarah mengkode Shine.


“Tapi benar kata pak Direktur, souvenir memang lebih baik dipilih oleh kedua mempelai langsung” kata Shine tidak memihak Sarah.


Beruntung sekali Sarah, tiba-tiba Reihan memintan Sand untuk meeting bersama klien secara mendadak.


“Benar kan apa kata ku tadi, lebih baik kamu tidak ikut sayang, kamu sangat di butuhkan di kantor, besok saja ya, kita akan bertemu desainer” ungkap Sarah lega.

__ADS_1


*****


“Kamu tadi tidak membelaku di depan Sand, dan sekarang kamu pilih sendiri souvenirnya, pastikan semuanya beres, aku pergi sekarang” kata Sarah pergi meninggalkan Shine masih di kantor.


Sarah makin kelewatan, semua dikerjakan Shine, yang menikah siapa, yang mengurusi siapa.


Big Two dan Big Three siaga mengawasi Shine kemanapun dia pergi.


Shine sendirian ke tempat souvenir.


“Saya wakil dari nona Sarah Permana …” ucapan Shine belum selesai dipotong oleh owner


tempat souvenir.


“Ah, kami sudah menunggu anda, silahkan, kami akan menunjukkan semua desain terbaru, apa yang anda minta?” tanya owner souvenir.


“Karena tema pernikahan nanti simple tapi elegan, bolehkah anda merekomendasikan yang


cocok?” tanya Shine.


Saat memilih-milih souvenir, Sand datang sendirian.


“Dimana Sarah? Katanya Oma juga akan menyusul” ucap Sand yang masih berdiri.


“Maaf anda siapa? Saya masih ada tamu VIP, tolong tunggu sebentar, kami akan segera layani” kata owner souvenir.


“Dia mempelai pria nona Sarah” bisik Shine.


“Maafkan saya tuan, silahkan duduk, anda mau minum apa?” kata owner gagap ketakutan.


“Kenapa anda kemari, bukannya masih ada meeting bersama klien?” tanya Shine sambil


melihat katalog souvenir.


“Saya akan ambilkan minum dulu, silahkan duduk dulu” ucap owner tergesa-gesa pergi.


“Di mana Sarah?” tanya Sand duduk di samping Shine.


Shine bergeser menjauhi Sand.


“Dia tidak ke sini, hanya aku, tanya aja langsung ke dia, ke mana dia pergi” jawab Shine cuek.

__ADS_1


“Baguslah, aku bisa berduaan denganmu, senang jika kamulah yang akan menikah denganku, tapi aku harus menikah dengan Sarah sesuai kemauanmu”, Sand mendekat pada Shine dan berbisik “Kamu yang menyiapkan pernikahan, benar bukan kamu pengantinku?”


__ADS_2