AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 71


__ADS_3

“Kenapa kamu tiba-tiba minta di jemput di sini?” tanya Ben sambil jalan.


“Aku ingin mencoba membiasakan berhubungan denganmu, jika tidak segera mengawalinya, bagaimana nanti aku akan menjawab lamaranmu waktu itu” ucap Shine mencoba membuka hatinya pada Ben.


“Benarkah itu Shine, itu berita yang sangat baik untukku, aku ingin mentraktirmu, pilih saja baju yang kamu inginkan, aku yang bayar” ungkapan kegembiraan Ben.


“Tidak Ben, aku sendiri yang bayar, aku ingin memulai tanpa bergantung pada siapapun, aku harap kamu mengerti” balas Shine.


“Oke, aku bisa paham, yang terpenting kamu mulai mau memikirkan tentang lamaranku waktu itu” ungkap Ben sangat senang.


Pembicaraan Shine dan Ben tidak terdengar begitu jelas oleh Sand yang mengikuti mereka sedari tadi. Tapi kata lamaran terdengar jelas.


Sebelum ada janji suci di altar aku tidak akan menyerah begitu saja, ucap Sand dalam hati.


Dia memilih pergi dan tidak mengikuti Shine lagi. Dia ingin mencari cara agar bisa memenangkan hati Shine.


Shine melirik ke belakang, dan Sand sudah tidak mengikutinya lagi. Dia merasa lega. Shine memang sengaja membiarkan Sand mengikutinya dan mendengar kalau dirinya sudah ada lamaran dari seorang pria.


“Ben, sepertinya tidak ada yang cocok untukku, kita cari makan aja yuk” ajak Shine.


“Di sini ada makanan yang lagi viral, mau coba?” tanya Ben.


“Boleh, semoga sesuai ekspekstasiku” jawab Shine yang juga merasa lapar.


*****


Pembicaraan dalam telepon.


“Rei, dia sudah di lamar, kasih aku saran, apa yang harus aku lakukan?” tanya Sand.


“Bro, jangan kamu lanjutkan, dia milik orang lain, kualat lo nanti” jawab Reihan.


“Katamu aku harus berusaha, dan sekarang menyuruhku mundur, gimanasih lu?” balas Sand.


“Oke, oke, pastiin dulu, kalau dia beneran menerima lamaran dari seorang pria, jika sudah dapat jawaban, aku bantu cari solusi” saran Reihan.


Misi mengejar cinta Shine di mulai.


Sand mencari informasi tentang Ben dan juga Shine, bagaimana kabar sebenarnya tentang lamaran itu.


Keesokannya di kantor, Shine tetap saja tidak mau bicara dengan Sand, tapi secara profesional dia masih bekerja seperti biasa.


“Shine, tolong ini kerjakan sampai selesai sebelum saya kembali, saya ada meeting dadakan dengan klien” minta Sand pergi dari ruangannya.

__ADS_1


Sand sengaja memberikan pekerjaan untuk Shine agar dia sibuk, tidak memperhatikan Sand.


Sand pergi kerumah Shine, secara terbuka, bertanya pada Danira, ibu sambung Shine.


“Permisi!” teriak Sand di depan rumah Shine.


Suara membuka pintu, “Kamu bosnya Shine, apa terjadi sesuatu pada Shine?” tanya Danira khawatir.


“Boleh saya masuk?” minta Sand.


“Boleh, silahkan duduk, ada apa dengan Shine, segeralah bicara” ucap Danira makin khawatir.


Danira mengira kalau Shine mengalami kejadian di kantor hingga bosnya sendiri yang harus memberitahu.


“Shine, … apakah dia sudah pernah dilamar oleh seseorang?” tanya Sand memberanikan diri.


Danira tertawa mendengar pertanyaan Sand, “Saya kira terjadi sesuatu pada Shine ternyata ada sesuatu yang terjadi” ucap Danira masih dengan tawanya.


“Aku ingin memastikannya, jika memang benar, aku sudah terlambat satu langkah dari orang lain” kata Sand serius.


“Oke, oke, maafkan ketawa saya sepertinya berlebihan, memang benar Shine sudah dilamar oleh Ben, yang kemarin makan malam bersama kita kemarin, tapi Shine, sampai sekarang belum memberikan jawaban atas lamaran Ben” info dari Danira.


Sand sangat lega mendengar informasi dari Danira, kalau Shine belum menerima lamaran Ben, dengan begitu kesempatannya untuk mendapatkan hati Shine lebih besar lagi.


“Terimakasih banyak atas informasinya, saya permisi” cepat-cepat, Sand pergi meninggalkan rumah Shine untuk menemui Reihan.


*****


“Rei, aku sudah dapat jawabannya” ucap Sand mengajak Reihan bertemu di café yang biasanya.


“Ke tempat biasa, gua tunggu di sana” jawab Reihan.


“Benar informasi kalau dia sudah di lamar oleh seseorang tapi, dia belum memberikan jawaban, berarti kesempatan gua masih ada lebih banyak” ungkap Sand kesenangan.


“Oke, informasi sudah pasti, sekarang kita mulai pertempurannya” sahut Reihan.


“Nanti ajak dia makan malam, gua yang akan pesenin semuanya” ucap Reihan menghandle.


“Dia masih marah sama gua, dari kemarin” sahut Sand.


“Perempuan ini memang berbeda, dia menolak seorang pewaris yang kaya raya, tampan dan juga gagah, apa yang kurang coba dari seorang Sandyan Alaska?” ledek Reihan.


“Bac** lu, gimana sekarang, kamu harus membantuku, atau gajimu akan ku potong” balas Sand mengancam.

__ADS_1


“Jangan marah pak bos, kamu harus minta maaf dulu padanya sampai dia mau berbicara lagi denganmu, tugasmu sekarang itu dulu, selanjutnya nanti tergantung usahamu” kata Reihan seperti dokter cinta, padahal dia juga belum pernah memiliki kekasih.


Sand mengikuti Shine kemananpun dia pergi, selain ke toilet. Sand ingin Shine merasa risih dan mengeluarkan kata-kata yang manis itu dari mulutnya.


Tapi seharian di kantor, Shine tidak merasa risih sama sekali, dia menganggap Sand tidak ada, hingga jam pulang kantor.


Setiap pulang, Shine di jemput Ben, itu membuat Sand sangat kesal, Shine yang tidak menganggapnya, tidak apa-apa, tapi dia pergi dengan pria lain, sungguh tidak bisa di tolerir.


Saat pulang kantor keesokan harinya, dengan sengaja Sand sudah bersiap untuk menjemput Shine, memarkir mobilnya di depan kantor. Shine menunggu agak lama jemputan dari Ben.


“Aku akan mengantarmu, naiklah!” teriak Sand dari dalam mobil.


Shine sama sekali tidak menanggapinya.


“Jika sudah capek nunggu, masuklah akan aku antar, aku siap menunggumu di sini hingga kamu di jemput” teriak Sand lagi.


Sudah satu jam Ben, tidak datang juga, Shine sudah meminta pak Kodir untuk menjemputnya.


Sand sungguh sial nasibmu, sudah menunggu lama berharap bisa mengantar Shine, ternyata gagal juga.


“Mas Ben kemana non? Kok gak jemput non?” tanya pak Kodir di dalam mobil.


“Gak tau pak, mungkin ada acara jadi gak bisa jemput aku” jawab Shine.


“Saya lihat tadi ada mobil yang parkir di depan kantor dan orangnya selalu memperhatikan non, apakah non kenal sama dia?” tanya pak Kodir lagi.


“Nggak pak, makasih ya pak udah mau jemput Shine” kata Shine mengalihkan.


Kemama Ben sebenarnya? Dia di cegat oleh Reihan dan ponsel nya diminta agar telepon atau pesan dari Shine tidak dibacanya.


“Rei, lepaskan!” kode dari Sand memalui HP.


Reihan melepaskan Ben, yang berpura menabraknya di jalan.


Sand dan Reihan bertemu kembali di café biasanya.


“Udah baikan dong?” tanya Reihan yakin rencanya berhasil.


“Baikan apanya, dia tidak jadi aku antar” ucap Sand tidak bersemangat.


“Gimana bisa?, dia sudah kamu cegat di depan kantor, sedangkan pacarnya udah aku tahan, what happen bro?” tanya Reihan kepo.


Sand menceritakan kejadian tadi.

__ADS_1


“Sungguh kasian kamu bro” ledek Reihan.


“Paksa dia!” ide Reihan kejam.


__ADS_2