AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 90


__ADS_3

FIUH


“Ternyata dia masih tidur” ucap Shine meletakkan tas di meja dekat ranjang Sand.


Tiba-tiba Sand menarik Shine ke ranjangnya. Otomatis dia terkejut, jeritannya di tahan oleh Sand dengan telapak tangannya. Shine memukulnya karena sebal.


“Bercanda mu jelek” kata Shine melepaskan dirinya dari dekapan Sand.


“Semalam saja kamu tinggal rasanya sudah seperti seabad tidak bertemu denganmu, kangeeeen banget” rayu Sand.


“Lebay, aku pengen bicara serius denganmu, jangan bercanda lagi, dengarkan baik-baik” minta Shine.


Seketika Sand memposisikan dirinya seperti anak kecil yang mendengarkan gurunya menjelaskan, dia duduk menghadap Shine dan mengarahkan pandangannya kemanapun Shine bergerak.


“Aku siap” kata Sand yang menggemaskan seperti anak kecil.


“Kemarin, aku mendapatkan informasi dari Big Two kalau kamu dijaga kembali oleh Big Team sesuai permintaan Oma, mereka berbagi shift jaga, Big Two dan Big Three di jam satu sampai delapan malam, sekarang bagian Big Four dan Five dan selebihnya Big One yang berjaga” jelas Shine.


Sand tidak mendengarkan penjelasan Shine, melainkan terus memandangi wajah cantik Shine dan fokus pada mata dan bibirnya. Ekspresi Sand menggambarkan seekor singa yang akan menerkam mangsanya.


“Jadi kita tidak bisa menunjukkan kalau kita berpacaran di jam delapan malam hingga jam satu siang, kamu paham?” tanya Shine pada Sand yang masih tidak fokus.


“Sand! Sand, kamu dengerin aku nggak sih?” teriak Shine tepat di depan wajah Sand.


Sand yang sudah tidak tahan, ia mendaratkan ciuman pagi hari yang sangat menyegarkan.


Shine tidak menghindari ciuman Sand, dia meladeninya hingga cukup lama.


“Udah sarapannya?” ledek Shine sambil mengusap bibir Sand.


Sandnmerangkul pinggang Shine dan mendangakkan kepalanya sambil menggeleng.


“Nakal ya pagi-pagi, jelas kan yang aku minta tadi?” tanya Shine sambil mengusap wajah hingga rambutnya.


Sand hanya menggelengkan kepalanya. Dia melanjutkan rangkulannya, mendekap Shine dengan kuat.


“Aku tidak mau kamu meninggalkanku, aku mau kamu terus ada di sisiku” bisik Sand.


Shine mengusap punggung Sand, “Aku janji akan terus bersamamu hingga tua nanti” ucap Shine membalas cinta Sand.


“Sekarang dengarkan aku” memegang pipi Sand menghadapakan wajahnya pada Shine, “Selagi menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan pada oma tentang hubungan kita, aku tidak mau mengumbarnya dulu, tak terkecuali pada Big Team, kamu mau kan?” tanya Shine pelan-pelan.

__ADS_1


“Tapi aku sudah mengumumkan pada dunia kalau wanita yang aku nikahi adalah kamu seorang, dan secepatnya akan aku beritahukan pada Oma” jawab Sand.


Sand tidak sependapat dengan Shine, ia sangat percaya kalau oma akan merestui hubungan mereka, sedangkan Shine berkeyakinan kalau dia akan ditolak mentah-mentah oleh oma Hara.


“Tapi oma baru saja sembuh dan pulang dari rumah sakit, aku tidak mau oma stress lagi karena hubungan kita” bujuk Shine.


“Shine, percaya padaku, apapun jawaban dari oma, aku tidak akan meninggalkanmu, aku janji” tegas Sand.


Semakin Sand yakin, semakin ragu perasaan Shine untuk melanjutkan hubungannya dengan Sand.


“Tapi jangan memperlihatkan pada Big Team selain Big Two dan Three ya” minta Shine.


Sand menganggukkan kepalanya, menandakan persetujuan atas permintaan Shine.


“Tolong panggilkan dokter, aku ingin bicara untuk memproses kepulanganku dari sini” minta Sand.


“Kamu belum sembuh, tidak boleh kalau belum benar-benar pulih” larang Shine.


“Ini cuma luka ringan, tidak perlu dirawat lama di sini, bosan sekali rasanya” jawab Sand.


Shine menuruti permintaan Sand, mencarikan dokter yang menanganinya. Saat hendak keluar dan membuka pintu, “Aku ditugaskan kembali oleh nyonya Hara untuk menjadi psikolog anda” ucap Shine dengan sengaja agar Big Four dan Big Five tidak curiga.


“Terimakasih dokter” ucap Shine.


“Baiklah, saya permisi dulu” pamit dokter pergi bersama suster.


“Bilang pada mereka kalau aku pulang nanti siang jam dua” minta Sand pada Shine untuk memberitahukan pada Big Four dan Bog Five yang berjaga.


“Tapi jam tujuh kamu sudah boleh meninggalkan rumah sakit, kenapa harus menunggu jam dua, katanya tidak betah di sini” ledek Shine.


“Nanti kamu pasti tahu” jawab Sand.


Shine menemui Big Four dan Big Five, “Dokter tadi bilang kalau tuan muda boleh pulang nanti siang, kira-kira jam dua” kata Shine.


Mereka langsung memberitahukan pada Big One atas kepulangan Sand.


“Tetap jaga tuan muda, nanti jam dua aku akan pergi menjemput tuan muda, bersama Big Two dan Big Three” perintah Big One.


“Apa yang sedang kamu rencanakan sih?” tanya Shine sangat penasaran.


“Lihat saja nanti” jawab Sand.

__ADS_1


“Gitu ya, main rahasia-rahasiaan denganku” kata Shine merajuk.


“Pancake with maple syrup and a cup of coffe, that look so good” kode Sand.


“Iya, iya , tunggu aku belikan” jawab Shine yang paham dengan perkataan Sand.


Selagi Shine keluar membelikan sarapan untuk Sand, ia mengatur rencana agar bisa kabur dari Big Team yang akan menjemputnya nanti. Karena dia memenuhi permintaan Shine yang tidak mau mengumbar hubungannya di hadapan mereka.


Pergantian shift dimulai jam satu siang, dia memberitahukan pada Big Team yang berjaga


pulang jam dua siang, kemungkinan ada waktu satu jam untuk bisa lepas dari penjagaan untuk pergi berkencan dengan Shine. Anggota Big Two dan Big Three, yang berjaga jam satu siang sudah kompromi dengan hubungan Sand dan Shine, jadi mereka bisa diajak kerja sama. Jadi lebih mudah untuk mengelabuhi mereka.


Shine juga membelikan sarapan untuk Big Team yang berjaga.


“Tadi sengaja kubelikan untuk kalian, silahkan menikmati” ucap Shine memberikan dua cup coffe dan satu kotak croffle.


“Terimakasih Shine” jawab Big Four dan Five bersamaan.


“Tahu aja belum sarapan dan laper banget” cletuk Big Five.


“Dihabiskan ya, aku masuk dulu” pamit Shine.


Rencana sudah di susun dengan matang oleh Sand, kemudiaan dia menjelaskan pada Shine agar berjalan sesuai planning.


“Kamu paham kan Shine?” tanya Sand.


“Oh, jadi ini yang menjadi rahasiamu tadi, aku akan segera menghubungi Big Two dan Big Three” jawab Shine yang sudah paham dengan rencana Sand.


Shine menelepon Big Two, tapi tidak diangkatnya, terpaksa mengirim pesan yang belum pasti dibaca oleh Big Two.


“Nanti saat Big One mengajak kalian menjemput Sand di rumah sakit, tolong ulur waktunya selama mungkin” pesan Shine melalui HP.


“Dia tidak bisa dihubungi dan aku kirim pesan belum di baca juga, gimana kalau rencana kamu gagal total?” keluh Shine khawatir.


“Tunggu beberapa menit, mungkin dia bersama Big One” ucap Sand menangkan Shine, “Jika gagal ya udah mau gimana lagi, mungkin bukan waktunya kita untuk bisa berduaan layaknya sepasang kekasih“ ejek Sand.


Sand berniat memancing Shine agar terang-terangan pada semua orang tentang hubungannya, jadi tidak harus merasa takut ketahuan.


“Yaudah gak usah aja mendingan, pake rencana- rencana diam-diam kabur kayak gitu, pulang aja langsung, sekarang juga” kata Shine ngambek.


“Oke, kalau itu maumu, kita batalkan rencana ini, pulang aja sekarang” ucap Sand menanggapi amarah Shine.

__ADS_1


__ADS_2