AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 42


__ADS_3

Big Team datang melerai Shine dan Rara, tapi muka mereka terlanjur lebam, rambut dan pakaiannya acak-acakan.


“Kalian ini kenapa ?, seperti anak kecil, cepat ambilkan obat !” ucap oma Hara pada pelayan.


Mereka berdua diobati di ruang tamu, wajah Rara tergores dan berdarah, sedangkan wajah Shine lebam kebiruan.


“Ambilkan cermin, tolong ambilkan cermin !” minta Rara pada pelayan.


Saat melihat cermin, wajah Rara tergores  bekas cakaran lumayan parah.


“Wajahku !, pasti lukanya nggak akan cepat hilang, Shine, ini semua karenamu !”, teriak Rara menangis.


“Maaf Ra, aku tidak sengaja, tapi kamu dulu yang mulai tadi” ucap Shine merasa bersalah.


Bekas luka cakaran di wajah Rara, dalam seminggu kemungkinan baru sembuh, tapi akan meninggalkan bekas, dengan itu rencana untuk mempercepat pernikahannya mungkin tidak terjadi.


Shine merasa bersalah dan juga merasa sedikit lega karena perkelahian mereka.


“Shine kenapa kamu berkelahi ?” tanya oma Hara sambil mengobatinya.


“Saya hanya mengingatkan dia kalau harus menjalankan perjianjian kita, tapi dia marah dan menyerangku duluan” terang Shine.


“Mungkin luka di wajahnya sembuh sekitar seminggu, terus gimana pernikahannya ?” tanya oma Hara.


“Aduh, pelan sedikit oma, itu malah bagus dong oma, dia belum bisa menikahi tuan muda Sand karena lukanya” jawab Shine meringis kesakitan.


Rara sengaja mengadu pada Sand, kalau dia berkelahi dengan Shine, dan menyuruhnya untuk pulang.


Sand mencari Rara di kamarnya, “Ra, gimana keadaanmu ?” tanya Sand.


“Sand lihatlah, lukanya parah di wajahku, Shine yang mencakarku, bagaimana dengan pernikahan kita ? aku tidak mungkin tampil seperti ini ?” tangis Rara di hadapan Sand.


Setelah melihat Rara, Sand tersulut api dan marah pada Shine.


“Sand kamu kemana ?” tanya Rara pada Sand yang langsung pergi mencari Shine.


“Shine, buka pintunya !, aku tahu kamu di dalam” teriak Sand di kamar Shine yang di kunci.


Itu tuan muda, kenapa sudah pulang jam segini ? ucap Shine dalam hati.


“Ada apa tuan muda ?” ucap Shine membukakan pintu.


“Kenapa kamu menca……Kamu tidak apa apa ?, wajahmu terlihat lebih parah”, kata Sand tidak jadi marah saat melihat Shine yang lebam lebam di wajahnya.


“Yang seperti anda lihat, memangnya ada apa?”

__ADS_1


Pasti dia ngadu ke kamu dan menyuruhku untuk pergi dari sini kan, kata Shine dalam hati.


“Saya tidak sengaja melakukannya pada Rara, mungkin karena emosinya yang cenderung tidak stabil mepersiapkan pernikahan, dia pasti sangat capek, mending tuan muda merawat Rara!” ucap Shine.


Sand mendengarkan ucapan Shine dan kembali ke kamar Rara. Sedangkan Shine kembali beristirahat, karena lelah setelah perkelahian tadi.


“Shine ini makan malammu” ucap oma Hara meyuruh pelayan membawakan makanan.


“Kenapa oma membawakannya, saya bisa memintanya pada pelayan nanti” ucap Shine bangkit dari tempat tidur.


“Sekaligus ada sesuatu yang mau oma omongin” kata oma duduk sofa dekat ranjang.


“Apa itu oma ?” tanya Shine.


“Perkelahianmu tadi, sebenarnya apa yang terjadi ?” tanya oma Hara.


Shine menjelaskan yang terjadi sambil makan. Harus segera melakukan tindakan terhadap Rara. Semakin diingatkan, semakin menjadi. Rara ingin melakukan pernikahan secepat mungkin dengan Sand, dia sungguh melupakan alasan kehadirannya ke dalam hidup Sand lagi.


“Apakah kita sebaiknya menghubungi suaminya, oma ?” tanya Shine.


“Bagaimana dengan Sand, aku tidak mau dia syok” ucap oma Hara khwatir.


“Begini saja, kita ajak suami Rara bekerjasama terlebih dahulu, baru kita pikirkan pelan-pelan untuk memberitahu Sand, bagaimana menurut oma ?” tanya Shine.


“Cobalah dulu, aku percayakan ini pada mu !” ucap oma Hara bergantung pada Shine.


“Permisi mbak, suami ibu Rara ada dirumah ?” tanya Shine pada babysitter anak Rara.


“Pak Yasa jam segini di kantor mbak, pulangnya nanti sekitar jam 5 sore.” Jawab babysitter.


“Terimakasih mbak, kalau gitu saya permisi” ucap Shine.


Wah pak Yasa dicari perempuan, cantik lagi, jangan jangan dia selingkuhannya, karena ibu kerja jauh, aku harus ceritain ke ibu nih, kata babysitter sambil menggendong Nara.


Shine langsung ke kantor suami Rara, dia tahu alamatnya dari Big One. Suami Rara sebagai pemilik percetakan yang ia dirikan dari nol, dan sekarang membutuhkan dana untuk mengembangkannya.


Kantornya tidak terlalu besar, Shine bertanya pada security “Pak, saya mau bertemu dengan pak Yasa, apakah beliau ada ?.”


“Dengan siapa dan ada keperluan apa ?” tanya sang Security.


“Saya asisten pribadi nyonya Asmaharani, membicarakan bayaran” jawab Shine.


“Silahkan tunggu, saya akan panggilkan” ucap sang Security.


“Pak bos, ada yang ingin bertemu, katanya asisten pribadi nyonya Asmaharani, ingin membicarakan bayaran” ucap sang Security dengan santai.

__ADS_1


“Dia tamu penting, cepat persilahkan ke ruanganku sekarang !” kata pak Yasa.


“Siap pak Bos !”


“Silahkan anda masuk ke ruangannya, dari sini lurus, nanti ada tangga, naik saja, ruangannya di sebelah kiri” kata sang Security.


Pak Yasa menyambut Shine dengan cepat.


“Silahkan duduk mbak, katanya anda kesini mau membicarakan tentang bayaran ?” tanya suami Rara tanpa basa basi.


“Benar, lebih tepatnya tentang pekerjaan istri anda”


“Ada apa istri saya, apakah dia melakukan kesalahan besar hingga tidak bisa mendapat bayaran ?” ucap suami Rara yang lebih peduli dengan bayaran ketimbang istrinya sendiri.


“Bapak tenang dulu, masalah bayaran nanti kita bicarakan yang penting sekarang adalah istri bapak telah mengingkari janji, lebih tepatnya belum menepati janji. Karena belum ada bukti yang jelas, kita belum bisa membicarakan tentang bayaran.” Ucap Shine menjelaskan.


“Mengingkari janji ?, belum menepati janji apa maksudnya ?” tanya suami Rara.


“Seperti yang anda tahu jika dokter Rara, kami minta untuk merawat tuan muda Sand lagi, tapi ada hal lain yang anda belum ketahui tentang kontrak perjanjian di awal” kata Shine pelan-pelan.


“Kontrak perjanjian ?” tanya suami Rara yang tampak bingung.


“Iya, ini kontrak perjanjian itu, yang isinya……” Shine hendak membacanya tapi direbut suami Rara.


Membaca isi kontrak perjajian merawat Sand.


Yang pertama, dokter Rara harus


berpura-pura menuruti semua keinginan Sand.


Yang kedua, dokter Rara harus bisa


memerankan dirinya kembali saat mejadi kekasih Sand, sebelum ingatannya hilang.


Yang ketiga, selama sandiwara ini


berjalan, harus menjelaskan pada Sand perlahan-lahan, kalau dokter Rara sudah


memiliki keluarga yang sempurna.


Yang keempat, rencana pernikahan dokter


Rara dan Sand tidak boleh diketahui oleh pihak manapun.


“Apa ini semua, kalian telah membodohiku, aku mengijinkan istriku merawatnya lagi memang benar karena bayaran, tapi tidak seperti ini, sama saja kalian telah menghancurkan keluargaku, aku akan menuntut kalian, tolong keluar sekarang sebelum saya panggilkan security” ucap suami Rara marah.

__ADS_1


“Kedatangan saya bukan untuk membuatmu marah pak, dengarkan saya dulu, memang benar perjanjian itu dan sah di mata hukum, tapi ada yang lain yang ingin saya sampaikan” kata Shine yang diusir suami Rara.


Kenapa begini jadinya ?, ucap Shine dalam hati.


__ADS_2