AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 25


__ADS_3

“Mbok Janem…mbok, ini Shine pulang mbok ?”, Shine berteriak memanggil mbok Janem saat sampai dirumah.


“Non Shine, kamu pulang non, sudah lama sekali, mbok kangen sama non”, ucap mbok Janem menghampiri Shine.


“Mbok gimana kabarnya ?”, tanya Shine.


“Baik non, seperti yang non lihat, mbok masih segar bugar”, jawab mbok


Janem.


“Mana pak Kodir, mbok… ?”, tanya Shine mencari pak Kodir yang belum terlihat.


“Pak kodir pergi service mobil, non tidak tanya papa non ?”, goda mbok Janem.


“Saya tahu kalo papa pasti kerja mbok, jam segini, makanya saya tidak tanya”, ucap Shine membalas candaan mbok Janem.


Mbok Janem dan  Shine melepas rindu bersama di dapur, sambil masak makanan kesukaan Shine. Mereka bercanda bersama seperti ibu dan anak yang sangat akrab.


Terdengar suara mobil yang masuk ke halaman rumah Shine. Langkah kaki sepatu perempuan mendekat perlahan ke dapur, lalu berhenti.


“Mbok, mbok Janem, ambilkan minum mbok aku haus !”, suara perempuan misterius.


Shine dan mbok Janem, terdiam seketika. Shine bertanya-tanya siapakah perempuan yang memanggil mbok Janem tadi. Tanpa bertanya pada mbok Janem, Shine langsung ingin melihat perempuan tadi.


Shine melihat perempuan berambut panjang, berbusana agak seksi memakai sepatu hels duduk di meja makan, wajahnya tertutupi tas belanjaan.


“Mbok mana minumnya…?”, perempuan itu menoleh mengira mbok Janem yang datang.


“Kamu siapa ?”, tanya Shine kehilangan kata-kata.


“Justru saya yang nanya, kamu siapa, mana mbok Janem, kamu pelayan baru ya ?, kok mas D nggak ngomong ke aku”, kata perempuan itu yang biasa memanggil sebutan papa Drake menjadi mas D.


Shine hanya menganga melihat perempuan itu, yang mengira dia adalah asisten rumah tangga baru.


Mbok Janem menarik tangan Shine ke dapur lagi.


“Non, ayo ikut mbok dulu, nanti saya jelasin”, kata mbok Janem menenangkan.


Setelah melihat perempuan itu, Shine berkesimpulan bahwa benar yang dikatakan oma Hara waktu itu, kalau papanya mau menikah lagi.

__ADS_1


“Mbok itu calon papa ya ?”, tanya Shine pada mbok Janem langsung ke intinya.


“Non sudah tahu ?, dari mana non tahu ?”, tanya mbok Janem kawatir.


“Dari mana saya tahu itu nggak penting mbok, yang terpenting kenapa papa nggak ngomong ke aku kalau mau menikah lagi ?”, tanya Shine yang kecewa pada papa Drake.


“Non, minum dulu, tenangin pikiran non, mbok mau antar minuman ini ke nyonya dulu”, ucap mbok Janem yang terburu-buru.


Ketika mendengar ucapan mbok Janem tadi Shine merasa ada yang tidak benar. Setelah ia pikir-pikir, mbok Janem sudah memanggilnya nyonya. Astaga, sudah berapa lama Shine tidak mengetahui hubungan mereka ?.


*****


Di villa, tuan muda Sand berharap, Shine berusaha menemuinya lagi, setelah dilarang bertemu dengannya kemarin. Di kamarnya dia menunggu tikus itu kembali menyemangatinya. Suara seseorang mengetuk pintu terdengar olehnya, pasti si tikus kecil yang licik datang lagi.


“Tuan muda ini sarapan anda”, ucap Big One.


Harapan untuk bertemu dengan tikus kecil telah hilang. Big One lah yang mengantarkan sarapannya. Dia tidak akan bertanya keberadaan si tikus kecil pada Big One karena gengsi.


“Masuk !”, kata Sand singkat.


Sand menjadi sering berharap diganggu oleh Shine, karena biasa, lama-lama jadi suka.


*****


Perempuan itu adalah kekasih papa Drake. Mereka menjalin hubungan sudah lama, sejak Shine pergi dari rumah. Perempuan itu adalah mahasiswi S2 papa Drake di kampus. Dia 2 tahun lebih tua dari Shine. Selisih usianya dengan papa Drake 26 tahun. Namanya Danira, dia sering kerumah setelah tahu Shine pergi, melakukan pekerjaan dengan oma Hara.


“Terimakasih mbok, mbok mau menceritakan semuanya, apakah dia juga tiggal di sini ?”, tanya Shine.


“Nyonya sudah tinggal di sini sekitar 1 minggu, mengurus pernikahannya dengan papa non”, jawab mbok Janem.


“Karena itu mbok sudah manggil dia nyonya ?”, tanya Shine lagi.


“Maafin mbok ya non, dia yang minta saya panggil nyonya saat pertama perkenalan, jadi sekarang sudah biasa”, jawab mbok Janem.


“Gak papa mbok, kalau dia yang minta”, jawab Shine.


Shine tidak memperkenalkan dirinya pada calon ibu tirinya. Dia akan menunggu papa Drake pulang dan bertanya sendiri pada papanya.


Shine ingin beristirahat di kamarnya, karena lelah, setelah perjalanan. Dia membuka pintu dan membanting badannya ke ranjang.

__ADS_1


“Sudah lama sekali rasanya aku tidak tidur di sini”, ucap Shine menikmati istirahatnya.


Pintu kamarnya terbuka, Danira masuk,


“Hei kenapa kamu tidur di sini, tidak beretika sama sekali, seorang asisten rumah tangga berani-beraninya tidur di ranjang majikannya !”, ucap Danira marah.


“Maaf nyonya, saya tadi hanya beres-beres trus capek ingin istirahat sebentar”, ucap Shine bersandiwara.


“Keluar sekarang, aku mau istirahat capek habis belanja, ini letakkan di sana”, kata Danira menyuruh Shine membawakan belanjaanya.


Shine menuruti perkataan Danira dan dia keluar setelah meletakkan barang belanjaannya.


Oke baik, kamu menang untuk saat ini, aku akan mengalah sementara, untuk kamarku pakai saja sepuasmu, dalam batin Shine kesal di luar kamarnya sambil menghentak- hentakkan kaki.


Mbok Janem yang membawakan cemilan untuk Danira ke kamar Shine, melihat Shine di luar sedang kesal, teringat kalau kamarnya di tempati Danira.


“Non, maafin mbok lagi, saya benar-benar lupa bilang kalau kamar non ditempati nyonya”, ucap mbok Janem lirih.


“Gak papa mbok aku tidur di kamar tamu saja”, ucap Shine yang mengalah.


“Saya bersihkan dulu ya non, sudah lama gak ditempati jadi berdebu”, kata mbok Janem.


Selagi mbok Janem membersihkan kamar tamu untuk Shine dia berkeliling rumahnya, banyak tempat yang direnovasi oleh papanya. Halaman depan yang dulunya tidak terawat sekarang berubah menjadi taman hijau.


Shine sangat menikmati suasana baru dirumahnya. Dia jadi mengingat tuan muda Sand.


“Halo, Laning, kamu di villa atau dirumah ?”, tanya Shine lewat telepon duduk di halaman yang sejuk.


“Star, baru hitungan jam kamu pergi, rasanya sudah kangen, aku di villa Shine, sedang mencuci baju”, jawab Laning.


“Sudah kamu katakan pada Big Team yang aku pesan tadi ?”, tanya Shine.


“Sudah beres, berapa lama kamu di sana ?”, tanya Laning.


“Belum tahu, nanti akan ku kabari, sebentar ya Laning sepertinya ada yang memanggilku, nanti kutelepon lagi, bye Laning”, ucap Shine menutup telepon.


“Bye Star”, telepon Shine sudah di matikan.


Mbok Janem yang memanggil Shine, memberitahu kalau kamarnya sudah siap.

__ADS_1


“Mbok tadi memanggilku ?”, tanya Shine menghampiri mbok Janem.


“Iya non, saya mencari non kemana-mana ternyata non ada di sini”, jawab mbok Janem.


__ADS_2