AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 22


__ADS_3

Big Team kembali ke villa lebih dulu, karena takut tuan muda mencari mereka. Sedangkan Laning dan pak Londo masih di pinggir danau membantu Shine menyusun rencana.


“Kalian dari mana saja ?”, tanya Sand dalam kamar yang pintunya terbuka.


“Maaf tuan muda, tadi kami berhasil mengusir tikus kecil itu !”, jawab Big Two.


“Oh, begitu”, jawab Sand dengan raut wajah sedikit kecewa.


“Kami permisi untuk menyiapkan makan malam anda tuan muda”, kata Big One, menutup pintu kamar tuan muda Sand.


“Kalian lihat raut wajah tuan muda tadi ?”, tanya Big Two pada Big Three, Big Four dan Big Five.


Mereka ber-empat suka bergosipdan bercanda, beda dengan Big One yang selalu serius.


“Tidak…”, jawab Big Three, Big Four dan Big Five.


“Memangnya kenapa ?”, tanya Big Five.


“Yang kulihat tadi, sedikit aneh, kenapa tuan muda tadi tidak senang kalau kita bicara berhasil mengusir tikus kecil ?”, tanya Big Two.


“Kalian semua lanjutkan tugas masing-masing, sekarang !”, bentak Big One pada semua anggotanya.


Saat menyuruh anggotanya bertugas, Big One sempat berpikir, apakah depresibyang dialami tuan muda Sand sedikit demi sedikit bisandiobati oleh tikus kecil ?.


*****


Tidak terasa mereka di pinggir danau hingga sore hari. Laning harus menyiapkan makan malam untuk tuan muda. Waktunya sudah mepet, karena itu Laning terpaksa membuat makanan di villa.


“Star kamu ikut villa ?”, tanya Laning sambil berjalan beriringan.


“Tidak, lebih baik aku di rumah kalian dulu, takutnya tuan muda lihat aku sebelum rencana berjalan”, jawab Shine.


Dirumah pak Londo, Shine sendirian memikirkan sebuah rencana. Big Team sudah berdamai dengannya, sekarang harus lebih semangat untuk bertemu dengan tuan muda.


Shine berencana mengajak tuan muda untuk mau diajak jalan-jalan di sekitar danau, karena saat Shine di pinggir danau itu, sungguh menenangkan pikiran  dan hati. Sand membutuhkan suasana dan lingkungan baru.


Shine menghubungi Laning yang ada villa.


“Laning, tolong beritahu Big Team, untuk besok pagi kosongkan penjagaan, aku akan ke villa !”, ucap Shine lewat telepon.


“Siap Star, laksanakan !”, jawab Laning.

__ADS_1


Saat mengantar makanan untuk tuan muda, Laning memberikan pesan dari Shine.


“Rencana A !”, ucap Laning pada Big Two, sambil memberikan kertas berisi rencana A.


“OK”, Big Two mengedipkan mata dan berisyarat dengan jari.


*****


Matahari mulai terbit dari timur, Shine menjalankan misinya menemui tuan muda Sand. Dia pergi sendirian ke villa.


“Klik…klik…klik”, Shine membuka kunci pintu villa.


Shine menghampiri Big Team tanpa bersuara, mereka semua pergi meninggalkan Shine di kamar tuan muda Sand.


“Kalian pergi ke dapur dan kunci pintunya !”, perintah Shine pada Big Team.


“Ayo bos, kita sudah sepakat dengannya, demi tuan muda !”, ajakan Big Two pada Big One yang sulit meninggalkan tuan muda Sand.


Shine melihat tuan muda masih tidur, dia menunggunya berdiri di pintu hingga bangun, dia tidak mau mengganggunya, karena terakhir kali dia marah besar dan moodnya hancur.


“Tuan muda anda sudah bangun ?”, Shine menyapa tuan muda Sand.


“Kamu lagi ?, kemarin kamu sudah diusir oleh Big Team, kenapa kamu bisa kembali lagi ?”, tanya Sand terkejut.


“Biiiggg…!”, Sand memanggil Big Team secara spontan.


“Maaf tuan muda, tapi Big Team anda sudah saya sandera di bawah, dan kita hanya berdua di sini”, ucap Shine menggoda lagi.


“Pergi kamu sebelum saya melakukan sesuatu terhadapmu !”, ancam Sand yang masih ada di ranjang.


“Dari pada anda marah pada saya, lebih baik anda mandi dan membersihkan diri, saya akan menunggu anda untuk sarapan, ini sudah saya siapkan !”, ucap Shine sambil menenteng kotak berisi makanan.


Sand merasa tidak mampu menghadapi Shine sendirian tanpa Big Team, akhirnya dia menuruti kemauan Shine. Dia mandi dan ganti baju, sedangkan Shine menunggu di luar kamar.


“Tuan muda, kenapa anda lama sekali, nanti sarapannya dingin loh…!, seperti seorang putri saja !”, teriak Shine dari luar kamar.


Sand keluar dari kamar, “jangan dekat-dekat saya, sana agak jauhan !”, berjalan menjauhi Shine yang ada di pintu.


“Memang saya ini kotoran apa ?”, ucap Shine kesal.


“Dimana sarapannya ?”, tanya Sand.

__ADS_1


Awas kamu, saat Big Team sudah aku bebaskan, kupastikan kamu tidak akan mengganngu hidupku lagi (di dalam hati Sand).


“Ayo tuan muda, ikuti saya !”, minta Shine pada tuan muda Sand.


“Sebelum aku mengikutimu, aku mau lihat Big Team dulu !”, minta tuan muda Sand.


“Kita akan liha Big Team di bawah tenang saja tuan muda, ayo cepat ikuti saja !”, jawab Shine.


Shine dan tuan muda Sand menuruni tangga, mereka melihat Big Team di kunci di dalam dapur.


“Tuan muda, maafkan kami, kami akan segera keluar dan mengusir tikus itu, lebih baik tuan muda ikuti permintaan tikus kecil itu dulu !”, teriakan Big two yang jago bersandiwara.


“Tuan muda tidak bisa membuka pintu dapur itu, kuncinya ini, kalau anda mau mengikuti saya, saya akan berikan kuncinya !”, penawaran Shine pada Sand.


Shine berjalan menuju danau dan tuan muda Sand melipat tangan kebelakang sambil mengikutinya dari belakang berjarak, kira-kira 2 meter.


“Tuan muda ayo cepat jalannya, kenapa anda tidak bersemangat seperti itu, ini masih pagi dan udaranya sangat segar”, ucap Shine menyemangati tuan muda Sand.


Sampai di pinggir danau, Shine menggelar tikar dan menata makanan yang ia bawa.


“Silahkan duduk tuan muda, ini sarapannya sudah saya siapkan”, kata Shine mempersilahkan.


Karena tuan muda Sand lapar, dia mau duduk di tempat yang sudah disediakan oleh Shine. dia mulai mencicipi makanan yang di bawa Shine, sambil melihat pemandangan, luasnya danau yang indah, terkena sinar matahari yang hangat, ditemani kiacauan burung dan semilir angin. Sand merasakan ketenangan dalam jiwanya.


Dia baru merasakan kedamaian datang lagi setelah kejadian yang membuatnya depresi.


Shine yang duduk di sebelah Sand memandangi ekspresinya, tenang, terlihat berkarisma dan tampan. Secara tidak sadar Shine mengungkapkan kekagumannya.


“Tampan sekali”, Shine mengucapkannya secara lembut sambil membawa makanan yang akan masuk ke mulut.


Sand yang mendengarnya secara jelas, tapi berpura-pura tetap mengangumi keindahan pemandangan.


Mereka terdiam tanpa ada pembicaraan sampai makanannya habis.


“Tuan muda, apa yang anda rasakan saat ini ?”, tanya Shine yang terus memandangi Sand.


“Kenyang !”, Sand berbicara dengan nada tinggi.


“Bukan itu maksud saya !”, ucap Shine serius.


“Sekarang berikan kuncinya, Big Team akan segera mengusirmu dari sini !”, kata tuan muda Sand beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Shine memberikan kuncinya, Sand langung pergi meninggalkannya di pinggir danau.


“Tuan muda tidak usah repot mengusir saya, saya akan pergi sendiri, tapi besok saya akan kembali lagi, tunggu saja !”, teriak Shine pada Sand yang sudah menjauh.


__ADS_2