AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 41


__ADS_3

Banyak media yang menyiarkan kabar kalau cucu tunggal direktur perusahaan media terbesar, akan melangsungkan pernikahan. Kabar berita itu bocor. Padahal yang oma Hara mau, pernikahan Sand dilangsungkan secara private.


“Shine gimana ini, banyak media yang menyiarkan rencana pernikahan Sand” ucap oma Hara panik.


“Bagaimana bisa oma, saya sungguh tidak menyebarkan berita itu pada siapapun, dan pihak yang bersangkutanpun sudah tanda tangan kontrak perjanjian atas kerahasiaannya dan tidak akan mungkin terbongkar” ucap Shine ikut panik.


“Jangan jangan, ada seseorang yang sengaja memberitahu media tentang pernikahan ini oma ?” tanya Shine.


“Tapi siapa dia Shine ?” tanya oma Hara balik.


“Coba pikir baik-baik oma, jika rencana pernikahan ini terlaksana, siapa yang paling diuntungkan ?” ucap Shine menebak.


“Kalau paling diuntungkan pastilah dia Sand, dia sangat menginginkan pernikahan ini terjadi kan ?” ucap oma


“Bagaimana kalau kita bertanya padanya ?” seseorang yang berbohong, pasti akan ketahuan terlihat dari ekspresinya oma” ucap Shine memberi ide.


Oma Hara dan Shine menunggu kepulangan Sand di ruang tamu. Di sana juga ada Rara, pak Fran, serta Big Team, karena oma Hara minta semuanya berkumpul.


“Semuanya ada hal penting yang ingin saya sampaikan, saat Sand sudah sampai rumah” ucap oma Hara.


Tidak lama, terdengar suara mobil datang, Sand masuk, sudah disambut oleh semuanya.


“Ada apa ini kok semuanya berkumpul ?” tanya Sand.


“Sand kamu duduk, oma ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting, pasti kamu tahu ada berita tentang pernikahanmu yang tersebar media kan ?, kamu yang sengaja mebocorkannya ?” tanya oma Hara


“Saya kira oma yang sengaja memberitahukan pada media, padahal sebenarnya rencanaku saat pernikahan, bukan sekarang ini oma” jawab Sand jujur.


Shine memberikan kode pada oma Hara, ekspresi Sand tidak berubah, menandakan kalau dia berkata jujur.


“Kalian semua di sini, mengaku saja, siapa yang telah membocorkannya ?” tanya oma Hara.


“Oma kalau boleh saya berpendapat, jika dilihat dari sudut pandang mereka, tidak ada yang menguntungkan bagi mereka, berita ini adalah berita baik, jika sudah bocor kenapa harus dipermasalahkan ?” ucap Rara.


“Oke, saya tidak akan mempermasalahkannya lagi, kalian semua boleh pergi” ucap oma Hara berpura-pura menyudahi permasalahan.


Sangat jelas sekali, tersangka yang membocorkan tentang pernikahan Sand, terlihat dari ucapannya, itu sangat membuktikan kalau dia pelakunya, tidak lain dan tidak bukan adalah Rara. Dia yang paling diuntungkan dari bocornya rencana pernikahan, selain Sand sendiri.

__ADS_1


“Oma sudah tahukan siapa pelakunya ?” tanya Shine.


“Saya menjadi buta terhadap pernikahan ini, demi kebahagiaan Sand, aku hampir menjerumuskannya, aku sangat tidak menyangka, aku membuat kesalahan lagi, aku akan membatalkan pernikahan ini secepatnya” ucap oma Hara menyesal.


“Oma ada lagi yang ingin saya sampaikan pada oma, dia sungguh ingin meninggalkan keluarganya demi Sand, dia sudah tidak waras” ucap Shine.


“Bagaimana ini Shine, ini kesalahanku yang meminta dia untuk mendekati Sand lagi, aku tidak tahu bisa jadi seperti ini” ucap oma Hara.


“Ini juga kesalahanku oma, kita harus bisa mencegah pernikahan ini terjadi” ucap Shine.


Berita rencana pernikahan sudah tersebar, karena media komunikasi sekarang sangat canggih dan aksesnya cepat, semua orang pasti bisa mengetahuinya, tidak terkecuali suami Rara beserta keluarga besarnya.


“Cucu tunggal direktur perusahaan media terbesar akan menikah dalam waktu dekat, identitas calon istrinya masih disembunyikan” kata suami Rara sedang membaca berita.


“Diakan pasien Rara itu ?, kenapa tiba tiba menikah ? apakah dia sudah sembuh ? berarti? sebentar lagi aku akan dapat uang…” ucap suami Rara bergembira.


“Tuut…tuut…tuut”, suara HP memanggil.


“Ada apa ? kita sudah janji, kamu tidak akan menggangguku saat bekerja !” jawab Rara pada suaminya yang menelepon.


“Belum” jawab Rara


“Jika belum, tapi kok mau menikah, memang siapa calonnya ?, dia kok mau dinikahi orang penyakitan” ucap sumi Rara.


Rara langsung menutup telepon dari suaminya.


Kok di tutup sih, gumam suami Rara sendirian.


Jika Rara menjawab sudah, suaminya pasti akan menanyakan bayaran, dan jawaban belum, adalah alasan Rara untuk bisa menikah dengan Sand.


Rara mencari cara agar pelaksanaan pernikahannya secepatnya digelar. Dia juga tidak mau kalau suaminya sampai tahu dan menggagalkan rencananya.


“Karena rencana kita sudah bocor ke media duluan, bisa nggak dipercepat aja ?, tanpa ada yang tahu cukup kita saja”  minta Rara pada Sand.


“Memangnya kenapa Ra, ini berita yang baik dan menggembirakan, pesta pernikahan kita juga kamu yang mengurusnya ‘kan, aku percaya, pasti tidak akan membuat kita malu” ucap Sand.


“Tapi aku tidak terlalu suka kalau diekspos media, walaupun aku sudah merancang pesta pernikahan dengan mewah dan megah, aku ingin pernikahan kita terasa sakral hanya untuk keluarga besar.” Ucap Rara beralasan.

__ADS_1


“Aku lupa, kita belum pernah menemui orang tuamu untuk meminta restu kan ?” tanya Sand.


“Kamu sudah lupa ya, kedua orang tuaku sudah lama meninggal, jadi tidak usah meminta restu lagi” ucap Rara berbohong.


“Keluarga dekat kan masih ada, aku sangat ingin kamu memperkenalkan aku pada mereka” kata Sand


“Tidak perlu, aku sudah mengirim undangan untuk mereka, jadi kita bertemu langsung saat pesta” ucap Rara.


Rara sangat ingin mempercepat pernikahannya dengan Sand, dia menyuruh Shine agar secepatnya menyebarkan undangan.


“Shine aku minta kamu mempercepat menyebarkan undangannya !”, kata Rara memerintah bagaikan nyonya rumah.


“Memangnya kenapa harus cepat-cepat, kan tanggal pernikahan kalian masih 2 minggu lagi ?” tanya Shine.


“Aku hanya mengetes kinerjamu saja !” ucap Rara.


“Sebenarnya aku tidak mau berdebat denganmu, tapi kamu bersungguh-sungguh akan menikahi Sand secepatnya ?” tanya Shine.


“Ya iya lah, jika tidak cepat, kamu akan merebutnya dariku” jawab Rara.


“Girara Anastasya, hatimu memang sudah buta !” ucap Shine meninggalkan Rara.


“Darimana kamu tahu nama lengkapku ?” tanya Rara.


“Tidak perlu tahu darimana aku tahu, bukan hatimu yang buta, tapi memang kamu tidak punya hati” ucap Shine pergi.


“Apa maksudmu mengataiku tidak punya hati ?” teriak Rara.


Shine kembali berjalan mendekati Rara, membisikkan, “Seorang ibu yang tega meninggalkan anak dan suaminya demi, kebahagiaanya sendiri.”


“Aku juga tidak ingin berdebat denganmu, tapi aku ingin berkelahi denganmu !” teriak Rara menarik rambut Shine.


“Awas kamu ya Ra, nih..kubalas kamu” ucap Shine juga menarik rambut Rara.


Mereka berdua berkelahi di ruang tamu. Saling pukul, hingga membuat kegaduhan. Para pelayan di rumah oma Hara hanya menyaksikan, tidak melerai mereka.


“Ada apa ini, kenapa ramai sekal………, ASTAGA !!!, Rara ! Shine !, hentikan !, apa yang kalian lakukan ?, hei berhenti !, cepat panggilkan Big Team.” Ucap oma Hara melihat perkelahian Shine dan Rara.

__ADS_1


__ADS_2