AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 39


__ADS_3

“Oma, oma tidak apa-apa ?” tanya Sand terburu-buru.


“Kamu tahu dari mana oma sedang tidak enak badan?" tanya oma Hara balik.


“Dari saya oma” kata Rara masuk ke dalam kamar oma Hara.


“Aku tidak apa-apa Sand, sedang kecapean aja” jawab oma Hara.


“Oma istirahat ya, biar aku panggilkan dokter, sebentar” ucap Sand khawatir, pergi keluar kamar.


“Kamu ngapain masih di sini ?, hanya keluarganya yang berhak mengurus oma, kamu bukan siapa-siapa, jadi…seharusnya kamu tahu dong ?” ucap Rara pelan di telinga Shine.


Shine tidak ingin membuat keributan dan memilih untuk keluar.


“Oma saya permisi dulu, masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan, semoga oma lekas baikan” ucap Shine.


“Kamu mau kemana ?” tanya Sand berpapasan dengan Shine di pintu kamar oma Hara.


“Saya ada pekerjaan lain, permisi tuan muda” ucap Shine menghindari Sand.


Rara yang melihat Sand, sedikit memberi perhatian, dia menjadi geram.


Aku akan pastikan Sand menikahiku secara resmi, kamu tidak akan bisa mendapatkannya, dalam hati Rara.


“Sand bagaimana, dokternya bisa dihubungi ?” tanya Rara


“Dia akan kemari 10 menit lagi” jawab Sand.


Shine sengaja menghindari Sand karena kesalahpahaman Rara kemarin, dia tidak ingin menambah pertengkaran dengan Rara menjadi lebih besar.


Oma Hara telah diperiksa dokter, dia hanya sedikit syok, yang mengakibatkan tekanan darahnya naik. Walaupun tanpa oma Hara, pencarian gedung pernikahan tetap diteruskan keesokan harinya, sesuai permintaan Rara.


“Oma sudah bicara dengan manager hotel, dia akan mendampingi kalian melihat gedung dan catering, oma tidak ikut kalian, oma istirahat saja di rumah” ucap oma Hara pada Shine dan Rara.


“Oma tidak apa-apa kami tinggal ?” tanya Shine.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, aku ditemani pak Fran” jawab oma Hara.


Hanya Shine dan Rara yang melihat gedung untuk resepsi. Shine mencoba membujuk Rara agar memilih gedung yang lebih sederhana, karena pasti pernikahan itu tidak akan terjadi.


“Ra, sungguh aku tidak mau memulai perdebatan denganmu apalagi bermusuhan, ingatlah perjanjian kita, bahwa semua ini hanya sandiwara, kemungkinan besar kamu tidak akan naik pelaminan dengan Sand, apalagi sampai menggelar resepsi yang sangat mewah” ucap Shine sambil menyetir mobil.


“Kamu mulai lagi, Shine aku bilangin ya…, jangan kamu berharap terlalu tinggi untuk mendapatkan Sand, dia sangat mencintai aku, dan semua yang aku minta akan dipenuhinya, kamu nyetir aja deh, jangan banyak bicara !” ucap Rara mulai panas.


“Kenapa kamu berubah dan melupakan keluargamu ?, Ra…jawab aku” tanya Shine.


“Kenapa ya kamu masih saja memperdebatkan itu, aku hanya menjalankan tugasku, yang kamu bilang tentang perjanjian adalah aku harus merawat Sand dan mengatakan yang sebenarnya secara perlahan-lahan, itu karena perjanjian ada di depan suamiku, dia sudah mempercayaiku dengan kembali menjadi psikolog Sand, dia hanya tergiur dengan uang, dia sudah tidak peduli dengan istrinya, sekarang ingatan Sand sudah kembali, cintanya masih sama dengan yang dulu, apa aku salah jika memilih laki-laki yang mau mencintaiku dengan segala kekuranganku, perlu kamu tahu ya Shine, Sand sudah tahu jika aku pernah memiliki suami, dan dia tidak mempermasalahkan itu, apalagi jika aku punya anak, itu hal kecil yang bisa dibicarakan dengan Sand. kamu tidak usah memikirkan itu lagi, lebih baik kamu membantuku menyiapkan pernikahanku yang baru dengan Sand dengan megah dan mewah” ucap Rara mengatakan alasannya mendekati Sand dan meninggalkan keluarga-nya.


Shine tidak bisa berkata-kata lagi mendengar perkataan Rara yang sangat panjang. Dia belum bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini. Setibanya di hotel dia langsung menemui manager hotel.


“Selamat siang, ada yang bisa saya bantu ?” tanya resepsionis di lobi hotel.


“Kami sudah mempunyai janji dengan manager hotel” ucap Rara.


“Maaf sebelumnya, anda dengan siapa ?” tanya resepsionis lagi


“Atas nama nyonya Asmaharani” ucap Shine


Shine dan Rara bertemu dengan ibu Asri, membicarakan konsep resepsi. Rara menginginkan dekor yang super megah dan mewah. Dengan tema gold and silver. Dia juga mau catering yang disediakan adalah makanan eropa. Tidak lupa penyanyi terkenal sebagai bintang tamunya.


Benar-benar tidak tahu diri, ucap Shine dalam hati.


“Baik, semua yang anda minta akan kami kerjakan secara makasimal, kenapa anda diam saja ? apakah tidak setuju dengan kakak anda ?” tanya ibu Asri


“Kenapa bu Asri tanya padanya ?, yang akan menikah di sini itu saya” ucap Rara.


“Maaf nona, saya kira nona ini yang akan menikah” ucap ibu Asri salah mengira, dan menunjuk Shine.


Memangnya aku terlihat tidak pantas menikah di sini ?, batin Rara.


Dua kali kesalahpahaman terjadi pada Rara, apakah yang ketiga kali juga akan terjadi ?.

__ADS_1


Gedung dan catering sudah beres, tinggal satu yang belum cincin dan undangan.


“Aku mau ke kantor Sand !” ucap Rara pada Shine sebagai supirnya.


“Mau apa kesana ?” tanya Shine.


“Bukan urusanmu, antar saja kesana” ucap Rara ketus.


Dengan terpaksa Shine mengantar Rara menemui Sand di kantornya. Ketika Shine memarkir mobilnya Rara melarang Shine untuk mengikutinya dan menyuruhnya menunggu di mobil.


“Kamu tunggu di sini, jangan mengikutiku” ucap Rara pada Shine


Apa hakmu melarangku ?, jika bukan karena aku bekerja pada oma, pasti ogah, tapi… dari dalam hatiku yang terdalam, juga karena tuan muda Sand, eh kenapa aku berpikir seperti ini, Shine sadarlah kamu ini siapa, mengapa kamu juga berharap ?, batin Shine.


“Saya mau bertemu dengan tuan Sand, tolong panggilkan saya akan menunggu di sana !” ucap Rara pada karyawan bagian resepsionis.


“Maaf, dengan ibu siapa ?” tanya pegawai Sand.


“Calon istrinya” jawab Rara.


“Tuan Sand sebentar lagi akan turun untuk makan siang, silahkan tunggu sebentar nyonya” ucap pegawai Sand.


Waktu yang tepat untuk menemui Sand, Rara mengajaknya makan siang bersama.


“Sand!, ayo makan siang denganku, tadi aku habis dari gedung untuk resepsi kita, pas selesai udah waktunya makan siang, aku ingat kamu, jadi aku kesini” ucap Rara yang melihat Sand berjalan keluar.


“Kamu sendirian ? tidak ada yang mengawalmu ?” tanya Sand.


“Tidak ada, Shine menunggu oma di rumah, dan aku tidak mau di kawal sama Big Team, jadi aku pergi sendiri” ucap Rara


“Lain kali, kamu harus ada yang menemani, aku tidak mau kamu kenapa-napa” kata Sand khawatir dengan Rara.


Shine menunggu sendirian di mobil, dia ditinggal Rara makan siang bersama Sand.


“Wedding dress, foto prawedding, gedung, catering, semuanya udah beres, tinggal cincin sama undangan, habis ini kita cari cincin, kamu mau nggak Sand ?” tanya Rara.

__ADS_1


“Iya, habiskan dulu makananmu” kata Sand perhatian.


Setelah makan, Rara dan Sand membeli cincin pernikahan ke salah satu mal yang dekat dengan dari kantor Sand. Shine tertinggal, dia masih menunggu Rara di parkiran hingga jam kerja usai.


__ADS_2