AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 104


__ADS_3

Aktivitas tetap berlanjut, papa Drake kembali ke rutinitas yaitu ke kampus sedangkan Shine hendak menemui Sand.


Karena Danira mengerti suasana hati Shine dan papa Drake, ia tidak ikut mencampurinya untuk sekarang ini, ia menunggu waktu yang tepat untuk ikut terlibat dalam perdebatan mereka.


Flashback semalam


“Papa tidak tidur?” tanya Danira yang terbangun karena mendengar DD merengek.


“Gimana bisa tidur kalau jagoan papa merengek sangat kencang meminta susu” jawab papa Drake menimang DD yang haus waktu menunjukkan menjelang pagi.


Danira memberikan asi-nya pada DD sambil mencari tahu yang terjadi pada papa Drake dan Shine dengan mengobrol santai.


“Tidurlah lagi, sebentar lagi DD pasti tertidur” kata Danira memancing papa Drake untuk


bercerita.


“Sudah tidak bisa tidur lagi, aku menemani kamu saja” jawab papa Drake.


“Jadi kalian bertengkar semalam?” tanya Danira.


 “Semua ini memang kesalahanku" jawab papa Drake menghela napas.


"Baguslah kalau papa merasakan penyesalan itu" tuding Danira.


"Sikapku yang terlalu merasa kehilangan mamanya Shine kala itu, ternyata berpengaruh besar terhadap perkembangannya, aku jadi tidak


perhatian lagi padanya, aku hanya menuntutnya belajar dengan keras, karena harapan mamanya, menjadikan Shine sebagai seseorang yang berhasil dan sukses serta


menjadi wanita yang mandiri, tugas single parent memang berat, aku harus terus


mencari nafkah untuknya, di sisi lain dia juga membutuhkan kasih sayang yang


selama ini aku kira hanya dengan materi sudah cukup, masa remajanya yang selalu


aku tekan hingga dia memberontak dan pergi dari rumah, hanya kecewa yang aku


dulu rasakan, tidak bisa memahami keinginannya, kini aku sadar setelah ada


seorang lelaki yang hendak meminangnya, rasa kehilangan itu lagi datang padaku, kenangan bahagia ketika ia lahir,


pertama aku menggendongnya dan memberikan nama terlintas begitu saja di

__ADS_1


pikiranku, jadi tidak rela begitu saja melepaskannya” curhat papa Drake.


"Maaf sayang, tidak bermaksud untuk mengungkit mamanya Shine d hadapanmu" jelas papa Drake, takut jika Danira merasa tersindir dan cemburu.


“Pasti sangat berat menjadi single parent yang membesarkan putrinya sendirian tanpa seorang istri, aku memaklumi perbuatan yang kamu lakukan di masa lalu, kini untuk menebus rasa bersalahmu, biarkan dia bahagia bersama lelaki yang ia cintai, restui hubungannya dan dukunglah keinginannya sebagai tugas seorang ayah yang mengantarkan putrinya ke pelabuhan terakhir cintanya” dukung Danira


memberikan pencerahan.


"Aku sangat bangga bisa memilikimu dan juga jagoan kecilku ini, terimakasih sayang untuk sikap yang begitu dewasa menghadapi ku" puji papa Drake, mengecup kening Danira dengan lembut dan penuh cinta.


"Aku juga berterimakasih, karena mampu mengubah sikap yang sulit untuk kamu lalui" tambah Danira yang juga merasa bangga pada perubahan sikap suaminya.


Papa Drake membuka hati dan pikirannya, ia menerima saran dari Danira dan mencoba


merelakan putrinya dipinang oleh seorang lelaki yang mencintainya. Namun papa Drake masih belum mengetahui caranya agar bisa membuka pembicaraan kembali pada Shine karena ucapan yang sangat menyakitkan saat itu.


Baru pertama kali Shine mengucapkan kalimat itu setelah berpuluh-puluh tahun memendamnya dan mengalah pada sikap papanya yang selalu dingin terhadapnya.


*****


“Mom, dari mana aku harus mulai? Shine sama sekali tidak menganggapku?” tanya papa Drake yang kebingungan.


Papa Drake dan Danira menemui oma Hara kerumahnya tanpa sepengetahuan Shine dan


Sand. Karena mereka sibuk mengurus persiapan pernikahan yang akan tetap


dilanjutkan walaupun hubungan Shine dengan papa Drake bermasalah.


Di rumah oma Hara, papa Drake bersama Danira berniat membahas tentang acara pernikahan yang akan dilangsungkan.


Rumah Oma Hara terlihat sepi, namun pintu rumahnya terbuka lebar.


Oma Hara terlihat kaget melihat kedatangan papa Drake dan Danira. Ia bertanya-tanya apa yang akan merek sampaikan. Hanya dua kemungkinan, menyetujui pernikahan atau sebaliknya, menolak untuk pernikahan tanpa restu ini.


Oma Hara bersama pak Fran berjalan dari dalam rumah menyambut orang tua Shine dengan baik.


"Selamat datang tuan dan nyonya silahkan masuk" sambut pak Fran dengan keprofesionalannya.


"Calon besan, mari masuk, tidak usah sungkan" ucap Oma Hara dengan candaan agar pembicaraan lebih mengalir.


Secara cepat datang pelayan beserta kudapan untuk menyambut tamu.

__ADS_1


"Silahkan dicicipi, teh ini bagus untuk menghilangkan ketegangan" jelas Oma Hara agar kedatangan papa Drake dan Danira membawa berita yang baik.


"Nyonya sendirian tinggal di sini?" tanya Danira yang kagum dengan luasnya rumah Oma Hara.


"Saat kalian datang, masih ada orang lainkan? tentu saya tidak sendirian di sini, mungkin akan bertambah satu orang lagi yang mau tinggal di sini" singgung Oma Hara, menunjukkan bahwa ia sudah merestui Shine sebagai cucu menantunya.


Papa Drake yang fokus pada perkataan Oma Hara, menyimpulkan bahwa Shine memang sudah diterima oleh Oma Hara.


"Nyonya, saya tidak akan berlama-lama di sini, saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya me..." perkataan papa Drake terhenti karena kedatangan Sand dan Shine.


"Mom, kamu juga di sini" ucap Shine yang tidak suka melihat papanya ada di sana.


"Shine, berikan papa kesempatan untuk meneruskan perkataan papa, setelahnya terserah kamu mau menerima papa atau tidak" kata papa Drake dengan tegas.


"Sudah jelas jika papa tidak suka dengan hubungan kami, jadi silahkan papa pergi" usir Shine kepada papanya.


"Berikan kesempatan pada papamu untuk bicara dulu, kamu dan Sang duduklah juga, tidak baik kalau sedang emosi berdiri terus" ajak Oma Hara.


Sand dan Shine duduk berdampingan, dan terpaksa mendengarkan pembicaraan papa Drake.


"Saya langsung datang kemari dan menyampaikannya pada nyonya Hara untuk segera melangsungkan pernikahan mereka" ucap papa Drake tidak berlama-lama.


Oma Hara, Sand dan pak Fran yang mendengar langsung bergembira, merasa lega karena papa Drake telah memberikan restunya.


Sedangkan Shine masih terdiam, karena merasa tidak percaya akan perkataan papanya itu.


"Untuk merayakan kabar baik ini, kita makan malam bersama" perintah Oma Hara pada pak Fran agar segera menyiapkan perjamuan.


"Shine, boleh papa bicara denganmu berdua saja?" tanya papa Drake.


Shine keluar diikuti papa Drake dibelakangnya untuk bicara empat mata dengan Santi di taman rumah oma Hara.


"Berikan waktu untuk mereka, bagaimana kalau nyonya Danira ikut saya berkeliling rumah, kamu juga ikut ya Sand" ajak Oma Hara


"Nyonya pandai sekali ya membaca pikiran orang" tawa Danira bercanda.


Oma Hara, Sand, dan Danira berjalan mengelilingi rumah yang begitu luas dan megah sambil menunggu hidangan disiapkan oleh pak Fran dengan yang lain.


*****


"Kenapa berubah pikiran?" tanya Shine yang masih marah karena belum mendapatkan penjelasan.

__ADS_1


__ADS_2