
Dari belakang, ada seseorang menepuk bahu Shine yang sudah bersiap berkelahi, dan boom!
“Ach!” rintih seseorang yang kena hantam kepalan tangan Shine.
“Tuan muda, maaf, saya pikir anda teman mereka, salah sendiri ngagetin aku” ucap Shine menyalahkan Sand.
Sand memegangi pipi yang kena tinju oleh Shine, terlihat sedikit memar.
“Tinjumu lumayan keras” ucap Sand memuji Shine.
“Aku carikan obat dulu”
“Mana kopi buatanmu?” tanya Sand mencegah Shine mencari obat.
“Itu” menunjuk kopi yang tumpah berantakan di lantai.
“Tanganmu kenapa?” terlihat oleh Sand saat menunjuk kopi.
“Kena kopi panas tadi, gara-gara mereka, cari masalah aja.”
Sand menarik Shine ke ruangan karyawan, dia mengumumkan bahwa Shine adalah kekasihnya, siapapun yang berani menyakitinya akan berurusan dengan Sand sebagai direktur.
Sambil merangkul Shine, “Siapapun yang berani menyakiti dia, bersiaplah berurusan denganku” ucap Sand di depan banyak karyawan.
“Bukan, bukan itu masksudnya…em, em, em” mulut Shine dibungkam Sand.
Setelah Shine dan Sand pergi, banyak karyawan yang takut dan tidak berani mengambil resiko lagi, bisa-bisa pekerjaan mereka dipertaruhkan.
“Kamu tadi sih, mendadak menyenggolnya, untung saja dia tidak mengatakan pada direktur kalau kita pelakunya, gimana kalau kita dipecat gara-gara itu?” ucap karyawan wanita yang menyesali perbuatannya pada Shine.
*****
“Lepasin, sudah tidak ada yang melihat kita lagi, puaskan, tadi bisa melihat semua karyawan melihatku dengan tatapan menyeramkan?” tanya Shine kesal.
“Itu akan menguntungkanmu percayalah, karena tugasmu tidak kamu kerjakan dengan baik, mulai sekarang kamu harus membuatkan kopi untukku setiap pagi sebelum aku datang, tentunya kamu harus datang lebih pagi dariku, kalau tidak…”
“Kalau tidak apa, apa, mau bilang apa, membenturkan aku ke tembok sampai hilang ingatan, atau melemparku dari lantai ini ke bawah, atau jangan-jangan kamu menyewa pembunuh bayaran ke rumahku dan menembakku sampai mati?” kata Shine mengandai-andai.
“Pikiramu sunggu psikopat, aku tidak akan melakukan hal kejam semacam itu”
“Terus apa?” tanya Shine.
“Memotong gajimu” jawab Sand masuk ke ruangannya.
__ADS_1
Shine menjadi sebal degan sikap Sand yang berubah itu, memang dia dulunya sangat susah di dekati, tapi sekarang, dia mengeluarkan watak aslinya tanpa harus didekati.
“Kenapa kamu tidak masuk?” tanya Sand terlihat kepalanya saja.
“Tuan muda, bagaimana dengan kompetisi kopi ini? Siapa yang menang?” Tanya Reihan penasaran.
“Kamu yang menang, dan sebagai hukumannya, dia yang harus membuatkan kopi untukku setaip pagi” kata Sand menenangkan Reihan.
Shine hanya menunggu di meja kerjanya, melihat Sand dan Reihan melakukan pekerjaan. Shine merasa sangat bosan, karena tidak ada yang ia kerjakan.
“Tuan muda, apakah ada yang perlu saya bantu, dari tadi aku tidak melakukan apa-apa?” tanya Shine pada Sand yang super sibuk.
“Jangan ganggu Sand, dia harus membaca dokumen ini, karena kontrak ini bernilai milyaran, diam saja di situ tidak usah mengganngu!” ucap Reihan memarahi Shine.
“Aku tidak bertanya padamu, aku bertanya pada tuan muda Sand!” menjawab dengan berani.
“Diamlah!, kamu sangat mengganngu konsentrasi Sand” kata Reihan membentak Shine.
“Kamu juga ingin berkelahi denganku ya, jangan salahkan aku jika aku benar-benar menghajarmu, aku tidak membedakan perempuan atau laki-laki, semuanya hayuk” ucap Shine sangat mengganngu Sand.
“Kalian berdua bisa diam tidak? Kalau kalian masih mau ribut, sana di luar saja!” ucap Sand sedikit marah.
“Oke, aku akan keluar, lebih baik membantu OB bersih-bersih daripada di sini, kayak boneka yang harus duduk cantik selama berjam-jam” kata Shine meninggalkan ruangan.
Waduh ada oma Hara, apa yang harus kulakukan, dia pasti akan memintaku melakukan perjodohan untuk tuan muda lagi, tapi oma terlanjur melihatku, oke, Shine seorang pemberani, aku harus menghadapinya. Dalam pikiran Shine.
“Oma, ada urusan apa di kantor?” tanya Shine berbasa-basi.
“Sebentar lagi kan jam makan siang, aku ingin mengajaknya makan siang bersama, dengan Sarah juga” jawab oma Hara.
“Kebetulan kamu di sini, kamu tidak sedang sibuk kan? Kita ngopi dulu bertiga, sambil menunggu jam makan siang gimana? Kamu mau kan Shine?” minta oma Hara
Dengan terpaksa Shine menuruti permintaan oma Hara.
“Shine kenalkan, dia yang akan oma jodohkan untuk Sand, namanya Sarah Permana.” Oma Hara memperkenalkan Sarah pada Shine, padahal mereka sudah kenal satu sama lain.
“Saya Shine” ucap Shine berpura-pura sambil menjabat tangan Sarah.
“Oma kita sudah pernah bertemu seblumnya, ada Sand juga malah, waktu itu saat makan…” ucapan Sarah terhenti oleh Shine.
“Oma mau pesan apa?” kopi panas atau kopi dingin?” tanya Shine sengaja menghentikan omongan Sarah.
“Kopi dingin aja, kamu mau apa Sarah?” tanya oma Hara yang tidak sadar kalau Shine memotong aduan Sarah, saat mengacaukan kencan butanya waktu itu.
__ADS_1
“Aku mau ke toilet dulu oma, Sarah kamu ikut?, pasti kamu juga ingin ke toilet, kita sama-sama aja yuk?” kata Shine meng-kode Sarah agar mau mengikutinya.
“Ada apa Shine?” ucap Sarah dengan nada mengejek.
“Jangan bilang ke oma Hara kalau aku sudah mengacaukan kencan butamu waktu itu” minta Shine.
“Apa untungnya untukku?” tanya Sarah cuek.
“Aku akan membantumu untuk mendekati Sand” jawab Shine.
“Apa jaminannya kalau kamu mampu melakukannya?”
“Aku akan pastikan sampai kamu menikah dengannya, jika tidak berhasil kamu boleh membongkar semuanya di depan oma Hara dan juga Sand,“
“Jika aku membongkarnya pada mereka, apa untungnya buatku? Sampai kamu mampu menjaminnya?” tanya Sarah memastikan.
“Oma Hara sudah aku anggap nenek ku sendiri, dan dia juga berjasa untukku, aku tidak akan mungkin membalasnya dengan pengkhianatan”
“Oke, deal”
Tidak ada ruginya juga, aku bisa memanfaatkannya, dia juga dekat dengan Sand, ini akan menjadi keuntungan besar buatku.
*****
“Maaf oma Hara, kami agak lama, oma sudah pesan?” tanya Shine duduk kembali.
“Sudah, gimana permintaan oma waktu lalu?, kamu bersedia kan Shine?” tanya oma Hara.
“Tapi, oma jangan bilang ini ke Sand, takutnya dia malah menjauhi Sarah dan tidak mau lagi dekat dengan saya” jawab Shine.
“Oma tidak akan memberitahu Sand tentang ini, oma yakin dengan Sarah, dia adalah wanita terbaik untuk Sand kelak” ucap oma Hara menyanjung Sarah.
Shine menceritakan kepribadian Sand pada Sarah selama ia merawatnya, agar Sarah tahu, cara menghadapi Sand dan bisa mendekatinya perlahan-lahan.
“Sepertinya sudah masuk waktu makan siang, oma akan meneleponnya”
Tuut tuut tuut, suara memanggil di telepon.
“Sand, oma ada di café dekat dengan kantormu, ayo makan siang bersama, oma juga mengajak Shine” ucap oma Hara.
Mendengar oma Hara mengajak Shine, Sand langung bergegas menemui mereka di café dekat kantornya.
“Kenapa dia bisa bersama oma?” kata Sand dalam hati.
__ADS_1